
Di kafe.
Rian baru saja sampai setelah melakukan pertemuan dengan papahnya di kantor. Namun saat melihat Key yang tengah asik bebrincang dengan sahabat sahabatnya pun ia tersenyum lega.
Rian berjalan menghampiri Key dan mencium pucuk kepala Key. Merasa kepalanya yang di cium, Key mendongak dan tersenyum melihat kedatangan Rian.
"Ada anggota baru nih" Ucap Rian berdiri di belakang Key.
"Iya, dia anak baru di kelasnya Ikbal" Jawab Key.
"Mau makan gaji buta sampai jam berapa nih?" Ucap Rian mencubit hidung mungil Key.
"Ahhh, sakit Yan" Ucap Key memukul tangan Rian.
"Key, meja 15 lantai 2 ada pesanan nih, tolong lo antar dong" Teriak Nino
"Ck, bos sama anak buah sama sama kejam" Gerutu Key yang bangkit dan berjalan ke arah Nino. Dia mengambil nampan berisi makanan dari Nino lalu naik ke lantai dua.
"Kalian lanjut saja, gue naik dulu" Ucap Rian pada Ikbal dan yang lain, namun tanpa Theo karena dia belum datang saat ini.
"Ok bang, makasih" Ucap Ikbal tersenyum.
"Ken, anak baru ajak ngomong dong jangan di anggurin terus" Ucap Rian menepuk bahu Kennet.
"Iya bang" Jawab Kennet tersenyum.
Rian berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke ruangannya. Setelah kepergian Rian, Yuki mulai buka suara.
"Tadi siapa?" Tanya Yuri.
"Bos sekaligus pacarnya si Key, pemilik kafe ini" Jawab Melody.
"Oh, pantas lebih dewasa" Ucap Yuki menatap punggung Rian.
"Lo suka?" Tanya Luna.
"Enggak, lebih suka Ken dari pada dia" Ucap Yuki tanpa sadar.
Ikbal dan Kennet pun terbelalak karena jawaban Yuki, sedangkan Luna dan Melody tentu saja tertawa keras.
Yuki yang baru sadar dengan apa yang ia ucapkan pun segera menutup mulutnya. Dia menatap Kennet dengan takut.
"Hahahaha, nggak papa kali Yuk. Sah sah saja kok, lagian Kennet juga lagi sendiri" Ucap Luna.
"Jangan di tatap begitu dong Ken, Yuki takut tuh" Ucap Melody tertawa.
"Ngaco omongan lo" Ucap Kennet yang langsung membuat Yuki sedih.
"Jangan dengarkan Yuk, dia juga nggak akan bisa melarang perasaan orang kok" Ucap Luna yang mendapat anggukan kepala oleh Melody.
Tak lama Theo sampai di kafe milik Rian. Namun kali ini dia memakai mobil karema motornya sedang di bengkel.
"Hai beb" Ucap Theo mengusap pucuk kepala Melody.
"Hai" Jawab Melody tersenyum manis.
"Beb?" Beo Luna.
"Iya kenapa? Lo pikir kalian saja yang bisa bermesraan" Ucap Theo menarik Melody lalu duduk di kursi Melody. Dia menarik Melody agar duduk di atas pahanya.
"Lo yakin pacaran?" Tanya Ikbal.
"Iya lah, lagian Melody juga sudah mau pindah agama jika gue mau serius sama dia. Iya nggak beb?" Theo yang meminta persetujuan Melody.
"Iya, gue sudah memutuskan hal itu" Jawab Melody.
"Bagus deh, semoga lo berdua memang berjodoh" Ucap Ikbal.
"Amin" Jawab Melody dan Theo bersamaan.
Yuki terus tersenyum melihat teman teman barunya yang tampam asik. Namun saat mengingat masa masa sekolahnya dulu dia tertunduk sedih. Tentu saja hal itu tidak luput dari pandangan Kennet.
"Mau ke lantai 2 nggak? Di sana tempatnya lebih asik. Dari pada di sini jadi nyamuk" Ucap Kennet.
"Em... boleh deh" Jawab Yuki tersenyum.
Kennet dan Yuki pun bangkit dari duduknya. Meraka berjalan menuju ke anak tangga untuk menuju ke lantai 2 kafe.
Kennet mengajak Yuki dudukdi luar kafe lantai 2. Suasana sore hari terasa nyaman di tempat itu. Mereka bisa melihat jalanan yang tampak ramai dan lampu lampu jalan yang sudah mulai menyala.
"Lo ada masalah?" Tanya Kennet.
"Eh, em... enggak kok" Jawab Yuki.
"Makasih ya, kamu sudah perhatian sama aku" Ucap Yuki.
"Gue perhatian dengan siapa saja. Apa lagi lo sudah masuk ke peetemanan gue" Ucap Kennet. Yuki hanya mengjawab dengan senyumannya saja.
🥀🥀🥀
Beberapa bulan berikutnya.
Kennet datang seperti biasanya. Dia melihat Melody dan Theo yang sedang bercanda di parkiran motor.
"Yang lain pada ke mana?" Tanya Kennet.
"Key pindahan jadi dia nggak masuk sekolah hari ini, Ikbal ngebucin sama Luna. Kalau Yuki ada di lelasnya" Jawab Melody.
"Jadi tuh anak lindah di apartemen Rian?" Tanya Kennet.
"Jadi lah, lagian Rian juga sudah serius sama si Key" Ucap Theo.
"Ya semoga saja tuh anak bisa bahagia deh" Ucap Kennet.
"Gue kelas dulu. Lo berdua hati hati nanti balik ke kelas sudah nggak berdua lagi" Ucap Kennet.
"Santai bro, baru gue cicil" Ucap Theo tertawa.
"Gila lo berdua" Ucap Kennet melangkah pergi dari parkiran.
Saat sampai di kelas, Kennet melihat Yuki yang menangis tertunduk. Kennet menghampiri Yuki dan berdiri di hadapan Yuki.
"Hapus air mata lo, ikut gue sekarang" Ucap Kennet. Yuki mendongakkan kepalalnya menatap Kennet yang menatapnya dingin. Namun Yuki tetap melakukan apa yang di minta Kennet. Dia menghapus air matanya, Kennet mengenggam tangan Yuki dan membawanya keluar dari kelas.
Kennet mengajak Yuki ke rooftop sekolah. Saat sampai di sana, Kennet menatap datar pada Yuki yabg terus kenundukkan kepalanya.
"Lo ada masalah apa? Kenapa lo menangis?" Tanya Kennet. Yuki mendongakkan kepalanya menatap Kennet yang juga menatapnya.
"Dia datang lagi Ken, gue takut" Ucap Yuki kembali menangis.
"Dia siapa? Kenapa lo takut sampai menangis seperti ini?" Tanya Kennet lembut.
"Dia orang yang sedari dulu terus membully ku Ken, dia suka menindas ku hingga tidak ada yang mau berteman dengan ku karena takut di tindas juga dengan dia. Aku takut Ken, aku takut kehilangan kalian" Ucap Yuki menangis.
"Lo nggak usah khawatir Yuk, kita nggak akan meninggalkan lo. Ini daerah kekuasaan Ikbal dan gue, nggak akan ada yang berani mengusik orang orang gue" Ucap Kennet.
"Sekarang jangan menangis lagi, Key akan mengamuk nanti jika dia tau lo menangis seperti ini. Dia orang pertama yang akan membela teman temannya" Ucap Kennet menghapus air mata Yuki.
"Terima kasih Ken, gue beruntung bisa memiliki teman seperti lo" Ucap Yuki. Kennet hanya tersenyum tipis.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏