
"Key, lo jangan pergi ya" Pinta Rian meraih tangan Key yang tengah mendorong kursi rodanya.
"Iya" Jawab Key.
"Key jangan cuek begitu dong, gue gak bisa kalau lo begini" Ucap Rian.
"Iya gue akui memang gue salah karena sejak awal gue meminta lo jadi pacar gue karena lo mirip sama Juli. Tapi semakin ke sini, gue semakin jatuh cinta sama lo Key. Bukan karena lo mirip sama Juli, tapi karena lo menjadi diri lo sendiri. Gue benar benar cinta sama lo Key. Gue akan berubah menjadi lebih baik demi lo Key" Ucap Rian
"Jangan berjanji jika lo gak bisa menepatinya Rian. Luka yang lo beri sudah cukup dalam di hati gue" Ucap Key.
"Iya gue tau, sebab itu beri gue satu kesempatan agar gue bisa mengobati luka lo dan memperbaiki semuanya." Ucap Rian.
"Kita bicarakan nanti di rumah" Ucap Key.
"Enggak, lo harus jawab sekarang" Ucap Rian.
"Terserah lo" Ucap Key.
"Jadi lo mau kan kasih gue satu kesempatan lagi?" Tanya Rian.
"Heem" Jawab Key singkat.
"Makasih ya Key. Gue akan berusaha agar tidak menyakiti lo lagi. Gue juga akan berusaha untuk memperbaiki semuanya" Ucap Rian.
"Iya" Jawab Key cuek.
"Jangan cuek begitu dong" Ucap Rian mendongakkan kepalanya menatap Key.
"Memangnya lo pernah lihat cewwk marahnya cuma sebentar. Paling sebentar cewek marah seharian itu pun PALING SEBENTAR" Ucap Key.
"Jangan gitu dong Key. Lo gak lihat gue lagi sakit. Masak lo tega sih sama gue" Ucap Rian manja.
"Itu sih salah lo sendiri" Ucap Key.
Key membuka pintu mobil. Dia membantu Rian untuk berpindah duduk ke dalam mobil. Setelah Rian masuk, kini ia menaruh kursi rodanya ke kursi belakang dan baru lah dia masuk ke dalam mobil untuk kembalu ke apartemen.
****
Ke esokan harinya.
Karena hari ini Key ada kelas pagi, akhirnya Key meminta bantuan dengan mamah Dara untuk menjaga Rian di rumah.
Key tengah bersiap siap untuk berangkat ke kampus. Saat ini Key tengah menyisir rambutnya di depan kaca meja rias. Sedangkan Rian, berada di atas tempat tidur melihat semua yang di lakukan Key pagi ini.
"Ngapain pakai lipstick?" Tanya Rian tidak suka.
"Biar gak pucat lah" Jawab Key.
"Halah bilang saja biar cowok yang lo lihati bisa terpesona sama lo" Ucap Rian.
Brack
Key menaruh lipsticknya dengan kencang di atas meja.
"Gue masih marah sama lo, tapi lo dengan entengnya bilang seperti itu ke gue. Mau ajak berantem lagi?" Ucap Key.
"Eh enggak lah, gue cuma takut kalau lo ditaksir cowok lain." Jawab Rian.
"Gue hanya takut lo pergi ninggalin gue Key" Ucap Rian tertunduk sedih.
Key menghela nafasnya lelah. Dia berjalan ke arah ranjang untuk menghampiri Rian. Dia duduk di sebelah Rian, menatap Rian yang masih tertunduk sedih.
"Yan, kalau lo meragukan cinta gue ke lo. Terus apa gunanya gue di sisi lo sekarang. Gue memang masih marah sama lo tapi hal itu gak merubah perasaan gue ke lo. Gue masih tetap mencintai lo Rian" Ucap Key lembut.
Rian mendongakkan kepalanya menatap kedua mata Key yang membuatnya tenang. Dia meraih tubuh Key dan membawanya ke dalam pelukan.
"Gue cinta sama lo Key, gue percaya sama perasaan lo, gue percaya sama lo" Ucap Rian.
Key melepaskan pelukannya.
"Gue pergi kuliah dulu, lo istirahat di rumah. Kalau mau ke kamar mandi, minta bantuan mamah Dara" Ucap Key.
"Iya" Jawab Rian tersenyum.
Key berjalan keluar dari kamarnya. Dia menghampiri Dara yang kini tengah masak untuk sarapan.
"Mah, Key berangkat dulu ya" pamit Key.
"Loh, ini sebentar lagi masakan mamah sudah matang kok. Kamu gak makan saja dulu" Ucap Dara.
"Maaf mah, tapi Key harus berangkat sekarang juga. Takut terlambat soalnya" Ucap Key.
"Iya mah, makasih ya mah" Ucap Key tersenyum.
Key menyalami tangan Dara, setelah itu dia berjalan keluar dari apartemennya.
Di kampus.
Key hari ini membawa mobil Rian untuk datang ke kampus. Awalnya Key ingin menggunakan mobil yang biasanya di pakai Rian namun Rian tidak memperbolehkannya. Key paham Rian melarangnya karena itu mobil milik mendiang Juli. Key juga tidak memaksa karena di pun sadar diri. Dirinya hanya sebagai parasit dalam kehidupan Rian jadi dia harus bisa mengertikan Rian.
"Key" Panggil Luna yang berlari menghampiri Key.
"Hai Lun, berangkat sendiri?" Tanya Key.
"Enggak, tadi di antar sama Ikbal" Jawab Luna.
"Yuk masuk" Ucap Key yang memeluk lengan Luna. Mereka berdua berjalan menuju gedung kelasnya.
"Hallo cantik" Ucap Jason dengan gaya tengilnya.
"Bedak bayi, ngapain sih lo suka muncul tiba tiba" Ucap Key.
"Bedak bayi?" Beo Jason.
"Iya, merek bedak bayi nama lo. Hahaha" Jawab Key tertawa lepas.
"Ck, penghinaan lo. Nama bagus bagus lo hina" Gerutu Jason.
"Ngambekan kayak cewek lo" Ucap Key.
"Hah, tereerah lo deh." Ucap Jason.
"Hai Luna, nanti selesai kelas makan siang bareng yuk" Ucap Jason mengedipkan sebelah matanya.
"Lo mau mati di tangan Ikbal" Ucap Key.
"Ya sama lo juga lah Key, ya kali.cuma berdua. Bisa lepas kepala gue" Ucap Jason.
"Lagian lo ngapain sih ajakin Luna segala?" Tanya Key.
"Ya gak papa. Cuma mau berusaha mendekati Luna yang cantik saja. Sebelum janur melengkung boleh dong gue dekati. Walau sudah melengkung saja gak masalah gue dekati juga" Ucap Jason.
"Dasar orang gila" Ucap Key.
"Sorry Jason, tapi gue gak bisa. Makasih atas ajakannya" Ucap Luna.
Luna menarik tangan Key pergi menjauh dari Jason karena jujur saja, dia tidak nyaman saat bersama Jason.
Sudah hampir 4 jam Key dan Luna mengikuti kelas pagi. Setelah dosen keluar dari kelas, semua mahasiswa keluar dari kelas, termasuk Key dan Luna tentunya.
Namun, baru saja mereka saru langkah keluar dari kelas, mereka berdua terkena siraman air yang sangat bau. Namun yang terbanyak mendapat siraman itu adalah Luna. Sedangkan Key hanya terkena percikannya saja.
"Hahaha, mampus lo. Makanya jangan main main sama kita. Hahahaha" Ucap Cintia tertawa lepas.
Cintia dan kedua temannya itu tertawa lepas mentertawakan keadaan Luna yang basah kuyup dan bau. Luna meremas jemarinya karena candaan Cintia itu sudah keterlaluan. Key yang juga emosi ingin menghampiri Cintia namun tangannya di cekal oleh Luna.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏