
Ghaisan bangun di pagi hari dan mendapati istrinya ayla tengah terlelap dalam pelukannya, ia memandangi wajah cantik istrinya, tidak lama kemudian ayla terbangun dan melihat ghaisan
“ pagi sayangku” Ucap ayla dengan lembut
“ pagi juga untukmu sayang, kenapa kau sudah terbagun sepagi ini bukankah biasanya kau tidak pernah bangun pagi” Ucap ghaisan
Ayla tersenyum kemudian melihat ke arah jam dinding, ayla terkejut melihat jam dinding menunjukan pukul 3:15 dini hari, karna biasanya ia tidak pernah bangun sepagi itu,
“ aku tidak tau kenapa aku bangun sepagi ini g, aku akan tidur lagi saja” ucap ayla sambil memeluk ghaisan
“ apa kau yakin kau akan tidur lagi?” tanya ghaisan
“ Memangnya kenapa?” tanya ayla balik
“ kita belum melakukan apa yang seharusnya di lakukan pengantin baru, malam pertama” bisik ghaisan
“ ini sudah pagi g” ucap ayla tersipu malu mendengar ucapan ghaisan,
“ hari masih gelap, itu artinya malam belum berlalu sayang” bisik ghaisan
“ Baiklah jika kau menginginkannya ayo kita lakukan” ucap ayla tersipu malu
Ghaisan mengangkat kepala ayla secara perlahan kemudian menciumnya dengan lembut, tangan ghaisam mulai menjajaki tubuh ayla hingga membuat ayla mendesah keenakan, setiap desahannya membuat gairah ghaisan semakin memuncak, dan mereka pun bercinta dengan panas selama 2jam lebih, setelah puas bercinta dengan ayla ghaisan pergi membasuh wajahnya, ia bersiap untuk pergi jogging
“terimakasih istriku sayang (mencium kening) aku akan pergi jogging, kau mau ikut?” tanya ghaisan sambil duduk disamping istrinya yang masih berbaring tanpa busana
“ Kau pergi sendiri saja tidak apa-apa kan! ” jawab ayla
“ Tidak masalah sayang, kau bisa kembali tidur jika kau mau” ucap ghaisan
“ tidak, aku akan pergi mandi kemudian menyiapkan sarapan untukmu” Ucap ayla
“ baiklah, terserah padamu saja ratuku (mengusap kepala ayla) aku pergi dulu” ucap ghaisan kemudian ia pun pergi jogging
Ayla bangkit dari tempat tidurnya, ia pergi mandi kemudian pergi ke dapur untuk membuat sarapan, saat tengah sibuk di dapur bel pintu berbunyi, ayla berlari dan membuka pintu dengan semangat karna berpikir ghaisan sudah kembali, namun saat membuka pintu sesosok pria berjas berdiri membelakangi pintu
“ maaf “ ucap ayla sambil memegang pundak pria itu
Pria itu pun berbalik dan melihat ke arah ayla sambil tersenyum
“ Kau!” Ucap ayla terkejut saat melihat haidar
“ aku minta maaf karna kemarin meninggalkan mu sendiri (menerobos masuk rumah) aku kembali menemuimu karna aku lupa memberi tahukan sesuatu padamu ayla” ucap haidar kemudian duduk begitu saja
Ayla mengikuti haidar dan duduk tepat di hadapan haidar
“ ayla, ghaisan bukan orang yang baik, dia seorang penjahat besar, dia sudah memiliki istri tapi berencana menikahimu, kau jangan tertipu olehnya” ucap haidar mencoba menghasut ayla agar membenci ghaisan
“ jika kau datang untuk menjelek-jelekkan ghaisan sebaiknya kau pergi, kau memang benar ghaisan memang memiliki seorang istri, dan aku lah istrinya” ucap ayla dengan yakin
“ Kau sudah menikah dengan ghaisan? (Terkejut) ayla kau akan menyesal, istri yang ku maksud bukanlah kau, kau akan menyesalinya jika kau tidak percaya padaku” ucap haidar, ia pun pergi dari sana dengan wajah kesal,
Ayla duduk termenung dan memikirkan ucapan haidar
“ aku tidak mengenal ghaisan dengan baik, aku terburu-buru menikah dengannya karna mencintainya, apa benar ghaisan sudah punya istri, apakah itu alasannya dia menolak menikah denganku sebelumnya, jika yang haidar katakan benar.... Apa yang harus aku lakukan”
Ghaisan melihat ayla duduk termenung setelah pulang ke rumah, ayla bahkan tidak menyadari kedatangannya, ghaisan mencium pipi ayla dan itu membuatnya tersadar
“ Kau sudah pulang?” ucap ayla terkejut
Ghaisan duduk di samping ayla dan memegang tangannya
“ apa yang kau pikirkan sayang?” tanya ghaisan
Ghaisan menyadari kebohongan ayla namun ia membiarkannya, ia berpikir mungkin ayla masih sedikit segan padanya
“karna kau sudah di sini aku tidak akan bingung lagi (senyum) kau mau sarapan apa?” tanya ayla dengan lembut
“apa pun yang istriku siapkan aku akan memakannya, sayang aku mau mandi dulu” ucap ghaisan sambil bangun dari tempat ia duduk
Ayla juga bangun kemudian memeluk lengan ghaisan
“ ayo aku akan menyiapkan baju untukmu dulu” ucap ayla dengan penuh semangat
Mereka pun masuk ke kamar bersama, ghaisan masuk kamar mandi dan di luar ayla menyiapkan baju untuk ghaisan kenakan
“ G bajumu sudah ku siapkan, aku menaruhnya di atas tempat tidur” ucap ayla dari luar
Ayla pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan yang belum selesai ia kerjakan, sementara di dalam kamar ghaisan ia memakai pakayan yang di siapkan, ia keluar dan menghampiri ayla, ia memeluk ayla dari belakang
“ g lepaskan aku, aku sedang membuat sarapan untukmu, jika kau memeluku seperti ini aku tidak bisa melakukan pekerjaanku” ucap ayla
“ Mau ku bantu sayang?” tanya ghaisan
“kau mau membantuku (menatap ghaisan) kalau begitu lepaskan pelukanmu (melepaskan tangan ghaisan) biarkan aku menyelesaikan tugasku oke!” ucap ayla mendorong ghaisan memaksanya duduk di kursi meja makan
Ayla kembali memasak dan ghaisan terus memperhatikan ayla, tidak lama kemudian ponsel ghaisan berdering, ghaisan bangun dan pergi ke ruang kerja untuk mengangkat telpon,
“ kenapa ghaisan pergi untuk mengangkat telpon, apa dia tidak bisa mengangkat telpon di hadapanku, aku ini kan istrinya” ucap ayla dalam hati,
Ayla yang curiga mengikuti ghaisan sampai ke ruang kerja
*pembicaraan di telpon
Ghaisan: hallo
Tuan aziz: tuan kapan kau akan memberi putraku pelajaran
Ghaisan: aku sudah melakukannya, kau tidak usah khawatir, aku akan mengurus masalah ini sendiri
Tuan aziz: dia menjadi pimpinan kota bekerja dengan damai dan masih hidup dengan tenang, dan kau bilang sudah melakukannya?
Ghaisan: kenapa kau terburu-buru, santai saja, pertunjukannya belum di mulai, oh ya apa kau sudah mengurus surat percerayanku,
Tuan aziz: aku tidak bisa melakukannya, ini sangat sulit bercerai tanpa sidang, bahkan bisa di bilang ini mustahil, mereka selalu saja menolak surat perpisahanmu
Ghaisan: biarkan saja di tolak, kau tidak perlu repot-repot mengirimnya lagi, masalahnya akan selesai dengan berjalannya waktu
Tuan aziz: bisakah kita bertemu hari ini tuan
Ghaisan: tentu, aku akan menemuimu setelah makan siang
telpon berakhir*
Ayla terkejut mendengar pembicaraan ghaisan, ia mulai berpikir yang tidak-tidak, sementara ghaisan yang keluar dari ruang kerjanya terkejut melihat ayla berdiri di depan pintu, ia berpikir apakah ayla mendengar pembicaraannya di telpon atau tidak
Ayla tersenyum
“ Sarapannya sudah siap, ayo makan” ucap ayla dengan lembut
Mendengar dan melihat ayla bicara dengan tenang ghaisan berpikir ayla tidak mendengar apapun, ghaisan dan ayla pun sarapan sambil saling memandang dengan tatapan heran satu sama lain, ayla mulai merasa curiga bahwa apa yang di katakan haidar itu benar, sementara ghaisan berpikir ada sesuatu yang ayla sembunyikan darinya, setelah selesai makan ghaisan pamit pada ayla untuk pergi bekerja , ayla pun mengantar ghaisan, saat ghaisan membuka pintu
“ ghaisan.... “ panggil seseorang wanita dari jauh, ia berjalan mendekati ghaisan dengan cepat sementara ghaisan mengambil langkah mundur untuk menghindarinya, ghaisan tersandung jatuh hingga terbaring di atas kursi dan wanita itu juga jatuh tepat di atas tubuh ghaisan
“ apa-apaan ini...