
Key dan Luna kini sudah berada di rumah Theo. Di sana sudah banyak anak anak Death Devil yang akan mengantar keberangkatan Theo bersama Melody keluar negeri untuk kuliah di sana.
"Sudah ramai ternyata" Ucap Key yang baru keluar dari mobil Luna.
"Iya lah, memangnya lo kakau datang terakhir tapi kalau oulang duluan" Sahut aalah satu anggota Death Devil.
"Iiih sirik lo" Ucap Key.
"Banyak bicara lo" Ucap Luna menarik tangan Key masuk ke dalam rumah Theo.
Hari ini Theo dan Melody akan pergi ke luar negeri. Karena mereka akan berpisah cukup lama, Key dan Luna tentu saja harus melakukan perpisahan dengan Melody. Walaupun Luna tidak begitu dekat dengan Melody, tapi dia tetap care dengan Melody.
Yuki tidak bisa ikut mengantar keberangkatan Melody karena dia baru saja kembali ke jepang dan dia pergi bersama dengam Kennet tentunya.
"Masih belum beres juga lo" Ucap Key yang menghampiri Melody di kamarnya.
"Sebentar lagi selesia kok, ini hanya tinggal masukin make up gue saja" Jawab Melody.
"Sini biar gue bantu" Ucap Key mengambil alih koper Melody.
Melody menatap Key dari samping. Entah kenapa dia merasa bersalah dengan Key. Dia yang tidak jujur dengan Key membuanya merasa bersalah. Ingin rasanya dia jujur dan menceritakan semuanya pada Key soal aibnya. Namun dia lagi lagi di selimuti ketakutan yang belum tentu terjadi
"Maafin gue Key, tapi lebih baik gue memendam semuanya dari lo selamanya. Biar luka ini gue yang menanggunya sendiri. Gue akan terus berdoa agar lo selalu bahagia. Selamat tinggal sahabat gue. Semoga kita akan bertemu lagi suatu saat nanti" Batin Melody.
Setelah semuanya siap dan jam keberangkatan pesawat 1 jam lagi. Kini Melody, Theo, Luna, Key dan Ikbal menuju ke bandara. Hanya Luna, Key dan Theo yang mengantar ke bandara karena anak anak Death Devil yang lain harus kembali ke markas.
"Lo jangan lupain gue ya Mel di sana. Lo harus sering sering kasoh kabar ke gue" Ucap Key.
"Iya Key, gue janji akan sering sering telepon lo kok" Jawab Melody.
"Mau peluk" Ucap Key merentangkan kedua tangan lebar lebar. Melody tersenyum lalu dia memeluk sang sahabat.
"Hati hati ya, gue pasti akan kangen banget sama lo Mel" Ucap Key menangis.
"Gue juga pasti akan kangen sama lo Key" Jawab Melody.
Melody melepaskan pelukannya. Kini Key beralih pada Theo. Dia memukul bahu Theo namun setelahnya ia memeluk sahabatnya itu.
"Lo harus jagain sahabat gue baik baik. Awas saja kalau dia sampai kenapa kenapa. Gue akan langsung susulin lo hanya untuk kandang tulang kering lo" Ucap Key.
"Hahaha, memangnya lo tau tempat gue di mana?" Goda Theo.
"Share location lah. Gue akan susulin lo" Jawab Key.
"Hahaha, manis banget sih lo" Ucap Theo gemas mencubot kedua pipi Key.
"Gue pergi dulu ya. Lo jangan bertengkar lagi sama Rian karena gue dan Kennet sudah pergi. Hanya ada Ikbal tapi dia pasti akan sibuk sama ceweknya. Jadi lo harus baik baik sama Rian. Kalau dia macam macam tendang saja pisangnya" Ucap Theo.
"Siap bos" Jawab Key tersenyum.
Theo menarik Key ke dalam pelukannya.
"Lo harus bahagia dek. Gue sayang sama lo Key. Kasih sayang gue melebihi apa yang lo tau." Ucap Theo.
"Gue juga sayang sama lo" Jawab Key tersenyum.
"Sudah jangan lama lama, sana jalan" Ucap Ikbal.
Theo melepaskan pelukannya dari Key. Kini dia beralih pada Luna dan bergantian dengan Ikbal.
"Titip adik kita, jangan sampai dia nangis lagi" Ucap Theo.
"Lo tenang saja" Jawab Ikbal.
"Gue pergi dulu" Pamit Theo yang di jawab anggukan kepala oleh Ikbal.
"Yuk sayang" Ucap Theo memeluk bahu Melody.
Melody menoleh ke belakang dan melihat Key yang melambaikan tangannya ke arah Melody. Melody tersenyum dan membalas lambaian tangan Key.
Di sisi lain Rian baru saja pulang ke apartemen. Dia tadi mencari keberadaan Key di kampus namun tidak menemukan keberadaan Key di manapun. Dia juga sudah mencoba menghubungi ponsel Key namun taka ada jawaban sama sekali dari Key.
Saat berada di apartemen, Rian kembali mencoba menghubungi Key namun tak ada jawaban lagi.
"Nih anak ke mana sih" Ucap Rian jengah.
"Halo bang, ada apa?" Tanya Ikbal saat telepon Rian di angkat olehnya.
"Key lagi sama lo gak?" Tanya Rian.
"Iya nih ada di markas. Kita baru balik dari bandara soalnya" Jawab Ikbal.
"Antar dia ke apartemen gue sekarang" Ucap Rian.
"Iya bang, gue akan bicara sama dia" Jawab Ikbal.
"Ok, thanks" Ucap Rian.
"Iya bang" Jawab Ikbal.
Ikbal menghampiri Key yang tengah asik menonton drama bersama Luna.
"Key, ayo gue antar lo pulang. Rian tadi menelepon gue dan dia minta gue antar lo pulang" Ucap Ikbal.
"Hah, ganggu saja sih tuh orang" Gerutu Key. Key bangkir sambil membawa tasnya. Tak lupa jaket milik Rian juga ia bawa.
"Ayo" Ucap Key berjalan keluar dari markas.
"Gue antar Key dulu Yang, nanti pulang bareng gue saja" Ucap Ikbal pada Luna.
"Iya" Jawab Luna singkat karena dia fokus dengan drama yang ia tonton.
Ikbal keluar dari markas. Dia membawa mobil Luna untuk mengantar Key pulang ke apartemen Rian.
Di apartemen.
Key membuka pintu apartemen. Yang pertama kali ia lihat adalah Rian yang tengah duduk santai di sofa namun raut wajah Rian terlihat jelas jika saat ini dirinya tengah manahan marah.
"Kenapa gak bilang kalau mau ke bandara?" Tanya Rian.
"Gak kenapa kanapa, malas saja" Jawab Key membuka sepatunya dan menaruhnya ke tempat sepatu.
"Key, lo anggap apa sih gue ini?" Ucap Rian marah.
"Harusnya gue yang bertanya begitu sama lo Yan. Lo anggap gue apa? Hanya karena selai kacang lo membentak gue, bahkan lo juga membuang sarapan pagi gue." Ucap Key marah.
Key berjalan masuk ke arah dapur. Dia membuka lemari pendingin dan mengambil satu toples kecil yang berisi selai kacang.
Brack
Key melempar toples itu telat di depan Rian hingga pecah ke mana mana. Riang seketika langsung bangkit dari duduknya karena terkejut.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏