
"Nggak papa kok, sorry ya gue ganggu lo" Ucap Cia.
"Enggak kok. Ayo gue antar lo pulang, gue ada urusan lagi setelah ini" Ucap Rian bangkit dari duduknya. Namun saat ia akan melangkah pergi, Cia mencekal tangan Rian.
"Ada apa?" Tanya Rian dingin.
"Em... enggak deh, yuk pulang" Ucap Cia tersenyum cantik.
Cia masuk ke dalam mobil Rian. Rian mulai melajukan mobilnya pergi dari area kafe. Di perjalanan, Cia mencuri cri pandang pada Rian yang tampak dingin. Lebih dingin dari sebelum ia bersama dengan Juli dulu.
"Lo masih belum bisa melupakan Juli ya Yan?" Tanya Cia memainkan kuku kuku jarinya.
"Sampai kapan pun gue nggak akan pernah melupakan dia Ci, dia cinta gue, dia hidup gue" Jawab Rian.
"Apa nggak ada tempat di hati lo buat gue?" Tanya Cia menatap ke arah Rian.
"Cukup Ci, gue sudah berulang kali bilang ke lo. Jangan pernah berharap sama gue Ci. Gue nggak akan pernah suka sama lo. Gue baik sama lo hanya karena lo sahabat Juli. Jadi jangan salah paham dengan kebaikan gue. Paham lo" Ucap Rian tegas.
Cia terdiam mendengar ucapan Rian. Sudah ke 3 kalinya Cia mengutarakan perasaannya pada Rian, namun Rian selalu menolaknya. Sesak di dada Cia mendengar ucapan Rian.
"Berhenti Yan, gue mau pulang sendiri" Ucap Cia lirih. Namun Riantidak menghiraukan ucapannya.
"GUE BILANG BERHENTI" Teriak Cia marah. Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Dia merasa sakit hati dengan ucapan Rian barusan.
Rian menghentikan mobilnya. Dia diam tidak bergeming kala melihat Cia yang keluar dari mobilnya. "Sorry Ci, tapi gue benar benar nggak bisa terima lo. Gue nggak punya perasaan sama sekali ke lo. Bahkan gue mau berteman sama lo hanya karena Juli" Batin Rian.
Rian membelokkan mobilnya pergi dari tempat itu. Dia tidak akan menghampiri Cia karena dia tidak mau memberi harapan pada Cia. Lebih baik dia di benci oleh Cia dari pada harus membohongi Cia.
Rian mengambil ponselnya saat dering pesan yang mulai terdengar. Dia melihat isi pesan dari Noval untuk meminta dirinya datang ke alamat yang di kirimkan Noval.
Rian sampai di sebuah rumah yang ia yakini adalah rumah milik tante Dara. Atau lebih tepatnya calon mamah tirinya. Rian sampai di rumah itu pukul 8 malam karena dia harus pulang lebih dulu untuk membersihkan diri setelah menjemput Ica tadi.
"Permisi" Ucap Rian saat ia berada di depan rumah Dara.
"Rian, kamu baru datang. Ayo masuk, papah kamu sudah menunggu kamu dari tadi" Ucap Dara ramah.
"Iya tante, maaf Rian telat. Oh iya ini ada sedikit bingkisan untuk tante" Ucap Rian memberikan tote bag pada Dara.
"Kamu kenapa repot repot segala sih, kayak sama siapa saja. Tapi makasih ya Rian" Ucap Dara tersenyum cantik.
"Sama sama tante" Jawab Rian sopan.
"Ya sudah ayo masuk, kamu pasti lapar kan? Tante sudah masak banyak hari ini, jadi kamu harus makan yang banyak ya" Ucap Dara berjalan ke arah ruang makan bersama Rian yang mengekor di belakangnya.
"Vito, lo ngapain di sini?" Tanya Rian kala melihat Vito duduk di ruang makan rumah Dara.
"Jadi lo anaknya om Noval?" Tanya Vito balik.
"Kalian saling kenal?" Tanya Dara.
"Dia adik kelas ku dulu tante saat di SMA Rajawali" Jawab Rian.
"Wah bagus dong. Jadi kami tidak perlu repot repot untuk memperkenalkan kalian" Sahut Noval. Rian hanya menanggapi ucapan papahnya dengan anggukan kepala.
Ia duduk di kursi yang bersebelahan dengan Vito. "Jadi lo yang akan jadi saudara tiri gue" Ucap Rian lirih.
"Kalau tau lo bakal jadi saudara tiri gue, gue akan menolak" Jawab Vito.
"Ck, sialan lo" Umpat Rian.
"Sudah, nanti kita bicara lagi. Sekarang makan dulu, keburu dingin makanannya" Ucap Dara
"Iya tante. Iya mah" Jawab Rian dan Vito bersamaan.
Akhirnya mereka pun makan malam dengan tenang. Setelah selesai makan, mereka berpindah ke ruang keluarga. Rian asik main PS bersama Vito. Sedangkan Noval dan Dara berbincang di sofa.
"Kami akan melakukan acara pernikahan" Ucap Noval.
"Kalau memang sudah di rencanakan ya lakukan saja" Jawab Rian.
"Ck, lo nggak ada manis manisnya sama nyokap gue" Ucap Vito.
"Nyokap lo sebentar lagi juga jadi nyokap gue. Nggak usah cari muka deh lo" Ucap Rian.
"Heh, siapa bilang Dara milik kalian. Dara milik saya dan hanya saya yang boleh memilikinya" Sahut Noval.
"Mulai bucinnya" Celetuk Rian. Rian menghentikan permainannya. Dia bangkit mengambil jaket dan kunci mobilnya.
"Mau ke mana?" Tanya Noval.
"Ke camp. Bosan lihat papah bucin terus" Jawab Rian santai. Dia berjalan ke arah Dara untuk berpamitan.
"Jangan pulang malam, kasihan tente Dara. Bisa bisa tante Dara bosan lihat wajah papah terus" Ucap Rian tersenyum. Dengan cepat dia berlari keluar dari rumah Dara sebelum papahnya ngamuk dengan ucapannya barusan.
"Ck, anak siapa sih tuh" Ucap Noval jengkel.
"Amnesia om" Celetuk Vito yang juga bangkit dari duduknya.
"Vito" Tegur Dara
"Bercanda mah. Vito naik dulu om, mau istirahat" Pamit Vito.
"Iya sana pergi, jangan ganggu om pacaran sama mamah kamu" Ucap Noval.
"Mas, kamu apaan sih" Ucap Dara malu.
Vito tersenyum melihat raut wajah mamahnya yang malu malu. Ada rasa bahagia dalam diri Vito kala melihat mamahnya yang tampak bahagia. Sudah lama ia tidak melihat senyum bahagia itu dari wajah mamahnya. Sejak papahnya meninggal dunia, mamahnya sering melamun dan menyendiri.
"Semoga dengan bersama om Noval, mamah bisa terus tersenyum bahagia seperti itu." Batin Vito.
Di sisi lain, Rian merasakan kembali rasa sepi yang beberapa tahun ini ia rasakan. Dia kembali teringat akan tawa dan sikap manja Juli. Namun saat ini ia tidak bisa lagi merasakan semua hal itu.
"Apa yang harus gue lakukan Juli? Gue nggak bisa melupakan lo, gue benci dengan perasaan ini Juli. Gue sakit setiap mengingat lo" Batin Rian.
Rian mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. "Di mana lo?" Tanya Rian.
"Di club A, lo ke sini saja" Ucapnya.
"Ok" Jawab Rian singkat. Rian mematikan panggilannya lalu menginjak gas mobilnya menuju ke club malam A.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏