For.get

For.get
Apa yang terjadi? Apa yang ku lakukan?



Apa yang Ghaisan katakan, kenapa dia bicara seperti wanita yang dipaksa bwrcinta , dan apa yang aku lakukan semalam sampai membuat tubuh Ghaisan dipenuhi tanda merah-merah...


“ Kau harus mengingat apa yang terjadi Ayla,, apa yang sudah kau lakukan pada Ghaisan ,,, ahh... Aku tidak ingat apa yang terjadi semalam, tenang Ayla, tenang,, tarik nafas dalam-dalam dan coba ingat-ingat apa yang kemarin terjadi... Aku turun dari pesawat, kenudian naik taksi, saat di jalan ada orang-orang yang menghadang taksiku, aku bisa mengalahkan mereka semua, tapi kemudian ada seseorang yang membekapku hingga aku, Aku terbangun di sebuah kamar yang bercahaya redup, kamar itu nampak aneh, aku berusaha bangun dari tempat tidur, dengan kepala yang berat aku mencoba untuk keluar dari kamar itu tapi rupanya mereka Mengunci pintu kamar itu, aku melihat kesekelilingku, mencoba mencari jalan keluar lain, kemudian terdengar suara kunci pintu yang di buka, aku dan melihat seseorang masuk ke dalam kamar, samar-samar aku melihat dia membuka bajunya


“Hi gadis cantik, ( sambil menyentuh daguku) kamu sudah siap untuk bersenang-senang sayang, ayo kita mulai, melihat tubuh seksimu, aku semakin bergairah,” ucap pria itu


“siapa Kau, kenapa kau membuka bajumu,” tanyaku


“ aku adalah kekasihmu malam ini, jadi buat aku puas dengan tubuh indahmu ini sayang” ucapnya dengan nakal


“Tuan aku rasa kau sudah salah paham, tolong biarkan aku pergi dari sini” ucapku sambil berjalan menuju pintu,


Pria itu menarik tanganku


“kau mau ke mana Sayang, kau tidak akan bisa pergi sebelum melayani ku, buat aku puas dan aku akan memberikanmu uang yang cukup banyak, setelah itu kau bisa pergi kemanapun yang kau mau” ucapnya pria itu


“Tuan apa kau tidak merasa malu, usiamu sama dengan usia ayahku,” ucapku


“lalu memangnya kenapa? apakah usia ku ini tidak cukup pantas untuk bersenang-senang” ucap pria itu sambil berjalan terus mendekatiku


“Tuan Kau pasti punya seorang putri, pikirkan tentang dia, menjauh dariku” ucapku sambil berjalan mundur menjauhi dirinya


aku tidak bisa lagi menjauh darinya karena langkahku terhalang oleh kursi, kemudian pria tua itu mendorongku dan mendudukkan ku secara paksa, dia menggenggam kedua tanganku dan memaksa untuk menciumku, Aku meronta berusaha melepaskan diri


“Tuan Ingatlah istrimu” ucapku


Dia kemudian mengatakan bahwa istrinya sudah tidak lagi bisa menyenangkannya, Jadi kenapa aku harus mengingatnya, aku terus meronta-ronta tapi tidak juga bisa lepas dari genggamannya, dia menggenggam tanganku terlalu kuat, aku tidak punya cara lain jadi aku menendang bagian sensitif miliknya, dia marah padaku dan hendak menamparku, pria itu juga mengucapkan kata-kata kasar dia menatapku dengan kesal


“baiklah aku akan Melepaskanmu, dengan satu syarat, kau harus meminum air ini” ucapnya sambil memberikan segelas air


Tanpa ragu aku meminum air itu, kemudian pergi, namun saat aku hendak melewati pintu, kepalaku semakin terasa berat, badanku terasa lemas, seluruh tubuhku menjadi panas, aku mulai merasa tidak nyaman, entah apa yang dia masukkan ke dalam Minuman itu, dia menariku kemudian menggendongku dan memberikanku diatas tempat tidur, aku berusaha mengendalikan diriku tapi aku merasa tubuhku bukan miliku, aku hanya berharap seseorang datang dan menolongku...


Pria itu mendekatiku dan perlahan membuka kancing bajuku..


Tapi setelah itu apa yang terjadi, aku bisa mengingat semua yang terjadi sebelum itu dengan sangat jelas, tenang Ayla setelah itu apa yang terjadi....


“ Aku bisa memberitahu dirimu apa yang terjadi padamu setelah itu nona” ucap seorang wanita memotong perkataanku yang sedang bicara pada diri sendiri, yang tiba-tiba muncul di belakangku


“ Siapa kau?” tanyaku


“ namaku dokter Wafis haziranah, tapi kau bisa memanggilku dokter haz sama seperti yang lain” ucap wanita itu


“ Kau tau apa yang aku lakukan semalam?”


“ tentu saja, karna aku ada di sana saat itu”


“ benarkah, ceritakan padaku, apa yang aku lakukan semalam, kumohon”


“ Baiklah tapi sebelum itu, biarkan aku melaksanakan tugasku dulu, ayo kita ke kamar, aku harus memeriksamu”


Aku dan dokter Haz pergi ke kamar itu, dia memeriksa kesehatanku kemudian kami duduk bersama


“ dokter Haz bisakah kau beritahu aku lebih spesifik lagi, apa yang aku lakukan padanya”


“ saat itu kau sedang duduk diatas pinggangnya dan menciumnya hingga seluruh tubuhnya menjadi merah, tuan hanya berbaring dengan diam dan mencengkram seprai seperti wanita yang dipaksa untuk bercinta, hahahaha... Jika kau melihat wajahnya yang merah karna menahan hasratnya, kau takan bisa menahan diri untuk tidak menertawakannya, aku sudah katakan padanya untuk melepas spermanya dalam tubuhmu karna itu cara terbaik bagi kalian, tapi dia lebih memilih untuk disiram air dingin, kau tau apa yang dia katakan saat aku menyarankan itu,’ dia mengatakan, Haz dia masih suci, dia takan memuaskanku, jika kau bersedia memuaskan aku maka aku akan mengikuti saranmu dengan senang hati,’ menyebalkan bukan? Kau tau karna mengingat wajahnya kala itu aku jadi ingin tertawa, hahahaha,,,, masalahnya aku tidak pernah melihat dia berhasrat pada wanita, hahaha... Aku bahkan sempat berpikir dia tidak normal kau tau pria yang tertarik pada pria,, hahaha,,,


“Bisakah kau berhenti bicara sambil tertawa,,, itu menyebalkan” ucapku dengan kesal


“ Hahaha... Sekarang kau bicara seperti dia, hahaha...aku tidak bisa berhenti tertawa, aduhh.. Perutku sakit...”


“ Tentu saja kau akan merasa sakit perut jika tertawa seperti itu terus menerus,” ucap seorang wanita berseragam yang muncul dari pintu


“kau di sini kapten” ucap dokter Haz


Wanita berseragam itu kemudian memukul kaki dokter Haz hingga ia berhenti tertawa


“kenapa kau memukul kakiku?” ucap dokter Haz dengan kesal


“ Agar kau sadar dan berhenti tertawa Haz, kejadian kemarin bukan lelucon yang bisa kau tertawakan, tuan tersiksa karna mengendalikan dirinya tapi kau malah menertawakannya, jika tuan tau “


“ dia akan kesal tapi dia akan memaafkanku, karna dia adalah Ghaisan ahmad altamis” ucap dokter Haz


Wanita berseragam itu tersenyum bersama dokter Haz


“Siapa kau, bagaimana kau bisa tau tentang kejadian semalam” tanyaku dengan herah


“ aku adalah kapten Feodora bilha, aku bekerja dalam gabungan aparat negara (GAN), kau bisa panggil aku kapten Feo, aku di telpon untuk membantu membawamu ke rumah ini, jadi sedikit banyak aku tau cerita semalam” ucap kapten Feo


“ kau tidak usah khawatir, selain aku feo dan tuan tidak ada yang tau kejadian sememalam, oh ya feo apa isi goodie bag yang kau bawa itu?” ucap dokter Haz


“ ini, barang nona ini dan kemeja tuan yang semalam tertinggal di tkp, tuan memintaku membawanya kemari, kemejanya sudah sobek tapi karna ini kemeja kesayangannya aku rasa dia masih akan menyimpannya, ” ucap kapten Feo sambil memberikan salah satu goodie bag padaku


“ Kapten Feo ini bukan tasku” ucapku


“ jika ini bukan milikmu lalu tas ini milik siapa?” ucap kapten Feo


“ Barangku tertinggal di taksi, aku bisa sampai ke sana karna aku di bawa paksa saat sedang dalam perjalanan, jika mungkin bisakah kau membantuku mencari barangku yang hilang” ucapku


“untuk itu kau harus bicara pada inspektur Jasir Syihab, karna aku tidak bisa membantumu, maafkan aku, bukan tidak mau, hanya saja aku tidak akrab dengan inspektur Jasir, jika aku meminta bantuannya dia pasti akan menolak, jika aku mencari sendiri, dia akan semakin membenciku, karna untuk mengambil barang di jasa publik harus pakai akses id GAN, dan masalah barang itu masuk dalam timnya” ucap kapten Feo


“ Baiklah, tidak masalah, aku akan mengurusnya sendiri, oh ya aku sudah tau nama kalian tapi kalian belum tau namaku kan! Namaku Ayla shanum az zahra” ucapku sambil mengulurkan tangan


Mereka berdua menjabat tanganku, kami mengobrol sebentar lalu mereka pamit karna masih harus bekerja, setelah mereka pergi seiring berjalannya waktu aku mulai merasa bosan, hari sudah sore tapi Ghaisan masih belum pulang,


" apa yang terjadi dan apa yang ku lakukan itu tidak benar, aku bukan wanita penggoda dan aku tidak pernah bermaksud menggoda Ghaisan, aku harus menjelaskannya, selain itu aku juga harus berterimakasih padanya karna dia menahan hasratnya untuk menjaga kesucianku " ucapku bicara pada diri sendiri


aku bertanya pada bi cha kapan Ghaisan akan pulang, dia mengatakan bahwa tuannya akan pulang hanya jika dia menginginkannya, aku ingin mengabari Alexa dan Nizar tapi aku tidak hapal nomor ponsel mereka, aku pikir mungkin mereka akan marah padaku karna aku seharian tidak ada kabar, mungin mereka mencoba menghubungiku, tapi aku tidak bisa melakukan apapun, menyebalkan....


“ ibu aku kembali, pekerjaanku sudah selesai...