
"Rian" Panggil Kila yang saat ini berada di rumah sakit bersama Cia dan Gilang.
"Gimana keadaan Juli? Dia sakit apa?" Tanya Cia khawatir.
"Kangker otak stadium 2" Jawab Rian yang masih tertunduk sedih.
Mendengar jawaban Rian membuat Kila menangis histeris. Gilang meraih tubuh Kila dan membawanya ke dalam pelukannya. Sedangkan Cia, dia terduduk di lantai dengan serai air mata yang membasahi wajah cantiknya.
"Nggak mungkin Rian, Juli selalu sehat. Dia tidak mungkin punya penyakit itu. Lo jangan bohong sama gue Rian" Ucap Cia marah.
"Gue juga nggak percaya dengan ini semua Ci. Tapi ini memang kenyataannya." Ucap Rian dengan suaranya yang meninggi. "Gue juga tidak percaya Ci, gue juga nggak menyangka jika Juli akan memiliki penyakit ini. Gue juga hancur Ci" Ucapnya lirih.
Cia bangkit dan memeluk Rian lembut. Dia tau jika Rian lah yang saat ini paling terluka dengan sakit yang di derita Juli. Cia mengusap lembut punggung Rian. Sedangkan Rian mulai menangis dalam pelukan Cia.
"Gue takut Ci, gue takut kehilangan dia. Gue nggak bisa pura pura kuat, katena rasa takut gue yang lebih besar. Gue sangat mencintai Juli, Ci. Andai sakit yang Juli serita bisa di pindahkan ke gue, gue akan terima itu. Gue akan terima asal jangan sampai dia sakit seperti ini." Ucap Rian menangis.
"Lo yang kuat ya Yan, maafin gue yang membentak lo tadi" Ucap Cia lembut.
Gilang terus menenangkan Kila yang berada di pelukannya. Gilang pun tidak menyangka kalau Juli bisa memiliki penyakit yang separah ini. Padahal selama ini Juli tampak sehat dan ceria.
Rian melepaskan pelukan Cia dari dirinya. Dia bangkit dari duduknya dengan menghapus air matanya kasar. "Lo mau ke mana Yan?" Tanya Gilang.
"Gue mau ketemu sama Dokter" Jawab Rian yang berjalan menuju ke ruang Dokter yang menangani Juli.
Tok tok tok
Rian mengetuk pintu ruangan Dokter. "Silahkan masuk" Ucap Dokter.
"Permisi Dok" Ucap Rian.
"Ayo mari silahkan duduk" Ucap Dokter sopan. "Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dokter.
"Maaf Dok, saya ingin bertanya soal sakit yang di serita Juliana Maheswari." Jawab Rian.
"Kalau boleh tau anda siapanya pasien?" Tanya Dokter.
"Saya kekasihnya Dok" Jawab Rian lagi.
"Baik lah, apa yang ingin anda ketahui?" Tanya Dokter lagi.
"Apa efek yang di terima tubuh Juli setelah melakukan kemo? Kenapa dia sedari tadi muntah muntah? Dan dia juga bilang kalau tubuhnya terasa sakit" Ucap Rian.
"Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, jenis obat tersebut tidak bisa membedakan sel kanker yang berkembang secara abnormal dengan sel sehat yang normal."
"Ada beberapa efek samping yang umum terjadi pada tubuh setelah menjalani kemoterapi, seperti rambut rontok, muncul nyeri, nafsu makan menurun, mual dan muntah, sesak napas, kelainan detak jantung, perdarahan, hingga sulit tidur."
"Pasien yang sedang menjalani kemoterapi juga cenderung lebih mudah terserang infeksi, serta mengalami gangguan psikologis, seperti depresi, stres, cemas, lelah sepanjang hari, dan sariawan. Kemoterapi juga cenderung membuat seseorang kehilangan gairah seksual dan mungkin mengalami gangguan kesuburan alias infertilitas."
"Tapi jangan khawatir, efek samping dari kemoterapi tersebut biasanya akan segera hilang setelah pengobatan selesai. Hal ini juga jarang menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tapi, orang yang baru menjalani kemoterapi sebaiknya hindari orang-orang yang bisa menularkan infeksi. Pasalnya, meningkatnya risiko infeksi bisa menjadi salah satu efek samping dari kemoterapi." Jelas Dokter.
"Apa dengan kemo bisa menyembuhkan penyakit yang Juli derita?" Tanya Rian lagi. Dia meremas jemarinya karena takut dengan jawaban Dokter selanjutnya.
"Sebagian besar mengatakan bahwa tingkat kesembuhan kanker yang diobati dengan kemoterapi hanya sekitar 3 persen, sedangkan sisanya 97 persen berakhir dengan kegagalan"
"Tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja. Sekecil apapun hasil yang kita miliki, kita harus tetap mencobanya. Berdoa saja pada Tuhan, karena dengan kuasaNya lah yang memberikan keajaiban bagi pasien. Dengan dukungan dari orang orang sekitar juga bisa sedikit membantu pasien."
"Jadi saya sarankan agar pasien jangan sampai stres." Jelas Dokter.
"Ada yang mau di tanyakan lagi?" Tanya Dokter ketika Rian diam cukup lama.
"Tidak Dok, kalau begitu saya permisi Dok" Pamit Rian.
"Silahkan" Jawab Dokter tersenyum.
Rian keluar dari ruangan Dokter. Semua penjelasan Dokter terus berulang ulang di kepalanya. Dia berjalan ke arah ruang inap Juli dengan tatapan mata yang kosong.
Bruck
"Lo nggak papa kan?" Tanya Yoga membantu Rian bangkit.
"Gue kenapa kenapa Ga, gue hancur" Ucapnya lirih.
"Lo harus kuat Yan, jangan bagini" Ucap Ical.
"Iya Yan, lo mau Juli sedih karena melihat lo yang seperti ini?" Sahut Yoga.
"Gue takut Ga, gue takut kehilangan dia Ga, Cal. Gue nggak bisa..." Rian tidak mampu melanjutkan ucapannya. Dia terlalu sedih mendengar penjelasan Dokter tadi. Dia kembali menangis akan ketakutannya sendiri.
Duack
Satu pukulan Rian terima dari Vito. Dia mencekal kerah baju Rian yang saat ini masih menangis.
"Woy Vit, jangan main kasar lo" Ucap Ical yang mencoba melepaskan cengkraman Vito dari kerah kemeja Rian.
"Diam lo bang***t" Ucap Vito marah pada Ical. "Dan lo Rian, kalau lo mau buat Juli sedih dengan melihat kehancuran lo ini, lebih baik lo pergi. Biar gue yang menemani dia sampai di sembuh. Gue nggak kayak lo yang berfikir negatif tentang sakit Juli. Karena gue yakin jika Juli akan sembuh dan dia akan kembali ceria seperti dulu" Ucap Vito penuh amarah.
"Hentikan Vit, ini rumah sakit. Lo bisa di usir dari sini kalau lo buat keributan" Ucap Bayu.
"Tenang Vit, lo harus bisa tahan emosi lo" Ucap Celo.
Vito akhirnya melepaskan cekalan tangannya dari kerah baju Rian. Rian masih saja menangis, dia tetap todak bisa mengalahkan ketakutannya akan kehilangan Juli. Dia takut jika Juli akan meninggal. Walaupun Vito memukulinya hingga babak belur pun, entah kenapa dia masih saja tetap ketakutan.
🦋🦋🦋🦋🦋
Hai kak banyak yang belum Like nih...
Ayo dong berikan dukungan kalian agar aku bisa semangat menulisnya 😁
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏