For.get

For.get
Bertanya-tanya.



Saat laila hendak membuka resleting celana ghaisan


“ghaisan.... Suamiku” Ucap ayla sambil mendorong pintu yang setengah terbuka dengan tubuhnya dan menerobos masuk


Ghaisan yang terkejut langsung menyingkirkan tangan laila dari pistolnya, ia bangun dari tempat duduknya dan menghampiri ayla sambil tersenyum


“ Aku membawa minuman untuk mu” Ucap ayla dengan lembut


“ Kenapa kau repot-repot sayang (memegang lengan ayla dengan kedua tangannya) aku harus pergi sekarang semua orang pasti sudah menungguku” Ucap ghaisan


“ G apa aku boleh ikut denganmu?” Tanya laila berjalan mendekati


“ sayang aku juga ingin ikut, aku ingin tahu apa yang tengah suamiku kerjakan di luar rumah” ucap ayla sambil tersenyum


“ Baiklah kalian berdua boleh ikut” ucap ghaisan


Ghaisan pun pergi bersama ayla, laila dan juga khritik namun ghaisan mengambil jalan berbeda di persimpangan, ghaisan membawa ayla dan laila ke sebuah butik yang terkenal di kota, karna ghaisan tidak nyaman melihat penampilan ayla yang selalu memakai celana pendek dan kemeja miliknya, pelayan toko menyapa ghaisan dengan ramah, namun menatap ayla dengan tatapan aneh, ghaisan yang menyadari hal itu langsung merangkul ayla


“nona tolong bawakan baju yang cantik untuk istriku, aku tidak mau pria lain melihatnya memakai kemeja dan celanaku, karna dia terlihat menawan memakai semua itu” ucap ghaisan sambil menatap ayla


Ayla tersipu malu mendengar perkataan ghaisan dan memeluk ghaisan tanpa ragu, pelayan toko tersenyum melihat kebahagiaan ghaisan dan ayla, sementara laila wajahnya justru terlihat khawatir, ia merasa takut ghaisan akan terluka lagi karna ayla.


Ayla dan ghaisan berkeliling toko melihat-lihat semua pakayan yang ada, laila pergi dan kembali ke mobil tanpa mereka sadadari


Ayla pergi ke ruang ganti untuk mencoba pakayan yang ia pilih dan ghaisan pun mengikutinya masuk ke dalam


“ g aku mau mencoba pakayan dulu, sebaiknya kau tunggu di luar” ucap ayla sambil berusaha mendorong ghaisan keluar, namun ghaisan menarik tangan ayla dan membuatnya jatuh dalam pelukannya,


“ memangnya kenapa? Aku akan membantumu memilih baju yang cocok, kau tidak perlu malu begitu aku ini kan suamimu” bisik ghaisan sambil memeluk ayla


Setelah beberapa lama ayla punenemukan pakayan yang ia sukai dan ghaisan juga menyukainya, mereka keluar dari ruang ganti bersama dan melihat sekeliling, mereka mencari laila yang tiba-tiba hilang dari pandangan mata mereka, ghaisan pun mengambil ponselnya berinisiatif untuk menelpon laila namun ia mendapati laila mengiriminya pesan yang menyatakan bahwa laila akan menunggu di dalam mobil, mereka langsung pergi setelah membayar pakayan itu.


Ghaisan mengendarai mobilnya dengan cepat ke arah gedung tua yang terletak di belakang bukit, setibanya di sana ada sekitar 100 orang yang telah menunggu kedatangan ghaisan tepat di depan gerbang termasuk fahim, khritik, dan alexa


“ Kenapa kalian semua menunggu di luar, mari masuk” ucap ghaisan


Semua orang saling berdorongan hanya ingin melihat ghaisan dan sekedar berjabat tangan, ayla sedikit terkejut melihat alexa di sana namun ia merasa senang, ghaisan berdiri di atas podium, fahim dan alexa duduk di kursi diatas stage tepat di samping podium sementara ayla dan laila duduk bersama yang lain di kursi audiens dalam ruangan auditorium yang sangat besar,


“ hallo teman-teman semua, di hari yang cerah ini aku senang bisa berjumpa dengan kalian semua, ada begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak kalian kenapa aku mengundurkan diri dari posisiku sebagai pimpinan kota, perwakilan siswa yang biasanya mendapat beasiswa menanyakan tentang kelanjutan sekolah kalian, dan untuk para guru beserta staf pemerintah menanyakan pembayaran gajih yang hanya setengah dari yang biasanya kalian dapatkan, aku juga akan menjelaskan hal itu, hari ini aku mengumpulkan kalian semua disini untuk memberikan jawaban atas pertanyaan kalian, yang pertama untuk para murid beasiswa kalian tidak perlu hawatir karna pendidikan kalian tidak akan berhenti sampai di sini, aku dan dan beberapa pengusaha sudah menjalin kerja sama untuk membangun sebuah sekolah geratis dengan perlengkapan dan pengajaran yang lengkap, dan untuk lebih ditailnya kalian bisa berbincang dengan nona alexa, dia yang akan mengurus segalanya, untuk para guru dan staf aku minta maaf karna aku tidak bisa berbuat apapun untuk kalian, karna aku tidak bisa melakukan apapun untuk menyelesaikan masalah kalian” ucap ghaisan


“ perlu untuk kalian ketahui selama ini yang menggajih kalian semua adalah aku, jika kalian masih ingin bekerja maka tinggalkan tempat ini sekarang juga” ucap haidar yang tiba-tiba muncul


Ghaisan turun kemudian menarik haidar ke belakang stage


“ Haidar hentikan pertikayan kita cukup sampai di sini, aku tidak tahu apa kesalahanku padamu hingga kau menghianatiku seperti ini” ucap ghaisan


“ kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, g kau selalu saja merebut semua miliku, pertama ayah dan ibuku, sekarang gara-gara kau hazel pergi jauh dariku” ucap haidar dengan kesal


“ Aku tidak pernah berniat menyakitimu, jika kau terluka aku minta maaf padamu, aku bahkan siap untuk meminta maaf di hadapan publik, yang penting kita bisa berteman pagi seperti dulu” ucap ghaisan


“ berteman lagi dengan dirimu, maaf tapi aku tidak berminat, dengar g, aku akan merebut semua milikmu sekarang, lihat saja nanti” ucap haidar kemudian pergi,


“ kenapa kau begitu keras kepala haidar” ucap ghaisan bicara sendiri


Di sisi lain fahim membubarkan orang-orang dalam auditorium tanpa terkecuali, ayla yang heran dengan permusuhan ghaisan bertanya pada fahim


“ Fahim apa yang terjadi, kenapa haidar dan ghaisan bisa bertengkar seperti ini?”


“ aku juga tidak tau pasti kakak ipar, tapi kha g pasti merasa sedih sekarang, haidar bukan hanya sekedar teman, namun juga sudah seperti sodara bagi kakak” ucap fahim


“ Semua ini gara-gara wanita itu” Ucap alexa


“ Wanita siapa alexa?” tanya ayla penasaran


“ aku tidak sengaja melihat haidar menyatakan cinta pada seorang wanita, namun wanita itu menolaknya, dia bilang kalau haidar mengembalikan kabatan pimpinan kota pada kha g dia akan menerima cintanya” ucap alexa menjelaskan


“ Siapa wanita itu?” tanya fahim


“ Hazel, aku yakin wanita itu pasti dia” ucap ayla dengan yakin


“Hazel ? Tidak mungkin itu dia, aku rau betul bahwa hazel, kakak, dan haidar adalah sahabat baik, pasti ada sesuatu yang terjadi, apapun itu aku akan mencari tahu” ucap fahim


“ apa yang tengah kalian bicarakan?” tanya ghaisan yang menghampiri


“ g kau baik-baik saja (menyentuh lembut pipi ghaisan dengan satu tangan), g dengar biarkan khritik mengurusnya, aku mohon” ucap laila


Meski tahu bahwa laila adalah kakanya ghaisan, ayla tidak bisa menghindari rasa cemburu dalam hatinya, namun ia hanya bisa mengepalkan tangannya melihat cara laila menghibur ghaisan dengan mesra,