
Nenek dan kakek menarik tangan ayla menjauh dariku, mereka bicara dengan ayla dengan berbisik-bisik, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan maupun apa yang nenek dan kakek rencanakan aku hanya melakukannya.
“ apa yang sedang kalian diskusikan bertiga?” tanya ku penasaran
“ Ah... tidak ada nak, aku hanya ingat aku dan nenek punya urusan, kalian berdua bicara saja” ucap kakek sambil menarik tangan nenek dan membawanya menjauh,
Kini hanya ada aku dan ayla
“ Tuan aku kehilangan ingtanku” ucapnya sambil berjalan mendekatiku
“aku tau itu ayla, tapi aku tidak memahami satu hal, kenapa kau mengganti namamu dan menggunakan nama ibumu?”
“ Apa maksudmu tuan, jangan bicara seolah kau mengenal ku, aku tidak tau siapa dirimu, sudah ku katakan aku kehilangan ingatanku saat kecelakaan kemarin, mereka yang memberiku nama itu”
“aku sudah katakan bukan, aku tahu kau kehilangan ingatan mu, tapi kau tidak mungkin melupakan aku, karena bahkan setelah kau kehilangan Ingatkan kita bertemu kembali, kau bahkan tinggal di rumahku, sekarang jelaskan padaku bagaimana mungkin orang yang hilang ingatan bisa kehilangan ingatannya lagi, itu lucu ayla”
Ayla mendekatkan dirinya padaku dan menarik kerah kemejaku kearahnya, aku membaringkan diri di kursi dan menariknya dalam pelukanku
“ Kucing liar tetap saja liar, ayla apa kau tau, jika kau mengingat segalanya, kau akan merengek memintaku untuk menikahimu”
“ aku tau maksud dan tujuanmu, kau ingin aku mengatakan bahwa aku pura-pura hilang ingatan kan!” ayla bertanya sambil terus menarik kerah kemejaku
“ tidak, kau salah, kau memang benar-benar hilang ingatan”
“ Kalau begitu beritahu aku siapa aku sebenarnya...” teriak ayla dengan nada kesal
“ ayolah sayang jangan begini, jangan terus bergerak, pistolku bangun karna kau terus bergerak, bagaimana jika aku tidak bisa mengendalikan diri”
“ dasar kau otak kotor,” ucapnya sambil mencekik leherku
“ ayla jangan seperti ini, aku mohon, pistolku semakin keras karna kau terus bergoyang-goyang”
“ jangan bicara sembarangan pria kurang ajar”
“lihatlah durimu di cermin lemari, bagaimana posisimu saat ini”
Ayla melirik ke arah kaca, ia berusaha melepaskan diri saat ia menyadari posinya, namun aku memeluk erat dia agar dia tidak lari dariku
“ aneh pistolku berdiri tapi kenapa aku merasa biasa saja, seharusnya aku memiliki hasrat bercinta di saat seperti ini, tapi menjahili ayla ternyata sangat menyenangkan” ucapku dalam hati
“ Ahh.... Ayla...” aku mendesah seolah tengah menikmati momen bercinta yang panas, hal itu membuat ayla menjadi salah tingkah, ia menutup mulutku namun aku menggigit ringan tangannya
“Aw...” ayla berteriak kesakitan saat aku menggigit tangannya, dengan cepat ia melepas dekapanya
“ suttt... Jangan kencang-kencang sayang, nanti nenek dan kakek mendengar”
“ lepaskan aku pria kurang ajar” ucap ayla sambil memukul dadaku berkali-kali
“ Kau mau ganti posisi atau mau pindah ke dalam kamar sayangku?”
Aku terkejut saat ayla tiba-tiba menciumku, tidak hanya menikmati namun aku juga membalas ciumanya, ciuman itu membuatku bergairah, rasanya sungguh membuatku ingin menyentuh tubuh indahnya, tanganku perlahan masuk ke dalam bajunya, menyentuh kulit indahnya dengan lembut,
“Ayla bisakah aku menyentuhmu, kau punya kekasih di luar sana tapi kau adalah istriku, aku lebih berhak untuk menikmati tubuh indah ini bukan! aku berjanji jika saat ini kau izinkan aku menikmati tubuh indahmu aku tidak akan melepaskan dirimu untuk pria manapun” ucapku dalam hati
perlahan bibirnya pun mulai menyusuri pipiku dengan lembut sampai ke telinga, aku terkejut hingga langsung bangkit dan menjauhinya saat ia menggigit telingaku
“ Kau...
“ kenapa sayang... Bukankah kau menikmatinya” ucap ayla memotong ucapanku
“ kenapa kau menggigit telingaku?” aku bertanya dengan kesal karna gigitannya menghilangkan gairahku
“ menurutmu” ucap ayla sambil berjalan meninggalkan ku sendiri dan masuk ke kamar.
Keesokan harinya
Aku bangun di pagi hari kemudian pergi berolah raga, saat aku kembali kakek dan nenek berdiri di depan pintu, ia menyeretku masuk dan memaksaku duduk di ruang tamu
“ Ada apa kek, nek, kenapa kalian bersikap seperti ini? Oh ya kek, rumah bambu yang kakek dirikan di tengah kebun itu bolehkah aku menempatinya sementara, aku butuh tempat yang tenang untuk bekerja” ucapku
“ oke sepakat! Kau akan bekerja dan tinggal di sana dan aku akan mengirimkan makanan setiap hari ke sana” ucap kakek
“ kali ini apa lagi yang kalian rencanakan?” tanyaku
“ lakukan saja pekerjaanmu dan ikuti permintaan kami, dalam waktu kurang dari 1 bulan kau akan menikah dengan ayla” ucap nenek
Aku melihat ayla mengintip dari pintu kamarnya
“ nek sepertinya cucumu sedang menguping dari balik pintu” ucapku
Nenek berjalan mendekati kamar ayla dan mengetuk pintu kamarnya
“Rashiqa ayo cepat bangun sayang, ini sudah hampir fajar, apa kau tidak mau menemani nenemu yang sudah tua dan renta ini” teriak nenek dari belakang pintu kamarku
“ aku sudah siap nek, ayo pergi” ucap ayla sambil membuka pintu
Ayla dan nenek pergi ke pasar, setelah itu aku pergi ke gubuk dengan membawa leptopku dan beberapa berkas perencanaan bisnis yang belim selesai ku susun.
Siang hari saat waktunya makan siang kakek datang ke kebun bersama alexa, mereka berdua membawa rantang di tangannya,
“ Kak g ayo makan?” ucap alexa dengan halus
“ kakek apa itu makanan untuku juga?, maafkan aku alexa tapi aku ingin makan masakan nenek” ucapku
“ ini memang untukmu, tapi kau tidak boleh memakannya, kau makan makanan yang di bawa alexa saja” ucap kakek
“ kenapa begitu kek?” tanyaku
“ itu syarat untuk menikahi sahabatku” ucap alexa sambil tersenyum
Aku tidak mengeluh dan meniruti keinginan mereka, namun hal itu terus terjadi berulang-ulang, setiap kali kakek mengirim makanan alexa juga membawa makanan, mereka tidak mengijinkanku jangankan mememakan menyentuh makanan yang di bawa kakek pun di larang, entah apa yang mereka rencanakan, aku merasa semua orang bersikap aneh belakangan ini, dari mulai teman-teman yang mengirimkan pesan singkat menyemangatiku setiap pagi, kakek dan nenek, alexa dan fahim yang sulit di temui, setelah beberapa hari fahim datang padaku dengan membawa rantang makanan
“ Kakak kau sudah pulang, kakak kau harus membalas perbiatan ikram dan viida karna mereka membiatku sangat geram” ucap fahim sambil memegang kerah bajuku
“ ada apa denganmu fahim” ucapku sambil melepaskan tangannya yang mencengkram kerah kemejaku
“ kenapa kakak berbohong padaku?” tanya fahim berkali-kali sambil menitihkan air mata
“ drama apa lagi ini” ucapku dalam hati
“ pulanglah, tempatmu bukan denganku” ucapku
“ Tidak kak, kenapa kau selalu saja menjauhkan diri dariku, kenapa kau terus saja menghindariku, kakak aku mohon padamu, penuhi keinginanku, sejak aku kecil bahkan sampai kemarin kau selalu memenuhi keingjnanku, kenapa kali ini tidak” teriak fahim seolah ia ingin semua orang mendengarnya bicara
“ aku akan bunuh diri (bisik fahim) kak balas semua perbuatan paman dan bi....
Aku menampar fahim sebelum iya menyelesaikan ucapannya
“ sudah beberapa kali ku bilang padamu, kau sudah salah paham pada ibu dan ayahmu, pulanglah jangan temui aku bila kau hanya mengatakan hal yang sama” Ucap ku dengan tegas
Fahim tersenyum melihatku marah, seolah ia memang tengah memancing kemarahanku, dari balik pohon aku melihat ayla muncul dan berjalan mendekat,
“ Apa ini?