
Aku masuk ke dalam mobil, aku berkendara dengan kecepatan penuh sambil menangis,
“ Ahhh...” Teriakku sambil menginjak rem dan melempar tanganku ke samping,
“ Kenapa ini terjadi, kenapa takdir begitu kejam padaku” Ucapku sambil menghantamkan kepalaku berkali-kali ke steering wheel, rasa sakit hatiku membuat nafasku perlahan menjadi berat, aku menyandarkan kepalaku pada head rest tidak lama kemudian laila muncul di hadapanmu
“ Ghaisan, apa yang terjadi, kaca mobilmu pecah dan tanganmu berdarah, bajumu juga basah”
Ucap laila dengan panik
Aku hanya diam dan mendengarkan laila bicara, aku mencoba menenangkan diriku, laila membuka pintu mobilku dan mengambil kunci mobil, ia memapahku masuk ke dalam mobilnya, ia membawaku pergi dari sana, mobilnya berhenti tepat di depan rumahku, laila membawaku masuk di bantu oleh hazel, bichan membawa kotak obat dan laila pun membersihkan lukaku
“ Kenapa kau mengobati tanganku laila, biarkan saja, tangan itu sudah menghianatiku” ucapku dengan nada lemas
Laila tidak mempedulikan kata-kataku dia tetap mengobati lukaku dan memasang perban, laila dan hazel kemudian membawaku ke kamar, hazel pergi dari kamarku setelah membantu laila membuatku duduk di atas tempat tidur, laila membuka jasku, saat ia hendak memuka kancing kemejaku aku memegang tangannya
“ G kau bisa sakit jika kau tidur dengan baju yang basah, jika kau tidak ingin aku melepasnya maka kau lakukan sendiri”
Aku melepas tangan laila dan membuka kemejaku sendiri di waktu yang sama laila membuka lemari dan mengambil baju ganti untuku,
“ Kuatkan dirimu g, yakinlah kau pasti bisa menghadapi dan menyelesaikan masalahmu, karna kau adalah ghaisan” ucap laila sambil memberikan baju ganti padaku
Aku masuk ke ruang ganti dan keluar setelah selesai mengganti pakayan, laila duduk di atas tempat tidur dan memintaku berbaring, aku pun berbaring di atas tempat tidur dengan paha laila sebagai bantalnya, dia tidak bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengelus rambutku, belayan lembut tangannya membuatku mengantuk.
***
Aku membuka mataku, aku melihat jam menunjukan pukul 04:45 dini hari, aku pergi ke dapur karna merasa lapar, di dapur aku melihat laila tengah membuat sesuatu
“ Aku tidak melihatmu di kamar, aku pikir kau sudah pergi?” Tanyaku
“ kau sudah merasa baikan” ucapnya sambil memberikan segelas air
Aku meminum air yang laila berikan
“ Laila, aku merasa gagal menjadi seorang kakak”
“ Jangan salahkan dirimu g, kita tidak bisa mengendalikan hati seseorang, bukan salahmu jika fahim membenci ayah dan ibunya, dan bukan salahmu juga jika karna kebenciannya fahim hampir melenyapkan ayah dan ibunya, g jika kau bersikap keras pada fahim dia mungkin akan semakin membenci ayah dan ibunya, dia akan menyalahkan mereka karna dia tidak mendapatkan kasih sayang dari kakak yang sangat ia sayangi”
“ kau membuka ponselku”
“ ayolah sayang, ini bukan pertama kalinya aku membuka ponselmu” ucap laila sambil memberiakan sandwich
“ Apa ini”
“ Kau tidak melihatnya, ini sandwich coklat kesukaanmu, karna kau tidak makan malam kau harus sarapan lebih awal, cepat habiskan jika ahli gizimu datang dia akan mengganti sandwich coklat dengan sandwich isi sayur, dan minum juga teh hijau yang sudah ku buat” Ucap laila sambil mengambil gelas air putih di tanganku yang belum ku habiskan
Aku menghabiskan sandwich dan teh hijau yang laila siapkan, aku merasa lebih baik setelah bicara dengan laila,
“ Laila jika kau tidak ada, aku tidak tahu akan seperti apa jadinya hidupku ini”
“ mmm...G kau membuatku terharu, kemari biar ku peluk” ucapnya sambil berjalan kemudian memeluku
“ g badanmu bau, cepat pergi mandi sana” ucapnya sambil melepaskan pelukannya
“ Tentu saja bau, terakhir kali aku mandi itu kemarin pagi” ucapku sambil tersenyum
“ Astaga... Sejak kapan tuan kebersihan ini menjadi jorok seperti ini, cepat sana pergi mandi” ucapnya sambil mendorongku
“ g kau sudah bangun, kau pasti lapar, aku akan buatkan sarapan untuk kalian berdua” ucap hazel yang tiba-tiba datang
“ Tidak terima kasih, aku sudah sarapan” ucapku
“kau makan sandwich coklat, ada bekas coklat di bibirmu” ucap hazel sambil membersihkan coklat dari bibirku dengan ibu jarinya
“iya aku yang buatkan, kenapa kau keberatan” ucap laila
“Kenapa kau memberinya sandwich coklat harusnya kau buatkan dia sandwich isi sayur” ucap hazel
“memangnya kenapa jika dia makan sandwich coklat, meski dia tidak makan sandwich isi sayur, selama ini dia tetap sehat dan bugar di tengah aktifitasnya yang padat” Ucap laila
“ tapi nyonya sandwich isi sayur lebih bagus untuk kesehatan dari pada sandwich coklat” ucap hazel
“kau mau mengajariku bagaimana mengurus ghaisan, kau tau selama 8thn terakhir ghaisan tumbuh dengan baik, kau tidak lihat betapa besar otot-ototnya itu, semua itu karna aku, jangan lupa aku juga seorang dokter” ucap laila
“ Iya nyonya, aku tahu itu, tapi nynya itu kan dokter andrologi, sementara aku ini seorang ahli gizi” ucap hazel
“ sudah cukup hentikan perdebatan kalian, jika kalian terus berdebat kalian akan membangunkan semua orang” ucapku
“ ia betul, kali ini aku setuju denganmu” ucap laila
“ aku tidak tahu jika menyangkut masalah ayla kalian berdua akan kompak seperti ini” ucapku kemudian meninggalkan mereka
Aku masuk kamar, kemudian mandi, setelah selesai dan berpakayan rapih aku pergi bersama laila dan hazel, kami pergi dengan mobil laila, aku mengantarkan hazel ke salah satu universitas karna ia ada acara di sana, aku ikut ke rumah laila karna ada harus membahas sesuatu dengan khritik, setelah urusanku dan khritik selesai aku pergi ke kantor pusat kota, setibanya di sana inspektur jasir bergegas menghampiriku
“ pimpinan, sukurlah kau datang tepat waktu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ucap inspektur jasir
“ baiklah kita bicara di ruanganku” ucapku
Aku dan inspektur jasir masuk ke ruanganku dan aku mempersilahkannya duduk, kami pun bicara
“ Pimpinan ada masalah besar terjadi” ucap inspektur jasir
“Kak jasir di sini hanya ada kau dan aku, bicara santai saja, ada masalah apa?”
“ G aku sudah mengintrogasi mereka kau lihat saja rekamannya” ucapnya kemudian mengambil leptop di atas meja kerjaku dan memasukan cd kedalamnya kemudian memutarnya
Pembicaraan dalam cd
Jasir : siapa namamu?
P1: kau sudah tahukan inspektur, kenapa bertanya, langsung saja ke intinya
Jasir: baiklah jika itu yang kau mau, siapa diantara kalian yang merupakan pimpinan
P1: kami ini hanya orang-orang ayah
P2: jika ayah tau kami di tangkap olehmu ia akan membebaskan kami dan memecatmu
P3: jika ghaisan saja yang di sayang ayah tidak segan untuk di lenyapkan apa lagi kau
P4: sebaiknya kau lepaskan kami sekarang
P2: jika kau masih sayang pada jabatanmu sebaiknya kau dengarkan dia
Hahaha tawa serentak
•••
“ siapa yang mereka maksud ayah” tanyaku
“ itulah yang sedang kami selidiki g, g aku juga dapat surat dari kepolisian ibu kota untuk memindahkan mereka ke sana secepatnya, kepolisian ibu kota ingin mengambil alih kasus ini, jika aku tidak bersedia menyerahkan kasus ini jabatanku akan di copot, di sisi lain kita sudah bekerja keras memecahkan kasus obat terlarang ini, sampai akhirnya kita mengetahui kelompok gerbong narkoba republic, kita berhasil menemukan tempat persembunyian mereka dan merencanakan oprasi tangkap tangan ini, setelah kerja keras kita aku juga tidak bisa menyerahkan kasus ini, katakan aku harus apa?”
“ kenapa kau membuat dirimu sendiri dalam masalah, turuti saja keinginannya”
“ baiklah g”
Inspektur jasir pergi dari ruanganku dan haidar menerobos masuk ke ruanganku
“ G tadi presiden menelpon, beliau memintamu memindahkan kasus kelompok gerbong narkoba ke ibu kota” ucap haidar
“Haidar kabari presiden kita akan mengirim mereka besok siang” jawabku
“apa ada yang lain?” tanyaku
“ tidak ada g” ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruanganku
Aku pergi dari kantor pusat kota menuju bank internasional yang ada di dalam kota, setelah sampai di sana aku langsung masuk dan menghampiri teller bank
“Aku butuh 80juta “ ucapku sambil memberikan buku tabunganku
Tidak lama kemudian teller bank datang bersama menejer bank
“Tuan ghaisan ini uang mu” ucap teller bank itu
Aku menjabat tangan menejer bank sambil tersenyum kemudian pergi dari sana, aku melempar koper berisi uang ke dalam mobil sport ku, aku mengemudikan mobil itu menuju sebuah gudang di atas bukit, aku memindahkan uang dalam koper ke dalam travel bag, aku melempar koper kosong itu dan berjalan ke dalam hutan, di tengah hutan ada sebuah batu besar, aku naik ke atas batu dan bersiul 3×,
“Keak...keak...” terdengar suara burung gagak menggema di udara
“ Wuuuzzz...” suara kepakan sayapnya terdengar jelas di telinga
“ keak..keak.. Wuuuzzz” burung gagak itu terbang berputar-putar tinggi di atas kepalaku, gagak itu pergi setelah menjatuhkan kunci
Aku turun dari batu, aku menaruh travel bag dan kunci mobilku di atas batu itu, aku mengambil kunci yang dijatuhkan gagak itu kemudian....