
Aku menarik fahim masuk ke ruang kerja
“ Kakak kau akan pergi ke mana?”
“ Fahim dengarkan aku, untuk sementara ini menginaplah di wilayah kaki bukit, ajak alexa bersamamu, aku sudah menyewa satu rumah di sana, kemasi barang-barangmu dan ikutlah bersama pengawal, mereka akan mengantarmu ke sana, para pelayan kita adalah warga kaki bukit, jika kau kesulitan kau bisa meminta bantuan dari mereka” Ucapku
“ Tapi untuk apa kak, apa ada masalah yang terjadi” Tanya fahim
“ Kau ingin tinggal denganku kan! Sebenarnya aku ingin kau belajar hidup sederhana, meski sejujurnya aku tidak yakin kau...
“ Aku bisa melakukan kak, jangan meremehkanku, aku tidak akan meminta bantuan pada pelayan, jika kau tidak percaya kau bisa mengutus pengawal untuk mengawasiku”
“ aku memang akan melakukan itu, fahim jaga dirimu” ucapku sambil memeluk
Kami pun berpelukan
“ Jaga dirimu baik-baik kakak, aku akan merindukanmu” ucap fahim sambil memeluku
Kami melepas pelukan
“ Kakak, katakan padaku kau akan pergi ke mana?”
“aku akan pergi ke negara j, ada pekerjaan yang harus ku selesaikan di sana”
“ berapa lama?”
“ aku belum tau pasti, bisa 1 minggu atau mungkin 1 bulan”
Kami kemudian keluar bersama, aku pergi ke kamar untuk mengambil koper yang hendak ku bawa lalu kembali ke ruang tamu,
“ Alexa, aku pergi dulu, jika fahim membuat masalah kau pukul saja dia” ucapku sambil tersenyum
“ia kha, hati-hati di jalan kha g” ucap alexa sambil tersenyum
“ mari aku bawa kopernya tuan” ucap nizar
Nizar membawa koperku ke mobil dan kami pun berangkat.
‘Pernah kah kau merasa tersakiti hingga jauh ke dalam hatimu, itu lah yang kini ku rasakan, rasanya hidup ini sudah tiada gunanya lagi, pikiran untuk mengakhiri hidup terlintas di benakku, namun aku tahu pasti itu tidak akan menyelesaikan masalah, aku merasa sudah berbuat banyak untuk kota, namun orang kepercayaanku justru menjadi musuh dalam selimut, hilang sudah semua rasa percayaku.
cinta! Aku bahkan tidak bisa mendapatkan rasa itu dari istriku sendiri, akal sehatku berseteru dengan hati yang patah karna penghianatan.’
“ tuan kita sudah sampai di negara j, maaf sebelumnya tuan apa tuan baik-baik saja” ucap nizar
“ aku baik-baik saja, aku hanya terlalu banyak memikirkan pekerjaan jadi pikiranku melayang kemana-mana, oh ya! Kau tidak usah mengikutiku, aku akan langsung ke kantor cabang, kau bisa langsung pulang” ucapku sambil berjalan hendak turun dari pesawat
“ baiklah kalau begitu tuan, ini barang anda ( menyerahkan koper) jika pekerjaan anda sudah selesai segera hubungi aku, aku akan datang menjemput tuan” ucapnya
Aku hanya menganggukan kepala, aku pergi dari tempat pendaratan menuju ke luar bandara, dari bandara aku naik taksi menuju stasiun, aku meninggalkan negara j dan pergi ke negara y menggunakan kereta api, dari negara y aku menyebrang ke pulau terpencil yang indah dengan menyewa sebuah kapal ferry , pulau itu adalah kampung halaman nenek rania, tempat ini menjadi saksi bisu kisah cinta nenek rania dan kakek mahrus, tempat ini jarang di datangi orang bahkan tidak tercatat di peta, hanya sedikit orang yang mengetahui tempat ini, meski begitu setiap bulan ada satu kapal yang datang dari kota ke pulau ini hanya untuk mengirim pasokan makanan bagi penduduk setempat.
Aku masuk ke pulau itu, berjalan menuju pemukiman warga, aku merasa ada seseorang yang mengikutiku, aku berjalan sambil melihat ke belakang berkali-kali namun aku tidak melihat siapapun, Aku berjalan terus hingga bertemu dengan seorang penduduk
“Permisi tuan apakah kau tahu di mana rumah kepala suku” tanyaku
“ kau berjalan ke kanan sampai rumah itu (menunjuk salah satu rumah) kemudian belok ke kiri, di sana rumahnya” ucap pria tua itu
“ baiklah, terimakasih tuan” ucapku
Aku berjalan dengan mengikuti petunjuk arah yang diberikan kepadaku, saat tiba di persimpangan aku melihat seorang wanita berjalan dari arah yang berlawanan
“ hei kenapa kau mengikuti pria itu apa kau tidak punya pekerjaan lain” ucapnya
“ benarkah, pria itu? Itu sebabnya kau mengikutinya?”
Tiba-tiba seseorang menepuk pundaku,
“ dia adalah nur, dia memiliki kemampuan untuk bicara dengan mahluk halus” ucap seorang pria tua yang tiba-tiba muncul dan berdiri di sampingku
“ namaku yasa, aku kepala suku di sini, mari ikut denganku(merangkulku) nur mari pulang” ucap pak yasa
Aku pun mengikutinya sampai di rumah, di sana kami berbincang
“ kakek dia seorang tuan muda yang tengah terluka” ucap nur
“ aku baik-baik saja nur, tapi bagaimana kau bisa tahu aku seorang tuan muda?” Ucapku
“Alizza yang memberi tahu, dia bilang kau harus kembali atau kau akan kehilangan hal berharga yang kau miliki” ucap nur
“ Alizza?”
“ Alizza itu mahluk halus yang mengikutimu” Ucap pak yasa
“ kenapa dia mengikutiku?” tanyaku penasaran
“ karna kau bersinar terang, namun hatimu berwarna kelabu, tuan kau seperti tuan mahanta” ucap nur
“ kau mengenal tuan mahanta?” tanyaku
“ Apa kau juga mengenalnya?” tanya pak yasa
“ tentu, dia dulu adalah seorang presiden, dia di turunkan jabatannya karna isu yang tidak benar, aku pernah membantunya sedikit” ucapku
“ kau yang bernama ghaisan?” tanya pak yasa
“ Ya aku ghaisan, tapi bagaimana anda tahu? ” ucapku
“ mahanta yang memberi tahu kami, kau lah yang membantunya bebas dari penjara” ucap tuan yasa
“ tuan mahanta tinggal di kota yang sama denganku lalu bagaimana ia bisa sampai kemari?” ucapku
“Mahanta adalah ayah dari Alizza, ia mengirim putrinya saat ia terlibat konflik politik, istrinya meninggal dalam konflik politik itu, alizza adalah anak yang ceria saat pertama ia datang kemari, namun keceriaannya menghilang saat ia mendengar kabar kematian ibunya dan kabar ayahnya yang dimasukan ke penjara, ia baru tersenyum lagi saat ia mendapat kabar ayahnya bebas dan akan segera menemuinya, namun ia meninggal sebelum ia bisa bertemu dengan ayahnya” Ucap tuan yasa
“ bagaimana itu bisa terjadi? Apa alizza sakit?” tanyaku
“ kejadiannya terjadi 8thn lalu, usia alizza saat itu 17thn, ia di perkosa oleh salah seorang pemuda hingga tewas, saat itu tempat ini mulai diketahui dan ramai di kunjungi, ada yang datang untuk tinggal dan ada juga yang datang hanya untuk bersenang-senang, namun keramayan itu berubah menjadi hening kembali setelah alizza tewas, arwahnya gentayangan dan membuat semua orang ketakutan, arwah alizza selalu merasuk dalam tubuh manusia yang datang, hingga membuat orang itu menyakiti dirinya sendiri, sejak saat itu pembacaan kitab suci di lakukan di mana-mana untuk membuat arwah alizza tenang, namun tidak ada gunanya, warga tidak bisa tidur, makan, dan hidup dengan tenang, sebagian warga yang ketakutan meninggalkan tempat ini dan pergi ke negara y, namun beberapa yang memasrahkan hidupnya tetap bertahan” ucap pak yasa
“ Saat aku datang aku terkejut karna pembacaan ayat suci menggema di mana-mana, hingga akhirnya aku bertemu dengan arwah alizza, aku membantu arwahnya untuk menghilangkan aura pembalasan dendam yang membara, setelah itu dia baru bisa tenang, dia tidak pernah lagi merasuki penduduk, meski begitu arwah alizza masih tetap merasuki tubuh para pendatang dan membuat mereka enggan datang kemari lagi, tuan adalah satu-satunya orang yang tidak di ganggu olehnya” ucap nur
“ Kenapa dia tidak merasukiku?” tanyaku
“ kau memiliki aura putih, meski dia ingin dan kau mengizinkan dia tidak akan bisa merasukki tubuhmu” ucap nur
“ hanya orang-orang yang baik dan berhati tulus yang memiliki aura putih” ucap pak yasa
“ aku tidak mengerti tentang hal-hal seperti itu, bahkan sebenarnya aku tidak percaya dengan apa yang tidak ku lihat” ucapku
“ ya itu bisa di maklumi, masalah ghaib tergantung pada kepercayaan, karna ini tidak bisa di jelaskan secara ilmiah, percaya atau tidak, makhluk halus itu ada” ucap nur
Aku meminta izin pak yasa untuk tinggal di pulau, namun tidak hanya memberi izin beliau bahkan memberiku kamar di rumahnya, aku tidak pernah percaya pada hal-hal yang tidak bisa ku lihat namun tanpa ku sadari aku mulai ikut-ikutan dengan sikap nur yang suka bicara dengan arwah alizza, aku melupakan beban berat yang ku pikul di pundaku, rasa sakit hati dan amarahku hilang hanya dalam hitungan hari.