It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 73



Key membalikkan badanya yang basah kuyup menatap Tania yang kini menyeringai marena dia pikir sudah memberikan pelajaran pada anak baru.


"Ini yang akan lo terima setiap hari jika lo berani melaean Cintia. Di kampus ini apapun yang di ucapkan Cintia adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat" Ucap Tania.


"Atas dasar apa lo bicara seperti itu? Setau gue, dia hanya mahasiswi yang setara dengan anak anak baru ini." Sahut Jason yang kini berjalan mendekati Cintia dan yang lain.


"Wah, tikus kecil nyemplung di got mana nih" Ucap Jason saat berdiri di depan Key.


Key tidak menanggapi candaan Jason karena kini dia masih sekuat tenaga menahan emsoinya. Dia hanya menatap tajam Jason yang kini mulai sadar akan amarah Key.


"Hehehe, sorry bercandaan gue kelewatan ya. Sudah sana keringkan baju lo. Biar mereka jadi urusan gue" Ucap Jason.


Tanpa banyak bicada Key kembali menghampiri Luna. Dia mengambil tasnya lalu berjalan pergi di ikuti oleh Luna.


Sedangkan Jason kini menatap Cintia dengan menyeringai devil.


"Lo masih beruntung hari ini." Ucap Jason. Jason yang baru beberapa langkah berjalan kembali menghentikan langkahnya.


"Oh iya, gue sarankan agar lo bertiga gak buat masalah sama cewek barusan. Itu pun kalau lo bertiga masih sayang nyawa" Ucap Jason.


Ucapan Jason barusan membuat Cintia dan kedua sahabatnya semakin penasaran siapa sebenarnya gadis tadi hingga Jason memperingatkannya seperti itu.


Di sisi lain, Key dan Luna saat ini berada di kamar mandi kampus. Dengan bantuan Luna, Key mengeringkan pakaiannya dengan hair dryer.


"Bagus lo bisa menahan emosi lo. Kalau enggak bisa gawat masa masa sekolah lo kali ini" Ucap Luna.


"Lo takut sama mereka?" Tanya Key.


"Jelas enggak lah. Gue hanya takut lo langsung dapat SP, apa lagi ini kali pertama kita ke kampus sebagai mahasiswi." Ucap Luna.


"Tapi kalau lain kali mereka berani barulah maka gue gak akan tinggal diam. Walaupun gue harus di keluarkan gue akan tetap menghajar mereka" Ucap Key.


"Jangan gila deh lo Key. Kita susah payah mendapatkan beasiswa ini. Ya kali hanya gara gara cewek gak beber itu, lo rela di DO sih" Ucap Luna.


"Terserah deh ah, gue gak perduli." Ucap Key.


Luna menghela nafas panjang karena dia tau Key saat ini masih emosi.


Setelah pakaian Key sudah mulai kering, Key dan Luna memutuskan keluar dari kamar mandi. Key juga sudah membuka semua ikat rambutnya.


"Ospek apaan, ini sih cuma ajang balas dendam doang" Gerutu Key sambil keluar kamar mandi.


"Sudah lah, yang penting kita kuliah di sini gratis" Ucap Luna.


"Nih pakai ini, biar lo gak masuk angin" Ucap Rian yang menyerahkan jaketnya pada Key.


Ternyata sejak mengatahui Key di kerjai oleh Cintia dan antek anteknya, Rian langsung mencari keberadaan Key. Dia khawatir jika Key sampai terluka. Hingga akhirnya dia tau jika Key hanya kebasahan saja. Dia menunggu Key di depan kamar mandi cewek cukup lama.


"Gak usah" Ucap Key melangkah pergi melewati Rian.


"Lo bisa gak sih gak usah seperti anak kecil gitu." Ucap Rian yang mampu menghentikan langkah Key. Rian berjalan mendekati Key dan menaruh jaketnya ke bahu Key.


"Terserah lo mau pakai atau buang" Ucap Rian yang melewati Key begitu saja.


Setelah Rian cukup jauh, Luna mendekati Key. Key berdiri di tempatnya menatap punggung Rian.


"Kenapa lo?" Tanya Luna heran karena kini wajah Key berubah sendu.


"Luna" Panggil Key menoleh ke arah Luna dengan sedih.


"Lo kenapa sih?" Tanya Luna bingung.


"Dia sebenarnya sayang gak sih sama gue? Kenapa dia perhatian tapi dia juga jutek sama gue." Ucap Key menangis merengek.


Luna yang malu langsung menutup mulut Key dan menarik Key ke lorong yang cukup sepi.


"Jangan malu maluin gue dong lo" Ucap Luna.


"Tapi gue kan sedih Lun" Ucap Key.


"Itu sih urusan lo. Makanya kalau ada masalah jangan ngambekan. Bicarakan baik baik. Sikap lo masih sjaa seperti bocah yang gak dapat permen" Ucap Luna.


"Huwaaaa, Luna lo jahat sama gue. Kok lo malah marah marah sih sama gue. Huwaaa"


"Lo Key kan?" Tanya seorang gadis cantik yang tidak Luna kenal.


Mendengar namanya di panggil, Key menarik jaket Rian dari kepalanya.


"Lo Cia kan?" Tanya Key.


"Iya ini gue Cia. Lo kuliah di sini?" Tanya Cia.


"Iya, lo sendiri ngapain di sini?" Tanya Key.


"Gue ada perlu sedikit sama dosen. Gue sekarang kan ambil S2" Jawab Cia.


"Wah anak orang kaya memang beda ya" Ucap Key.


"Apaan sih lo. Oh iya ini teman lo?" Tanya Cia.


"Iya, dia Luna sahabat baik gue sejak SMA" Jawab Key merangkul bahu Luna.


"Hai kak Cia" Ucap Luna.


"Hai juga. Sorry, gue pergi dulu ya. Gue sudah janjian sama dosen soalnya" Ucap Cia.


"Iya silahkan" Jawab Key tersenyum ramah.


Cia melenggang pergi meninggalkan Key dan Luna yang menatap penampilan Cia dengan kekaguman yang hakiki.


"Gila, tuh cewek cantik, tinggi, wangi lagi" Ucap Luna.


"Iya. Tapi Rian bodoh karena menolak cewek secantik itu dan memilik gue yang buluk begini" Ucap Key.


"Setuju kalau lo memang buluk" Sahut Luna.


"Ck, sahabat sialan lo" Ucap Key mendorong bahu Luna. Luna tertaw lepas karena sudah mengerjai Key.


"Cabut yul Key. Melody kan mau pergi ke luar negeri sama Theo. Kita ke rumah Theo yuk" Ucap Luna.


"Oh iya gue lupa. Ya sudah ayo cabut" Ucap Key.


Sekedar informasi


Luna memang termasuk keluarga yang menengah ke atas karena keluarganya yang memiliki bisnis kontrakan. Namun dia tetap mencari beasiswa karena kampus tempatnya kuliah saat ini bersama Key adalah kampus ternama dan termahal di ibu kota. Jadi dengan nilai yang dia miliki, Luna memilih jalur beasiswa agar meringankan beban biaya.


Key dan Luna kini sudah berada di rumah Theo. Di sana sudah banyak anak anak Death Devil yang akan mengantar keberangkatan Theo bersama Melody keluar negeri untuk kuliah di sana.


"Sudah ramai ternyata" Ucap Key yang baru keluar dari mobil Luna.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏