
Aku bangun dan mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kerjaku, aku menelpon inspektur jasir dan memintanya datang ke ruanganku dengan membawa berkas pemindahan kasus, diam-diam aku juga mengirim pesan kepada penjaga bukit untuk melepas elang kesayanganku, masalahnya adalah aku merasa musuhku ada di dekatku dan aku tidak terbiasa menyerang musuh tanpa peringatan.
Samar-samar terdengar suara ketukan pintu yang semakin lama semakin jelas
“masuklah” ucapku
Pak diman masuk dan menyediakan teh untuk kami, saat dia hendak meletakan teh untukku aku bertanya kepadanya
“apakah bapak memasukkan sesuatu ke dalam teh ku?” Ucap ku berbisik
Ia tersenyum kemudian berjalan ke dekat jendela,
“ masalahnya tuanku, saya memasukkan gula dalam teh, gula itu membuat teh menjadi manis, tapi tanpa kita sadari itu juga memberikan dampak yang negatif kepada kita, seperti duri yang tumbuh kemudian menusuk tuannya sendiri” ucapnya
ia tersenyum lalu pergi meninggalkan ruangan ku, di saat yang sama inspektur jasir masuk
“Apa maksud dari ucapannya itu?” tanya haidar
“kenapa dia membuka jendelanya di sore hari, seharusnya ia membuka jendela di pagi hari dan menutupnya saat sore” tanya pimpinan ibu kota
Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan mereka,
“ baiklah, lupakan masalah pak diman, karna inspektur jasir sudah di sini silahkan tanyakan apa yang kalian ingin ketahui” ucapku
“ Ada masalah apa sampai pak presiden, pimpinan ibu kota dan pak jendral datang kemari, jika kalian inginkan kami bisa datang menemui tuan-tuan di ibu kota” Ucap inspektur jasir
“ langsung saja ke intinya inspektur jasir, aku tidak akan basa basi, kenapa kau belum juga memindahkan kasus kelompok gerbong narkoba ke ibu kota” ucap pimpinan ibu kota
“ dengan penuh hormat aku secara pribadi meminta maaf pimpinan, semua berkas pemindahan sudah siap
“ jangan membuat alasan, Jika berkas pemindahan sudah siap lalu apa yang kau tunggu, kenapa kau tidak mengirim mereka ke penjara ibu kota” ucap jendral polisi menyela ucapan inspektur haidar
“ masalahnya jendral
“ alahhh ... kenapa kau tidak katakan saja pimpinanmu tidak ingin memindahkan kasus ini” ucap pimpinan ibu kota
“ tidak seperti itu pimpinan, tapi
“ tapi apa, alasan apa yang membuatmu menahan pemindahan kasus ini” ucap pimpinan ibu kota menyela ucapan inspektur jasir
Pimpinan ibu kota dan jendral polisi terus saja menyela ucapan inspektur jasir dan tidak membiarkan inspektur jasir menjelaskan, itu membuatku kesal,
“ Cukup, jangan ada yang bicara lagi, inspektur jasir katakan apa masalahmu, kenapa kau tidak segera memindahkan kasus ini” ucapku dengan nada tinggi
Inspektur jasir menundukan kepala
“ maafkan aku pimpinan, aku sudah menyiapkan segalanya tapi saat aku memeriksa ulang semuanya, aku mendapati surat permintaan pemindahan kasus itu tidak memiliki stempel jendral dan stempel pimpinan ibu kota, karna itu aku tidak bisa memindahkan kasus ini, menurut peraturan negara dengan jelas menyebutkan ‘ untuk mencegah adanya pemalsuan surat perintah maka diharuskan adanya stempel dan tanda tangan’ aku sudah menghubungi pemerintah ibu kota namun aku tidak di izinkan bicara baik dengan jendar maupun pimpinam ibu kota” ucap inspektur jasir
“aku sebagai presiden minta maaf padamu Inspektur jasir mukin karna kesibukan mereka melupakan hal itu” ucap pak presiden
“ Itu tidak di perlukan pak presiden, aku bisa mengerti” ucap inspektur jasir
“ kami akan mengirim ulang surat perintah lengkap dengan stempel dan tanda tangan, kami harap pemindahan kasus ini bisa segera di lakukan setelahnya, kalau begitu kami permisi “ ucap pimpinan ibu kota
“ baiklah, kami akan mengantar kalian sampai ke luar” ucapku sambil menjabat tangan mereka satu persatu
Aku mengantar pak presiden, pimpinan ibu kota dan jendral polisi ke luar, setelah tiba di luar aku melihat burung gagak dan burung elang terbang di atas gedung pemerintahan pusat kota, suara burung gagak dan kepakan sayap burung elang terdengar jelas di telinga,
“ Pimpinan pergilah” ucap inspektur jasir dan haidar sambil memegang pundaku
“ Wah sepertinya pimpinan kita akan mengakhiri karir seseorang” ucap pegawai yang berdiri di belakang kami
“setiap kali ada burung gagak dan elang bersatu di udara, itu pasti terjadi, aku penasaran pejabat mana yang karirnya akan dihabisi pimpinan kita” Ucap pegawai lain yang berdiri di belakang kami
Seorang pria bertopi mengendarai mobil civic milikku dan berhenti di depan pintu masuk tepat di hadapanku, ia keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam gedung tanpa menutup pintu mobil, wajahnya tidak terlihat karna tertutupi masker, aku langsung naik ke dalam mobil, dan menutup pintu mobil, aku mengeluarkan kepalaku
“ pak presiden, pimpinan ibu kota dan jendral aku minta maaf, karna sepertinya aku harus pergi lebih dulu” ucapku
Aku bersiul dengan kencang kemudian masuk kembali dan bersiap untuk menyetir, aku pun pergi dari sana, elang dan burung gagak terbang diatas mobilku yang melaju dengan kencang, mengikuti tuannya hingga tiba di atas bukit, di gudang tempatku memarkirkan mobil sport ku, aku memarkirkan mobil civic yang kukendarai di sana, aku berjalan menuju batu besar dan mengambil kembali travel bag dan kunci mobilku yang tersimpan di atas batu, aku kembali ke gudang dan pergi dengan mobil sportku, aku meninggalkan mobil civic beserta kuncinya yang masih menggantung di gudang itu, aku pulang ke rumahku, aku membuka pintu rahasia menuju ruangan bawah tanah dan masuk ke sana, saat aku membuka travel bagku, semua uang yang ku simpan berubah menjadi lembaran kertas berisi bukti-bukti kejahatan seseorang dan beberapa flashdisk, aku mengeluarkan seluruh isi travel bag dan mulai mempelajari semuanya, aku tidak menyangka dugaanku tepat sasaran, aku segera menelpon inspektur jasir dan memintanya menjadwalkan pemindahan kasus besok, tepat 1 jam setelah ia menerima surat perintah resmi dari ibu kota.
Aku juga menelpon haidar dan memintanya untuk merahasiakan keberadaanku dan tidak menggangguku malam ini.
Aku memeriksa setiap kata yang terdapat dalam lembaran lembaran itu jangan sampai ada yang terlewat karna aku tidak menginginkan adanya kesalahan sekecil apapun.
Setelah aku menyelesaikan semua pekerjaanku, aku melihat jam tanganku menunjukan pukul 03:43 dini hari, perutku terus berbunyi karna tidak makan seharian, aku melihat ke layar CCTV rumah dan melihat ayla tengah tertidur nyenyak di kamarnya, ruang bawah tanah rumahku adalah markas rahasiaku, disini terdapat ribuan berkas bukti kejahatan setiap lawan-lawanku yang tersimpan rapih, dan di sini juga merupakan ruang kontrol CCTV yang terpasang di setiap sudut rumahku, aku pergi ke dapur setelah menutup rapat pintu rahasia itu, aku membuka lemari es dan melihat apa yang bisa ku makan,
“ makanannya ada di panci tuan, aku membuat sup iga dan nasi kongbap” Ucap bichan yang muncul di belakangku
“ Wah kelihatannya aku akan makan enak pagi ini, tapi bagaimana dengan putrimu, apa dia mengizinkanku memakan-makanan itu” ucapku
“ aku ijinkan tuan, kau bisa memakannya, tapi aku tidak akan mengizinkanmu makan sup iga saja atau dengan nasi putih” ucap hazel yang muncul tiba-tiba
Aku duduk di meja makan dan bichan menghidangkan makanan untuku, sementara hazel pergi setelah mengambil minum.
Setelah menghabiskan makananku aku berterimakasih pada bichan kemudian pergi ke kamarku, aku mandi kemudian bersiap untuk pergi, setelah berpakayan rapih aku keluar dari kamar dan hendak pergi, namun langkahku terhenti tepat di depan kamar ayla, aku membuka pintu kamarnya dan melihatnya masih tertidur nyenyak, aku masuk ke kamarnya
“ Maafkan aku sayang, kesibukanku memaksaku untuk mengabaikanmu sementara ini, tapi aku berjanji aku akan menebusnya dan membuatmu bahagia” ucapku
Aku mencium kening ayla kemudian pergi. sebelum ke kantor, aku pergi ke rumah laila untuk menemui khritik, di sana aku membahas pekerjaan di NC sambil menikmati puding coklat buatan laila, setelah pekerjaanku dan khritik selesai barulah aku pergi ke kantor. Aku baru tiba di kantor dan haidar langsung mencercaku dengan segudang aktifitas, di mulai dari rapat dengan para staf, sampai menemui beberapa pegawan NC di ibu kota, haidar juga memberitahukan bahwa pemindahan kasus sudah selesai di lakukan, dan tahanan akan di kirim tepat pukul 10 siang ini, aku pun memulai aktifitasku mengikuti jadwal, dan saat tahanan di kirim aku ikut mengantarkan mereka ke ibu kota, aku mengikuti mobil polisi yang membawa para tahanan dengan mobil spotku bersama inspektur jasir, sepanjang perjalanan inspektur jasir berkali-kaili melayangkan tatapan heran,
Ada apa dengannya?