
Aku melepaskan tangan fahim yang memegang lenganku kemudian pergi dari sana.
Aku pulang ke rumah untuk memeriksa dokumen-dokumen, aku sangat penasaran siapa yang sudah menjadi mata-mata musuh, aku berfikir mungkin aku akan menemukan bukti dari catatan pembicaraan musuh yang ku terima, saat aku memeriksanya, aku terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ku lihat, aku membacanya berulang-ulang karna aku merasa tidak yakin namun tidak ada yang berubah, isi berkas bukti itu tetap sama, aku mencoba berpikir positif tapi hati dan pikiranku tidak mendukungku.
Keesokan harinya
Aku bangun di pagi hari setelah tertidur saat memeriksa berkas, aku pergi untuk olah raga pagi dan kembali setelah lelah, setibanya di rumah ada 4 mobil yang sudah terparkir di depan rumahKu, saat aku masuk rumah aku melihat inspektur jasir, kapten feo, dokter haz, haidar, dan hazel duduk bersama di ruang tamu,
“ Wah bagus sekali, pagi-pagi kalian semua sudah berkumpul bersama untuk minum teh di rumahku dan itu pun tanpa diriku, hebat! “ ucapku
“ ghaisan” teriak serentak mereka
“ jika kalian sudah berteriak bersamaan itu artinya ada masalah besar, benar! Katakan...” ucapku
“ g kau diskors dari jabatanmu selama 1 bulan” ucap haidar
“ pengajuan proposal keseharan kita di tolak pemerintah negara” ucap dokter haz
“ proposal pengajuan untuk jadi pimpinan kota di tolak pemerintah pusat” ucap kapten feo
“ Kau diminta maju untuk pemilu presiden di pemilu mendatang” ucap inspektur jasir
“ Katakan kami harus apa? “ teriak mereka kompak kemudian duduk bersamaan dengan kompak
“ bisakah kalian biarkan aku mandi dulu, badanku bau keringat” ucapku
Aku hendak pergi namun hazel memegang tanganku dan menahanku
“ Tuan g, aku rasa kau harus bicara dengan mereka dulu” ucap hazel
Aku duduk diantara mereka
“ Aku tau di luar profesi kalian selain menjadi dokter (menunjuk pada dokter haz) inspektur (menunjuk pada inspektur jasir) kapten (menunjuk pada kapten feo) dan tangan kananku (menunjuk pada haidar) kalian adalah tim sukses ku, kalian mengurus dari mulai pendaftaran sampai kampanye selesai tapi aku minta maaf karna aku akan mundur dari politik...
“ Apa?” teriak kompak
“ tidak bisakah kalian jangan berteriak, jangan mendramatisir keadaan, aku akan melakukan tugasku sampai pemilu berakhir, dan aku juga akan menjadi tim sukses jika diperlukan” ucapku sambil tersenyum
“ Siapa calonnya?” tanya inspektur jasir
“ Haidar” jawabku
“ baiklah aku setuju, aku akan siapkan proposal baru” ucap inspektur jasir
“ aku juga akan membantumu” ucap kapten feo
“ Jika kau mundur dan haidar yang menggantikanmu aku rasa aku juga setuju” ucap dokter haz
“ Tunggu dulu teman-teman, apa maksud kalian, tidak aku tidak mau” ucap haidar
“ Kau harus mau haidar, ini perintah” ucapku
“ Haidar jika ghaisan mundur dari posisi pimpinan kota dia akan lebih pokus pada NC, kita akan membantu ghaisan mengumpulkan informasi dari musuh dengan jabatan yang kita miliki, dan ghaisan akan menyerang musuh dengan mudah tanpa menghawatirkan apapun” ucap inspektur jasir
“ Dari mana kau tau rencanaku” ucapku
“ apa kau lupa kalau aku ini inspektur polisi, aku bisa membaca gerakanmu, terlebih kau pernah bilang musuh yang kita hadapi bukan orang biasa, kau sendiri yang bilang, untuk menghadapinya akan mempertaruhkan reputasi dan mengorbankan jabatan, jika kau tidak punya jabatan kau tidak perlu khawatir dengan reputasi, karna kelompok NC akan lebih percaya padamu meski kau tidak menjelaskan apapun” ucap inspektur jasir
“ Baiklah, jika itu rencananya aku akan menyetujuinya, tapi kau harus membantuku” ucap haidar
“ itu pasti haidar, tenang saja!” ucapku
“ bagaimana dengan proposal kesehatan yang di tolak g?” tanya dokter haz
“ jika pemerintah pusat tidak mau aku akan mengajukan proposal ini ke pada para pengusaha ternama, aku akan meyakinkan mereka untuk menyetujui proposal kesehatan ini, bagi mereka yang mengerti bisnis pasti tidak akan menolak proposal ini, aku akan kabari jika kita sudah dapat investor, sekarang kau pokus saja pada pekerjaanmu” ucapku
“ masalah skors?” tanya haidar
“ anggap saja aku berlibur, dan kau yang harus menangani pekerjaanku seperti biasa, lagi pula hanya 1 bulan kan!. Baiklah semua masalah sudah selesai aku akan pergi mandi, jangan bubar dulu teman-teman, kita akan sarapan bersama lalu pergi bersama juga” ucapku
Aku pergi meninggalkan mereka dan masuk ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap, setelah berpakayan rapih kami sarapan bersama, kemudian pergi bersama, kami berpisah di persimpangan jalan dan mengambil jalan masing-masing,
Aku pergi ke bank internasional, setelah tiba di sana aku menemui menejer bank
“ hallo pak menejer bagaimana kabar anda” Ucapku menyapa
“ aku ingin membekukan satu rekeningku, bisakah kau membantuku?”
“ Tentu, rekening mana yang ingin kau bekukan?” tanya menejer itu
Aku memberikan buku rekening itu pada menejer,
“ tuan ghaisan rekening ini adalah rekening yang kau gunakan untuk membantu masyarakat kota, apa kau yakin?” tanya menejer bang itu
“ aku yakin, lagi pula aku hanya ingin membekukannya selama satu minggu”
“ boleh ku beri sedikit saran, kenapa kau tidak mengubah rekenig keluarga ini jadi rekening pribadi saja, pamanmu dan beberapa orang lain mengirimkan uang dalam jumlah besar setiap minggunya ke rekenig ini, jika rekeningnya di bekukan mereka tidak dapat mengirin uang ke rekeningmu, bagaimana?” tanya menejer itu
“jika aku mengalihkannya menjadi rekening pribadi apa masih bisa ku ubah lagi nantinya?”
“ Tentu saja bisa pak, jika untuk pelanggan vip seperti anda yang sulit pun kami akan buat jadi mudah”
“ Baiklah, aku ikuti saranmu”
Menejer bank itu langsung memproses permintaanku, setelah urusanku selesai aku pulang ke rumah, setibanya di rumah aku mengemas barang-barangku, aku juga menghubungi pilot pribadiku agar ia menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan sebelum penerbangan di lakukan,
“ Aku sudah mengemas pakayanku dalam koper, sekaran ( melihat jam tangan) masih ada waktu sebelum pergi, aku akan merapihkan markas rahasiaku” ucapku bicara sendiri
Aku masuk ke ruang bawah tanah, disana berkas-berkas berserakan di mana-mana sisa pekerjaan semalam, aku merapihkan semuanya dan menyimpanya dengan baik, setelah itu aku keluar dari ruang bawah tanah, aku berjalan keluar kamar masuk ke perpustakaan, aku membuka leptop di ruang baca, aku mempelajari beberapa hal penting tentang perbangkan.
“ Kakak, alexa ingin bicara padamu” ucap fahim yang tiba-tiba muncul di belakangku bersama alexa
“ tuan ghaisan ada hal penting yang harus aku katakan padamu mengenai ayla”
Aku langsung menutup leptopku saat mendengar alexa menyebut nama ayla
“ Baiklah, tapi sebaiknya kita tidak bicara di sini, mari ke ruang tamu, kita berbincang sambil minum teh” ucapku
Aku mengajak fahim dan alexa ke ruang tamu, aku juga meminta bichan membuatkan teh untuk kami, kami pun duduk bersama
“ katakan apa yang ingin kau katakan” ucapku
Alexa melihat ke arah fahim seolah ia ragu untuk bicara, fahim pun memberi isyarat seolah ia mengatakan ‘tidak apa-apa’
“ tuan ghaisan...
“ Kenapa kau sungkan padaku, kau bisa panggil aku ghaisan atau g saja, tidak perlu memanggilku tuan karna kau bukan anak buahku” ucapku memotong ucapan alexa sambil tersenyum mencoba mencairkan ketegangan yang ada
“ bolehkan jika aku memanggilmu kakak, aku rasa itu lebih baik karna usiamu lebih tua dariku” ucap alexa dengan semangat
“ itu tidak masalah” jawabku sambil tersenyum
“ Kak g, aku sudah tahu ceritamu dan ayla dari fahim, tapi ada masalah, sebenarnya aku ingin memberi tahu padamu kalau ayla punya kekasih di negara A” ucap alexa dengan nada ragu
“ (senyum) itu bukan masalah, lagi pula dia kehilangan ingatannya tentangku, jika aku ada di posisi ayla mungkin aku juga akan melakukannya, siapa pria itu” ucapku dengan nada santai
“ dia seorang pilot, namanya...
“ Permisi tuan pesawatnya sudah siap, anda ingin pergi sekarang?” ucap nizar yang tiba-tiba muncul di depan pintu
“ nizar” ucap alexa terkejut
“ Alexa” ucap nizar terkejut di waktu yang sama
“ kalian saling mengenal?” tanyaku
“ iya” jawab kompak nizar dan alexa
“ Kami pernah satu sekolah” Ucap alexa
“ kakak kau akan pergi?” tanya fahim
“ nizar, alexa kalian tunggu di sini, aku ingin bicara sesuatu dengan fahim” ucapku
Aku menarik fahim masuk ke ruang kerja
“ Kakak kau akan pergi ke mana?”