For.get

For.get
GS. Menjadi Nyata



Aku meminta izin pak yasa untuk tinggal di pulau, namun tidak hanya memberi izin beliau bahkan memberiku kamar di rumahnya, aku tidak pernah percaya pada hal-hal yang tidak bisa ku lihat namun tanpa ku sadari aku mulai ikut-ikutan dengan sikap nur yang suka bicara dengan arwah alizza, aku melupakan beban berat yang ku pikul di pundaku, rasa sakit hati dan amarahku hilang hanya dalam hitungan hari.


“Sudah lebih dari 3 hari tuan tinggal di sini, apa tuan tidak merindukan keluargamu?” Ucap nur


“ Apa kau sedang mengusirku secara halus nur? Dengar nur aku tidak berpikir untuk kembali, jika kau tidak suka aku tinggal di sini, aku akan mencari tempat lain, tapi aku tidak akan pulang” ucapku


“ aku tidak bermaksud begitu tuan, namun alizza mengatakan jika kau tidak pulang secepatnya kau akan kehilangan sesuatu yang berharga, apa alizza ( bicara sendiri ) tuan alizza bilang amarah dan dukamu sudah hilang, sekarang kau bersinar terang, kau harus kembali atau kau akan menyesalinya”


“ Apa kau mengancamku?”


“ Bukan aku yang mengatakan, alizza yang mengatakan”


“ aigoo... Dengar alizza jika aku saja tidak percaya dengan keberadaanmu bagaimana aku akan percaya dengan ucapanmu”


“ Hahaha...” tawa nur dengan kencang


“ Kenapa kau tertawa nur?” tanyaku


“ Tuan kau tidak percaya pada keberadaan alizza tapi kau baru saja meminta alizza mendengarkanmu, kau itu lucu sekali”


“ hahaha... Aku tidak menyadarinya, sepertinya aku sudah tertular oleh mu nur”


“ Apa mausudmu tuan”


“ sekarang otaku sudah ikut-ikutan tidak waras sepertimu” Ucapku sambil tersenyum


“ Kenapa kau menyalahkan aku tuan, itu murni bukan kesalahanku” Ucap nur


“ nak aku sarankan kau turuti saran alizza, aku tau kau marah karna penghianatan tapi selain penghianat kau juga punya teman dan keluarga yang menyayangimu, kau tidak bisa menghukum mereka atas kesalahan penghianat itu, aku juga pernah di sakiti, aku melakukan semua yang ku bisa untuk membantu orang tapi aku tetap membantu orang meski terus di kecewakan, karna aku percaya yang kuasa maha mengetahui, aku percaya kebaikan yang kita berikan akan kembali pada kita dan membantu kita mencapai tujuan kita meski bukan dari orang yang sama, aku tidak bermaksud untuk mengusirmu, kau bisa datang kembali jika setelah kau pulang kau merasa pulau ini memberimu kebahagiaan lebih dari rumahmu, pulau ini dan kami akan menyambutmu dengan gembira” ucap pak yasa tiba-tiba muncul dari belakang


Setelah bicara seperti itu pa yasa membawa nur pergi meninggalkanku di kamar, aku berpikir selama berjam-jam dan akhirnya aku memutuskan untuk kembali, aku mengemas barang-barangku, berpamitan pada pak yasa dan nur kemudian pergi meninggalkan pulau itu, aku pergi ke negara y dengan kapal ferry yang ku sewa saat aku berangkat, saat aku mengembalikan kapal sewa itu seseorang memanggil namaku dari belakang


Aku pun menghampiri pria itu


“ Bagaimana kabarmu tuan? Apa kau datang untuk berlibur?” ucap pria itu


“ kabarku baik, maaf tapi aku tidak mengenalmu” ucapku


“ aku bisa mengerti jika kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu jadi aku tidak bisa mengabaikanmu, mari ikut aku, aku ingin mengajakmu ke jamuan makan malam di atas kapal” ucap pria itu


Aku tidak mengenal pria itu tapi aku mengikutinya dengan senang hati hingga masuk ke lestoran di atas kapal pesiar, di sana pesta besar tengah di adakan


“ hai teman-teman lihat siapa yang ku bawa” ucap pria itu


“ Tuan ghaisan” ucap mereka serentak dengan senyum bahagia


Aku terkejut karna mereka mengenalku, dan saling berebut untuk berjabat tangan denganku, aku merasa tidak ada satu pun dari mereka yang aku kenal.


“ Tuan aku tahu kau merasa terkejut, kami semua adalah para pengusaha yang sukses berkat dirimu” ucap seorang pria


“ Jika bukan karna beasiswa yang kau berikan kami tidak akan sesukses sekarang” ucap seorang wanita


“ apa kau tahu tuan, aku baru saja berpikir jika saja anda bisa ada di sini mungkin acara reoni kami akan sangat menyenangkan” ucap seseorang


“ dan kebetulan aku bertemu dengan beliau di luar, jadi aku mengajaknya kemari” ucap pria itu


Aku tidak menyangka bahwa yang di katakan pak yasa dan nur itu benar, kehangatan yang aku dapatkan dari mereka membangkitkan semangatku untuk terus berbuat kebaikan, dari mereka aku juga mengetahui kacaunya keadaan kota tanpa aku, dimulai dari listrik, air, dan matinya jaringan internet kota bahkan sampai ada demo warga menuntut agar aku kembali menduduki kursi pimpinan kota. salah satu dari mereka ternyata adalah teman inspektur jasir, saat jasir menelpon pada temannya itu aku pun ikut bicara pada inspektur jasir, aku terkejut melihat kehawatiran inspektur jasir terhadapku, inspektur jasir tidak memintaku kembali atau memberitahuku tentang kekacauan yang terjadi di kota, ia hanya memintaku untuk menjaga diri dan bersenag-senag.


Setelah acara selesai aku langsung pergi ke negara f, aku tiba di sana saat tengah malam, aku pun istirahat di hotel, keesokan harinya aku mulai menyusun kembali rencana hidupku, dimulai dari rencana menceraikan ayla, sampai rencana bisnis yang ingin ku lakukan saat kembali, aku mulai mengurus segalanya, berpindah dari satu negara ke negara lain hanya untuk memastikan rencana bisnisku berjalan dengan baik, tidak terasa sudah satu minggu aku meninggalkan kota, namun saat aku mendarat aku merasa dunia ini berguncang, aku bahkan tidak bisa berdiri dengan tegak, tidak lama kemudian semuanya menjadi gelap.