It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 57



Belum juga menjawab, Rian melihat ponsel Cia yang ada di atas meja. Memperlihatkan dirinya yang sedang merangkul bahu Cia.


"Lo perlihatkan ini ke Key? Lo gila ya Ci. Ini kan foto bukan hanya kita berdua. Kenapa lo potong dan lo perlihatkan ke Key?" Ucap Rian marah.


"Karena gue cinta sama lo Rian, gue sayang sama lo" Ucap Cia juga marah.


"Tapi nggak dengan merusak hubungan orang lain Ci. Lo itu hanya terobsesi sama gue. Hentikan ini semua Cia. Gue nggak mau lo sakit lebih jauh lagi. Gue nggak akan bisa cinta sama lo. Gue mohon hentikan Ci, cinta gue saat ini hanya untuk Key. Gue sudah anggap lo seperti adik gue sendiri, jadi tolong jangan meminta lebih karena gue nggak mungkin bisa memberikannya" Ucap Rian melembut.


"Maafin gue Rian, maafin gue" Ucap Cia menangis.


Di saat bersamaan Dimas masuk ke dalam kafe. Dia melihat Cia sahabat Juli yang tengah menangis di hadapan Rian.


"Lo kenapa?" Tanya Dimas.


"Pas banget ada lo di sini. Tolong jaga Cia, gue harus temui pacar gue. Tolong Mas" Ucap Rian menepuk bahu Dimas dan langsung berlari keluar dari kafe. Dia masukke dalam mobil untuk mencari Key.


🥀🥀🥀


Rian baru saja sampai di rumah Luna. Dia turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Key yang berada di depan rumah Luna. Rian tau jika saat ini Key tengah menangis dalam pelukan Luna.


"Key" Ucap Rian.


Namun belum Key menjawab panggilan Rian, kerah jaket Rian sudah di tarik kasar oleh Ikbal. Ikbal membawa Rian tengah jalan yang ada di depan rumah Luna jarena jalan di sana buntu yang tentu saja jarang di lewati kendaraan lain.


Duack


Ikbal memukul Rian hingga Rian jatuh tersungkur ke jalan. Wajah Ikbal kini di penuhi kabut amarah hingga mata dan wajahnya memerah. Rahangnya mengeras serta tangannya yang terus mengepal.


"Berani lo sakiti adik gue"


Duack


Ikbal kembali menghampiri Rian dan memukulnya lagi. Dia sangat benci pasa Rian yang sudah menyakiti Key.


"Adik?" Beo Rian terkejut.


"Iya. Gue sudah anggap Key sebagai adik gue. Semua anggota Death Devil menganggap dia seperti adik kecil kita sendiri. Kita selalu menjaga dan sebisa mungkin membuat dia tersenyum."


"Tapi lo. Lo orang yang baru hadir di kehidupan Key dan beraninya lo menyakiti dia" Ucap Ikbal marah.


Duack


Duack


Duack


Ikbal terus memukuli Rian membabi buta. Dia tidak perduli dengan Rian yang sebagai seniornya. Dia hanya terus kepikiran wajah sedih Key yang terus menangis dalam pelukan Luna.


"Ikbal, hentikan" Teriak Luna. Namun Imbal masih tidak memperdulikan ucapan Luna. Luna yang mihat Rian semakin lemas pun segera berlari menghampiri Key.


"Key, Ikbal Key" Ucap Luna.


"Kenapa Ikbal Lun?" Tanya Key datar.


"Dia terus memukuli Rian. Bahkan Rian sampai lemas" Ucap Luna.


Mendengar ucapan Luna, seketika Key bangkit. Dia berlari menghampiri Ikbal dan Rian yang bertengkar.


"Key" Ucap Kennet. Kennet dan Theo menghampiri Key. Mereka menahan Key agar tidak menghampiri Ikbal.


"Lepasin gue Ken, gue mau ke sana" Ucap Key memberontak.


"Jangan Key, lo bisa terkena pukulan Ikbal kalau lo ke sana" Ucap Kennet.


"Iya Key, lo di sini saja. Biarkan Ikbal meluapkan emosinya" Uca0 Theo.


"Lo berdua gila ya. Lo nggak lihat Rian sudah babak belur begitu. Lepasin gue" Teriak Key.


"Lepasin Ken. Biarkan Key menolong Rian" Ucap Luna.


"Theo, lepasin. Gue mohon" Pinta Key lirih. Air matanya kembali membasahi wajahnya. Dia tidak tega melihat Rian yang sudah penuh luka. Bahkan beberapa bagian di wajah Rian yang berdarah.


"Gue mohon lepasin dia" Ucap Key lirih.


Theo yang tidak tega melihat air mata Key pun melepaskan pegangannya pada lengan Key. Kennet pun perlahan melepaskan pagangan tangannya dari lengan Key.


Key segera memegangi lengan Ikbal saat Ikbal akan kembali memukuli Rian.


"Jangan pukuli dia lagi Bal, gue mohon" Ucap Key menangis.


Ikbal sempat terdiam merasakan tangannya yang di pegangi Key. Dia melepaskan cengkramannya dari baju Rian.


"Arght, sialan lo Rian. Kalau sampai lo berani melukai Key lagi, gue akan habisi lo" Ucap Ikbal marah. Luna segera menghampiri Ikbal, dia mengusap dada bidang Ikbal untuk mencoba menenangkan emosi Ikbal.


Sedangkan Key, dia menghampiri Rian yang terkulai lemas di jalan. Dia meraih kepala Rian dan memangkunya.


Rian tersenyum saat melihat Key yang terus menangis dengan memeluk kepalanya.


"Gue nggak papa, lo jangan nangis" Ucap Rian lirih.


"Kenapa lo diam saja? Kenapa lo nggak melawan pukulan Ikbal?" Ucap Key menangis.


"Karena gue pantas mendapatkan ini semua. Maafin gue Key, gue sudah melukai lo lagi dan lagi." Ucap Rian mengusap air mata Key. Key mengangguk pelan sebagai jawabannya.


"Ini peringatan terakhir buat lo Rian, lo memang senior gue dan gue tau kalau lo ketua Death Devil generasi pertama. Tapi jika lo berani melukai Key lagi, gue nggak akan tinggal diam. Gue akan habisi lo dengan tangan gue sendiri" Ucap Ikbal.


"Sudah Yang, ayo kita pergi" Ucap Luna lembut.


"Lo berdua bawa Rian ke rumah sakit" Ucap Luna pada Ikbal dan Theo. Mereka pun mengangguk sebagai jawabannya.


🥀🥀🥀


Ke esokan hatinya di rumah sakit.


Key menemani Rian di samping ranjang Rian. Dia menatap sedih pada Rian yang kini masih terbaring lemah. Walaupun saat ini Rian tengah tertidur namun wajah penuh luka di wajah Rian membuat Key merasa bersalah.


"Hei, ada apa? Kenapa lo nangis?" Tanya Rian yang baru saja membuka matanya.


"Enggak kok, gue nggak papa" Jawab Key menghapus air matanya.


"Key, Cia bukan siap siapa gue. Dia hanya sahabat baik Juli. Gue nggak ada perasaan apapun sama dia. Soal foto itu, foto itu tidak hanya ada gue sama dia. Gue sama sahabat sahabat gue juga ada di foto itu. Bahkan di samping kanan gue juga ada Juli yang juga gue peluk"


"Key, gue awalnya memang nggak ada perasaan sama lo. Tapi semakin gue dekat sama lo, semakin gue kenal sama lo, semakin besar juga perasaan yang tumbuh di hati gue buat lo. Gue semakin cinta sama lo Key. Dan gue nggak mau kehilangan lo seperti gue kehilangan Juli."


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat Hari Raya Idul Fitri


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏