For.get

For.get
bingung? part 2



Saat tengah berkeliling aku melihat seorang pria menaiki tower tempat penampungan air, aku berjalan mendekatinya, semakin dekat aku merasa sepertinya wajahnya tidak asing bagiku.


“ Pria itu ... Pria yang berdiri di depan taksiku”


Aku berlari sekencang yang aku bisa, mendaki tower secepat yang aku bisa, setelah tiba di atas aku menarik pria itu saat pria itu hendak masuk ke dalam tangki air yang berukuran sangat besar, aku menahan badan pria itu dengan lututku saat iya jatuh terbaring di lantai, tatapan pria itu terlihat kosong hingga saat aku hendak memukulnya tanganku yang mengepal terhenti sebelum menyentuh wajahnya


“ Kau mau membunuhku, aku akan sangat berterimakasih padamu jika kau melakukannya” Ucapnya sambil tersenyum


“ kau pria yang duduk di sampingku saat di pesawat bukan?, kenapa kau sangat ingin mati?” tanyaku penasaran


Pria itu hanya diamembisu,


“Ceritakan padaku apa masalah yang menimpamu, mungkin aku bisa membantumu” ucapku sambil melepaskan dia dan duduk di sampingnya,


Pria itu juga bangun, kemudian duduk bersamaku


“ Aku lelah dijadikan alasan dari sebuah konspirasi besar, aku tidak bisa berbuat apapun untuk membantu kakaku, kehadiranku hanya mempersulit dirinya, lebih baik aku tiada” ucapnya sambil menitihkan air mata


“ apa maksudmu?, jujur saja aku sedikit bingung?” tanyaku


“ paman merebut rumah kakak, dia melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perusahaannya juga, dia menggunakan aku sebagai alasan untuk mewujudkan keinginanya, dia selalu mengatakan, semua yang dia lakukan hanya untuk aku, untuk menjamin masa depanku, dia membuat sebuah konspirasi besar, dan hanya kakak yang bisa menghenatikannya, tapi aku tidak bisa meyakinkan kakak, kakak tidak percaya padaku, aku dengar paman sudah menemukan kekasih kakak, dia berniat untuk mencelakai wanita itu, aku tidak bisa menyelamatkannya, karna hanya kakak dan paman yang sudah melihat wajahnya, aku kuliah di luar negri, tempat dimana dia tinggal, tapi aku tidak bisa menemukan kucing liar itu, karna aku tidal tahu wajahnya saat ini, aku hanya memiliki foto masa kecil kami, jika aku tiada kakak akan bisa hidup bahagia dengan kekasihnya” jawabnya


“ Kau sudah beritahu kakakmu bahwa kekasihnya dalam bahaya” tanyaku lagi


“ Bagaimana caranya, dia sedang pergi ke luar negri dan belum kembali, aku bahkan tidak tau kapan dia kembali”


“ aku akan membantumu bicara dengan kakakmu, tunggu dulu, jadi waktu itu kau menghadang mobil untuk bunuh diri?” Tanyaku Penasaran


“ya aku memang mencoba bunuh diri saat itu, bukan hanya satu kali tapi sudah berkali-kali aku mencoba bunuh diri, aku sudah menyayat tanganku tapi seseorang menyelamatkanku dan membawaku kerumah sakit, aku mencoba menggantung diriku sendiri, tapi orang-orang Paman mencegahku, Aku sudah akan mati saat aku menabrakan diri ke mobil tapi mobil itu Justru malah berbelok dan mengalami kecelakaan dan sekarang saat aku masuk ke dalam air kau mencegahnya, Aku hanya ingin matikan, tapi kenapa semua orang selalu saja mencegahku, saat aku hendak melompat dari gedung orang-orang paman menyediakan kasur dibawah, kenapa mati saja begitu sulit” ucapnya sambil menangis dan menyenderkan kepalanya padaku


Aku membiarkan pria itu menyandarkan kepalanya di pundaku, entah sudah berapa lama waktu berlalu, pundaku mulai terasa pegal


“ Nona siapa namamu?” tanyanya


“Rashiqa”


“ Nama yang cantik secantik orangnya”


“ Apa kau sedang merayuku”


“ Maafkan aku nona, mulutku ini sudah keterlaluan,” ucapnya sambil memukul mulutnya perlahan


“ Lupakan, ayo turun, malam semakin larut, aku akan mengantarmu pulang”


Aku mengantar pria itu pulang ke rumahnya, dia punya rumah yang sangat besar seperti istana, jika dilihat dari pakaiannya dia tidak seperti orang kaya, tapi saat melihat dia masuk rumah dengan disambut 12 pelayan wanita, aku mengerti dia bukan orang biasa, aku pikir aku memiliki masalah yang besar, tapi saat bertemu dengannya, mendengarkan kelukesahnya, aku merasa masalahku bukan apa-apa, keesokan harinya, waktu berjalan seperti biasa, aku pergi ke pasar di pagi hari, istirahat di rumah saat siang dan sore harinya aku berjualan di pasar sore,


“ Fahim hayatuna” Pria itu datang sambil menyebutkan namanya, pria yang sama yang kutemui di pesawat, pria yang berdiri di depan taksi yang membuatku kecelakaan, pria yang sama yang kutemui saat hendak bunuh diri kemarin malam, dia datang dengan pakaian yang berbeda, pria yang sebelumnya kulihat hanya memakai celana hitam panjang dengan atasan kaus, hari ini dia datang dengan mengenakan celana hitam panjang yang sama, namun atasannya kemeja, dan juga kacamata, penampilannya mengingatkanku pada diriku, karna saat sedang belajar aku juga memakai kaca mata, dia membuka kancing kemejanya dan mengeluarkan kemejanya dari dalam celananya, dia membantuku berjualan sore ini, dia juga menceritakan tentang kakaknya, mendengarnya bicara tentang kakaknya aku tau, dia sangat menyayangi kakanya, namun entah kenapa, aku merasa dari ceritanya aku mengenal kakaknya itu, selain itu dia juga mengantarku pulang, saat tiba di rumah aku melihat nenek dan kakek sedang duduk bersama di ruang makan dengan cemas, aku pun menghampiri mereka


“kek, nek, ada apa? Kenapa kalian terlihat cemas” tanyaku


“ Bagaimana tidak cemas, sudah dua hari tuan ghaisan tidak makan” ucap nenek


“ Aku mengantarkan makanan tiga kali sehari, tapi setiap mengantar makanan, makanannya masih utuh belum tersentuh sedikitpun, aku jadi merasa kesal tapi aku juga merasa cemas, ayla coba kau bicara dengannya” ucap kakek


“ Ah...aku malas kek, kakek saja yang bicara dengannya, siapa tau dia tidak makan karna makanan yang kakek bawa tidak sesuai seleranya, jangan mencemaskan pria tidak jelas itu kek, nek itu hanya membuang waktu ” ucapku sambil berjalan ke kamarku


Keesokan harinya


“ Ada apa kek?, dia tidak makan lagi?” tanya nenek sambil berjalan mendekati kakek


Kakek mengabaikan nenek dan berjalan mendekatiku


“ Rasiqa kau meminta kakek bicara padanya, jadi kakek bicara padanya, dia bilang dia ingin makan ayam goreng buatanmu” ucap kakek padaku


“ baiklah ke aku akan menggoreng ayam untuknya” ucapku sambil masuk ke dalam rumah


Saat sedang menggoreng ayam di dapur kakek menghampiriku


“sekalian kau buatkan juga sayur kacang merah, itu baik untuknya” ucap kakek meminta dengan lembut dan kemudian duduk di meja makan


Setelah aku menyelesaikan masakanku, aku memasukannya dalam rantang dan menaruhnya di meja makan, tepat di hadapan kakek


“ makanannya sudah siap kek,” ucapku dengan lembut


Kakek memegang tanganku dan mengatakan


“rasiqa lutut kakek terasa sakit, bisakah kau antarkan makanan ini padanya” ucap kakek dengan lembut dan wajah memelas


“ baiklah kek, aku akan mengantarkan makanan ini, kakek tidak usah khawatir, aku akan pastikan kali ini dia akan menghabiskan makanannya, kakek istirahat saja di kamar bersama nenek” ucapku sambil tersenyum


Aku tersenyum di hadapan kakek tapi hatiku memberontak, aku berjalan dengan malas, kaki ini terasa berat untuk melangkah


“ hai cantik” ucap fahim


Aku terkejut melihatnya tiba-tiba muncul di belakangku, tapi aku tidak mengatakan apapun,


“ kenapa wajahmu lemas begitu, apa ada masalah, aku bisa membantumu” ucapnya dengan lembut


Aku jadi bersemangat karna ucapan fahim, seketika aku dapat ide cemerlang


“ Fahim kau bantu aku ya!, aku harus mengantar makanan ini pada seseorang, dia tinggal di gubuk itu” ucapku dengan lembut sambil menunjuk ke gubuk,


“ Baiklah aku akan mengantarnya untukmu, kau tunggu di sini, jangan pulang dulu” ucap fahim


Aku memberikan rantang berisi makanan pada fahim untuk diberikan pada ghaisan, sementara aku duduk di bawah pohon di kebun, diapun pergi mengantarkan makanan itu, tidak lama kemudian aku mendengar suara gaduh, rasa penasaranku membuatku melihat asal suara itu, aku melihat fahim menitihkan air mata di hadapan ghaisan


“ kenapa kakak berbohong padaku?” tanya fahim berkali-kali sambil menitihkan air mata namun ghaisan mengabaikannya, dan bersikap tenang seperti biasanya


“Ghaisan kakaknya fahim, pantas aku merasa tidak asing saat fahim bercerita tentang kakanya, sekarang aku harus apa, haruskah ku dekati mereka atau ku perhatikan dari sini saja dulu” ucapku dalam hati sambil mendengarkan percakapan mereka


“ pulanglah, tempatmu bukan denganku” ucap ghaisan


“ Tidak kak, kenapa kau selalu saja menjauhkan diri dariku, kenapa kau terus saja menghindariku, kakak aku mohon padamu, penuhi keinginanku, sejak aku kecil bahkan sampai kemarin kau selalu memenuhi keingjnanku, kenapa kali ini tidak, kak balas semua perbuatan paman dan bi....


Ghaisan menampar fahim sebelum iya menyelesaikan ucapannya


“ sudah beberapa kali ku bilang padamu, kau sudah salah paham pada ibu dan ayahmu, pulanglah jangan temui aku bila kau hanya mengatakan hal yang sama” Ucap ghaisan dengan tegas


“Ghaisan bersikap kasar pada adiknya sendiri dan itu membuatku terkejut, kenapa ghaisan,, kau baik pada semua orang, tapi tidak padaku dan pada adikmu, apa yang ada dalam hatimu itu ....


Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku, untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru, untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍