
Meski tahu bahwa laila adalah kakanya ghaisan, ayla tidak bisa menghindari rasa cemburu dalam hatinya, namun ia hanya bisa mengepalkan tangannya melihat cara laila menghibur ghaisan dengan mesra.
Ayla berlari ketika melihat haidar berjalan ke luar, ayla mengikutinya kemudian menarik tangan haidah untuk menghentikan langkahnya
“ Apa yang kau inginkan dariku ayla?” Tanya haidar
“Aku ingin tahu kenapa kau memusuhi suamiku haidar?” tanya ayla
“ Kenapa kau tidak tanyakan saja hal itu pada suamimu” Ucap haidar kemudian pergi,
Ayla hanya bisa terdiam, ia merasa segan untuk bertanya pada ghaisan, haidar menolak untuk memberi tahu di sisi lain hatinya ia merasa cemas, di tengah kebimbangan ayla hazel datang berusaha mengkoyak mahligai rumah tangganya,
“ Semua yang terjadi itu karna cinta ayla” ucap hazel yang datang dari belakang ayla
“ Apa maksud ucapanmu itu hazel?” Tanya ayla
“ kau ingin tau apa yang terjadi bukan? Yang terjadi antara haidar dan ghaisan itu karna aku, haidar tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku dan ghaisan sebenarnya saling mencintai”
Seluruh tubuh ayla bergetar, hatinya bagai di tikam mendengar ucapan hazel
“ apa kau tahu ayla! Ghaisan mengusirku pergi dan menikahimu karna dia tidak ingin persahabatannya rusak hanya karna hal ini” ucap hazel sambil menitihkan air mata begitupun dengan ayla
Hazel memegang bahu ayla
“ selamat atas pernikahanmu, jangan bersedih ayla, aku sudah bertekad untuk tidak menemui ghaisan dan haidar lagi, hari ini aku datang hanya untuk melihat cintaku untuk yang terakhir” ucap hazel kemudian beranjak pergi
Hati ayla terasa seperti tersayat benda tajam, ia ingin untuk tak percaya, namun kenyataan bahwa ghaisan menyembunyikan sesuatu darinya membuat retak dinding kepercayaan dan keyakinan yang telah terbangun, berjuta pertanyaan dalam benaknya membuatnya berjalan tak tentu arah.
Sementara di sisi lain ghaisan mencari ayla yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya dan membuatnya merasa khawatir, ia mencari ayla ke sana ke mari seperti orang gila.
Di sana tanpa ayla sadari ia telah berdiri di salah satu sudut taman kota, tepat di depan seorang pengemis buta yang sudah tua,
“ yang terlihat dan yang di dengar terkadang menipumu” pengemis buta itu menyadari kedatangan ayla
“ Mmm (mengendus) bau tubuh ghaisan tercium jelas dari tubuhmu” ucapnya lagi
“ apa maksud dari ucapanmu itu tuan?” tanya ayla
“ Beruntunglah seorang wanita jika memiliki ghaisan sebagai suaminya, tapi kau harus berhati-hati nak, ada begitu banyak orang yang membenci kebaikan dan kebijaksanaannya, kau harus menjaganya, hatinya yang lembut bisa menjadi senjata yang tajam yang bisa melukai dirinya sendiri, jika kau bisa mendapatkan hatinya maka hatinya akan menjadi milikmu untuk selamanya”
Ayla terkejut mendengar perkataan pengemis buta itu,
“ Kau orang yang selalu menjelek-jelekan suamiku kini aku mendengar kau memujinya”
“hahaha aku menjelek-jelekannya agar dia tau kelemahannya, tapi pria itu tidak pernah menganggap serius ucapanku, pulanglah...! Suamimu mungkin khawatir”
Hati ayla merasa lebih baik setelah bicara dengan pengemis buta itu, ia kembali ke rumah, begitupun dengan ghaisan, setelah melihat ayla kembali ke rumah di cctv dari ponselnya ia bergegas pulang ke rumah, setibanya di rumah ghaisan melihat ayla tengah berbaring di tempat tidur, saat ghaisan hendak mencium keningnya ayla berbalik membelakanginya, ghaisan tersenyum dan menyadari ayla hanya pura-pura tidur, ia berbalik membelakangi ayla dan duduk di samping ayla,
“ Ay semuanya baik-baik saja sebelum kau datang menemuiku, tapi kini semuanya menjadi kacau, walau begitu aku tidak pernah menyesalinya, semua yang terjadi ini hanya kesalah fahaman belaka, salahku menganggapnya sebagai hal sepele, aku tidak pernah menyakngka semuanya menjadi begitu rumit”
Ayla membuka matanya saat ghaisan mulai bicara tanpa melihat ke arahnya
“ kau pura-pura tidur?” tanya ghaisan
“(senyum) g katakan padaku apa benar kau mencintai hazel dan karna itu lah kau dan haidar bertengkar?” ucap ayla sambil merengek
Ghaisan hanya diam sabil menarap ayla, tatapan mata ghaisan membuat ayla tersipu malu hingga menghilangkan rasa kesal dalam hati ayla pun memalingkan wajahnya karna tidak tahan untuk tersenyum namun ia tidak ingin ghaisan melihatnya tersenyum, ia ingin ghaisan berpikir bahwa ia sedeng kesal, ghaisan memeluk ayla dari belakang kemudian menjatuhkan diri dan berbaring menyamping ke kiri sambil memeluk ayla yang membelakanginya, menaruh wajahnya di atas wajah ayla hingga pipi mereka menyatu
“ ayla kita sudah menikah sekarang, aku tidak tahu akan seperti apa hubungan kita nanti, aku tidak tahu bagaimana pendapatmu tentangku setelah mendengar ini, aku takut kau akan membenciku setelah tau rahasiaku”
“ katakan saja g, aku tidak tahu apakah rahasiamu itu akan membuatku marah, terluka atau membuatku membencimu, aku tidak bisa menjanjikan bahwa semuanya akan tetap sama, tapi g lebih baik kau beri tahu rahasia itu dari pada nanti aku tahu semuanya dari orang lain dan membuatku salah faham padamu”
“ Aku tidak tahu harus mulai dari mana?”
“ katakan saja tanpa ragu, terlalu banyak berfikir tidak akan membantu”
“ Ayla aku menikahi seorang anak wanita yang berusia 5thn saat usiaku 8thn”
“ Jadi benar kau sudah pernah menikah? siapa dia? lalu di mana dia sekarang?” tanya ayla penasaran
“ aku tidak tau harus bilang apa tentangnya, aku sangat mencintainya namun karna sebuah insiden dia melupakan diriku, selama 15thn aku hanya orang asing baginya, aku berharap ia tidak akan datang lagi, tapi dia tiba-tiba muncul di hadapanku, jujur saja awalnya aku merasa senang namun saat tahu dia memiliki kekasih yang ia cintai aku pun berpikir untuk menceraikannya agar ia bisa bahagia dengan kekasihnya namun belakangan aku merasa dia sangat mencintaiku, jujur saja aku tidak tahu harus berbuat apa?”
Wanita yang ghaisan ceritakan itu adalah ayla, namun ayla tidak mengetahuinya sehingga cerita ghaisan terdengar menyayat hatinya
“apa kau menikahiku untuk bercerai dengannya?”
“awalnya aku memang berpikir seperti itu, ayla (menatap) apa kita bisa bersama selamanya
“tentu saja”
“ kau tahu ayla kau adalah wanita pertama yang mampu membangunkan gairah pria ku”
“g apa kau sedang ingin? Kau sampai bicara melantur seperti itu, aku juga bisa merasakan pistolmu menusuk pinggulku (senyum)”
“ itu karna kau tidak mau diam, pria manapun pistolnya pasti berdiri saat berada dalam posisiku”
“ Benarkah? “
“ ayla aku tidak mencintai hazel, aku hanya mencinatai istrku yang cantik ini (mencium pipi ayla dengan lembut)”
“ G haidar?”
“ haidar dan hazel sebenarnya mereka saling mencintaii, haidar marah padaku karna salah faham kepada aku dan hazel (memejamkan mata)”
Ayla terdiam sejenak mencoba mencerna perkataan ghaisan yang tidak selesai
“g jika hazel bicara pada haidar mungkin kesalah fahaman yang terjadi akan selesai”
Ghaisan hanya terdiam mendengarkan ucapan ayla, saat ia berbalik ayla mendapati ghaisan ...