It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 62



"Kita tunggu di luar" Ucap Kennet. Kennet dan Theo segera keluar dari markas. Mereka memberikan waktu untuk Luna dan Ikbal bicara.


Ikbal merentangkan kedua tangannya saat para sahabatnya itu sudah keluar. Luna tersenyum lalu berlari dan menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Luna.


"Hati hati ya. Gue dengar mereka licik" Ucap Luna.


"Iua, gue akan segera balik untuk menemui lo kok" Jawab Ikbal.


"Jagain adik gue juga. Jangan sampai di terluka sedikit pun" Ucap Luna.


"Gue janji akan menjaga Key dengan baik." Jawab Ikbal.


Ikbal melepaskan pelukannya. Kini dia menangkup wajah Luna dengan lembut.


"Pulang ya. Gue khawatir kalau lo tetap di markas." Ucap Ikbal.


"Iya, ini juga gue mau pulang kok" Jawab Luna


"Ya sudah, gue pergi dulu ya" Ucap Ikbal mencium kening Luna.


"Love You" Ucap Ikbal lembut.


"Love You To" Jawab Luna tersenyum.


Luna mengantar Ikbal untuk keluar dari markas. Luna berpamitan lebih dulu pada anak anak lain karena dia harus pulang lebih dulu.


Tepat jam 9 malam, anak anak Death Devil sudah bersiap untuk berangkat menuju ke jalan tempat janjian mereka untuk melakukan balapan bersama anak geng motor dari Bandung.


Key yang di kawal langsung oleh ketiga sahabatnya dan anggota Death Devil yang lain kini sudah sampai di tempat tujuan. Tanpa melepas helmnya, Key menatap satu persatu orang orang yang kini berada di motornya masing masing melihat ke arahnya juga.


Pandangan Key kini tertuju pada seorang yang iya yakini adalah ketua dari geng motor itu. Key turun dari motornya di ikuti oleh ketiga sahabatnya dan anak anak lainnya.


"Ada apa Key?" Tanya Theo yang menghampiri Key.


"Gue mau melawan yang memakai motor hitam itu" Ucap Key.


"Lo serius Key, dia ketuanya loh" Ucap Theo.


"Yakin lah. Lo lihat saja yang lain, gak meyakinkan sama sekali" Ucap Key.


"Gue tau karena keahlian mereka jauh di bawah lo. Tapi jangan lupa Key, mereka licik" Ucap Theo.


"Maka dari itu, gue mau sama yang motor hitam karena gue yakin, dia gak akan curang" Ucap Key.


"Ok, kalau itu mau lo. Gue akan bicara sama Ikbal dan Ken" Ucap Theo. Theo kembali menghampiri Ikbal dan Kennet. Ikbal dan Kennet menyetujui permintaan Key dan Theo akhirnya ikut menyetujuinya. Walaupun dia tentu saja khawatir jika Key kenapa kenapa.


Key melepas helmnya. Dia yang memiliki rambut panjang bergelombang nampak begitu mempesona dengan balutan jaket hitam dan celana ketat hitamnya juga. Para musuh Death Devil terpukau melihat wajah manis yang di miliki Key. Wajah yang inut dan putih itu mampu menyembunyikan keganasannya saat di medan perang.


Lawan Death Devil malam ini dari geng motor yang menamai dirinya Revazar Bandung. Mereka geng motor yang terkenal kejam da sering beruat curang dalam arena balap. Namun semu itu hanya isu belaka agar mereka di takuti oleh geng motor lain.


Jason, ketua geng motor Revazar turun dari motornya. Dia berjalan mendekati Death Devil. Namun saat akan menghampiri Key, ketiga sahabat Key memasang badan agar Jason tidak mendekati Key.


"Jadi dia panglima perang Death Devil. Cewek semanis itu kalian jadikan panglima perang. Apa kalian gak salah pilih" Ucap Jason.


Mendengar Key yang di hina seperti itu membuat Ikbal naik darah. Dia ingin menghajar Jason namun tangannya di cekal oleh Key.


"Biar gue" Ucap Key.


Ikbal menepis tangan Key. Key berjalan menghampiri Jason. Dia mengusap dada Jason seolah olah dia menggodanya.


"Panglima perang apaan. Dia cuma wanita penggoda ternyata" Ucap Riki, anggota Revazar.


"Hahaha, iya. Dia memang pantas menjadi wanita penggoda. Anggota mereka pasti sudah pernah mencobanya semua" Ucap Aldi, anggota Revazar juga.


Benar saja. Di saat Jason mulai lengah, dengan satu gerakan saja Key membanting Jason ke jalanan beraspal yang keras dan kasar.


Brack


"Arght" Teriak Jason kesakitan.


Aldi dan Riki langsung turun dari motornya karena terkejutdengan apa yang mereka lihat barusan. Ketua Revazar baru saja di banting oleh gadis yang mereka sebut wanita penghibur itu.


"Lihat kan? Itu lah panglima perang Death Devil yang sebenarnya" Ucap Tegar menyeringai.


Key berlutut di dekat Jason yang masih terkulai di jalanan beraspal. Dia mengusap wajah Jason dengan lembut.


"Geng lo terkenal curang bukan? Tapi gue bisa lebih curang dari lo. Jadi jangan pernah lo main main sama Death Devil. Kita bukan orang yang gampang untuk lo kalahkan" Ucap Key tenang namun penuh penekanan di setiap katanya.


"Gue akan tunduk di bawah Death Devil jika lo bisa mengalahkan gue dibalapan kali ini" Ucap Jason.


"Setuju" Jawab Key tersenyum merekah. Key segera berdiri dengan senyumannya yang tampak bahagia.


Jason tentu saja bingung karena Key bukannya takut atau khawatir. Tapi dia malah tampak kegirangan.


Kennet menghampiri Jason, dia mengulurkan tangannya untuk membantu Jason berdiri. Jason menerima tangan Kennet dan dia pun segera berdiri.


"Kita di sini hanya untuk bersemang senang bro. Kita bisa berteman dari pada bermusuhan. Kita memiliki wilayah masing masing, jadi untuk apa kita bermusuhan" Ucap Kennet.


Jason tidak menjawab ucapan Kennet atau bahkan dia tidak mendengarkan ucapan Kennet barusan karena dia terus menatap Key yang tengah bersenda gurau dengan Theo.


Tanpa bicara lagi, Jason berbalik kembali ke motornya.


Akhirnya balapan antara Key dan Jason pun di mulai. Key yang memakai motor Rian kini sudah bersiap di garis start. Di sampingnya sudah ada Jason yang juga sudah siap untuk melakukan balapan.


Theo berjalan ke tengah trngah jalan dengan membawa sapu tangan hitam miliknya. Theo mulai berhitung dan balapan pun di mulai saat sapu tangan yang di tangan Theo telah terlempar ke udara.


Jason dan Key mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Mereka yang sama sama lihai dalam mengontrol motornya membuat balapan kali ini sangat seru. Mereka berdua sering salip menyalip satu sama lain. Di saat seperti ini lah Key yang biasanya suka bercanda namun akan serius dalam bidang yang ia sukai, termasuk balapan.


Key dan Jason saat ini hampir mencapai garis finish. Jarak di antara mereka yang sangat dekat membuat kedua kubu itu tampak tegang. Semakin dekat dengan garis Finish, orang orang yang menonton semakin bersorak nama yang mereka dukung.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏