
Vito tanpa sengaja melihat ke arah Rian juga. Dia menyeringai melihat Rian yang menatapnya tajam. Yoga yang tau tatapan Rian pun mulai paham dengan apa yang saat ini Rian alami. Rian ingin melangkah menghampiri Vito, namun dengan cepat Yoga mencekal lengannya.
"Jangan membuat perpecahan Yan, di sini banyak yang nggak suka sama kita. Dengan lo samperin dia, mereka akan lebih mudah menghancurkan kita" Ucap Yoga.
"Ck, sialan" Umpat Rian menepis tangan Yoga.
"Lo mau turun atau gue yang turun?" Tanya Ical.
"Lo" Jawab Rian singkat. Dia mengambil rokok Yoga yang baru saja ia bakar. Melihat rokoknya di ambil Rian, dia hanya diam menatap Rian heran.
"Kenapa? Nggak suka lo?" Tanya Rian marah.
"Serah lo deh bos. Suka suka lo" Jawab Yoga yang kembali mengambil rokok dari sakunya.
Ical turun ke jalan dengan motor kesayangannya. Dia kali ini akan melawan Piko, anak buah Dimas. Dimas yang baru datang melihat Rian yang masih memendam amarahnya. Dia menyeringai lalu berjalan ke gerombolan Rian.
Melihat Dimas yang menghampiri Death Devil membuat Yoga turun dari motornya dengan di ikuti 2 anak buahnya yang lain.
"Mau apa lo?" Tanya Yoga.
"Wess, santai bro" Ucap Dimas mengangkat kedua tangannya. "Yan, anak buah lo nih" Ucap Dimas.
Rian berjalan menghampiri Yoga, dia menepuk bahu Yoga lalu berjalan di hadapan Dimas.
"Mau apa lo?" Tanya Rian.
"Ada hadiah buat lo" Ucap Dimas menyeringai.
"Apa maksud lo?" Tanya Rian.
Dimas menjentikkan jarinya. Tak lama dari gerombolan SMK 23, dia melihat Juli yang berjalan keluar. Mata Rian terbelalak melihat Juli yang ada di arena balapan. Bukan hanya Rian yang terkejut namun Vito dan anak anak Death Devil juga terkejut. Apa lagi saat ini Juli tengah memakai jaket milik Dimas yang berlambangkan kepala tengkorak.
"Ngapain lo ikut ke sini?" Tanya Rian ketika Juli sudah sampai di hadapannya.
"Balapan, lo mau nggak tanding sama gue?" Tanya Juli memutar mutarkan kunci mobilnya.
Rian tersenyum dengan menundukkan kepalanya. Dia sangat gemas dengan tingkah Juli saat ini. Ingin rasanya dia mencubit kedua pipi Juli. Bahkan dengan kejadian itu, balapan antara Ical dan Piko terhenti.
"Ok" Jawab Rian mengacak rambut Juli dengan memperlihatkan senyumnya yang menawan.
Banyak gadis gadis yang berteriak karena melihat senyuman dan sikap lembut Rian pada Juli. Padahal selama ini Rian di jalan terkenal dengan wajah datar dan sikap kejamnya. Ini adalah hal langka yang mereka lihat.
"Tapi gue nggak mau kalau lo mengalah, gue mau mengasah kemampuan gue" Ucap Juli manja.
"Ok, gue ambil mobil sekarang" Ucap Rian mengusap lembut wajah Juli.
Masih banyak pertanyaan dari semua orang temasuk anggota Death Devil. Vito, Bayu dan Celo pun terkejut dengan Juli yang bersama Dimas. Musuh bebuyutan SMA Rajawali.
"Juli ada hubungan apa sama anak SMK 23?" Tanya Celo.
"Gue nggak tau, tapi gue tadi pagi melihat Dimas di rumah Juli. Bahkan dia seperti sudah biasa datang ke rumah Juli" Jawab Vito.
"Lo serius?" Tanya Bayu terkejut.
"Heem" Jawab Vito.
Kali ini arena balapan semakin seru. Karena ini kali pertama Rian mau turun balapan dengan menggunakan mobil. Apa lagi kali ini ia akan balapan dengan sang kekasih.
Rian dan Juli sudah siap di garus start. Rian menoleh ke arah Juli yang juga menatapnya. Juli tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih. Dia memakai kaca matanya dengan menjulurkan lidahnya ke arah Rian. Melihat hal itu membuat Rian semakin gemas.
"Jangan bucin terus bos, ntar kalah" Teriak Ical.
"Ical, berisik lo" Teriak Juli.
"Bos, Juli di katai Ical nih" Teriak Bayu. Ical langsung mendapat tatapan tajam dari Rian. Sedangkan yang mendapat tatapan dari Rian hanya tersenyum dengan membuat hurus V dengan kedua jarinya.
Dimas berjalan menghampiri Juli yang ada di dalam mobil. "Kalau mobil gue lecet, gue akan minta ganti rugi ke papi" Ancam Dimas.
"Enggak bakal licet kok, lo kayak nggak tau saja" Ucap Juli sombong.
"Heh anak setan, mobil gue yang kemarin emang nggak lecet tapi ancur gara gara lo pakai" Ucap Dimas menyentil dahi Juli.
Juli cemberut dengan mengusap keningnya yang terasa panas. "Ayang" Teriak Juli merengek ke arah Rian.
Anggota Death Devil bersorak mendengar Juli yang manggil bos mereka dengan sebutan 'Ayang'. Berbeda dengan orang lain, Vito mulai terbakar api cemburu. Dia semakin menggertakkan rahangnya melihat keromantisan Rian dan Juli.
"Kalau memang lo nggak mau sama gue dengan cara baik baik, maka maafin gue karena harus melakukan hal yang mungkin saja membuat lo benci sama gue Juli. Tapi gue nggak perduli karena gue hanya menginginkan lo. Gue hanya ingin lo menjadi milik gue" Batin Vito.
Vito berbalik lalu berjalan menuju ke mobilnya dengan marahnya yang memuncak. Bayu dan Celo yang melihat Vito pergi pun segera mengikuti Vito. Mereka bertiga pergi dari arena balapan.
Pertandingan antara Rian dan Juli akhirnya pun di mulai. Rian terus tersenyum puas melihat kemampuan Juli yang cupu memukau. Walaupun saat ini Rian di belakang Juli, namun Juli tau jika Rian sedang mengalah. Juli sedikit mengurangi kecepatannya dan mensejajarkan mobilnya dengan mobil Rian.
"Kalau lo sengaja kalah, gue nggak mau ketemu sama lo selama 1 minggu" Ancam Juli.
Mendengar ancaman Juli membuat Rian mengerutkan dahinya. Dia dengan segera menginjak gas dan hal itu pun membuat Juli tersenyum puas. Juli juga menginjak gas untuk menyusul Rian. Namun Juli harus merasa puas dengan kekalahannya karena kemampuan Rian memang tidak bisa di ragukan lagi.
Juli turun dari mobil ketika ia sudah sampai di garis finis. Dia berjalan ke arah Rian yang saat ini tengah bersandar pada mobilnya.
Duack
"Ahh, kok lo tendang gue sih?" Tanya Rian mengusap kakinya yang di tendang oleh Juli.
"Habisnya lo nggak peka. Lo tuh cowok kok nggak mau kalah sih sama cewek. Gue itu cewek lo Rian" Ucap Juli marah.
"Heh, ayang ku cinta. Kan lo sendiri yang bilang nggak mau ketemu sama gue kalau gue ngalah sama lo. Terus kenapa sekarang lo malah marah sama gue" Ucap Rian.
"Ya tapi kan harusnya lo ngalah sama gue" Ucap Juli tidak mau kalah. "Gue nggak mau pulang sama lo, gue mau pulang sama Dimas" Ucap Juli berjalan ke arah Dimas dengan menghentak hentakkan kakinya.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏