
Aku sangat terkejut ”ghaisan memberikan kode brangkasnya, tapi kenapa? Dia marah padaku karna aku menyatakan cinta padanya, tapi di sisi lain dia bersikap baik dengan merawatku dan membuatkanku sarapan, dia juga sangat percaya padaku hingga memberikan kode brangkasnya
Aku tidak dapat mengerti ghaisan,
Ghaisan kembali menutup brangkasnya kemudian pergi dengan membawa beberapa berkas, aku mengikuti ghaisan pergi, dia tidak bicara atau melarangku, aku mengekorinya seperti bayangan, dia naik ke mobil aku juga, dia turun dari mobil aku juga, dia masuk ke kantor aku juga mengikutinya, sesaat aku takjub dengan disain bangunan kantor pusat kota yang indah hingga tanpa sadar ghaisan sudah berjalan jauh dariku, aku lari mengejarnya, semua orang terlihat memperhatikanku mungkin mereka bertanya-tanya siapa aku, tapi aku tidak memperdulikannya, setelah tiba di ruangan ghaisan mendadak aku sakit perut dan ingin ke toilet
“ g di mana letak toiletnya, aku ingin buang air kecil” tanyaku
“ Kau jalan ke arah kiri, toiletnya ada di ujung lorong sana” ucap haidar
Ghaisan masih mengabaikamku, aku bergegas pergi ke toilet karna sudah tidak tahan ingin buang air kecil, saat aku berada di dalam toilet aku mendengar beberapa wanita masuk dan bicara
“ Kau melihatnya”
“ Melihat apa”
“ Tuan g datang dengan seorang wanita”
“ benarkah, sekarang siapa lagi? Aktris atau model?”
“ Entahlah, dia terlihat seperti orang biasa”
“ Wahh bahkan sekarang orang biasapun punya nyali untuk mendekati tuan g”
“ mau bertaruh denganku, setelah makan siang ini wanita murahan itu pasti sudah menghilang dari sisi tuan g”
“ jika bertaruhnya seperti itu kau sudah pasti akan menang”
“ Hahahaha...” tawa mereka bersama
Aku keluar dari kamar mandi setelah mereka pergi, aku kembali keruangan ghaisan sambil memikirkan perkataan mereka, rasanya kata-kata wanita murahan yang mereka lontarkan padaku terngiang-ngiang di telinga hingga membuatku berpikir keras, apa aku seburuk itu, aku menyenderkan kepalaku di kursi dan menatap ghaisan, aku tidak tahu jika selama ini banyak wanita yang mengikutimu seperti yang kulakukan saat ini, pantas dia tidak terpengaruh,pikirku sepertinya dia sudah terbiasa,,
“ghaisan begitu tampan, pantas saja banyak wanita yang menyukainya, kulitnya memang tidak putih seperti nizar tapi dia juga tidak hitan, dia memiliki sipat yang baik dan bijaksana, dia juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, jika aku belum memiliki kekasih aku pasti akan berusaha membuat dia menjadi kekasihku, astaga aylaaa... apa yang baru saja kau pikirkan?” ucapku dalam hati
“haidar aku sangat lapar, ayo kita makan siang dulu” ucap ghaisan sambil menariku
“ g aku bukan haidar kau salah menarik orang”
kami duduk bersama di kantin kantor, semua orang melihat kearahku sambil tersenyum, entah apa yang mereka pikirkan,
“ bawakan aku nasi dan sup ayam...
“ apa sup ayam lagi? G aku tidak mau makan sup ayam lagi” ucapku sambil merengek seperti anak kecil
Ghaisan menatap tajam diriku, haidar menyenggol kakiku dan memberi kode seolah mengatakan bahwa aku tidak boleh protes
“ Baiklah aku mau makan sup ayam” ucapku dengan nada lemas tak berdaya
Kami makan bersama, melihat ghaisan makan dengan lahapnya membuatku bersemangat untuk makan juga, aku menghabiskan makananku sambil terus menatap ghaisan, setelah selesai makan ghaisan pergi ke luar kantor bersama haidar, aku juga mengikutinya pergi ke luar, melihat cara dia bekerja aku mulai terpesona, aku mulai mengerti alasan ghaisan selalu pulang terlambat, dia bekerja di kantor,di luar dan kembali ke kantor lagi, saat kembali ke kantor aku ragu untuk mengikuti ghaisan keruangannya, aku hanya berdiri diam melihat ghaisan berjalan semakin jauh, sepertinya ghaisan tidak menyadarinya, atau justru dia senang karna aku berhenti mengikutinya, entah kenapa aku berharap ghaisan berbalik dan memegang tanganku, menariku masuk dalam ruangannya, aku mendekati seorang pria dan meminta bantuannya untuk memesankan taksi online untuku, aku menjabat tangannya dan mengucapkan terimakasih tapi ghaisan tiba-tiba datang menarik tanganku
“ apa yang kau lakukan ayla?” tanyanya dengan tegas
“ Aku hanya...
“ Jangan bersikap murahan seperti ini, kau sudah melakukan kesalahan kemarin, kau mengikutiku sejak pagi dan aku hanya diam, jadi aku minta padamu, jangan berbuat kesalahan lagi yang akan membuatku...
“ Cukup g, kau sudah salah paham denganku, jika kau tidak suka dengan apa yang aku lakukan, baiklah aku akan pergi” Ucapku dengan kesal memotong ucapan ghaisan kemudian pergi dari sana
“ Kenapa ayla, kenapa? Ada apa dengan dirimu? Kau begitu sakit hati saat g mengatakan kau bersikap murahan, kau tidak boleh, kau tidak boleh jatuh cinta padanya, kau harus kendalikan perasaanmu, ingatlah bahwa kau sudah punya nizar, kau begitu bahagia dengannya sebelumnya” ucapku bicara pada diri sendiri
Aku menyadari aku mulai memimpikannya, karena itu aku memutuskan untuk kembali kenegaraku, aku mengemasi barang-barangku, memesan tiket untuk kembali malam ini juga, aku menaruh tabungan dangan catatan kecil dalam brangkas ghaisan, aku pergi dari rumah ghaisan sekitar pukul 19:25 aku berharap bisa bertemu ghaisan untuk terakhir kalinya, meski aku tau harapanku tidak akan terwujud, dalam perjalanan aku terus memikirkan tindakanku, entah mengapa hatiku merasa tidak nyaman, aku menelpon sahabatku alexa, tapi ia tak kunjung mengangkat telponku, jadi kuputuskan untuk mengirim voice mail yang isinya
“ alexa bagaimana kabarmu, ini aku, aku akan pulang”
“ Pak awas...” teriaku terkejut melihat seorang pria berdiri di depan taksi yang kutumpangi
Supir taksi itu kemudian banting stir ke kanan untuk menghindar hingga menabrak pembatas jembatan, naas dari arah berlawanan datang mobil truk Dan, brakkk!!!
Mungkin inilah akhir hidupku....
Assalamu'alaikum para pembaca, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel saya, bantu saya untuk menjadi author yang lebih baik dengan memberikan komentar kritik dan saran kalian, dan tinggalkan jekak ❤ agar aku tau kalian selalu bersamaku untuk membuatku lebih semangat lagi dalam membuat novel yang seru untuk sekedar menemani dan menghilangkan kejenuhan kalian. salam cinta dariku😍