
Aku naik ke pesawat dan mencari tempat dudukku, seorang pramugari kemudian mengambil tiketku dan menunjukan letak kursiku, aku melihat seseorang duduk di sebelah kursiku, aku tidak bisa duduk karna orang itu menghalangi jalanku
“ permisi tuan, kursi di sebelahmu itu, aku duduk di sana” ucapku dengan lembut
“ duduk saja tidak akan ada yang memarahimu jika itu memang kursimu”
“ Aku memang akan duduk, tapi bisakah kau singkirkan kakimu, karna kakimu menghalangi jalanku” Ucapku lagi
Pria itu tidak mendengar ucapanku,
“menyebalkan, aku sudah bicara dengan baik-baik tapi dia tetap tidak menyingkirkan kakinya, baiklah, jangan salahkan aku” ucapku dalam hati
Aku menginjak kakinya agar aku bisa lewat dan duduk di kursi ku, dia menjerit kesakitan tapi aku malah ingin menertawakannya dan tidak memperdulikannya, dia mengambil buku yang menutupi wajahnya dan menatapku dengan Tatapan yang tajam,
“kau menginjak kakiku” ucapnya dengan nada marah
“ya aku menginjak kakimu, kenapa Kau tidak suka?” ucapku dengan sombong
“Kenapa kau menginjak kaki Ku?” Ucap nya
“karena kakimu itu menghalangi jalanku” Ucapku dengan santai
“Apa kau tidak bisa bicara baik-baik, Kenapa Kau bertindak kasar seperti ini”
“aku sudah bicara tapi kau tidak mendengar jadi tidak ada cara lain selain bertindak kasar” ucapku
pria itu terlihat kesal, dia kembali menutupi wajahnya dengan buku yang ia pegang, aku tersenyum melihat sikapnya yang seperti anak nakal, aku memasang earphone dan mendengarkan musik tanpa sadar aku terlelap,
“Hey Nona kita sudah sampai kau akan tetap tidur kah!”
terdengar suara teriakan sangat kencang di telingaku, aku melirikik ke pria di sebelahku, iya duduk demgan tegak, sikapnya yang sedikit aneh membuatku yakin bahwa dialah yang meneriakiku, Sepertinya dia membalas perbuatanku padanya, karena aku menginjak kakinya, jadi dia membangunkanku dengan cara yang kasar, aku bertanya padanya apa dia yang berteriak padaku dan dia mengakuinya, aku mengucapkan terimakasih padanya, sikap herannya membuatku ingin tertawa, tapi aku menahannya, aku yakin pria itu pasti kesal karna tujuannya untuk membuatku marah tidak terwujud,
“ wanita menyebalkan, Aku harap aku tidak akan lagi bertemu dengannya” ucap pria itu dengan suara pelan
Aku tidak tau apakah dia tau bahwa aku bisa mendengar ucapannya itu, aku hanya tersenyum, pria itu terlihat sangat lucu saat tengah marah, seperti anak kecil, aku tidak bisa menahan diriku untuk tertawa melihat tingkahnya,
Aku terbangun di sebuah kamar yang bercahaya redup, kamar itu nampak aneh, aku berusaha bangun dari tempat tidur, dengan kepala yang berat aku mencoba untuk keluar dari kamar itu tapi rupanya mereka Mengunci pintu kamar itu, aku melihat kesekelilingku, mencoba mencari jalan keluar lain, kemudian terdengar suara kunci pintu yang di buka, aku dan melihat seseorang masuk ke dalam kamar, samar-samar aku melihat dia membuka bajunya
“Hi gadis cantik, ( sambil menyentuh daguku) kamu sudah siap untuk bersenang-senang sayang, ayo kita mulai, melihat tubuh seksimu, aku semakin bergairah,” ucap pria itu
“siapa Kau, kenapa kau membuka bajumu,” tanyaku
“ aku adalah kekasihmu malam ini, jadi buat aku puas dengan tubuh indahmu ini sayang” ucapnya dengan nakal
“Tuan aku rasa kau sudah salah paham, tolong biarkan aku pergi dari sini” ucapku sambil berjalan menuju pintu,
Pria itu menarik tanganku
“kau mau ke mana Sayang, kau tidak akan bisa pergi sebelum melayani ku, buat aku puas dan aku akan memberikanmu uang yang cukup banyak, setelah itu kau bisa pergi kemanapun yang kau mau” ucapnya pria itu
“Tuan apa kau tidak merasa malu, usiamu sama dengan usia ayahku,” ucapku
“lalu memangnya kenapa? apakah usia ku ini tidak cukup pantas untuk bersenang-senang” ucap pria itu sambil berjalan terus mendekatiku
“Tuan Kau pasti punya seorang putri, pikirkan tentang dia, menjauh dariku” ucapku sambil berjalan mundur menjauhi dirinya
aku tidak bisa lagi menjauh darinya karena langkahku terhalang oleh kursi, kemudian pria tua itu mendorongku dan mendudukkan ku secara paksa, dia menggenggam kedua tanganku dan memaksa untuk menciumku, Aku meronta berusaha melepaskan diri
“Tuan Ingatlah istrimu” ucapku
Dia kemudian mengatakan bahwa istrinya sudah tidak lagi bisa menyenangkannya, Jadi kenapa aku harus mengingatnya, aku terus meronta-ronta tapi tidak juga bisa lepas dari genggamannya, dia menggenggam tanganku terlalu kuat, aku tidak punya cara lain jadi aku menendang bagian sensitif miliknya, dia marah padaku dan hendak menamparku, pria itu juga mengucapkan kata-kata kasar dia menatapku dengan kesal
“baiklah aku akan Melepaskanmu, dengan satu syarat, kau harus meminum air ini” ucapnya sambil memberikan segelas air
Tanpa ragu aku meminum air itu, kemudian pergi, namun saat aku hendak melewati pintu, kepalaku semakin terasa berat, badanku terasa lemas, seluruh tubuhku menjadi panas, aku mulai merasa tidak nyaman, entah apa yang dia masukkan ke dalam Minuman itu, dia menariku kemudian menggendongku dan memberikanku diatas tempat tidur, aku berusaha mengendalikan diriku tapi aku merasa tubuhku bukan miliku, aku hanya berharap seseorang datang dan menolongku...
Pria itu mendekatiku dan perlahan membuka kancing bajuku...