It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 80



"Bukannya memang lo berteman sama anak anak cowok ya? Kenapa dia bisa semarah itu?" Tanya Vito bingung.


"Gue juga gak tau. Ini kali ke dua gue bertengkar hebat sama dia karena soal cowok. Gue sudah berulang kali menjelaskan ke dia kalau gue gak ada hubungan apapun sama cowok lain. Tapi sikap dia semakin ke sini semakin mencekik gue." Ucap Key.


"Mungkin dia takut kehilangan lo. Lo tau kan kalau dia pernah kehilangan orang yang dia cintai. Mungkin karena itu dia trauma dan mengekang lo" Jelas Vito.


"Gue paham akan hal itu. Tapi jika terus curiga sama gue, berarti memang dia sejak awal gak pernah percaya sama gue." Jawab Key.


"Ya sudah, sekarang lo ikut gue ke rumah bokap. Lo jangan membuat masalah baru dengan ke tempat shabat lo itu. Rian akan semakin marah jika lo bersama teman teman cowok lo itu" Ucap Vito.


"Terserah" Jawab Key.


Di sepanjang perjalanan, Key menyandarkan kepalanya di kaca mobil. Dia melihat keluar jendela agar pikirannya teralihkan. Namun, semakin dia berusaha melupakan. Semakin berulang ulang kejadian tadi. Bahkan tanpa terasa, Key kembali menitihkan air matanya.


Tanpa sepengetahuan Key, Vito mengirimkan pesan ke ponsel mamahnya.


💬 Key lagi sama Vito mah. Dia bertengkar sama Rian barusan. Sekarang Vito akan bawa dia ke rumah." Vito.


💬 Iya, bawa ke sini saja. Nanti biar mamah coba bicara sama Key" Dara


Vito segera melajukan mobilnya ke arah rumah utama keluarga Noval yang juga menjadi rumahnya.


Di rumah utama Noval.


Dara sudah menunggu kedatangan Vito dan Key di depan rumahnya. Saat mobil Vito berhenti, Key langsung turun dan berlari memeluk Dara. Dia menangis lagi di dalam pelukan Dara.


"Gak papa sayang, semuanya akan baik baik saja" Ucap Dar lembut.


"Kita masuk dulu ya" Ucap Dara. Dara membawa Key masuk ke dalam rumah. Dia langsung mengajak Key ke kamar Rian.


Di dalam kamar, Key menceritakan semuanya pada Dara. Dara yang tau bagaimana perasaan Key saat inihanya bisa memberikan pelukan hangat pada Key.


"Dengan umurnya yang segini, wajar jika kamu masih labil Key. Hanya saja Rian yang sudah serius sama kamu tidak memahami hal ini, hingga membuat kalian terus bertengkar" Batin Dara.


Beberapa hari telah berlalu, keadaan kaki Rian juga sudah jauh lebih baik. Setiap harinya Dara akan datang untuk merawat anak tirinya itu.


Dara melihat keadaan Rian beberapa hari terakhir ini sangat lah buruk. Dia sering melamun dan sulit jika di ajak bicara. Dia bisa tiba tiba marah tanpa sebab. Dara tentu saja sangat khawatir dengan keadaan Rian. Namun seperti yang di minta Key padanya untuk tidak memberi tahukan keberadaan Key pada Rian.


Dara yang baru saja sampai di depan pintu apartemen Rian terkejut melihat Rian yang sudah rapi.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Dara.


"Ke kampus mah, Rian mau cari Key" Jawab Rian.


"Kaki kamu belum sembuh benar Rian. Apa tidak sebaiknya kamu istirahat lagi saja" Ucap Dara.


"Gak bisa mah, aku gak bisa hanya terus menunggu. Aku harus mencari Key dan bicara sama dia. Aku gak mau kehilangan dia mah" Ucap Rian.


"Ya sudah terserah kamu. Tapi kamu harus jaga emosi kamu, jangan sampai kamu terluka lagi atau bahkan melukai Key" Ucap Dara.


"Iya mah, Rian pergi dulu" Pamit Rian.


Rian sedikit berlari menuju ke pintu lift. Dara menatap punggung Rian yang tampak rapuh karena pertengkarannya dengan Key.


"Aku harus bilang sama Key, semoga saja dia mau ketemu dan bicara sama Rian" Ucap Dara.


Dara masuk ke dalam apartemen Rian. Dia duduk di sofa lalu mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Karena ponsel Key yang rusak Vito berinisiatif meminjamkan ponselnya ke Key. Dan kini Dara menghubungi Key lewat ponsel putranya itu.


"Gak papa kok mah, ada apa?" Tanya Key.


"Em begini Key. Mamah sekarang ada di apartemen Rian, tapi dia tadi pergi ke kampus untuk mencari kamu. Mamah khawatir karena luka di kakinya belum sembuh benar. Mamah takut kalau dia sampai kenapa kenapa" Ucap Dara.


"Maaf mah, tapi aku belum siap ketemu sama dia" Jawab Key.


"Ayo lah sayang, coba lah untuk menyelesaikan masalah kalian dengan bicara berdua. Rian terlalu sayang sama kamu, makanya dia bersikap seperti itu. Tolong lah mengerti Key" Ucap Dara lembut.


"Lagian Rian kasihan Key, sudah beberapa hari ini dia berdiam diri di rumah. Dia juga terus mencoba menghubungi kamu tapi kamu tidak punya ponsel lagi. Mamah sudah tawarkan ke kamu ponsel baru tapi kamu menolaknya. Maafkan Rian, Key. Mamah gak tega melihat dia seperti ini" Ucap Dara.


"Key, sebentar lagi papah Noval akan pulang. Jika melihat kalian bertengkar seperti ini, akan berimbas buruk dengan hubungan kalian ke depannya" Imbuh Dara.


"Tapi aku masih kecewa sama Rian mah" Jawab Key tertunduk sedih.


"Ya sudah, mamah gak akan memaksa kamu. Mamah harap kamu pikirkan baik baik ucapan mamah sayang. Mamah hanya tidak mau kalian berpisah seperti ini" Ucap Dara.


"Mamah tutup dulu teleponnya ya"


"Iya mah" Jawab Key lirih.


Setelah pembicaraannya dengan Dara selesai. Ucapan Dara tadi terus terngiang iang di kepala Key. Dia memang marah dengan Rian tapi dia tidak bisa membohongi hatinya jika dia benar benar mencintai Rian. Dia juga merasakan hal sama dengan apa yang di alami Rian beberapa hari terakhir. Dia juga sering menyendiri dan melamun. Vito sering mengajaknya bercanda namun tawa Key tampak jelas jika dia memaksakan tawanya itu.


Di saat Key tengah melamun di ruang tamu, Vito yang baru saja akan keluar dari rumah menghentikan niatanya untuk keluar dan memilih untuk menghampiri Key.


"Woy, melamun mulu lo. Ada masalah apa?" Tanya Vito yang duduk di sebelah Key. Dia menyenggol bahu Key agar Key tersadar dari lamunannya.


"Gue bingung Vit. Di sisi lain, gue sayang banget sama Rian. Tapi di sisi lain, gue juga masih belum bisa meredakan amarah gue. Gue takut kecewa sama dia tapi gue juga takut kehilangan dia. Apa yang harus gue lakuin sekarang Vit? Gue bingung" Jawab Key tertunduk sedih.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏