For.get

For.get
GS. apa yang terjadi?



Fahim tersenyum melihatku marah, seolah ia memang tengah memancing kemarahanku, dari balik pohon aku melihat ayla muncul dan berjalan mendekat,


“ Apa ini? Fahim apa kau sedang mempermainkanku” Tanyaku


“ kakak” Jawab fahim sambil merengek


Aku menatap fahim dengan kesal,


“ Pergi kau, pulang ke rumahmu sana” Ucapku sambil mendorongnya untuk pergi menjauh


Namun fahim terus saja merengek seperti anak kecil, entah apa yang mereka rencanakan, namun aku merasa ini adalah salah satu drama yang mereka buat.


Ayla menariku kemudian menamparku dengan kencang


“ Apa kau sudah hilang akal g, kenapa kau bersikap kasar pada adikmu sendiri, tidak bisakah kau bersikap baik sedikit saja padanya” ucap ayla sambil berdiri di antara kami tepat di hadapan ku melindung fahim


“ alya, apa pun yang dia katakan ( menunjuk fahim) itu tidaklah benar, dia hanya membual, jangan percaya pada kata-katanya, menjauhlah darinya, biarkan aku memberi anak ini pelajaran” Ucapku dengan tegas


“ kakak” ucap fahim merengek


“ Berhenti merengek seperti anak kecil di hadapanku fahim, kemarilah aku akan memberimu pelajaran” ucapku sambil berusaha meraih tubuh fahim yang terhalang oleh ayla, aku geregetan ingin memukul wajahnya itu,


“ G hentikan, jangan macam-macam dengannya, aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya” ucap ayla berusaha menghalangiku


Aku berusaha untuk menangkap fahim karna aku ingin menghajarnya, aku tidak suka dia merengek seperti anak perenpuan, namun ayla terus saja menghalangiku


“ Ghaisan cukup” ucap ayla berkali-kali namun aku tidak mau menyerah


“ ghaisan hentikan” ucap ayla sambil terus melindungi fahim dariku, namun aku tetap tidak mau menyerah


Tiba-tiba ayla mencengkram kepalaku dengan kedua tangannya, dan ia pun menciumku dengan kuat, hal itu tidak hanya membuatku terkejut namun mampu menghilangkan kemarahanku dalam sekejap, saat ia mengakhiri kecupannya dan hendak menjauhkan diri, aku memeluk pinggangnya menarik tubuhnya dalam dekapanku,


“ ghaisan apa yang kau lakukan?, lepaskan aku” ucap ayla sambil berusaha melepaskan tanganku yang memeluknya


“ lepaskan? Kenapa aku harus melepaskanmu” Ucapku kemudian meniup telinga kirinya


“ ghaisan (teriak) bagaimana jika ada yang melihat, cepat lepaskan aku” ucap ayla sambil terus berusaha melepaskan diri dari dekapanku


Aku menurunkan tanganku dengan cepat memeluk pahanya dan mengangkatnya ke pundaku,


“ Ghaisan apa yang kau lakukan cepat turunkan aku” ucap ayla sambil meronta-ronta


Dia terus mengatakan hal yang sama namun aku tidak mendengarkannya, aku memanggulnya seperti beras membawanya masuk dalam rumah bambu, aku menurunkannya di salah satu sudut dan memojokannya


“ Kau sudah membuat adiku kabur sebelum aku sempat menghajarnya, dan kau juga sudah menyerangku 2 kali”


“ Ghaisan...”


“ Aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi diriku, karena jika terjadi sesuatu, kau lah yang harus bertanggung jawab, tapi kau tidak pernah mendengarkan aku dan inilah akibatnya, sekarang kau tidak bisa lari dariku ayla (menyentuh dagu)” ucapku dengan lembut


Ayla mengalungkan tangannya di leherku


“ jadi kau menantangku tampan, sekarang rasakan ini” ucapnya sambil merengkas kakiku


Aku memegang tangan ayla untuk menahan diri agar tidak terjatuh


“ gubrag” namun ayla justru ikut terjatuh bersamaku, aku memeluk dirinya yang terbaring diatas tubuhku


“ wah kucing liar, aku tak pernah menyangka kau adalah orang yang tidak sabaran” Ucapku sambil tersenyum meledek


“ Singkirkan pikiran kotor itu dari kepalamu, dan lepaskan tanganmu, g ingatlah posisimu ada dibawahku, aku bisa melakukan apapun jika aku mau” ucap ayla sambil tersenyum serta mengangkat kedua halisnya


Aku menggelengkan kepala, namun ayla malah mencengkram kepalaku dengan kedua tangannya


“ Lepaskan pelukanmu atau aku akan..


“ Menciumku lagi, silahkan saja, lagi pula aku menantikannya sepanjang waktu” Ucapku sambil tersenyum meledek


“cukup g, ini tidak lucu, lepaskan pelukanmu atau aku akan membuatmu botak” ucapnya mengancam


Aku melepas pelukanku, namun saat ia hendak bangkit rambutnya yang panjang tersangkut di kancing kemejaku


“ sepertinya yang kuasa tidak ingin kau jauh dariku sayang” ucapku sambil tersenyum meledek


“ Benarkah! Jangan banyak bicara cepat bantu aku” ucapnya dengan kesal


Aku mencoba membantunya


“ awawaw... Ghaisan pelan-pelan” ia terus menjerit kesakitan


“ ayla rambutmu tidak bisa di lepaskan, bagaimana jika kita potong rambutmu saja” ucapku sambil tersenyum jahil


“ Aw” aku teriak saat ayla memukul dadaku dengan keras


“ Jangan bicara sembaranga, ahha...aku punya ide bagus!” ucapnya


Ayla hendak membuka kancing kemejaku namun aku memegangi tangannya


“ Hei ayla apa yang mau kau lakukan”


“ Ghaisan... Aku tidak mau memotong rambutku yang indah ini, jadi tidak ada cara lain selain melepaskan pakayanmu” ucapnya dengan manja


“ tidak”


“ Iya”


“ tidak”


“ Iya, terimakasih” ucap ayla sambil membuka kancing kemejaku dengan paksa


“ Ayla, hentikan, aku tidak mau” ucapku berusaha menghentikannya namun ia tidak mau mendengarkan aku, ia terus saja membuka kancing bajuku hingga tak tersisa, ayla memintaku duduk dan aku menurutinya, saat ayla hendak melepas kemeja dari tubuhku


“ ayla” teriak alexa


“ ghaisan” teriak kakek, nenek, kepala rukun tetangga, dan beberapa warga secara bersamaan


“ alexa, kau di sini” ucap ayla dengan wajah gembira


Alexa menarik tangan ayla dan menjauhkannya dariku


“ apa yang kau lakukan ayla, kenapa kau mau memperkosa tuan ghaisan yang baik hati itu?” tanya alexa dengan nada tinggi


“ Apa maksudmu alexa, aku memperkosa pria itu, apa tidak salah? Yang benar saja!” ucap ayla dengan kesal


“ Kami ini masih bisa melihat dengan jelas nona, kau duduk diatas tubuhnya dan memaksanya membuka bajunya, hai mahrus ajari cucumu itu, aku sarankan kalian nikahkan saja mereka berdua, jika tidak! Kalian tidak boleh tinggal di tempat ini” ucap kepala rukun tetangga dengan tegas


“ Benar.. Benar... Nikahkan mereka atau pergi dari sini” ucap warga


Aku terkejut dengan kata-kata mereka, namun melihat kakek dan nenek tersenyum aku mengerti mereka semua sengaja memanfaatkan keadaan untuk memaksa ayla menikah denganku, dan jujur aku tidak senang dengan semua ini.


Aku berdiri dan berjalan mendekati ayla, aku melepaskan rambutnya yang tersangkut di kancing kemejaku


“ cukup, hentikan perdebatan ini, kalian sudah salah faham, aku tidak akan menikahi ayla” ucapku kemudian berjalan sambil memakai baju, aku pergi dari sana, berjalan mengikuti langkah kaki memikirkan semua yang terjadi,


“ Aku memang sangat mencintai ayla, tapi tak begini caranya untuk mendapatkan dia, aku sangat ingin menikah dan hidup bahagia dengannya, rencana mereka bisa mewujudkan keinginanku untuk menikah dengannya namun aku tak yakin bisa hidup bahagia dengannya, tidak! aku tidak bisa melakukannya, ini tidak adil baginya, terlebih kini ia memiliki orang lain sebagai kekasih dan meski aku suaminya namun dalam hati dan pikirannya aku hanyalah orang asing, aku bahkan tidak tahu egoiskah aku bila berharap tentangnya” ucapku dalam hati


Tanpa sadar aku berjalan sampai ke tengah hutan di atas bukit, aku naik ke atas batu besar dan membaringkan diri, menatap langit yang terbias mega


“ aku harus apa?


“ nikahi aku ya! Ya! Ya! Oke! Plizzzz....