
Bayangan tubuh Melody kini telah berputar di kepalanya. Hingga adik kecil milik Theo sudah mulai menagang.
"Ck. Bikin malu jon jon. Baru ngebayangin saja sudah tegang lo." Ucap Theo dengan menatap tubuh bagian bawahnya.
Tak lama Melody keluar dari kamar mandi. Dia baru saja selesai mandi dan kini henya memakai handuk yang ia lilitkan pada tubuhnya.
"Mel... lo..." Ucapan Theo serasa tertahan saat melihat tubuh Melody yang menggoda.
Melody berjalan ke arah Theo, dia melepas handuknya dan memperlihatkan tubuh polosnya yang putih. Melody naik ke atas pangkuan Theo. Dia meraih kepala Theo dan mulai mencium bibir Theo lembut.
Tubuh Theo yang semakin memanas pun mulai membalas ciuman Melody. Dia menggendong tubuh polos Melody lalu merebahkannya di atas ranjang.
"Lo sangat indah Mel" Ucap Theo yang melepakan ciumannya.
"Lakukan Yo, gue menginginkan lo" Ucap Melody melingkarkan tangannya ke leher Theo
Theo pun kembali mencium bibir Melody sambil membuka pakaian yang melekat pada tubuhnya.
Namun saat dia memulai penyatuan, dia merasa milik Melody yang sudah tidak mengigit lagi.
"Mel?" Ucap Theo menatap Melody. Namun ternyata Melody menangis di bawah kungkungannya.
"Mel, lo kenapa? Kenapa lo nangis?" Tanya Thep khawatir.
"Lanjutkan Theo gue mohon. Kasih kenangan yang indah buat gue Theo. Gue mohon" Pinta Melody menangis.
"Ok, tapi lo hutang penjelasan sama gue" Ucap Theo tegas yang di jawab anggukan kepala oleh Theo
Kecewa? Tentu saja. Siapa yang tidak kecewa saat mengetahui gadis yang ia cintai ternyata sudah tidak suci lagi.
Skip
Skip
Skip
Setelah selesai dengan pelepasannya, Theo duduk di pinggir ranjang dengan wajah kecewanya.
"Maaf Yo, lo pasti kecewa ya sama gue?" Ucap Melody menangis dengan memeluk erat tubuh Theo dari belakang.
"Siapa Mel? Siapa orang itu?" Tanya Theo.
"Orang yang gue sebut dengan sebutan papah" Jawab Melody meremas seprai ranjang.
Mendengar jawaban Melody seketika Theo menoleh dan menatap Melody yang semakin menangis.
"Maksud lo apa Mel? Lo nggak usah bohong sama gue. Gue tetap cinta sama lo walaupun lo sudah nggak virgin lagi. Gue hanya ingin tau siapa yang pertama, tidak lebih" Ucap Theo marah.
"Memang bajingan itu yang sudah mengambil mahkota gue Yo. Dia yang selama ini gue anggap orang paling berharga dalam hidup gue. Tapi dia lebih rendah dari hewan. Dia dengan paksa memperkosa gue yang anak kandungnya sendiri" Ucap Melody menangis histeris.
"Lo di lecehkan Mel? Sejak kapan?" Tanya Theo memegangi bahu Melody.
"Sejak gue masuk SMA Yo. Gue malu Yo, gue jijik sama diri gue sendiri. Gue nggak berani melawan dia Yo. Gue takut sama dia Yo" Ucap Melody.
Karena tidak tega melihat tangisan Melody, Theo pun membawa Melody ke dalam pelukannya.
"Bawa gue pergi Yo, gue nggak mau hidup dengan dia Yo, gue takut Yo" Ucap Melody menangis dalam pelukan Theo.
"Lo tidak usah khawatir Mel, gue nggak akan tinggal diam. Gue akan melindungi lo apapun yang terjadi" Ucap Theo tegas.
Mendengar tangisan Melody semakin membuat Theo hancur. Ternyata selama ini di balik wajah ceria gadis yang ia cintai. Gadis itu memiliki luka yang sangat dalam.
"Gue akan balas semua yang sudah dia lakukan sama lo Mel. Dia tidak pantas di sebut papah. Orang yang harusnya menjadi pelindung namun merusak anak yang dia lindungi. Dia benar benar hewan" Batin Theo.
Saat tengah malam Theo terbangun, dia tersenyum saat melihat Melody yang tertidur pulas di sebelahnya.
"Tidur dengan nyenyak sayang, gue nggak akan biarkan dia menyentuh lo lagi" Batin Theo.
Theo bangun dan mengambil boxernya. Dia memakainya lalu dengan bertelanjang dada dia berjalan ke arah balkon hotel.
Dia menghidupkan rokoknya dan menikmati suasana malam dari lantai tertinggi hotel tersebut. Theo mulai memencet beberapa tombol untuk menghubungi seseorang.
"Halo pah, Theo butuh bantuan papah" Ucap Theo.
"Ada apa? Bukannya kamu sedang di hotel dengan gadis cantik? Kenapa menghubungi papah malam malam begini?" Tanya papah Theo.
"Datang ke kamar papah. Kita bicara di sini saja" Ucap papah Theo.
Theo pun mengangguk tanpa mematikan ponselnya. Dia tau yakin jika papahnya pasti tau semua pergerakannya saat ini. Saat Theo akan membuka pintu kamar, dia terhenti saat papahnya kembali berbicara.
"Pakai bajumu anak sialan. Siapa yang mau kamu pameri dengan tubuh kerempeng itu" Ucap papah Theo.
"Kerempeng dari mana? Apa papah nggak lihat tubuh ku terbentuh dengan sempurna" Ucap Theo kesal.
"Pakai baju mu atau kita tidak usah bicara" Ancam papah Theo.
"Ok" Jawab Theo sebal dan langsung mematikam ponselnya.
"Ck, papah nggak tau diri. Anak setampan dan segagah ini di hina kerempeng" Umpat Theo memakai bajunya lengkap.
Tak lama Theo keluar dari kamarnya. Dia berjalan ke kamar yang ada di samping kamarnya.
"Selamat datang tuan muda" Ucap seorang pelayan wanita.
Theo melihat sekilas wanita di depannya itu lalu melenggang masuk ke dalam kamar papahnya.
"Papah main gila lagi?" Ucap Theo duduk di sofa dengan mangku sebelah kakinya.
"Seperti kamu nggak saja. Siapa gadis itu?" Tanya papah Theo yang duduk di sebelah Theo.
"Lo keluar" Ucap Theo pada pelayan wanita tadi. Pelayan itu pun melihat ke arah papah Theo. Saat papah Theo mengibaskan tangannya, baru lah pelayan itu keluar.
"Ada apa?" Tanya papah Theo.
"Dia gadis yang aku cintai pah" Ucap Theo
"Papah tau, lalu apa masalahnya? Kalau soal agama, bisa saja dia masuk ke agama kita karena kamu laki laki" Ucap papah Theo.
"Tapi dia sudah tidak virgin pah" Ucap Theo tertunduk sedih.
"Tidak masalah, jika dia mau berubah itu sudah jauh lebih baik" Jawab papah Theo lagi.
Theo kembali terdiam dengan ucapan papahnya. Dia tentu saja bisa menerima kekurangan Melody itu. Tapi jika teringat siapa yang merusak Melody membuat Theo kembali emosi.
"Ada apa? Apa kamu tidak rela dengan masa lalu gadis itu? Siapa namanya? Em... Melody, iya Melody. Namanya cantik seperti orangnya" Ucap papah Theo.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏