It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 30



"Tenang Vit, lo harus bisa tahan emosi lo" Ucap Celo.


Vito akhirnya melepaskan cekalan tangannya dari kerah baju Rian. Rian masih saja menangis, dia tetap todak bisa mengalahkan ketakutannya akan kehilangan Juli. Dia takut jika Juli akan meninggal. Walaupun Vito memukulinya hingga babak belur pun, entah kenapa dia masih saja tetap ketakutan.


***


Satu bulan telah berlalu.


Hari ini Rian kembali ke rumah sakit dengan membawa buket bunga yang cukup besar untuk Juli. Setelah kemo kemarin, Juli di pindahkan ke ruang VVIP. Jadi siapapun yang datang menjenguk tidak perlu memakai baju khusus. Hanya butuh masker saja saat masuk ke dalam ruang inap Juli.


"Selamat pagi ayangnya Rian" Ucap Rian yang masuk ke dalam ruang inap Juli.


"Wah, kamu bawa apa lagi ini?" Tanya Juli senang.


"Bunga buat kamu" Ucap Rian tersenyum manis di balik masker yang ia gunakan.


"Makasih ya Yan, aku senang banget" Ucap Juli menerima buket bunga dari Rian.


"Rian" Panggil Juli lirih.


"Iya sayang, ada apa? Kamu mau sesuatu?" Tanya Rian lembut.


"Aku mau keluar boleh nggak? Di taman situ saja. Aku bosan di kamar terus" Pinta Juli lirih.


"Aku tanya Dokter dulu ya" Ucap Rian mengusap lembut pucuk kepala Juli. Juli tersenyum dan mengangguk antusias.


Rian keluar dari kamar inap Juli, dia berjalan menuju ke ruang Dokter jaga untuk meminta ijin pada Dokter.


Tak lama Rian kembali ke ruang inap Juli dengan kursi roda yang ia bawa dari tempat Dokter jaga. Dokter membolehkan Juli keluar namun tidak boleh membuat Juli kecapekkan karena minggu depan Juli akan menjalani kemo yang 3.


"Boleh keluar?" Tanya Juli antisias.


"Boleh dong, tapi kamu harus pakai masker dan kamu juga nggak boleh kecapekkan" Ucap Rian.


"Iya aku janji nggak akan capek capek. Orang aku tinggal duduk doang kan" Ucap Juli tersenyum.


"Sini, biar aku gendong ke kursi roda" Ucap Rian yang di angguki oleh Juli. Rian menggendong Juli lalu mendudukkan Juli di atas kursi roda.


"Bawa ke depan kaca duku Rian, aku mau metapikan rambut ku dulu. Malu nanti kalau keluar dengan rambut yang berantakan" Pinta Juli.


"Baik lah ratu ku" Ucap Rian mendorong kursi roda Juli ke depan kaca yang ada di dalam ruangan.


Juli tersenyum melihat pantulan dirinya yang tampak pucat dengam bibir pecah pecah dan pipinya yang sedikit tirus karena hamoir satu bulan ini dirinya susah makan.


"Aku jelek ya Yan" Ucap Juli tersenyum paksa.


"Nggak kok, kamu tetap gadis paling cantik di dunia ini. Bahkan aku semakin cinta sama kamu" Ucap Rian lembut.


"Gombal" Ucap Juli tersenyum malu.


Juli menata rambutnya dengan jarinya karena dia akan kesakitan jika terkena sisir. Namun betapa terkejutnya dirinya yang melihat rambutnya yang rontok cukup banyak. Bahkan kini kepalanya sudah banyak yang terlihat botak botak di beberapa bagian. Rian mencengkram erat pegangan pada kursi roda Juli. Hancur, hatinya benar benar hancur melihat kesedihan dari wajah Juli. Juli tersenyum dengan mengusaplembut tangan Rian. Dia tau jika Rian sedih melihat keadaannya yang seperti ini.


"Rian, aku boleh minta satu hal lagi nggak ke kamu?" Tanya Juli.


"Apapun sayang, aku akan lakukan apapun untuk kamu" Jawab Rian tersenyum paksa.


"Tolong potong semua rambutku ya" Pinta Juli tersenyum agar Rian tidak semakin sedih. Dengan berat hati, Rian pun mengangguk pelan. "Iya, aku akan hubungi Ical biar membawa alatnya ke sini" Ucap Rian.


"Makasih sayang " Ucap Juli mengusap lembut lengan kekar Rian.


Rian menghubungi Ical lewat pesan singkat. Dia juga meminta Ical untuk membelikan kupluk yang lucu lucu untuk Juli. Rian sudah membicarakan semua yang ia tanyakan pada Dokter dulu kepada sahabatnya dan juga sahabat Juli. Termasuk Vito dan kedua temannya pun sudah mengetahui apa yang akan Juli rasakan pasca melakukan kemo.


Sambil menunggu Ical dan Yoga datang, Rian mengajak Juli untuk melihat sosial media milik Rian. Juli tertawa bahagia ketika melihat postingan milik Ical dan Yoga yang menurutnya absurd.


"Hahahaha, mereka lucu banget sih. Apa mereka nggak malu sama adik adik kelas? Padahal mereka terlihat sangat kejam saat di area tawuran" Ucap Juli tertawa.


"Entah lah, aku sendiri bingung kenapa aku bisa berteman sama mereka" Ucap Rian dengan memeluk Juli serta mengusap lembut kepala Juli.


"Wih lagi pada asik nih? Lagi pada ngapain sih?" Tanya Ical yang datang dengan tote bag di tangannya.


"Nih kita lagi lihat postingan lo yang joget joget di camp Death Devil" Jawab Juli yang masih tertawa.


"Hah, itu sih aib gue namanya. Si Yoga tuh yang upload bukan gue" Ucapnya membela diri.


"Hahahaha, habisnya lo nggak punya malu sih di depan junior junior kita" Ucap Yoga tertawa.


"Bodo amat" Sahut Ical. "Nih pesanan lo. Semunya ada di salam situ" Ucap Ical menatuh tote bag di atas meja.


"Mau sekarang?" Tanya Rian yang merasa tibatiba ruangan tersebut menjadi sunyi karena Juli kembali teringat dengan rambutnya yang rontok.


"Iya, sekarang saja" Jawab Juli tersenyum paksa.


Rian bangkit dari duduknya. Dia menggendong Juli dan ia dudukkan di kursi roda yang ia bawa tadi. Rian mendorong kursi roda Juli di depan kaca.


"Kamu yakin mau potong rambut kamu semua?" Tanya Rian.


"Iya, dari pada aku ingat soal rambut ku yang rontok terus. Lebih baik di habiskan sekalian" Jawab Juli. "Tapi aku nanti pasti jelek banget" Ucapnya lirih.


Rian hanya tersenyum lalu mengusap lembut bahu Juli. Juli pun tersenyum pada Rian dengan mengusap punghung tangan Rian. "Aku ambil alatnya dulu ya" Ucap Rian yang di angguki oleh Juli.


"Lo mau apa Yan?" Tanya Yoga mencekal tangan Rian saat memegang tote bag yang di bawa Ical tadi.


"Lo akan tau nanti" Jawab Rian lirih.


"Sudah lah Yog, ini juga permintaan Juli kok" Ucap Ical lirih agar Juli tidak mendengar percakapan mereka.


Perlahan Yoga melepaskan tangannya dari lengan Rian. Rian mengambil tote bag tersebut dan mengambil atat potong rambut yang di bawakan Ical tadi.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah Puasa


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏