It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 81



"Woy, melamun mulu lo. Ada masalah apa?" Tanya Vito yang duduk di sebelah Key. Dia menyenggol bahu Key agar Key tersadar dari lamunannya.


"Gue bingung Vit. Di sisi lain, gue sayang banget sama Rian. Tapi di sisi lain, gue juga masih belum bisa meredakan amarah gue. Gue takut kecewa sama dia tapi gue juga takut kehilangan dia. Apa yang harus gue lakuin sekarang Vit? Gue bingung" Jawab Key tertunduk sedih.


"Temui dia. Kalau lo masih marah sama dia, ya hajar saja sampai amarah lo mereda. Setelah itu ambil keputusan yang benar benar baik buat lo sama dia" Ucap Vito. Mendengar ucapan Vito, Key langsung menoleh menatap heran dengan apa yang di ucapkan Vito barusan.


"Kenapa? Lo gak mau melukai dia? Kalau gitu mau sampai kapan lo begini? Lo itu harus segera mengambil keputusan Key. Agar lo maupun Rian gak sama sama terluka" Ucap Vito.


"Harus banget ya gue mukulin dia?" Tanya Key.


"Jelas lah, itu kan agar amarah lo mereda" Jawab Vito.


"Pinjam kunci mobil" Ucap Key merampas kunci mobil di tangan Vito lalu dia pun segera berlari keluar dari rumah utama keluarga Noval.


Di sisi lain Rian kebingungan mencari keberadaan Key di kampus. Dia sudah mengelilingi kampus berulang kali namun tak juga menemukan dia.


"Eh itu kan Luna" Ucap Rian saat melihat Luna yang baru saja sampai di kampus. Rian langsunh berlari menghampiri Luna yang masih berbincang dengan Ikbal.


"Luna, lo tau di mana Key?" Tanya Rian yang seketika membuat Luna dn Ikbal heran dengan pertanyaan dari Rian barusan.


"Lo aneh banget sih bang, Key kan tinggal sama lo. Ya kali malah tanya ke gue" Ucap Luna.


"Lo ada masalah lagi sama Key? Sekarang ada apa lagi sampai lo tanya Key ke kita?" Tanya Ikbal yang mulai marah.


"Gue....gue mamang ada salah sama dia. Sebab itu juga gue mau minta maaf sama dia" Jawab Rian.


"Jadi ini sebabnya ponsel Key beberapa hari terakhir tidak bisa di hubungi. Kalau lo memang gak cinta sama dia, lepsin dia. Jangan lo sakiti terus menerus. Sekarang soal apa lagi? Soal kedekatan gue sama dia lagi?" Ucap Ikbal yang turun dari motor. Dia mendekati Rian karena sudah terpancing emosi.


"Gue sama dia sudah kenal lama, gue jauh lebih paham siapa dia di banding lo. Gue sudah berulang kali bicara kalau dia gak pernah ada perasaan apapun sama gue taupun sahabat sahabat gue yang lain. Kami sudah menganggap dia sebagai adik kami sendiri. Tapi kenapa lo terus cemburu gak jelas begini. Kalau memang lo gak bisa jaga dia, lepasin dia. Kami yang akan menjaga dia" Ucap Ikbal tegas.


Baru saja Rian akan membantah ucapan Ikbal, Jason menghampiri Luna dengan tingkah tengilnya.


"Wih Luna, di rebutin cowok." Ucap Jason.


"Gak usah aneh aneh deh lo. Ngapain sih lo ke sini?" Tanya Luna tidak suka.


"Key mana? Sudah beberapa hari gue gak lihat dia. Padahal gue mau teraktir dia. Terakhir gue chat dia, di baca sih tapi gak ada balasan sama sekali dari dia" Ucap Jason.


Rian mencengkram kerah baju Jason karena chat Jason lah yang membuat dirinya bertengkar dengan Key.


"Key itu milik gue, berani banget lo mendekati dia" Ucap Rian penuh amarah.


"Wow wow wow, santai dong bro. Gue mau teraktir dia karena dia sudah bantu dorong motor gue saat motor gue mogok. Gue tau lah kalau Key sudah punya pacar dan gue gak ada niatan untuk merebut dia dari lo. Lagian gue juga sudah punya cewek kali di Bandung. Gue hanya mau berterima kasih sama dia" Jelas Jason.


Jason menepis tangan Rian dari kerah bajunya. Melihat Rian yang terdiam, kini Luna tau kenapa Rian tadi bertanya soal Key padanya.


"Lagi lagi lo cemburu gak jelas sama Key. Lo gak dengarkan penjelasan Key dulu dan langsung menuduh dia?" Tanya Luna. Riang yang merasa bersalah hanya mampu menganggukkan kepalanya.


"Kesalahan yang terus berulang. Lo memang gak bisa belajar dari apa yang sudah terjadi ya." Ucap Luna.


"Gue memang salah, tapi gue mau memperbaiki kesalahan gue. Tolong untuk kali ini bantu gue. Gue gak bisa hidup tanpa Key. Gue cinta sama dia, gue gak mau kehilangan dia" Ucap Rian sedih.


"Kalau memang lo mau memperbaiki kesalahan lo, ikut gue sekarang" Ucap Key yang berada tidak jauh dari gerbang kampusnya.


Rian, Luna, Ikbal dan Jason menoleh ke sumber suara. Luna tersenyum saat melihat Key yang baik baik saja, begitu pun dengan Ikbal.


"Weiis, dari mana saja lo" Ucap Jason yang berjalan menghampiri Key.


"Jangan buat masalah lagi. Masalah gue belum kelar gara gara pesan sialan lo itu" Ucap Key menghadang Jason dengan tongkat baseball yang ia bawa.


Key mengarahkan tongkat baseballnya ke arah Rian.


"Lo.... ikut gue sekarang" Ucap Key tegas


Rian mengikuti Key yang sudah berjalan ke arah mobil Vito yang ia bawa tadi.


"Masuk" Ucap Key.


Key segera melajukan mobilnya pergi dari area kampus setelah Rian masuk dan duduk di dalam mobil. Sedangkan Luna dan Jason khawatir dengan keadaan Rian karena benda yang di bawa Key tadi cukup ekstrem.


"Gak usah tegang begitu, key gak akan melukai Rian kok" Ucap Ikbal mengusap bahu Luna.


"Semoga saja sih begitu" Ucap Luna yang masih khawatir dengan keselamatan Rian.


Di sisi lain, Key terus diam saat berada di perjalanan. Dia sama sekali tidak membuka sura sedikit pun dengan Rian.


"Key" Panggil Rian.


"Bicara nanti saat di rumah" Ucap Key singkat.


Tak berselang lama, kini Key dan Rian sudah sampai di apartemen. Key membuka pintu apartemen dan di saat bersamaan, Dara baru saja akan keluar.


"Eh kalian sudah pulang ternyata. Mamah sekalian pmit ya, soalnya ada arisan" Pamit Dara.


"Iya mah, hati hati ya mah" Ucap Key.


"Iya sayang, mamah pulang dulu ya" Ucap Dara mengusap wajah Key dan beralih menepuk bahu Rian.


Setelah kepergian Dara, Rian duduk tertunduk di sofa. Sedangkan Key memilih mengambil air minum di lemari pendingin.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏