For.get

For.get
GS. Dhahir again



Ponsel yang hening sejak pagi berdering, aku mendapatkan sebuah mms dari nomor tak di kenal, saat aku membuka mms itu aku melihat dhahir tengah bicara di sebuah kamar


“ Hallo ghaisan! Bagaimana kabarmu? Apa kau tau aku mengirimkan vidio ini untuk menunjukan sesuatu padamu, malam ini aku sangat bahagia, aku ingin kau tau itu, hahahaha” ucapnya dalam vidio itu


Aku berpikir apa yang dia rencanakan kali ini, aku memutar vidio itu berkali-kali, aku membuka vidio itu dari leptop dan melihatnya berkali-kali, setelah beberapa kali memutar vidio itu aku baru menyadari ada sesuatu di vidio itu, saat dhahir bicara aku menekan tombol pause


“ ayla...” Ucapku dan haidar sambil saling menatap,


Aku dan haidar mengamati vidio itu, di belakang dhahir terlihat ayla yang tengah terbaring tidak sadarkan diri diatas tempat tidur,


“ G sepertinya dhahir berada di sebuah club saat bicara”


“ Tapi bukankah kita sudah menutup semua club prostitusi di kota ini”


“ Aku rasa club ini buka tanpa izin kita”


“ segera hubungi inspektur jasir, kapten feo dan dokter haz kita lakukan oprasi sekarang”


“ tapi g kita tidak bisa melakukannya, kita tidak bisa melibatkan GAN untuk mencari istrimu, kita hubungi pamanmu dan minta bantuannya”


“ aku akan menghubung paman untuk mengurus maslah ayla, aku melibatkan GAN untuk menutup club prostitusi yang buka tanpa izin, kau sendiri yang mengatakannya tadi”


“ sekali dayung dua pulau terlamaui”


“ Haidar kau pokus saja pimpin oprasi GAN, masalah istriku biar aku yang mengurusnya”


Haidar hanya menganggukan kepala


“ bichan kami pergi” teria serentak kami


Aku dah haidar berpisah, kami pergi dengan mobil masing-masing, haidar pergi ke kantor pusat kota untuk memimpin oprasi GAN dan memberikan instruksi, sementara aku langsung mencari keberadaan ayla, aku berpikir kenapa dan untuk apa ayla datang ke sini, aku memasang earphone bluetooth di telingaku, aku menelpon dan bicara dengan paman sambil menyetir


“ hallo paman lateef, aku butuh bantuan”


“ Ada masalah apa g”


“ Paman ayla ada bersama dhahir”


“ lalu kenapa?”


“ Paman bantu aku mencari dhahir”


“jika aku bersedia apa kau mau menurutiku”


“iya paman”


“ Iya paman”


“ kau akan jadi pimpinan menggantikanku”


“ Apa?”


“ Kalau begitu lupakan, kau urus saja masalahmu, aku matikan telponnya”


“ tunggu paman, huh ( menghela nafas panjang) aku akan menurutimu, aku akan menjadi pimpinan menggantikanmu, lagi pula sejak awal kau bukan meminta bantuanku tapi memaksaku, kau bahkan telah mempersiapkan segalanya”


“ kau memang keponakanku yang cerdas, aku akan mengirim nomor ponsel ketua kelompok padamu, kau tinggal perintahkan mereka, kau tidak perlu khawatir mereka akan langsung menuruti perintahmu tanpa bertanya, karna aku sudah mengirim surel profil mu sebagai pimpinan baru”


“ terima kasih paman”


“ g jangan katakan pada bibimu kalau aku memaksamu oke!”


“ Baiklah paman, aku mengerti, sampai jumpa” ucapku sambil menutup telpon


Setelah paman mengirimkan nomor ketua kelompok beserta nama dan wilayah mereka, aku berfikir untuk mengirimkan perintah lewat pesan singkat kepada mereka, tapi ponselku tiba-tiba terjatuh, aku mencoba mengambil ponselku dengan tangan kananku, namun karna itu aku hendak menabrak seseorang, beruntung aku menginjak rem tepat waktu, aku langsung keluar dari mobil, menghampiri wanita yang merunduk karna terkejut tepat di depan mobilku


“ kau tidak apa-apa nona?, bangunlah” ucapku sambil memegan lengan membantunya berdiri


Kulihat dia menagis, saat dia melihatku dia langsung memeluku, dan tangisannya semakin kencang, aku mengajaknya naik ke mobilku dan mencoba menenangkanya, aku memberinya tisu dan sebotol air kemudian aku kembali menyetir, rupanya dia mengenaliku sebagai pimpinan kota, dia menceritakan masalahnya dan meminta bantuanku, dia bicara dengan nada ketakutan, ternyata dia adalah orang yang hendak dijadikan wanita penghibur oleh dhahir, dhahir menjerat ayahnya yang suka berjudi dengan hutang yang banyak, dan ia meminta putrinya sebagai ganti untuk melunasi hutang, aku membawanya ke rumah laila, dan meminta laila untuk membantuku mengurus masalahnya, sebelum aku pergi wanita itu memberiku alamat club tempat dhahir berada, laila sempat melarangku karna merasa cemas, aku meyakinkannya agar ia membiarkan aku pergi, aku pun pergi ke sana setelah membuat laila mengerti, aku membawa mobil dalam kecepatan tinggi, setibanya di sana, aku mengganti pakaianku, kemudian aku masuk ke dalam club dengan menyamar, aku mengirimkan alamat club kepada beberapa ketua kelompok wilayah yang ada di dekat club itu, setelah mereka datang aku memulai aksiku, aku menangkap dhahir dengan mudah tanpa ada perlawanan, karna sebelumnya aku membius orang-orang dhahir dan meminta orang-orangku membawa mereka dengan tenang, sebetulnya aku tidak suka main belakang tapi jika aku membuat keributan maka oprasi GAN akan kacau, aku mencari ayla ke setiap kamar, saat aku hendak masuk ke sebuah kamar yang berada di ujung lorong ada seseorang yang memegang bahuku,


“ G ini aku haidar, aku sudah siap dan menunggu perintah” bisik haidar


“ Laksanakan” ucapku tanpa berbalik


Aku masuk kedalam kamar dan suara kekacauan saat penggerebegan terdengar kencang, di waktu yang sama aku melihat seorang pria hendak menyentuh istriku yang setengah sadar, ia tengah membuka kancing bajunya, aku menarinya dan melemparnya hingga ia terpental ke tembok, aku memukulinya hingga ia babak belur, kemudian aku memborgolnya dan membawanya keluar, aku memanggil haidar dan memintanya membawanya pergi,


“ G kau temukan istrimu?” tanya haidar


“ Dia di dalam, aku akan mengurusnya, pokus saja pada oprasi, dan pastikan tidak ada yang masuk ke kamar ini” ucapku


Aku kembali masuk ke kamar dimana ayla berbaring, aku mendekatinya, memanggilnya, mengayunkan telapak tanganku di depan matanya untuk memastikan kesadarannya, aku terkejut saat ia tiba-tiba nencengkram kedua tanganku dengan kuat, ia menariku hingga aku terjatuh diatas tubuhnya, ia kemudia mengalungkan tangannya di leherku, iya menahan kakiku dengan kakinya


“ayla lepaskan aku, apa yang kau lakukan, jangan menggodaku seperi ini, percuma saja, aku tidak akan terpengaruh, pistolku sudah mati sejak lama, cepat lepaskan aku” ucapku dengan nada santai sambil mencoba melepaskan diri


“jangan pergi, aku suka tubuhmu, kau membuatku nyaman, bantu aku seluruh tubukku terasa panas, “ ucapnya dengan nada pelan


“ayla apa kau minum sesuatu” ucapku


Aku menyadari ia telah di beri obat perangsang, aku memutuskan untuk membantu ayla, aku mencium bibirnya dengan lembut, bermain dengan lidahnya, ia terlihat sangat cantik dan menawan, saat aku menjauhkan bibirku darinya di menariku kembali, tiba-tiba laila menerobos masuk kamar