
Selama di rumah sakit ghaisan tidak pernah meninggalkan ayla, dia merawat ayla dengan baik meski ia merasa sakit hati atas perbuatan ayla, ia masih berharap bisa mendapatkan hatinya, 2 hari pun berlalu, ayla pulang dari rumah sakit dan kembali ke rumah
“Ayla” Ucap ghaisan memeluk ayla dari belakang, saat itu ayla tengah bersiap untuk tidur
“Apa sayangku” Ucap ayla balik memeluk ghaisan mengalungkan tangannya pada leher ghaisan
“Aku ingin memakanmu” bisik ghaisan kemudian mencium bibir ayla dengan lembut,
Perlahan ghaisan membuat ayla berjan mundur hingga sampai di samping tempat tidur tanpa melepaskan kecupannya ghaisan pun perlahan membuat ayla berbaring, tangannya mulai menyasar masuk ke dalam celana ayla, hingga membuat ayla terpejam sesaat, ayla mendorong ghaisan hingga menjauh, ghaisan bangun lalu pergi ke kamar mandi tanpa bicara, gaisan berendam dalam air dingin untuk menenangkan pistolnya yang terlanjur mengeras karna kecupan ayla, di sisi lain ayla duduk di tempat tidur menyesali apa yang telah ia lakukan
“astaga,,, kenapa aku jadi membayangkan wajah haidar di saat seperti ini, ghaisan maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukan itu, aku sangat merindukan sentuhanmu, tapi di sisi lain aku juga takut kau akan mengetahui aku telah di sentuh pria lain” ucap ayla bicara sendiri
Tidak lama kemudian ghaisan pun keluar dari kamar mandi,
“ g maaf, aku...” ucap ayla
“ Aku mengerti ayla, kau tidak perlu menjelaskannya, sudah tidak apa-apa, seharusnya aku yang meminta maaf, kau baru keluar dari rumah sakit tubuhmu masih lemah tapi aku malah tidak bisa menekan hasratku hingga menyerangmu, maafkan aku” ucap ghaisan kemudian berjalan ke sisi lain tempat tidur
Ayla menitihkan air mata terharu mendengar ucapan ghaisan namun ia bergegas menyeka air matanya karna tidak ingin ghaisan melihatnya menangis
“kau sangat baik dan selalu berpikir positif, kau pria yang mampu mengendalikan situasi, aku merasa beruntung memilikimu sebagai suamiku, andai saja aku bisa sepertimu” ucap ayla dalam hati
“Apa yang kau harapkan ghaisan, kau harus tau tempatmu bukan di hatinya, kau harus menepati janjimu, bagaimanapun kau harus bisa mengendalikan hasratmu padanya” ucap ghaisan bicara pada dirinya sendiri di dalam hati sambil berbaring membelakangi ayla
Waktu berlalu begitu cepat, setelah malam itu ghaisan menepati janjinya untuk tidak menyentuh ayla, ia memilih menyibukan diri dengan pekerjaannya, di sisi lain ayla juga tidak memiliki keberanian untuk mendekati ghaisan duluan, hubungan mereka menjadi seperti pertemanan saja, sudah beberapa hari belakangan ayla merasa tidak enak badan di tambah dengan haidar yang jadi sering datang ke rumah dengan alasan pekerjaan tapi di belakang ghaisan haidar selalu menggoda ayla dan membuat ayla geram,
“ Ini tidak benar, aku harus melakukan sesuatu” ucap ayla bicara sendiri karna kesal
Ayla menelpon nizar dan memintanya datang ke rumah, di sisi lain ghaisan yang mulai curiga pada sikap haidar pulang ke rumah lebih awal, diam-diam dia masuk ke ruang kontrol cctv untuk melihat segala kemungkinan yang ada, ghaisan merasa curiga haidar merencanakan sesuatu untuk melawannya dia memutar beberapa rekaman cctv saat haidar datang ke rumah, dari rekaman cctv itu ghaisan melihat bagaimana haidar merayu ayla dan mengancamnya, ada satu hal yang tidak dapat ghesian ketahui dari semua rekaman cctv itu yaitu rahasia ayla yang di ketahui haidar hingga membuat ayla begitu tertekan, apakah rahasia itu adalah hubungan ayla dengan nizar atau ada hal yang lainnya, ghaisan bangun dari tempat duduknya dan hendak pergi namun ia mengurungkan niatnya saat melihat nizar berdiri di depan pintu sambil melihat-lihat kesana kemari seperti hendak mencuri sesuatu, ayla pun membukakan pintu rumah, ghaisan segera memasang earphone dan mengaktifkan penyadap suara yang berada di ruang tamu untuk mendengar apa yang ayla dan nizar bicarakan.
*Di ruang tamu
“ apa suamimu ada di rumah?” Tanya nizar cemas
“ jika dia ada di sini apa aku akan memanggilmu ke sini, ayo masuk, kita bicara di dalam” ucap ayla
Mereka pun duduk di ruang tamu
“ kenapa kau memanggilku ke sini? Apa kau tahu ini sangat beresiko ayla, ini sudah sore tuan pasti akan segera pulang” ucap nizar khawatir
“jangan hawatir (menggenggam tangan nizar) g tidak pernah pulang sore, dia selalu pulang larut malam, nizar aku butuh bantuanmu”
“ katakan saja ada masalah apa ayla?”
“ nizar teman ghaisan selalu datang ke rumah dengan alasan pekerjaan tapi diam-diam dia sering menggodaku, nizar aku benar-benar muak dengan semua ini, aku lelah menghadapinya”
“ Haidar”
“ Tuan haidar, tidak mingkin dia itu teman baiknya tuan, aku mengenalnya ayla dia tidak mungkin melakukan hal itu”
“ jadi kau tidak percaya padaku, kalau begitu kau pergi saja” ucap ayla merajuk
“ hay ayla apa kau marah padaku? Ada apa denganmu? Dulu kau tidak pernah marah padaku tapi setelah kau menikah dengan tuan kau marah padaku, sudah... iya iya! Aku percata padamu (memegang tangan ayla) jangan marah ya! Katakan padaku apa yang harus ku lakukan untuk membuatmu tidak marah lagi” ucap nizar sambil tersenyum berusaha membujuk ayla
“ Bantu aku mengungkap perbuatan haidar pada ghaisan”
“ Kenapa kau tidak mengatakannya saja pada suamimu”
“ Aku harus bilang apa nizar?”
“ Katakan saja bahwa haidar menggodamu masalahnya akan selesai, percayalah!”
“ jika semudah itu aku mungkin sudah melakukannya, tapi semuanya tidak semudah itu haider selalu mengancamku, selain itu dia juga sering kali mengawasiku, bagaimana Jika dia mengatakan sesuatu pada ghaisan”
“kenapa tuan haidar mengancammu? Apakah kau menyembunyikan sesuatu ayla? Tunggu dulu,, jangan bilang apa yang kau ucapkan di rumah sakit itu benar-benar terjadi ayla”
Ayla pun menganggukan kepala
“Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu, bagaimana kau bisa melakukan hal itu, aku tidak habis pikir padamu ayla, bisa-bisanya kau melakukan hal itu” nizar bicara dengan nada tinggi karna marah
Ayla hanya tertunduk diam
“ bagaimana tuan haidar mengetahui hal itu?” tanya nizar penasaran
“dia ada di hotel itu, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan”
“apa katamu tadi? kau tidak tahu apa yang harus kau lakukan, semua itu hanya alasan ayla, minta maaf dan katakan yang sebenarnya”
“ aku tidak punya keberanian untuk melakukan hal itu, kau tahu apa alasannya nizar” ucap ayla sambil menangis
“Ya aku tahu apa alasannya tapi menyembunyikan sesuatu dari ghaisan itu bukan hal yang mudah, cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya, karena dia adalah ghaisan, aku ingin bertanya padamu ayla, bagaimana jika dia mengetahui hal ini dari orang lain? Apa kau pernah berpikir tentang hal itu?
“ dia tidak akan tahu jika kau tidak mengatakannya dan aku juga tidak mengatakannya, ini hanya rahasia kita berdua”
“tunggu dulu ayla, apa Kau pikir aku akan mendukungmu?”
“kau harus mendukungku jika tidak maka aku akan mengatakan pada ghaisan bahwa kau adalah kekasihku dan saat ini aku sedang.....