
Aku ingin berganti pakayan, namun saat aku melihat jam tangan, aku sadar sudah membuatnya menunggu lama, jika aku berganti pakayan akan membuatnya menunggu lebih lama lagi, mungkin ayla akan merasa bosan, aku pun memutuskan untuk tetap memakai pakayan itu, aku keluar dari kamar kemudian berjalan keluar rumah, melihat wajah ayla sepertinya aku akan di kritik olehnya
“apa kau akan memakai pakaian ini?” tanya ayla
“ ada masalah?” tanyaku, aku tau masalahnya tapi aku tetap bertanya seperti orang bodoh
“ tidak “ jawabnya
“ Entah kenapa aku berharap ayla akan mengatakan aku memakai baju yang salah, dengan begitu aku bisa memiliki alasan untuk mengajaknya ke kamar dan memilihkan pakayan untukku hehehe..., tapi sudahlah...” ucapku dalam hati
hari yang cerah untuk berkendara, aku senang melihatnya ada di sampingku, wajah cantiknya terlihat bersinar di mataku kala ia tersenyum, sesekali dia melirik ke arahku, namun aku berkali-kali melihat ke arahnya, mau bagai mana lagi mataku ini tidak bisa mengabaykan pemandangan indah yang ada di sampingku, setiap kali aku melirik tubuh seksinya, wajah cantiknya, aku merasa bersemangat, rasanya aku ingim memakannya,
“ astaga ghaisan, apa yang kau pikirkan, sebenarnya apa yang terjadi pada mu, sebelumnya kau tidak pernah begitu tertarik pada seorang wanita hingga seperti ini, itu memang benar, bahkan aku tidak pernah merasakan hal ini pada siapapun, meski orang mengatakan tubuh laila indah seperti gitar sepanyol, meski orang mengatakan hana secantik bidadari, tapi bagiku mereka biasa saja, tidak... kau tidak boleh berpikir liar seperti ini, tunggu dulu! Bukankah ayla itu istriku, aku melaksanakan tugasku sebagai suami untuk melindunginya, meski ia menganggapku seperti orang asing jadi tidak masalah jika aku berpikir liar tentangnya, ayla bisakah aku berharap kita akan selalu bersama selamanya, tapi dapatkah kau menerima kekuranganku ini, karna aku merasa tidak cukup pantas untuk bersamamu” gulatan dalam hatiku
Aku mengurangi kecepatan mobil saat tiba di Mall kota, aku keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untuk ayla, ku ulurkan tanganku dan ia pun menggenggam tanganku dan keluar dari mobil, aku menaruh tangannya di lenganku,
“ izinkan aku berjalan sambil menggandengmu seperti ini sayang” ucapku dalam hati
“ apa kau tau ayla, tempat ini yang terbaik di kota untuk melepas penat” Ucapku
Ayla hanya tersenyum menanggapi ucapanku,
Kami masuk ke dalam mall, seperti biasa orang-orang tersenyum padaku, menyapa dan ada juga yang mendekat untuk sekedar berjabat tangan denganku, aku sudah terbiasa dengan ini, namun aku tidak tahu dengan ayla, aku takut ayla akan merasa tidak nyaman.
“ G apa semua orang selalu seperti ini padamu “ Tanya ayla
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapannya,
“sepertinya ayla merasa tidak nyaman dengan semua ini, aku harus bisa mengubah suasana dan membuatnya nyaman” ucapku dalam hati
Aku merangkul ayla dan kami masuk ke gedung bioskop,
“ G aku ingin nonton film yang penontonnya selalu penuh” Ucap ayla
“ apa kau ingin menonton berdua saja? “ aku bertanya karna wanita selalu menyukai hal yang romantis dan menurutku ini adalah salah satunya
“ nonton film berdua itu tidak menyenangkan G “ jawab ayla
Aku pikir ayla akan mengatakan ia, tapi ternyata tidak, aku merekomendasikan film yang tengah populer di kalangan remaja , dan ia pun setuju untuk menonton film itu, kami membeli tiket, popcorn, berserta minumnya, kami masuk ke dalam ruangan nonton, kami duduk di kursi yang sudah ia pilih, kami menonton film yang berjudul ‘ cinta dan benci yang kurasa’ aku pernah membaca novelnya dan menurutku kisahnya sangat menarik, novel ini bahkah mendatangkan berjuta-juta pembaca, tidak heran saat kisah dari novel online ini di filmkan penontonnya langsung membludak membanjiri bioskop, selama filmnya di putar aku hanya memperhatikan ayla, dia terlihat hanyut dalam cerita film itu, dia tersenyum saat momen romantis, ia tertawa saat adegan komedi dan menitihkan air mata di momen menyedihkan, melihatnya seperti itu menghilangkan semua penat dan letihku, film selesai dan kami pun keluar, kami berjalan-jalan mengelilingi mall
“Arnaf dan maya saling mencintai, kenapa takdir begitu kejam pada mereka, cinta mereka yang tulus ternoda oleh kebencian yang berasal dari kesalah fahaman” ucapnya mengkritik film yang baru saja kami tonton
“ Sebuah kisah cinta tidak akan menarik jika tanpa rintangan ayla” ucapku
Saat kami melintasi arena bermain, aku menghentikan langkahku di arena permainan ice skating, sesuai dugaanku ayla pasti akan tertarik pada arena ini, dan benar saja pandangan matanya tidak bisa menipuku
“ Kau ingin main ice skating?” aku bertanya padanya
“ Aku ingin tapi aku tidak pernah mencobanya, lagi pula aku tidak bisa bermain” jawabnya
“ayo kita main aku akan mengajarimu, selalu ada yang pertama untuk segalanya, kau harus melakukannya jika kau memang menginginkannya” Ucapku, aku teringat saat kami masih kecil ayla pernah memintaku mengajarinya main ice skating jika sudah dewasa, dan aku berjanji akan melakukannya, aku mengajaknya bermain untuk menepati janji itu.
Aku menarik ayla masuk dalam arena itu, dia mengikutiku dengan senyum bahagia, kami memilih sepatu yang akan kami kenakan, setelah memilih sepatu kami duduk bersama untuk memakai sepatu, setelah selesai memakai sepatuku aku juga membantunya
“aku akan mengajarimu, tapi kau harus berjanji satu hal” ucapku sambil membantunya memakaikan sepatu
“Apa” tanya ayla
“berjanjilah kau takan menangis jika kau terjatuh” ucapku menggoda ayla
Kami pun tersenyum bersama, setelah memasang sepatu aku memegang kedua tangannya dan membantunya berjalan, melihat caranya berjalan aku jadi ingin menggodanya
“Astaga... Aku seperti menuntun nenekku berjalan” Ucapku menggodanya lagi sambil masuk ke arena,
Aku mengajarinya berdiri dengan benar, mengajarinya bermain dengan perlahan, seorang gadis kecil berlari ke arahnya, gadis kecil itu menarik baju ayla,
” kakak aku juga ingin main ice skating” ucapnya dengan isak seperti akan menangis, matanyapun berkaca-kaca
Ayla terlihat memperhatikan sekeliling arena, seorang wanita datang menarik tangan anak itu, sepertinya wanita itu adalah ibu dari anak itu, ayla menepis tangannya dan menggendong gadis kecil itu,
“ G apa semua ini” tanya ayla
“ ini sudah biasa bagiku, aku tahu mungkin ini pertama kalinya bagimu, tapi inilah hidupku ayla, semua orang akan memberikan ruang untuk kita berdua” Jawabku
“Boleh ku rubah kebiasaanmu itu?” tanya ayla dengan senyum penuh percaya diri
“aku tidak pernah meminta ini dari rakyatku, dan sejujurnya aku juga tidak senang menjalaninya, jika kau mampu lakukanlah” jawabku
“apa kau baru saja menantangku, ini bukan hal yang sulit bagiku” ucapnya dengan penuh percaya diri
“ Nona, maaf biar aku membawa putriku pulang” ucap ibu dari anak itu
Ayla mengabaikan ucapannya dan tetap menggendong gadis kecil itu, “haidar aku tau kau ada di sini, cepat keluar” ayla berteriak dengan lentang,
“ Haidar ada di sini” ucapku dalam hati karna terkejut
Haidar benar-benar datang di hadapanku dengan cepat, ayla berbisik pada haidar, entah apa yang tengah ia rencanakan, kemudian haidar pergi dari sana, tidak lama kemudian dia kembali dengan sebuah kaus di tangannya, ayla mengambil kaus itu dan memberikannya padaku
“ ganti pakaianmu dengan ini, cepat”
“ Apa? Ganti pakaian? Di sini?” ucapku terkejut mendengar permintaannya
“Tidak!” ucapku menolak dengan tegas karna aku tidak ingin memperlihatkan tubuhku di tempat umum
“haidar tolong gendong gadis kecil yang lucu ini sebentar” pintanya dengan lembut sambil memberikan anak itu pada haidar,
Ayla tersenyum dan mengalungkan tangannya padaku, aku bisa mersakan pistolku berdiri karna sentuhannya, dia membuka dasi yang ku pakai
“ g apa kau tau, semua orang memperhatikan dari tepian,” ayla bicara dangan tangan yang mulai menyasar ke dadaku
“ G bukankah kita sudah beberapa hari tidak bertemu” ucapnya,
aku menyadari apa yang ayla lakukan, aku bisa merasakan tangan ayla mulai membuka kancing jas yang aku kenakan satu persatu sambil menatapku
“ aku merasa kesepian dan bosan sendirian di rumah” ucapnya
Tangannya masuk diantara jas dan kemejaku, ia meraba dadaku mencoba melepas jas yang ku kenakan, aku menggenggam kedua tangannya karna setiap sentuhanya mulai membangkitkan gairah pria dalam diriku
“ Jangan macam-macam denganku Ayla” ucapku dengan tegas
“ Ayahku sudah bercerita tentang kita g” ucap ayla
Aku jadi melamun mendengar ucapannya
“ apa yang sudah ayah mertua ceritakan pada ayla, tunggu dulu, apa tadi ayla bilang tentang kita, apa ayah mertua mengatakan aku dan ayla sudah menikah” ucapku dalam hati
Aku terkejut saat aku merasakan sentuhan...