It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 7



"Ada apa Bay?" Tanya Celo.


"Ini lagi ada yang kebakar" Tunjuk Bayu ke arah Vito.


"Kebakar api cemburu. Hahahahaha" Ucap Bayu dan Celo bersamaan lalu tawa mereka pun pecah memenuhi seisi kelas.


Brack


"Brisik bang***t" Umpat Vito menendang kursi milik Bayu. Dia berjalan keluar dari kelas untuk menenangkan dirinya.


"Bhahahaha. Katanya nggak suka" Bayu


"Katanya nggak cinta" Celo


"Katanya lebih milih jomblo" Bayu


"Kok marah saat di gebet orang" Celo


"Hahahahaha" Tawa mereka kembali pecah.


Brack


Vito menendang meja paling depan hingga membuat Celo dan Bayu terdiam bahkan teman sekelasnya pun seketika diam melihat kemarahan Vito.


"Sekali lagi lo berdua banyak bacot. Gue robek tuh mulut" Ancam Vito lalu melenggang pergi.


Melihat Vito yang sudah pergi, Bayu dan Celo saling pandang dan kembali tertawa bersama. "Mampus tuh si Vito kena karma" Ucap Celo.


"Biarin aja Cel, suruh siapa sok dingin di depan Juli. Cewek secantik itu sok sokan di tolak" Ucap Bayu.


Jam istirahat.


Juli, Cia dan Kila baru masuk ke dalam kantin. Mereka berjalan menuju bangku yang biasa mereka tempati. Namun langkah mereka terhenti ketika melihat Nara dan kedua antek anteknya yang sudah lebih dulu duduk di bangku Juli.


"Ngapain lo di sini?" Tanya Juli dingin.


"Terserah gue dong, kan ini bangku punya kantin." Jawab Nara santai.


"Tapi ini tempat gue, gue sama teman teman gue biasa duduk di sini" Ucap Juli datar.


"Itu kan biasanya, mulai sekarang yang luar biasa dong. Lo bisa kali duduk di toilet biar samaan sama lo. Sama sama menjijikkan" Ucap Nara


Brack


Juli menggebrak meja sangat keras hingga membuat seluruh penghuni kantin menatap ke arahnya. "Jaga ucapan lo Nara. Gue nggak akan pukul orang yang tidak sebanding sama gue. Tapi jika orang itu ngelunjak, maka gue akan habisi dia" Ancam Juli.


"Oh ya?" Ucap Nara mengejek. Nara melihat sekilas ke arah pintu kantin. Dia tersenyum lalu menarik tangan Juli. Karena terkejut, Juli mendorong Nara hingga Nara jatuh ke lantai.


"Ahhhh" Teriak Nara.


Juli bingung kenapa Nara jatuh karena dia tadi sama sekali tidak menggunakan tenaga untuk mendorong Nara.


"Julia" Teriak Vito menggema di penjuru kantin. Juli tersenyumke arah Nara karena dia tau apa yang menyebabkan Nara jatuh tadi. Dia berbalik menatap ke arah Vito yang kini berjalan ke arahnya dengan tatapan penuh amarah. Sedangkan Nara sudah di bantu berdiri oleh kedua antek anteknya.


"Apa yang lo lakuin ke Nara?" Tanya Vito penuh penenakanan.


"Bukannya lo sudah lihat sendiri? Untuk apa lo bertanya ke gue? Percuma juga kan gue bicara karena lo pasti nggak akan pernah percaya sama gue" Ucap Juli melipat tangannya di depan dada.


"Sekali lagi lo sentuh Nara, gue nggak akan tinggal diam" Ancam Vito.


Juli tersenyum menunduk mendengar ucapan Vito. Hancur sudah hatinya mendengar ancaman Vito namun dia tidak mau Vito melihatnya. "Lo berani mengancam gue? Lo kan tau kalau gue paling benci di ancam" Ucap Juli berjalan mendekati Vito. Hingga jarak mereka berdua cukup dekat dan Vito mampu mencium harum Vanila dari kulit Juli.


Brack


"Ahhhh" Terial Nara dan kedua twmannya yang terjatuh karena meja yang ada di depannya, di tendang keras oleh Juli.


Juli melihat sekilas ke arah Nara lalu melenggang pergi dari kantin. Sedangkan semua orang tercengang dengan apa yang di lakukan oleh Juli padahal mereka semua dengar dengan ancaman dari Vito tadi. Tapi dengan santainya Juli kembali menyakiti Nara dan itu tepat di depan mata Vito.


"Wow, gila si Juli, keren banget tuh cewek"


"Semakin tergila gila gue sama dia"


"Juli berani banget sih sama Nara"


Nara yabg sudah kembali berdiri berjalan pincang menghampiri Vito. "Vito sakit" Ucap Nara manja.


"Gue bawa lo ke UKS ya" Ucap Vito membantu Nara ke UKS.


"Vito, kaki gue sakit. Gue nggak mampu jalan lagi deh. Ini sakit banget" Ucap Nara lirih. Vito dengan sigap menggendong Nara keluar dari kantin.


Bayu dan Celo saling pandang dan seketika berpura pura muntah melihat sikap manja Nara yang menjijikkan baginya. "Gue lebih setuju Vito sama Juli dari pada sama mak lampir" Ucap Bayu.


"Gue setuju sama ucapan lo" Jawab Celo.


***


Di kelas Juli.


Juli dan Kila sedang berada di kelas. Sedangkan Cia sedang ke UKS untuk meminjam kotak P3K. Tak lama Cia kembali dan menaruh kotak P3K ke atas meja Juli.


"Dasar ulat bulu kurang ajar, beraninya dia melukai lo Jul. Gue nggak terima kulit mulus lo lecet karena ulahnya" Ucap Cia marah.


"Sudah lah, lagian cuma bekas cakaran doang. Nanti juga ilang sendiri kok" Ucap Juli.


"Tapi gue juga senang sih karena lo sudah balas dia" Sahut Kila.


"Iya lah, emang gue bego apa. Walaupun Vito lebih milih dia. Tapi bodo amat yang penting dendam gue dulu yang harus di balas" Ucap Juli.


"Mau sampai kapan sih Jul, lo nggak capek apa di hina terus sama Vito?" Tanya Cia.


"Iya Jul, padahal ada kak Rian yang selalu ada buat lo. Kenapa lo nggak coba saja untuk menjalin hubungan sama kak Rian. Gue lihat kak Rian tulus kok sayang sama lo" Ucap Kila.


"Jujur gue capek banget Kil. Tapi gue juga nggak bisa bohongi perasaan gue sendiri kalau gue cinta banget sama Vito."


"Kalian kan tau kalau gue cinta sama dia nggak cuma sehari dua hari. Gue sudah cinta sama dia hampir 2 tahun" Ucap Juli.


"Apa lo nggak kasihan sama kak Rian. Dia terus nunggu lo loh Jul. Bahkan dia yang selalu ada buat lo saat lo sedih" Ucap Kila.


"Iya juga sih. Terus gue harus gimana dong baiknya?" Tanya Juli.


"Coba saja lo lupakan Vito dengan cara lo pacaran sama kak Rian. Siapa tau dengan lo menjalin hubungan sama kak Rian, lo bisa lebih mudah melupakan Vito" Ucap Kila.


"Apa gue nggak jahat sama Rian karena gue bahongin dia?" Tanya Juli bimbang.


"Enggak Jul, gue nggak akan sakit hati kok. Dan gue akan bantu lo lupa sama dia. Gue akan lakukan apapun agar lo bisa cinta sama gue" Sahut Rian.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏