For.get

For.get
GS. Trouble



Aku memberikan alat pengeras suara pada salah satu polisi, saat aku hendak masuk jasir berlari dan memegang tanganku.


“ aku tidak bisa menahannya lagi, Jelaskan padaku pimpinan, kenapa kau mengirimku untuk menjaga sumur kosong” Ucap inspektur jasir


“ Mereka membuat rencana untuk menjebaku, mereka memintaku masuk dan aku akan masuk, jika dugaanku benar, mereka akan melarikan diri dari pintu rahasia, dan jalan keluar dari pintu rahasia itu..


“Sumur kosong itu, benar!” Ucap inspektur jasir memotong pembicaraanku


“ Berhati-hatilah pimpinan” ucap inspektur jasir kemudian ia kembali ke sumur kosong itu


Aku masuk ke gudang kosong itu, aku mencium bau amunisi yang menyengat, anehnya ada jerami basah di lantai bersama jerami yang kering, aku menggeser sedikit jerami dengan kaki, dan aku melihat ada bahan peledak di bawah jerami, diam-diam aku memegang satu drum yang ada dalam gudang itu, aku terkejut karna isi drum itu air dan bukan minyak bensin, aku juga melihat ada beberapa karung basah, mereka berencana menyulut api tapi juga menyediakan air di drum untuk memadamkannya, atau ada seseorang yang mengetahui rencana mereka tapi tidak memberi tahuku, dan justru memilih menyelamatkan aku diam-diam, jika dugaanku benar aku harus berdiri diatas jerami kering agar bisa memancingnya keluar


“ Aku mohon menyerahlah, aku akan membantu kalian meringankan hukuman dan memberi kalian pekerjaan setelah keluar dari penjara” ucap ku


“ Kami ingin melakukannya tuan Ghaisan, tapi uang darimu tidak cukup untuk kami” ucap penjahat


“ Pekerjaan kami bisa memberikan kami 10× lipat lebih banyak dari yang kau berikan” ucap penjahat lainya


“Hahhahaha” tawa para penjahat


Para penjahat bodoh itu menarik sebuah tali yang membuka pintu ke jalan bawah tanah, kemudian masuk ke dalam


“selamat tinggal tuan pimpinan kota ghaisan” ucap para penjahat sambil menyulut api di dalam lubang,


Ledakan pertama dari peledak yang mereka pasang menggema dan membuat jerami terbakar, api menyebar dengan cepat, aku berdiri dan menunggu orang yang mengacaukan rencana para penjahat itu keluar dari tempat persembunyiannya, jika dugaanku benar orang itu harusnya masih di sini, ledakan kedua, ledakan ketiga terjadi bertubi-tubi hingga membuat sebagian gedung itu dipenuhi api, api itu perlahan merambat ke arah tempat ku berdiri


“ayo selamatkan aku pembuat onar” ucapku bicara sendiri


“ Ghaisan..... “ terdengar suara ayla berteriak


Aku terkejut melihat ayla berlari ke arahku kemudian melompat, ia mendorongku hingga kami terguling diatas jerami yang basah, kami bergegas bangun, ayla menarik tanganku tapi aku menahannya


“ apa yang kau lakukan di sini Ayla” tanya ku dengan tegas


“ Nanti saja aku jelaskan, kita harus pergi dari sini sebelum tempat ini hangus terbakar” ucap ayla sambil menarik tanganku


Aku melepaskan genggaman tangannya, aku melempar batu yang ku pegang ke atas, tepat di keran otomatis yang macet karna lama tidak di gunakan, tidak lama kemudian air mengalir dari atap seperti percikan hujan yang memadamkan api


“ gudang ini ada alat pemadam kebakarannya?” tanya ayla dengan nada terkejut


“ Setiap gudang ada alat pemadam kebakarannya Ayla, hanya saja gedung ini sudah lama kosong jadi radarnya tidak berfungsi, sekarang jelaskan padaku kenapa kau ada di sini?”


“ Sebenarnya aku merasa bosan berdiam diri, jadi aku pergi jalan-jalan, dan akhirnya aku tersesat, saat aku hendak menanyakan alamat pada seseorang, orang itu justru lari ketakutan, kau tau pria itu menghampiri preman-preman itu, awalnya aku berpikir untuk pergi, namun aku mendengar namamu disebut-sebut jadi aku putuskan untuk menguping pembicaraan mereka, aku tidak tahu kalau mereka adalah penjahat yang menjadi targetmu, aku mengetahui rencana mereka untuk membunuhmu, jadi...


“ Kau menyiram sebagian jerami dengan air dan mengganti bensin di drum dengan air?” ucap ku sambil tersenyum


“ bagaimana kau bisa tau?”


“hahhahha.... Gadis pintar” ucapku sambil mengelus kepala ayla dan kemudian berjalan menuju ke luar


“ G bagaimana kau bisa tau” tanya ayla dengan rasa penasaran sambil mengikutiku


“ Sebenarnya menyiram jerami dengan air itu tidak membantu banyak, itu hanya akan memperlambat api yang menyebar, tapi jika kau tidak mengganti bensin di dalam drum kita berdua sudah akan menjadi mayat, bahan peledak juga membutuhkan bensin untuk membuat api dan ledakan yang lebih besar”


Aku dan ayla keluar dari gudang bersama,


“ semuanya kembali ke markas” Ucapku memerintah


Semua anggota polisi yang ada di depan gudang membubarkan diri dan kembali ke markas, aku membukakan pintu mobil untuk ayla dan hendak pergi, saat aku hendak masuk mobil aku mendapat dua pesan yang satu dari inspektur jasir


Isinya ‘ selamat pimpinan, kita berhasil menangkap mereka, semua berjalan sesuai dugaanmu’


Dan yang ke dua dari dhahir


Isinya ‘hallo ghaisan, bagaimana kabarmu, aku tau kau baik, bagaimana tidak!, adik kesayanganmu melenyapkan orang tuanya sendiri, berita buruknya adalah, aku berhasil menyelamatkan paman dan bibimu, hahaha...’


Aku masuk ke dalam mobil, kami pun pergi dari sana, aku merasa kesal selama perjalanan, untuk pertama kalinya aku berterima kasih untuk apa yang di lakukan dhahir, ia membantuku untuk mencegah kutukan kakek jadi kenyataan, tapi di sisi lain aku takut dhahir akan membuat masalah baru kepada ayla


Setelah ayla turun aku pergi ke rumah fahim, dalam perjalanan aku menelpon tuan rivan dan memintanya mengirim 5 atau 6 orang pengawal untuk menjaga fahim, tidak lupa aku juga mengirim alamat fahim melalui pesan singkat kepadanya,


Sesampainya di rumah fahim aku menerobos masuk, fahim berlari dari atas tangga dan langsung memeluku


“ Kakak, aku merindukanmu, kau tau aku datang ke rumahmu tapi kau tidak ada, aku juga datang ke kantormu tapi mereka bilang kau sedang melakukan oprasi tangkap tangan” ucapnya sambil terus memeluku


Aku melepaskan diri dari pelukannya


“ kakak, kenapa bajumu basah, tapi tidak masalah, kau sudah pulanglah ayo naik ke atas dan ganti bajumu, kau bisa memakai bajuku, kakak tinggalah bersamaku, kita akan hidup dengan bahagia” ucap fahim sambil tersenyum bahagia


“ dimana paman dan bibi?”


“ ayolah kak, adikmu ada di hadapanmu, apa kau tidak merindukanku” ucapnya


Fahim hendak memeluku lagi tapi aku mencengkram lengannya dengan kuat


“ di mana paman dan bibi fahim, jawab aku dengan jujur” ucapku dengan nada kesal


“ kakak, ayolah sudah 3thn kita tidak bertemu dan kau malah mencari ikram dan viida” jawabnya


“ Fahim di mana ayah dan ibumu” ucapku dengan nada suara tinggi


“ mereka sudah pergi ke alam baka, aku sudah melenyapkan mereka” jawabnya dengan nada tinggi


Dalam kemarahan aku menampar fahim “ Kau melenyapkan mereka?” tanyaku dengan nada tinggi


“ iya, aku sudah melenyapkan mereka..


Aku menampar fahim lagi


“ aku melenyapkan ikram dan viida kakak”


Aku menampar fahim lagi


“ aku melenyapkan orang yang sudah merebut segalanya darimu, orang yang sudah melenyapkan ayah bahtiar, ibu naushin, dan kakek rasyid”


Aku menampar fahim lagi,


Aku menampar fahim setiap kali ia bicara, tapi sekalipun ia tidak membalasnya


“ Cukup kakak, katakan apa kesalahanku, kenapa kau terus menamparku?” tanya fahim yang mulai kesal


“ apa salahmu, huh...(menghela nafas) kau tidak tahu apa kesalahanmu (ucapku dengan nada tinggi) kau sudah meleyapkan ayah dan ibumu dan kau bilang apa kesalahanmu (ucapku dengan nada rendah dan penekanan keras)”


“ Kakak, aku melakukannya karna aku sangat menyayangimu, aku membalaskan dendamu padanya dan kau malah memarahiku” ucap fahim sambil menangis


“ hapus air matamu itu,( ucapku sambil menunjukan jari padanya ) dan jangan pernah memakai alsan rasa sayangmu padaku untuk melakukan kejahatan apalagi balas dendam, aku akan melenyapkan diriku sendiri jika kau sampai melakukannya lagi, kali ini ayah dan ibumu selamat, jika kau berusaha mencelakai mereka lagi maka aku akan memutuskan hubungan persaudaraan kita” ucapku dengan nada pelan dan penekanan keras


“ Kakak, aku tidak bersalah, mereka pantas mendapatkan hukuman untuk apa yang mereka lakukan padamu” ucapnya sambil memegang tanganku


“ jangan panggil aku kakak sampai kau menyadari kesalahanmu fahim, karna aku tidak suka mendengarnya” ucapku sambil menepis tangannya


Aku melihat fahim menitihkan air mata, dan hal itu membuatku tidak bisa menahan air mataku, aku langsung pergi karna tidak ingin menangis di depan fahim, saat aku keluar dari rumah para pengawal tuan rivan datang


“ tuan ghaisan kami sudah datang” ucap salah satu pengawal


“ kalian jaga adikku, jangan sampai ia melakukan hal yang tidak benar, laporkan setiap saat apa yang dia lakukan, mengerti!” ucapku memerintah sambil menghapus air mataku


“ siap tuan “ ucap mereka serentak


Aku masuk ke dalam mobil, aku berkendara dengan kecepatan penuh sambil menangis,


Ahhh...