For.get

For.get
masalah dan kamu



Penjahat itu lebih licik dari dugaan, dia menarik sebuah tali yang membuka pintu ke jalan bawah tanah, kemudian masuk ke dalam sambil mengucapkan selamat tinggal pada Ghaisan, aku segera berlari ke arah Ghaisan untuk memberitahunya bahwa mereka memasang bahan peledak di mana-mana, namun sebelum aku bicara, para penjahat itu menyulut api di dalam lubang, ledakan pertama dari peledak yang mereka pasang menggema dan membuat jerami terbakar, api menyebar dengan cepat ke arah Ghaisan, tapi Ghaisan hanya berdiri diam seperti patung, aku membuat jalan untuk menyelamatkan Gaisan tapi aku tidak memikirkan bagaimana mereka akan menyulut api dan pergi melarikan diri, ditambah lagi sikap Ghaisan yang diluar pikiranku, ledakan kedua, ledakan ketiga terjadi bertubi-tubi hingga membuat jantung berdebar, sebagian gedung kini dipenuhi api, api itu perlahan merambat ke arah Ghaisan berdiri


“ Ghaisan..... “ ucapku sambil lari melompat ke arahnya


Aku mendorongnya hingga kami terguling diatas jerami yang basah, kami bergegas bangun, aku menarik tangan Ghaisan untuk mengajaknya pergi dari tempat itu tapi Ghaisan menahan tanganku


“ apa yang kau lakukan di sini Ayla” tanya Ghaisan dengan tegas


“ Nanti saja aku jelaskan, kita harus pergi dari sini sebelum tempat ini hangus terbakar” ucapku sampai menarik tangan Ghaisan


Ghaisan melepaskan genggaman tanganku, iya melempar sesuatu ke atas, entah apa yang ia lempar dan ia lempari, tidak lama kemudian air mengalir dari atap seperti percikan hujan yang memadamkan api


“ gudang ini ada alat pemadam kebakarannya?” ucapku dengan nada terkejut


“ Setiap gudang ada alat pemadam kebakarannya Ayla, hanya saja gedung ini sudah lama kosong jadi radarnya tidak berfungsi, sekarang jelaskan padaku kenapa kau ada di sini?”


“ Sebenarnya aku merasa bosan berdiam diri, jadi aku pergi jalan-jalan, dan akhirnya aku tersesat, saat aku hendak menanyakan alamat pada seseorang, orang itu justru lari ketakutan, kau tau pria itu menghampiri preman-preman itu, awalnya aku berpikir untuk pergi, namun aku mendengar namamu disebut-sebut jadi aku putuskan untuk menguping pembicaraan mereka, aku tidak tau kalau mereka adalah penjahat yang menjadi targetmu, mengetahui rencana mereka untuk membunuhmu, jadi...


“ Kau menyiram sebagian jerami dengan air dan mengganti bensin di drum dengan air?” ucap Ghaisan sambil tersenyum


“ bagaimana kau bisa tau?”


“hahhahha.... Gadis pintar” ucapnya sambil mengelus kepalaku dan kemudian berjalan menuju ke luar


“ G bagaimana kau bisa tau” ucapku dengan rasa penasaran sambil mengikutinya


“ Sebenarnya menyiram jerami dengan air itu tidak membantu banyak, itu hanya akan memperlambat api yang menyebar, tapi jika kau tidak mengganti bensin di dalam drum kita berdua sudah akan menjadi mayat, bahan peledak juga membutuhkan bensin untuk membuat api dan ledakan yang lebih besar”


Sebenarnya aku tidak mengerti maksud dari ucapan Ghaisan, ucapanya sama sekali tidak menjawab pertanyaanku, tapi sudahlah, yang terpenting saat ini adalah kami bisa pergi dengan selamat.


Aku dan Ghaisan keluar dari gudang bersama, aku melihat ada banyak polisi yang mengepung gudang ini, Ghaisan memerintahkan mereka semua untuk membubarkan diri dan kembali ke markas, kami pun pergi dari sana, dalam perjalanan pulang aku bisa merasakan Ghaisan tidak senang, mungkin karna dia gagal menangkap para penjahat itu, dia memberi tahuku untuk tidak ikut campur dalam urusan pekerjaannya, setelah sampai rumah Ghaisan memintaku untuk turun dan pergi istirahat, sementara dia pergi lagi entah kemana, rasa penasaranku terhadap pria itu tumbuh, aku ingin tau, sebenarnya Ghaisan orang seperti apa? Apa yang ada dalam pikirannya? Pertanyaan itu tersirat dalam kepalaku memberikan daya tarik tersendiri yang membuatku jadi ingin mengenalnya lebih dari ini...


“seorang pencuri diam-diam masuk ke dalam rumah tapi apa yang aku lakukan, aku justru melakukan kebalikannya, ayla... Kau memang luar biasa” ucapku bicara pada diri sendiri dengan sombongnya, tapi setelah berhasil keluar rumah aku tidak tau harus ke mana


“Kau mau kemana? Kenapa kau mengendap-ngendap seperti pencuri” ucap Ghaisan yang tiba-tiba muncul di belakangku


“G Sebenarnya aku merasa bosan dan ingin pergi jalan-jalan, aku tidak akan jauh-jauh dari rumahmu, dan aku hanya akan berjalan-jalan di sekitar sini sebentar lalu kembali” ucapku sambil menggigit kuku ibu jariku, hal yang selalu aku lakukan saat merasa takut setelah ketahuan telah melakukan kesalahan, kebiasaanku sejak kecil


“kenapa kau terdengar ketakutan, jika kau ingin pergi pergi saja, aku tidak pernah melarangmu, dan aku juga tidak akan marah” Sautnya dengan nada suara yang lembut


“Ini aneh bi chan mengatakan bahwa Ghaisan melarangku keluar rumah, tapi Ghaisan mengatakan hal yang berbeda, apa ada sebuah konspirasi terhadapku di rumah ini, atau ini adalah ulah Hazel, dia tidak suka bila aku dekat dengan Ghaisan, jika ini adalah ulah dia, maka akan jadi sangat menyenangkan jika....” Ucapku dalam hati dengan pemikiran jahil


“ G Aku ingin pergi jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan, tapi aku tidak tahu banyak tentang kota ini “ ucapku sambil tersenyum manis


“kau mau kutemani? Masuklah ke dalam mobil” ucap Ghaisan sambil melempar kunci mobilnya


“Aku akan ganti pakaian Sebentar” sambungnya


Aku masuk ke dalam mobil dengan perasaan bahagia aku menunggunya, setelah 15 menit dia kembali dengan pakaian yang rapi dan juga lengkap, Dia sangat aneh Kami akan pergi jalan-jalan namun dia berpakaian rapi seolah akan pergi ke sebuah pesta dansa, celana bahan panjang, sepatu hitam mengkilap, kemeja, jas dan Dasi kupu-kupu, Dia terlihat sangat tampan memakai semua itu, tapi pakaian ini tidak cocok jika digunakan untuk pergi jalan-jalan,


“apa kau akan memakai pakaian ini?” tanyaku heran


“ ada masalah?”


“ tidak “


aku tidak ingin merusak suasana hatinya dengan mengatakan bahwa pakaian ini tidak cocok untuk dipakai pergi berjalan-jalan, kubiarkan dia memakai apa yang ia mau, kami berkendara di hari yang cerah, aku memperharikan caranya membawa mobil, tidak berbeda denganku, sesekali dia melirik ke arahku sambil tersenyum, iya mengurangi kecepatannya dan berhenti di sebuah Mall, dia keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untuku, dia juga mengulurkan tangannya, aku menggenggam tangannya dan keluar dari mobil, dia menaruh tanganku di lengannya, kami berjalan sambil bergandengan, momen yang sangat manis menurutku, karna jujur saja kekasihku tidak pernah melakukan itu, aku merasa sedikit aneh, pria yang selalu menjauhiku setiap kali ku dekati kini ia menggandeng tanganku, ada apa dengannya? Tidak ada yang tau kecuali dia sendiri


Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dari sang penulis😍