For.get

For.get
GS. Diam-diam



Aku turun dari batu, aku menaruh travel bag dan kunci mobilku di atas batu itu, aku mengambil kunci yang dijatuhkan gagak itu kemudian aku kembali ke gudang tempat aku meninggalkan mobilku, aku pergi dari sana dengan mobil yang berbeda, aku pergi dengan mengendarai mobil civic merah yang terparkir di samping mobil sportku, aku berkendara menuruni bukit menyusuri sungai, melewati pertania, hingga tiba di sebuah rumah sederhana, saat aku hendak turun dari mobil seseorang menjewer telingaku


“ Bagus ya! Kau ganti mobil lagi, sekarang rasakan jeweran telingaku” ucap nenek rania


“ ahhh... Ampun nenek... Tolong lepaskan aku, telingaku sakit sekali” Di waktu yang sama aku terus menjerit dan memohon ampun


“ Rania kenapa kau membuat keributan, cucu menantu kita baru datang kenapa kau malah menyambutnya seperti ini” ucap kakek mahrus yang keluar dari rumah


“ terus saja kau bela dia, apa kau tidak lihat, dia membuang uang dengan membeli mobil baru” ucap nenek rania sambil melepas tangannya dari telingaku


“ Sudahlah biarkan saja, dia punya banyak uang, jika tidak dia hamburkan sedikit bank mana yang akan menerimanya simpanan uangnya” ucap kakek mahrus


Aku dan kakek mahrus tersenyum bersama, dan nenek terlihat kesal karnanya


“neneku yang cantik, jangan marah padaku seperti itu atau aku akan pulang sambil menangis” ucapku sambil memeluk nenek dari belakang mencoba membujuknya


“Dasar anak nakal” ucap nenek menepuk tanganku sambil tersenyum


“ nenek mau kemana?” tanyaku saat nenek hendak masuk rumah


“ aku mau membuatkan teh hijau kesukaanmu, kau pasti haus setelah perjalanan jauh” ucap nenek sambil berjalan pergi


“kita masih tinggal satu kota dan kau bilang dia menempuh perjalanan jauh, yang benar saja” ucap kakek mahrus


“aku tahu maksud ucapanmu itu, tenang saja aku juga akan buatkan segelas untukmu” teriak nenek rania dari dalam rumah


Kakek mengajaku masuk ke rumah dan kami duduk bersama, mengobrol sambil menikmati segelas teh


“ kakek, nenek, aku sudah resmi jadi pimpinan NC, maaf karna aku baru sempat mengabari kalian” ucapku


“ Tidak apa-apa nak, kami bisa mengerti, kami juga sudah menduga, suatu hari nanti ini akan terjadi, kami hanya ingin berpesan kau harus mempertahankan prinsip yang sudah kau pegang teguh sampai saat ini” ucap kakek mahrus


“ mulai hari ini kau tidak bisa bertindak sembarangan, kau harus berhati-hati dalam setiap langkahmu, baik itu dari ucapan atau pun perbuatan, jangan sampai kau melukai hati orang-orang mu sendiri, sebagai ketua mafia musuh terbesarmu bukanlah orang lain melainkan dirimu sendiri, dan juga orang-orang mu sendiri, karena dalam dunia hitam terkadang orang-orang mu sendiri bisa menusuk diriku dari belakang, sementara orang lain menyerang mu dari depan” ucap nenek rania


“ G jangan hanya karna kau memiliku kekuasaan lantas kau bisa berpangku tangan kepada anak buahmu, Ingatlah tidak ada orang lain yang bisa kita percaya dan kita andalkan lebih dari diri kita sendiri. Bagaimana dengan masalah kelompok gerbong narkoba republic, apa kau sudah berhasil menangkap mereka ” Ucap kakem mahrus


“ Apa kau akan menyerahkan mereka begitu saja, sejauh yang aku tahu kau selalu menghukum orang-orang yang berbuat jahat di kota mu” ucap nenek rania


“ aku juga akan menghukum mereka sebelum mengirim mereka pergi nek, itu juga jika kakek sudah menyiapkan apa yang aku minta” Ucapku


“ tentu saja nak aku sudah menyiapkan ramuan yang kau minta, tapi ada satu masalah, aku belum menguji coba ramuan ini” ucap kakek mahrus


“ karena mereka sudah menjual obat terlarang di kotaku, dan menjual kepada rakyat Ku, aku akan menjadikan mereka kambing percobaan dari ramuan kakek, anggap saja itu adalah hukuman yang kuberikan untuk apa yang mereka lakukan” Ucapku


“ Ramuan apa yang kalian bicarakan?” tanya nenek rania ingin tau


“ Ramuan anti narkoba, tapi aku belum tau apa yang akan terjadi jika mereka meminum ramuan itu” ucapku


“ cara kerja ramuan anti narkoba tidak beda jauh seperti detox yang menghilangkan racun dari tubuh manusia, namun ramuan anti narkoba ini tidak hanya akan menghilangkan pengaruh narkoba dari tubuh seseorang, tapi juga akan mencegah narkoba masuk ke dalam tubuh orang itu selama setahun, karena masa peleburan dari ramuan ini hanya berlangsung satu tahun, jika orang itu mengonsumsi narkoba maka dia akan muntah-muntah seperti orang hamil, tubuhnya akan menolak semua kandungan narkoba yang masuk entah itu yang mereka hisap, telan atau yang disuntikan, tapi nak ramuan ini tidak untuk di minum, melainkan dimasukkan dalam tubuh melalui suntikan, dan kau harus memastikan ramuan ini mengalir di pembuluh darahnya, jika ramuan ini diminum kandungan yang terdapat dalam ramuan ini akan keluar bersama air seni dan efeknya mungkin hanya akan berlangsung beberapa jam saja” ucap kakek mahrus


“ Apa untungnya memberikan ramua itu pada mereka? “ tanya nenek rania


“ hey rania apa kau tahu saat menjual atau membeli narkoba pasti mereka mencium atau mencicipi narkoba itu..


“ Saat mereka mencium atau mencicipinya mereka akan muntah-muntah seperti ibu hamil


“ aku tidak bisa membayangkan bagaimana lucunya seorang bandar narkoba muntah-muntah karna narkoba yang mereka jual


“ Hahahah” aku dan kakek tertawa bersama setelah saling menyela ucapan satu sama lain dengan semangat


“ aish... Aku baru tahu kalau kalian berdua sejahil ini” ucap nenek rania


Kakek mengajaku ke laboratorium pribadi yang berada di lantai bawah tanah rumahnya, setelah mengambil ramuan itu dari kakek, aku berpamitan pada mereka. Kemudian aku pergi ke kediaman tuan havis, karna harus membahas beberapa hal tentang NC bersama tuan havis, tuan rivan dan khritik, kami berdiskusi mengenai banyak hal, perlahan aku mulai mengerti tentang NC, kami mengakhiri diskusi sekitar pukul 22:45, aku langsung pulang ke rumah setelah itu, aku mandi dan bersiap untuk tidur, saat aku membaringkan diri, aku merasa tidak nyaman, aku pun memutuskan untuk pergi ke kamar ayla, saat masuk ke kamar ayla aku melihat ia tengah terlelap


“Ayla aku tidak ingin tidur sendiri malam ini, jadi izinkan aku tidur di sini, oke! Tenang saja aku akan bangun sebelum kau bangun” ucapku bicara sendiri


Ayla berbaring ke kanan seolah mengizinkanku untuk tidur di sampingnya, aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur di samping ayla yang tengah terlelap, aku melipat tanganku dan menjadikan telapak tanganku sebagai bantal, menarik napas panjan aku hendak menutup mataku namun ayla berguling ke kiri, dan membuang tangannya tepat di atas dadaku, ia juga menumpangkan kaki kanannya di atas kakiku, lututnya menyentuh pistolku dan membuat nya berdiri, ia menyandarkan kepalanya di bahuku, memeluku seperti ia memeluk guling, rambutnya yang halus tepat berada di bawah daguku, ayla membuatku tidak bisa bergerak atau tidur dengan nyenyak karna takut ia akan terbangun, 1, 2, 3, 4 jam berlalu ia masih mempertahankan posisinya dan aku masih belum bisa memejamkan mata, aku tidak ingin tidur sendiri tapi ayla malah membuatku terjaga sepanjang malam, waktu menunjukan pukul 04:35 ayla membuka matanya dan melihat ke arahku....