For.get

For.get
Akhir Part.2



Ayla sadar setelah di bius, ia terkejut mendapati dirinya sudah ada di rumah lamanya, ayla mencoba untuk bangun namun tubuhnya lemas, ia bahkan tidak bisa berdiri, nizar pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan ayla, saat itulah ayla mengetahui dirinya tengah mengandung, tidak lama kemudian alexa datang ke hadapan ayla dengan wajah sedih, ia menyalakan telvisi dan mebuka jaringan telvisi internasional


Berita selanjutnya, berita duka. Di kabarkan bahwa pebisnis ternama yang terkenal tuan ghaisan ahmad altamis di nyatakan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil, mobilnya di temukan hancur berkeping-keping di dalam sungai, hingga kini jasatnya masih belum di temukan,


“Ghaisan.... Tidak ghaisanku tidak mungkin meninggalkanku aku tidak percaya, berita ini pasti bohong” ayla menjerit histeris mendengar berita itu


“ tenangkan dirimu ayla, kau sedang hamil ingatlah itu” ucap alexa sambil menangis


“ Aku mau pergi melihat sendiri ke sana” ucap ayla sambil mencoba untuk bangun di saat yang sama alexa menghalanginya


“ Aku tidak akan membiarkanmu pergi ayla, karna ini perintah terakhir ghaisan” ucap alexa sambil menangis


“ ayla ghaisan tiada karna menyelamatkanmu, jangan biarkan pengorbanannya menjadi sia-sia


Alexa memberi tahu ayla semua kisah tentangnya dan ghaisan yang ia tahu dari fahim, setelah mendengar cerita alexa ayla yang tak percaya mencari buku harian ayahnya, ayla ingat saat ayahnya masih hidup ia pernah berpesan “ jika ada yang memberi tahu tentang masalalumu dan kau tidak bisa mempercayainya maka lihatlah buku harian ini” ucap ayah ayla sambil mengubur sebuah peti kecil di bawah pohon di samping kamar ayla sebelum wafat


Ayla pun mencari peti yang di kubur ayahnya, setelah beberapa waktu ia menemukan peti yang berisi buku harian bersama sebuah kaset dan akta nikah, dari semua barang itu ayla mendapat bukti bahwa apa yang ayla dengar tentang masa lalunya itu semua benar, ayla menyadari betapa besar cinta suaminya padanya, alih-alih berpikir semuanya sudah terlambat baginya ayla justru mendapatkan keyakinan baru, sejak hari itu ayla hidup sendiri, ia menuruti perintah ghaisan untuk tidak kembali ke rumah ghaisan, namun ia tetap percaya bahwa ghaisannya akan kembali dan menjemputnya.


Di sisi lain setelah berita kematian ghaisan tersebar semua teman-teman ghaisan di mulai dari haidar ia mendatangi pengemis tua yang buta di sudut taman kota


“ berita sudah di sebar, genderang perang sudah di tabuh, tidakah kau melihat burung elang dan burung gagak menguasai udara” ucap haidar


“ Aku melihatnya tuan haidar, akhirnya hari ini datang juga, aku abu siap menyeret anak dirhaka itu dari kedudukannya” ucap tuan abu


Jasir, ia pergi ke bukit masuk ke tengah hutan, berdiri di atas batu besar dan meniup peluit,


“ aku siap untuk perang besar jasir” ucap tuan mahanta dengan penuh semangat


Kapten feo pergi ke bang internasional dan menemui menejer bang


“ khiar ardani”


“ jika nama asliku sudah di sebut maka dunia perbangkan akan terkoyak, aku siap untuk perang” ucap khiar


Tuan aziz menyiapkan anak buahnya di depan komputer


Havis dan rivan bersiap dengan pengawal bersenjata


Semua orang memasang earphon bluetooth tepat jam 10:00 pagi, mereka saling terhubung satu sama lain


“ ghaisan kami siap untuk perang” ucap semua orang di waktu yang sama dan tempat yang berbeda


“ oke mulai dari lalat kecil”


Sebuah pengawal bersenjata ghaisan berpencar, satu per satu anggota komplotan bandar narkoba republic di tangkap dan di kurung di satu tempat yang sama, kemudian para mentri yang terlibat satu persatu di tangkap, dan yang terakhir presiden yang merupakan otak dari komplotan gerbong narkoba republic pun di tangkap sendiri oleh tuan abu yang tidak lain adalah ayahnya sendiri mereka di kumpulkan di satu tempat dalam keadaan terikat


“ lepaskan aku, siapa kau, jika kau berani munculah di hadapanku” teriak presiden


Satu persatu sahabat ghaisan muncul di hadapan mereka, haidar, jasir, feo, haz, khiar, abu, aziz, havis, rivan, dan tuan mahanta


“ astaga aku sangat lelah, setelah 4 bulan akhirnya komlotan gerbong narkoba republic berada di bawah tawanan kita” ucap haidar


“ Haidar kau penghianat, aku membantumu melawan ghaisan, menyingkirkannya dari jabatannya dan mengangkatmu jadi pimpinan kota tapi kau menangkapku dan juga kelompoku, dan kau juga ayah, ayah macam apa kau, bukannya mendukungku kau malah melawanku” ucap presiden


“ ckckck... Tuan presiden, tidakah kau ingat apa yang kau lakukan padaku dulu, hari ini kau mendapat karmanya” ucap tuan mahanta dengan tegas


“ Hahaha... Kau tadi bilang apa tuan presiden, kau membantuku melawan ghaisan, menyingkirkannya dari jabatannya dan menjadikan aku pimpinan kota, biar ku beri tahu kau kebenarannya tuan presiden yang terhormat, kau tidak membantuku tapi kau membantu dirimu sendiri masuk ke perangkap kami, ghaisan sudah memberimu surat peringatan untuk menarik anak buahmu pergi dari kota namun kau tidak mendengarkannya, kau membiarkan mereka menjual narkoba di kota kami tercinta ini, saat ghaisan menyusun rencana kau justru berbalik menyerang dan berencana membuat ghaisan tiada, sekarang ghaisan pria baik hati itu sudah tiada” ucap haidar sambil menitihkan air mata kemudian langsung menyekanya,


“ kau bertanya ayah macam apa diriku? Pernahkah kau bertanya anak macam apa dirimu, kau menjadi presiden dengan cara yang licik, kau menghancurkan mahanta dan keluarganya dan saat aku berniat membuka kedokmu di hadapan publik kau menusuk kedua mataku dengan belati, kau juga melemparku ke jalanan, tapi biar ku beri tahu padamu, putraku ghaisan menolongku, dia memberiku sepasang mata baru, selama bertahun-tahun aku pura-pura menjadi pengemis buta untuk mengeraskan hati ghaisan yang lembut dan akhirnya ghaisan yang baik hati itu lenyap dan memberiku kekuatan untuk menangkap anak durhaka sepertimu”


Khiar ardani mengambil kamera di bantu dengan anak buah tuan aziz ia memotret satu per satu dari mereka, kemudian menyebar berita tentang mereka di internet bersama dengan bukti-bukti kejahatan mereka, dunia perpolitikan pun di buat geger oleh ulah mereka, hingga pemilihan presidem orde baru di mulai, dan tuan mahanta di nobatkan sebagai presiden setelah namanya yang tercemar di bersihkan kembali, para komplotan gerbong narkoba republic di masukan ke penjara ibu kota, dengan di awasi presiden mahanta mereka mendapat hukuman sesuai dengan kejahatan mereka hingga akhirnya keadilan pun mampu berdiri tegak di bawah kursi kepemimpinan yang baru, tuan mahanta membangun benteng untuk membersihkan politik negara yang sudah tercemar.


Coba tebak ghaisan masih hidup atau sudah tiada?