For.get

For.get
GS. Heran



Aku kembali menatap ayla, aku berpikir ini tidak akan ada gunanya, bicara dengan hazel di hadapan ayla hanya akan membuang waktu, aku bangun kemudian pergi ke kamar mandi, aku membasuh wajahku


“ astaga... Aku menyerah jika berurusan dengan wanita, selama ini hazel selalu membantuku mengurusi para wanita yang berdebat memperebutkan aku, sekarang aku harus turun tangan sendiri, ini menyebalkan” ucapku bicara sendiri


Aku kembali membasuh wajahku,


“ Apa yang tadi dia katakan, hazel cemburu melihat kedekatan aku dan ayla itu tidak mungkin, dan apa yang hazel pikirkan? kenapa dia bersikap seperti itu” ucapku bicara sendiri


Aku kembali membasuh wajahku.


setelah merasa lebih baik aku keluar dari kamar mandi,


“ Dia mencintaimu g” Terdengar suara hazel


Aku membalikan badan dan melihat hazel tengah berdiri bersandar pada dinding di depan kamar mandi wanita


“ jangan bercanda denganku hazel” ucapku


Kami bicara sambil berjalan


“ Aku serius g, aku sudah katakan padamu, sebaiknya kau katakan pada ayla kalau kau itu suaminya lalu ceraikan dia” ucap hazel


“ Katakan dengan jujur padaku hazel, bagaimana ayla bisa berfikir untuk menyatukan kau dan aku”


“ bagaimana kau bisa tau dia berniat menjodohkan kita”


“ Kata cinta darinya di maksudkan untuk mewakilimu”


“ kau menyadarinya! “


“tentu saja”


“ Haidar juga berpikir bahwa aku menyukaimu, mungkin dia mengatakannya kepada Ayla”


“aku rasa tidak, hadir tidak akan berbuat seperti itu”


“ benar sekali nona hazel, aku tidak mengatakannya, bagaimana kau bisa berfikir aku yang sudah mengatakannya “ ucap haidar tiba-tiba muncul dari belakang


“ ya ya ya! Baiklah, aku mengatakan padanya bahwa kau adalah kekasihku saat pertama kali kami bertemu, aku minta maaf g, aku tidak bermaksud berbuat begitu, tapi kau tau kan! Aku tidak suka melihatnya ada di dekatmu, keberadaannya akan membuat dhahir mengacaukan hidupmu” ucapnya hazel menjelaskan


“Kenapa kau bicara seperti itu, itu tidak benar” ucapku


Kami berjalan sampai kembali ke arena, aku melihat ayla tengah belajar main ice skating, aku hendak mendekati ayla namun langkahku terhenti karna dering ponsel,


“ pimpinan kepala sekolah dari semua sekolah yang ada di kota datang ke kantor untuk menemui anda sejak pagi, aku sudah katakan bahwa anda tidak bekerja di akhir pekan tapi mereka tetap ingin menunggu dan tidak mau pergi sebelum menemui anda” ucap seorang staf dari telpon


“ baiklah, aku akan datang, jaga situasinya jangan sampai ada leributan, kau tau kan aku tidak suka hal itu” ucapku


Akupun menutup telponnya.


“ G ada apa?” tanya haidar


“ Para kepala sekolah ada di kantor sejak pagi, aku harus menemui mereka” ucapku


“ astaga ( menepak jidat) aku lupa, aku mengikutimu untuk mengatakan hal ini, tapi...


“Tapi? Haidar ada apa denganmu, kau biasanya tidak pernah melupakan apapun”


“ Maaf g, aku juga tidak tahu bagaimana bisa aku melupakan masalah ini, “


“Aku akan pamit pada ayla dulu, “


“ Itu tidak perlu g (hazel memegang tanganku untuk menghentikanku) aku ada di sini, aku yang akan mengatakannya, kau pergi saja dan urus urusanmu, aku akan mengantar ayla pulang ” ucap hazel


“Baiklah hazel, tolong aku ya!” Ucapku


Hazel hanya menganggukan kepala dan aku pun pergi tanpa ragu, aku pergi ke kantor pusat kota dan menemui para kepala sekolah, mereka keberatan karna aku memberi izin untuk memberikan dana beasiswa pada sekolah fx lebih dari ketentuan, aku mencoba memberi pengertian pada mereka dan kami membuat peraturan baru dengan di dasari rasa percaya, rapat berlangsung selama berjam-jam dengan tenang tanpa keributan, setelah mencapai kesepakatan kami mengakhiri pertemua, aku keluar dari ruang rapat kemudian memeriksa ponselku ada 10 panggilan tak terjawab dari laila, aku memasang mode sunyi di ponsel selama rapat jadi aku tidak tau laila menelpon, aku hendak menghubunginya kembali namun laila tiba-tiba muncul di hadapanku,


“ Kau di sini, aku baru mau menghubungimu” ucapku


“ mm,, kau melupakan aku g” ucap laila


“apa maksudmu laila aku tidak mengerti”


“Kau melupakan sesi ke dua pengobatanmu” bisik laila


“ Aku tidak lupa, aku baru akan menemuimu ( memberi alasan ) tunggu sebentar” ucapku


“ g hazel bilang ayla sudah pulang, dia sudah ada di rumah” ucap haidar setelah bicara di telpon dengan hazel


“ baiklah, kau juga pulanglah, sampai jumpa” ucapku pada haidar


Aku meminta maaf pada laila dan ikut pergi bersamanya, aku melakukan sesi kedua dari pengobatanku, laila menggunakan metode rileksasi untuk menghilangkan trauma dan melihat apa pistolku sudah benar2 normal atau tidak, menurut laila belum ada perkembangan yang signifikan, namun untuk sesi kedua menurutnya ini tidak mengecewakan, setelah selesai dengan pengobatan sesi keduaki aku langsung pulang ke rumah, saat tiba di rumah aku tidak bisa menemukan ayla di manapun, aku mencoba menghubungi rumah sakit tempat hazel bekerja dan aku pun bicara dengannya


“ G maaf aku harus pergi tadi, saat aku hendak menelponmu batrai ponselku mati, ada apa?” ucap hazel


“ hazel di mana ayla”


“ Ayla! Dia ada di rumah”


“ Benarkah?”


“ g maaf aku sedang sibuk, kita bicara nanti” ucapnya kemudian mematikan telpon


Hazel sudah pasti berbohong padaku, aku tidak tau motifnya melakukan semua ini, namun yang pasti aku menyesal percaya pada hazel untu mengurus ayla, jika berhubungan dengan ayla dia bisa melakukan apapun untuk membuatnya menjauh dariku, aku kembali ke mall untuk mencarinya, saat aku melewati arena ice kating aku melihat ayla tertidur di atas meja, di tempat yang sama saat aku meninggalkannya ke kamar mandi, aku pun menghampirinya,


“ayla ayo bangun kita pulang” ucapku saat melihat ayla menutup matanya namun ayla tetap tidak membuka mata, aku menyentuhnya dan badannya terasa panas, aku menjadi khawatir saat menyadari ayla demam


“ ayla bangun, ayla buka matamu” ucapku,


Ayla membuka matanya kemudian tersenyum, namun tidak lama ia jatuh pingsan, aku langsung menggendongnya dan membawanya pulang ke rumah, aku memeriksa keadaannya, sukurlah demamnya tidak terlalu tinggi, aku mengambil air dingin untuk mengompresnya, dangan handuk kecil aku mengompresnya hingga demamnya turun, aku mengobatinya dengan kesal, aku tidak mengerti kenapa ayla menyiksa dirinya seperti ini.


Aku terbangun karna sinar matahari, aku melihat tempat tidur ayla sudah kosong, aku tidak sadar tertidur saat merawat ayla, aku melihat jam tangangku waktu menunjukan pukul 08:15, aku mencari ayla ke kamar mandi tapi ia tidak ada, aku mencarinya di ruangan lain, hingga aku mendengar suara dari dapur dan aku pun pergi untuk melihatnya,


“ apa yang kau lakukan? “ ucapku dengan tegas saat melihat ayla bekerja di dapur


Aku berjanan menghampirinya


“ Apa semua ini, kau akan membuat nasi goreng?”


“ iya g aku...


“ diam” sambil menaruh telunjukku di bibirnya untuk menghentikannya bicara


Aku menarik tangan ayla dan membuatnya duduk di meja makan,


“ Duduk diam di sini” ucapku dengan tegas,


“ Dia baru pulih dari demam kenapa dia bekerja di dapur, jika dia lapar dia kan bisa minta bantuan” ucapku dalam hati sambil berjalan mendekat ke dekat kompor, aku melipat lengan kemejaku, kemudian mengambil celemek dan memasangnya, aku mengambil sayuran dari lemari es kemudian mengirisnya, aku membuatkan sup ayam, setelah supnya matang aku menyajikannya dengan nasi putih


“ Ayla, kau makan sup ayam dan nasi saja, habiskan” ucapku sambil meletakan makanan di atas meja tepat di hadapannya


Aku merasa kesal pada ayla, karna dia tidak mengurus dirinya dengan baik, aku pergi ke kamarku untuk bersiap-siap, saat tengah menyiapkan baju ayla menerobos masuk


“ g apa yang kau lakukan?”


“ kau tidak bisa melihat, aku sedang menyiapkan pakayanku” jawab ku masih dengan nada kesal,


“bukannya makan dia malah datang kemari” ucapku dalam hati dengan kesal


“ g kau marah padaku Karna kejadian kemarin?” tanya ayla


Aku menatapnya


“ Pergi habiskan sarapanmu, aku mau mandi” ucapku dengan nada kesal sambil mendorongnya keluar dari kamar


Setelah mengusir ayla dari kamar aku pergi mandi kemudian berpakayan rapih, setelah itu aku pergi ke ruang kerja, aku merapihkan berkas-berkas yang ada di ruang kerja, aku memasukan berkas penting ke dalam brangkas sementara yang lainnya ku taruh rapih di rak dan beberapa ku taruh di meja untuk ku bawa, tiba-tiba saja ayla masuk


“ g itu brangkasmu” tanya ayla sambil duduk diatas meja kerjaku


“Mmm”


“ apa kata sandinya”


“47149”


“Selain aku, siapa lagi yang tau kodenya?”


“ tidak ada, hanya kau dan aku”


Setelah selesai merapihkan berkas aku menutup kembali brangkasku, aku....