
Selesai makan ghaisan pamit pada ayla untuk pergi bekerja , ayla pun mengantar ghaisan, saat ghaisan membuka pintu
“ ghaisan.... “ panggil seseorang wanita dari jauh, ia berjalan mendekati ghaisan dengan cepat sementara ghaisan mengambil langkah mundur untuk menghindarinya, ghaisan tersandung jatuh hingga terbaring di atas kursi dan wanita itu juga jatuh tepat di atas tubuh ghaisan
“ apa-apaan ini, menyingkir dari atas tubuh suamiku” Ucap ayla dengan kasar sambil menarik wanita itu menjauhkannya dari ghaisan
“ Siapa kau berani mencampuri urusanku dengan priaku” tanya laila
Ayla yang tidak tahu siapa laila, ia berpikir bahwa mungkin wanita itu adalah istri pertama ghaisan yang haidar ceritakan, sementara laila marah karna tidak tahu bahwa wanita itu adalah ayla, selama ini laila tidak pernah ingin tahu seperti apa wajah ayla karna dia kesal dengan hilang ingatan ayla.
Ghaisan berdiri kemudian merapihkan pakayannya,
“ ghai apa dia istri barumu?, kenapa kau menikahhi wanita lain, dan itu pun tanpa memberi tahuku terlebih dahulu” tanya laila dengan nada marah
“ Siapa yang memberi tahumu?” tanya ghaisan
“ tentu saja fahimku, siapa lagi?” ucap laila
“ kemarilah cantik (menarik tangan laila dan membuatnya duduk) tenangkan dirimu dulu baru setelah itu kita bicara ok!” ucap ghaisan membujuk
Ayla menarik tangan ghaisan
“ G apa maksud kata-katanya itu, siapa wanita itu, oh,, jadi apa yang di katakan haidar tentang kau punya istri sebelum aku itu benar?” tanya ayla
Ghaisan terkejut mendengar kata-kata ayla, iya menyadari alasan ayla termenung di pagi hari, ghaisan memeluk ayla dan laila melemparinya dengan sandal
“ setelah menghianati istrimu kau berani memeluknya di hadapanku, lepaskan dia sekarang” ucap laila dengan nada tinggi
Ghaisan melepas pelukan dan memegang punggungnya yang sakit karna high heels laila
“ apa yang kau lakukan? Kenapa kau melempar high heels pada suamiku, dia jadi kesakitan karnamu, aku tidak akan memaafkanmu” ucap ayla dengan nada marah
“ aku tidak peduli? Dengar kau ( menunjukkan jari) jangan sebut ghaisan suamimu, jika kau berani mengulanginya aku tidak akan segan menyakitimu” ucap laila dengan marah
“Memangnya kenapa? Dia adalah suamiku, dan aku akan tetap memanggilnya begitu, aku bahkan memiliki hak penuh atas dirinya aku bisa menciumnya seperti ini (mencium bibir ghaisan dengan paksa) atau pun melakukan hal yang lain (senyum) kau mau berbuat apa?” ucap ayla menantang
“ kau berani mencium ghaiku, aku tidak akan mengampunimu” ucap laila
Laila dan ayla berjalan dan saling menantang satu sama lain, mereka pun mulai berkelahi ala wanita, jambak-jambakan, cubit-cubitan dan lain sebagainya
Ghaisan memegang kepalanya karna tidak tau harus berbuat apa
“ Sudah cukup hentikan perkelahian kalian” ucap ghaisan berdiri diantara mereka, saat ghaisan memeluk ayla dan berusaha menjauhkan mereka, laila justru menyerang gaisan, ia berusaha menyingkirkan ghaisan dari keributan itu,
“ghaisan jangan berani menyentuhnya di hadapanku” Ucap laila sambil menjambak rambut ghaisan
“ Beraninya kau menyakiti suamiku, aku tidak akan mengampunimu” ucap ayla, saat laila menjambak rambut ghaisan ayla menjambak rambut laila
Saat ghaisan memeluk laila dan berusaha memisahkan mereka ayla menarik tangan ghaisan
“ Ghaisan, berani sekali kau memeluk wanita lain di hadapanku” ucap ayla sambil menarik ghaisan
“ Jangan berani menyentuh ghaisan, dasar kau wanita ***” ucap laila sambil menarik tangan ayla yang memegang tangan ghaisan
Wanita yang tengah bertengkar sulit untuk di pisahkan oleh seorang pria, jika ada pria yang melakukan itu dia justru akan menjadi korban keganasan kedua wanita yang tengah bertengkar.
“ hahahaha....(tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut) baru kali ini aku melihat kegagalanmu ghaisan, kau selalu mampu menghadapi musuh-musuhmu tapi tidak bisa mengatasi dua wanita saja, haha...” ucap khritik yang muncul tiba-tiba
“ jika kau terus tertawa dan tidak membantuku, aku akan membuatmu kehilangan istrimu” ucap ghaisan yang tengah terdesak keadaan
Khritik menghela nafas kemudian memeluk laila menarik dan menjauhkannya dari ghaisan dan ayla, sementara ghaisan memeluk ayla dan menjauhkannya dari laila
“ kendalikan dirimu laila wanita yang g nikahi itu ayla” bisik khritik pada laila
“ kendalikan kemarahanmu ayla, dia itu kakakku” bisik ghaisan di waktu yang sama
“ apa?” teriak laila dan ayla kompak
Ayla dan laila menarik nafas dan merapihkan pakayan dan rambut mereka yang berantakan akibat perkelahian itu, mereka berdua tersenyum pada satu sama lain, mereka saling berjabat tangan kemudian berpelukan seolah tidak ada yang terjadi, ghaisan dan khritik menarik nafas lega melihat mereka berbaikan dan saling meminta maaf satu sama lain,
“ baiklah karna pertikayan kalian sudah selesai aku akan pergi bekerja” ucap ghaisan
“ Jangan so sibuk g, aku tau kau sudah jadi pengangguran” ucap laila dengan sedih
Ghaisan menghampiri laila dan memeluknya, laila pun menangis dalam pelukan ghaisan
“ Maafkan aku, aku tidak berada di sisimu untuk menopangmu saat kau terjatuh, maaf karna disaat kau kesulitan aku justru bersenang-senang di luar negri” ucap laila sambil menangis
“ku mohon hentikan tangisanmu itu, apa kau tidak lelah terus menangisi ghaisan, jangan lupa saat kau menangisinya ghaisan justru sedang menikah di sini” ucap khritik
“ Diam kau, kenapa kau tidak bisa membiarkanku menangis” ucap laila
“ laila dia sudah berjanji padaku tidak akan membiarkanmu menangis, selain itu rasa cintanya juga membuatnya menderita melihatmu menangis, sudahlah lagu pula semuanya sudah berlalu” ucap ghaisan
“kau tidak perlu khawatir (memehang pundak ghaisan) aku akan mengurus penghianat itu” ucap khritik
“ jangan lakukan apapun, dia memang sudah menikamku namun aku baik-baik saja, ingatlah tuan aziz sudah membantuku banyak” ucap ghaisan dengan sikap tenang
Laila melepaskan pelukannya,
“ G buka bajumu” pinta laila
Ghaisan membuka bajunya tanpa ragu dan laila pun menariknya ke ruang kerja, ia mengobati luka memar akibat high heels miliknya, setelah selesai mengobati lukanya mereka pun bicara, di luar ruang kerja ghaisan ayla yang hendak memberikan minum menghentikan langkahnya saat mendengar percakapan laila dan ghaisan tanpa mereka sadari
“ G apa kau sudah berhubungan badan dengan ayla?” tanya laila
“ tentu saja sudah”
“ apa terjadi sesuatu?” tanya laila
“ Apa maksud dari pertanyaanmu itu?” tanya ghaisan balik
“ G (memegang pistol ghaisan) ayo kita lakukan lagi” ucap laila sambil mengelus pistol ghaisan dengan lembut
“ Di sini? Tidak laila, aku takut ayla mengetahuimya” ucap ghaisan
“ Ayla harus di beri tahu g, ini penting bagimu dan juga bagi dirinya, aku tidak mau dia salah faham padaku” ucap laila
“ Aku akan memberi tahukannya tapi tidak sekarang, aku tidak ingin terburu-buru, berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya, lagi pula kami baru menikah meski dia yang memaksa menikahiku tapi aku masih sedikit ragu” ucap ghaisan sambil tersemyum
“ sepertinya aku pernah mendengar seseorang akan memceraikan istrinya, apa yang terjadi sekarang? Oh ya g kau tidak menikah karna ingin berceraikan!” ucap laila
“ Coba kau buka celanamu biarkan aku melakukannya, jangan hawatir ini tidak akan lama, hanya 15 menit saja cukup”
Ayla yang terkejut melihat apa yang di lakukan laila,
“aku tidak tau orang seperti apa yang aku nikahi, dan apa yang kau sembunyikan tapi apapun itu, aku tetap yakin pada penilayanku, jika kau berada di jalan yang salah cintaku akan membawamu ke jalan yang benar, itu adalah janjiku” ucap ayla dalam hati
Saat laila hendak membuka resleting celana ghaisan
“ghaisan....