
Kakek mengajakku kekamarnya dan memintaku berganti pakayan, setelah berganti pakayan, aku dan kakek kembali ke kamar tempat ayla berbaring, aku menjelaskan situasi dan alasan semua ini terjadi, kakek dan nenek mengatakan mereka akan merawat ayla dan menjaganya sementara waktu sampai keadaan aman terkendali, aku jadi merasa lebih tenang, sebelum pergi aku mencium kening ayla kemudian mengambil foto dari meja samping tempat tidur, aku memindahkan foto itu ke dekat pot bunga agar ayla langsung melihat foto itu saat ia sadarkan diri
“ ini akan menahanmu untuk pergi dari sini untuk sementara” Ucapku
Aku pergi dari rumah kakek menuju ke rumah sakit, untuk melihat keadaan supir taksi itu, saat aku sampai di sana sudah ada inspektur jasir, haidar, fahim dan juga para pengawal
“ inspektur jasir kenapa bocah ini masih berkeliaran bebas, dia yang menyebabkan kecelakaan ini, tahan dia sekarang juga” ucapku sambil berjalan mendekati mereka
“ Apa yang anda katakan tuan itu tidak benar, ini hanya kecelakaan inspektur” ucap sopir itu
“ inspektur jasir jika kau tidak menahannya dia akan mencoba bunuh diri lagi” bisiku pada inspektur jasir
“ tuan fahim, anda di tahan atas tuduhan mengganggu keamanan dan ketertiban lalu lintas” ucap inspektur jasir
Inspektur jasir pun memborgol fahim dan membawanya pergi
“ kakak, apa yang kau lakukan, kakak aku tidak mau masuk penjara kakak” teriak fahim
Fahim terus saja mengatakan bahwa ia tidak mau di penjara namun aku justu tersenyum bahagia, semua orang melihatku dengan tatapan heran
“ Ada apa? Tanyaku sambil tersenyum
Tidak ada seorangpun yang berani mengatakan sesuatu kepadaku,
“ bagaimana keadaan mu tuan?” tanyaku
“ aku baik-baik saja pimpinan, maafkan aku, tapi aku tidak akan menuntut adik tuan, tuan sudah menyelamatkan hidupku, dan aku juga baik-baik saja sekarang, aku rasa itu sudah cukup tidak perlu memperpanjang masalah ini” ucap sopir itu
“ masalah ini bukan hanya kau dan dia saja, tapi apa yang ia lakukan ini juga merugikanku” ucapku
Aku mengobrol dengan mereka dan memastikan haidar mengurus biyaya pengobatan dan memberi uang pada keluarganya agar saat supir itu tidak bisa bekerja mereka tidak kekurangan apapun, setelah semua urusan selesai aku, haidar dan para pengawal pergi dari sana dan pulang ke rumah masing-masing, hari sudah larut dan aku sudah lelah, aku pulang ke rumah, mandi kemudian pergi tidur.
Keesokan harinya
Aku bangun pagi kemudian pergi berolah raga, aku lari pagi sekitar 30 menit, kemudian pulang, saat pulang ke rumah setelah lelah berolah raga aku melihat mobil inspektur jasir dan haidar terparkir di depan rumah, saat aku masuk inspektur jasir dan haidar yang tengah duduk di ruang tamu bangun dan berjalan mendekatiku
“ g ada berita buruk” ucap haidar
“ Ini bahkan lebih buruk dari bencana” ucap inspektur jasir
Mereka berdua bicara dengan nada lemas seperti orang yang putus asa tidak makan berhari-hari. Aku merangkul mereka berdua
“ Tenangkan diri kalian, dengar! aku sangat kotor saat ini, tubuhku dipenuhi keringat, bagaimana kalau kalian duduk dulu dan biarkan aku mandi, setelah itu kita bicara” ucapku
Mereka hanya menganggukan kepala menanggapi ucapanku,
“ Sikap kalian ini seperti sudah satu tahun bekerja namun tidak mendapatkan gajih” ucapku sambil berjalan masuk kamar,
Aku pergi mandi kemudian berpakayan rapih, aku mengambil kacamata dan jam tangan dari lemari kemudian memakainya, aku kembali ke ruang tamu dan duduk diantara haidar dan inspektur jasir
“ Sekarang kalian bisa katakan apa masalahnya” ucapku
“ g presiden menelpon, ia mengatakan bahwa dia akan ke sini dan bicara 4 mata denganmu, selain itu pimpinan ibukota dan jendral pun mengatakan hal yang sama” ucap haidar dengan lemas
“ g penjahat yang kita tangkap dibebaskan tanpa tuduhan oleh kepolisian ibukota, berita salah tangkap pun sudah tersebar luas di media, dan kitalah yang di salahkan atas insiden itu” ucap inspektur jasir
“Hahaha.... Ini baru berita besar, bagus sekali, hariku akan baik karena mendapat kabar baik di pagi hari” ucapku
“ ghaisan” teriak kompak inspektur jasir dan haidar
“ ini bukan waktunya untuk bercanda” ucap haidar
“ kita Tengah tertimpa bencana dan kau malah tertawa, apa akal sehatmu sudah menghilang atau ada sesuatu yang sudah merasuki dirimu? “ ucap inspektur jasir
“ini artinya bahwa separuh rencanaku sudah berjalan dengan baik sekarang tinggal penyerangan balik” Ucapku dalam hati
“dengarkan aku haidar, panggil wartawan agar berkumpul di depan gedung kantor pusat kota saat presiden, pimpinan ibukota dan Jendral datang ke kantor, dan tugasmu Inspektur Jasir kau harus mengawasi semua anak buahmu, karena aku merasa bahwa salah satu anak buahmu adalah kaki tangan pimpinan ibukota dan Jenderal “ ucapku memerintah
Aku meminta haidar dan inspektur jasir untuk mempercayaiku kali ini, dan meminta mereka agar tetap bersikap tenang, kami pun pergi ke kantor bersama, setelah tiba di kantor aku memeriksa dokumen bukti-bukti dan memastikan segalanya tidak ada yang keliru, tidak lama kemudian haidar menerobos masuk ke ruanganku
“ pimpinan! presiden, pimpinan ibukota dan jendral ada di bawah” ucap haidar
“ Biarkan mereka masuk, kau sudah melakukan tugasmu?” tanyaku
“ ya sudah, para wartawan sedang dalam perjalanan” Ucap haidar
Aku tetap duduk dan memeriksa berkas saat presiden mengetuk pintu ruanganku
“ masuklah, dan silahkan duduk” ucapku dengan sombong
Presiden, pimpinan ibukota dan jendral pun masuk kemudian duduk di sofa
“ katakan, apa yang ingin kalian katakan sampai kalian repot-repot datang kemari” ucapku dengan sombong sambil sibuk memeriksa berkas
“ Kau ini benar-benar pemuda yang tidak sopan, presiden ada di sini dan kau malah mengabaikannya” ucap jendral
“ terima kasih atas pujian anda pak jendral” ucapku sambil tersenyum sinis
“ nak ghaisan bisakah kau tinggalkan pekerjaanmu dan bicara 4 mata denganku” tanya presiden
“ Baiklah” ucapku
Aku merapihkan berkas-berkas dan menaruhnya di dalam laci, aku juga mengunci laci itu, aku berdiri dan berjalan mendekati mereka, aku duduk tepat di hadapan pak presiden
“ ayo kita bicara” ucapku
“ nak ghaisan aku ingin bertanya padamu, apa kau tidak salah mengirim orang kemarin?” Ucap pak presiden
“ tidak pak, mereka adalah terduga komplotan gerbong narkoba republic, kami belum sempat mengadakan pemeriksaan namun kalian memintaku memindahkan kasus, aku melihat berita di tv pagi ini, kalian membebaskan mereka tanpa tuduhan, apa yang sebenarnya terjadi?” Ucapku berpura-pura bodoh
“ kau yakin tidak melakukan kesalahan? “ ucap pimpinan kota
Aku hanya menganggukan kepala menanggapi ucapannya
“ Lalu bagaimana mungkin saat kami memeriksanya mereka bersih dari narkoba, dokter bahkan mengatakan mereka alergi pada obat-obatan terlarang, apa menurutmu orang yang alergi obat terlarang akan menjual obat-obat terlarang, apa itu masuk akal?” ucap jendral
“ apa? ( wajah terkejut) merek alergi pada obat terlarang, apa kau yakin ini bukan alasanmu, bisa saja kau bekerja sama dengan mereka untuk menjatuhkanku” ucapku dengan nada santai
Terdengar suara ketukan pintu, haidar pun masuk ke salam ruanganku
“ Maaf mengganggu tuan, para wartawan berkumpul di bawah, mereka bilang ingin mewawancarai anda” ucap haidar
Ketiga sekawan itu pun terlihat panik
“ Toling bawa mereka ke ruang konferensi” ucapku
“ Ghaisan kau memanggil media?” Ucap pimpinan ibukota
“ Tidak, bukan aku yang memanggil mereka, aku pikir kalian yang memanggil” ucapku dengan santai
“ Kita temui mereka dan mari kita lihat apa yang mereka inginkan” ucap presiden
Kami pergi ke ruang konferensi.
Apa yang terjadi?