
“kau harus mendukungku jika tidak maka aku akan mengatakan pada ghaisan bahwa kau adalah kekasihku dan saat ini aku sedang aku mengandung anakmu”
Mendengar ucapan ayla ghaisan pun membuka earphon kemudian melemparnya, seluruh tubuhnya gemetar hebat, hatinya benar-benar terluka, sementara di ruang tamu nizar kesal karna ucapan ayla
“ Apa kau sudah kehilangan akal ayla?”
“Iya aku kehilangan akal sehatku dan semua itu karena cintaku pada ghaisam, apa salahnya jika aku mencintainya seperti itu, memang benar aku melakukan kesalahan, tapi aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku tidak bermaksud menghianati cintaku, aku juga tidak tahu bagaimana semuanya bisa terjadi, dan sedikitpun aku tak pernah menginginkan hal ini terjadi, satu hal yang pasti aku tidak bisa bicara pada suamiku”
“kau tidak perlu mengancamku seperti ini, aku akan membantumu, tapi jika ini terulang aku tidak akan mengampunimu” ucap nizar dengan nada kesal,
Nizar pun meninggalkan kediaman ghaisan setelah bicara dengan ayla. Ayla bicara bohong tentang kehamilannya untuk menekan nizar agar bersedia membantunya, namun ghaisan yang mendengarkan percakapan mereka dari ruang kontrol cctv menganggap serius ucapan ayla, ia duduk termenung hanyut dalam pemikirannya sendiri
‘ ini sudah terlambat untuk menyesali segalanya, hatiku kini sudah terluka, ketulusanku dalam mencintai, menyayangi ayla dan harapan, semuanya kini menjadi sia-sia, andaikan saja waktu bisa ku putar kembali, aku tidak akan pernah mau peduli jika aku tahu akhirnya aku sendiri yang menanggung beban kepedihan ini, aku menyesal mengapa aku menikahimu untuk yang kedua kalinya, kebahagian yang kuharapkan bersamamu itu hanya bayangan semu semata, aku tidak habis pikir padamu ayla, kau begitu bahagia bisa menikah denganku dan menjalin asmara dengan nizar, bagaimana kau bisa berubah menjadi wanita sehina ini, aku selalu berpikir untuk mendapatkan cinta yang sejati, tapi sepertinya cinta seperti itu tidak pernah ada, cukup, ini sudah cukup, aku akan mengakhirinya secepat mungkin tidak ada gunanya berharap ini semua hanya mimpi buruk karna kenyataannya tidak akan berubah, meski aku memutar otak seribu kali aku tidak akan pernah mengetahui alasan mengapa ini semua terjadi, inikah yang di sebut cinta? Tidak ada cinta di dunia ini, hang ada hanyalah timbal balik dalam kebutuhan’
ghaisan takuasa menahan kesedihan yang begitu dalam, ia keluar dari ruang konteol cctv, melalui pintu belakang ia pergi meninggalkan rumah menghindari ayla yang masih berada di ruang tamu, ia pergi dengan rasa putus asa dengan cintanya, ia tak lagi mau berpikir bagaimana cara membuat ayla jatuh hati padanya ataupun meyakinkan ayla membalas cintanya, ghaisan sudah berjanji untuk menyerah dengan hubungan asmara, ia berjanji pada dirinya bahwa ia tidak akan pernah mencintai siapapun lagi.
Di sisi lain ayla tetap duduk dan termenung setelah nizar pergi, entah kenapa ia merasakan rasa sakit hati yang dalam hingga membuat air matanya menetes membanjiri pipinya tanpa ia sadari, ayla tiba-tiba saja menangis tanpa sebab, ia merasa sesuatu terjadi pada suaminya, ia menangis begitu lama hingga tertidur di sofa,
*ayla membuka matanya saat mendengar suara bel rumah, saat ia membuka pintu ia melihat ghaisan berdiri dengan luka di sekujur tubuhnya*
“ghaisan...” ayla teriak saat terbangun setelah bermimpi buruk tentang ghaisan, ia melihat jam dinding waktu menunjukan pukul 02:15 dini hari, ia pun menghubungi ghaisan karna khawatir, suara ponsel ghaisan terdengar dari ruang baca dan ayla pun segera pergi ke sana, ia menemukan ponsel ghaisan tergeletak di meja dalam ruang baca, namun ia tidak melihat ghaisan di sana, ia pun mencari le seluruh rumah namun tidak menemukannya, ayla mulai merasa cemas, ia takut mimpi buruknya jadi kenyataan, ia menghubungi semua orang yang ia kenal dekat dengan ghaisan namun tidak seorangpun tau dimana ia berada, tidak lama kemudian ayla mendengar suara mobil berhenti ia pun segera berlari membuka pintu
“ Ghaisan” ucap ayla saat melihat ghaisan turun dari mobil
Ghaisan berjalan masuk melewati ayla yang tengah berdiri di pintu
“ g kenapa kau sangat terlambat?”
Ayla bertanya namun ghaisan tidak menjawab ia terus berjalan menuju kamar
“ Apa kau tau aku sangat cemas”
Ghaisan terus berjalan mengabaikan ucapan ayla hingga masuk ke dalam kamar, ia mengambil bantal dan selimut, diamnya ghaisan sudah membuat ayla bingung di tambah lagi dengan sikap ghaisan yang aneh menurutnya
“ G tunggu, kau mau ke mana?” Ucap ayla sambil memegang lengan ghaisan ketika ghaisan hendak keluar kamar
“ lepas, aku lelah, aku mau tidur” ucap ghaisan dengan sikap dingin
“ ini kamarmu, kau mau tidur di mana?” tanya ayla masih memegang tangan ghaisan
“ Di rumah ini ada banyak kamar, aku bisa tidur di manapun, tapi aku tidak mau tidur denganmu” ucap ghaisan dengan sikap dingin
“ jangan marah ayla mungkin ghaisan hanya lelah” ucap ayla meyakikan dirinya sendiri,
Malam itu mereka tidur terpisah. Pagi harinya ayla pergi ke dapur untuk membuat sarapan namun ia merasa mual mencium bau susu dan sayuran, ayla muntah-muntah dan ghaisan yang berdiri di pintu dan melihat ayla muntah pun tersenyum, saat ghaisan jogging melewati apotik tiba-tiba ia mengingat ayla, dia berusaha untuk tidak peduli tapi pada akhirnya ia masuk ke dalam apotik untuk membeli vitamin khusus untuk wanita yang hamil muda untuk mengurangi mual saat trimester pertama, ghaisan menipu dirinya sendiri dengan berpikir apa yang ia lakukan itu untuk anak dalam kandungan ayla, karna bagai manapun anak itu tidak bersalah.
“ Minum ini dan kau akan merasa baikan, tadi aku lewat di depan apotik aku pikir kau pasti akan membutuhkannya cepat atau lambat, jangan meminumnya lebih dari 1 kali sehari” ucap ghaisan
Tanpa bertanya ayla pun meminum obat itu dan benar saja perlahan rasa mualnya berkurang, ayla pun kembali menyiapkan sarapan, kemudian mereka pun sarapan bersama, setelah selesai sarapan ghaisan tidak pergi keluar untuk bekerja seperri biasanya, ia pergi ke ruang kerja dan bekerja di sana, ayla merasa heran dengan sikap ghaisan yang berubah 180° ghaisan yang biasanya mesra mulai bersikap dingin, ghaisan terus sibuk di ruang kerjanya seharian, ia hanya keluar untuk makan kemudian kembali bekerja, malam harinya saat ayla tengah sibuk menyiapkan makan malam tiba-tiba terdengar suara bel rumah, ayla tidak membukakan pintu karna tau yang datang pasti haidar,
“ Ayla buka pintunya si pembelot datang” teriak ghaisan dari ruang kerja
Karna perintah dari ghaisan ayla pun membuka pintu,
“ Ghaisan ada dj ruang kerja, kau langsung masuk saja” ucap ayla dengan ketus
“ ada apa sayang (menyentuh dagu) kenapa kau terlihat tidak senang?” tanya haidar menggoda
Bukannya pergi ke ruang kerja haidar justru mengikuti ayla ke dapur
“ Ayla katakan padaku apa sikap ghaisan berubah padamu”
“ ayla (menggenggam lengan ayla dengan kuat) jangan mengabaikanku seperti ini atau aku akan memberi tahu ghaisan bahwa ...
“ memberi tahu apa haidar? Apa kau ingin memfitnah ayla mengandung anakmu”
Haidar dan ayla terkejut mendengar ucapan ghaisan yang tiba-tiba berdiri di pintu, ayla bergegas menghampiri ghaisan
“ g aku..
Ghaisan mengabaikan ayla dan mendekati haidar
“ haidar kau tidak akan bisa membuat seorang wanita hamil hanya dengan tidur di sampingnya, apa kau pikir aku tidak tau apa yang telah kau perbuat di hotel satu bulan lalu, kau membuka bajumu dan berbaring di samping istriku, istriku membuatmu bergairah namun tidak membiarkanmu melampiaskan gairahmu, dia bahkan tidak bisa tidur semalaman, kau pasti berpikir (merangkul haidar) bagaimana aku bisa mengetahui segalanya, memberitahu musuhku Bagaimana cara Kamu menjatuhkan nya tapi karena kau adalah sahabatku Aku akan memberitahumu segalanya aku mengetahui hal itu karena aku menaruh handycam di kamar hotel itu aku melihat semuanya setiap detik setiap saat yang kau lakukan sampai akhirnya keluar dari hotel rekaman nya masih aku simpan tapi aku tidak bisa memberitahu ataupun memperlihatkan kepadamu kau tahu kenapa karena selain video tentang perbuatanmu di dalam rekaman itu terdapat rekaman kemesraanku bersama istriku sebelum kau masuk kamar”
Haidar langsung pergi dari kediaman ghaisan tanpa mengatakan apapun, ghaisan tersenyum melihat haidar pergi kemudian berjalan melewati ayla menuju ke ruang kerjanya, ayla bernafas lega setelah mendengar ucapan ghaisan, ia pun menangis terharu kemudian berlari memeluk ghaisan dari belakang
“ g maaf aku...
“ Cukup ayla (melepas pelukan) menjauhlah dariku, aku sudah tidak mau...