For.get

For.get
GS. Kencan Part.2



Aku terkejut saat aku merasakan sentuhan lembut tangan ayla yang menyasar dadaku, aku melihat pandangan matanya, ia menggigit sebagian bibir bawahnya mengisyaratkan ia tengah berpikir liar, melihatnya seperti itu aku mengambil langkah mundur kemudian berbalik karna takut hasratku semakin menjadi-jadi


“ dasar kucing liar, aku sudah memperingatkanmu tapi kau tidak mendengarku, tidakah kau sadar kita berada di mana?” ucapku sambil memakai kaus yang ku pegang


“ Sudah, kau senang?” ucapku sambil berbalik menghadapnya lagi


“ haidar, turunkan anak itu, dan pakai sepatumu, ayo kita bersenang-senang bersama” ucap ayla sambil senyum lebar


“ nyonya kau dan suamimu bisa main bersama kami, jika kau tetap ingin pergi maka pergi saja, tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan putrimu yang cantik ini” Ucap ayla pada ibu anak itu


Ia terlampau berani menghalangi seorang ibu mendekati putrinya, jika aku tidak ada di sini, sudah pasti urusan ini akan sampai ke polisi, terlebih karna ucapannya itu pasti membuat orang tua anak itu merasa kesal, mereka tidak akan tinggal diam menerima ucapannya.


“ayo gadis kecil, kita main ice skating bersama” ucap ayla sambil tersenyum bahagia dengan menggenggam tangan anak itu


“ ini juga berlaku pada kalian semua, yang ingin pergi silahkan pergi, yang ingin bermain maka bermainlah, pria di hadapan kalian ini bukan lagi ghaisan sang pemimpin kota, melainkan pria muda yang ingin bersenang-senang setelah lelah bekerja, bukan begitu tampan” ucap ayla dengan lentang sambil merangkul diriku


Aku tersenyum melihat ulahnya


“Boleh juga” pikirku


Aku menggenggam tangan ayla dan tangan anak kecil itu


“ ayo wanita-wanita cantik kita bersenang senang “ ucapku sambil tersenyum mengajak mereka bermain bersama


Aku tidak pernah menyangka ini akan terjadi, ayla membuatku terharu mendengar kata-katanya, bukan hanya aku tapi ku rasa ibu dari anak itu juga merasakan hal yang sama, hanya dengan ucapannya saja ayla bisa membuat semua orang yang menepi kembali ke tengah arena, menurutku ini luar biasa, kami pun bermain ice skating, baru satu jam bermain ayla sudah kelelahan hingga dia menepi, haidar juga mengikutinya, aku membiarkan ayla istirahat sementara aku masih bermain dengan gadis kecil itu, kami bermain sambil berbincang


“siapa namamu nak?” tanyaku


“ namaku lisa. Paman, wanitamu sangat cantik dan juga baik hati” ucap lisa sambil tersenyum manis


“benarkah, aku tidak memperhatikannya, tapi menurutku kau lah yang lebih cantik, bagaimana kalau kau juga jadi wanitaku” Ucapku kemudian aku terjatuh karna tertabrak seorang wanita


“paman kau terjatuh karna menggodaku, sepertinya pemilik alam semesta tidak merestui” ucap lisa berbisik padaku sambil tersenyum


“pimpinan aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja” ucap wanita yang menabraku dengan ketakutan


Aku memejamkan mata dan berpikir jahil, aku menarik nafas panjang kemudian membuka mata


“ ( senyum paksa ) Maaf katamu, cepat bantu aku berdiri” ucapku sambil mengulurjan tangan


Saat wanita itu menggenggam tanganku dan mencoba membantuku berdiri, aku menarik tangannya hingga membuatnya terjatuh


“ itu hukuman karna wajah ketakutanmu itu minta di jahili” bisiku


“hahaha...aku minta maaf, ayo bangun” ucapku sambil mengulurkan tangan dan membantunya berdiri


“ Pimpinan aku pikir kau akan marah” ucap wanita itu


“ Pimpinan? Tidakkah kau dengar yang dikatakan kekasihku, sekarang ini aku sedang menjadi orang biasa, jadi kau tidak perlu ketakutan seperti itu” ucapku


Kami pun tertawa bersama.


“ kau datang kemari bersama siapa” tanyaku


“ aku datang bersama teman-temanku itu mereka di sana” ucap wanita itu sambil menunjuk ke arah sekumpulan anak muda,


aku melihat ke arah mereka sambil tersenyum dan mereka pun tersenyum padaku. Aku menghampiri sekumpulan anak muda itu bersama wanita tadi, aku berbincang dengan mereka, ternyata mereka adalah mahasiswi dari universitas kota, mereka berlibur bersama setelah lelah menyiapkan acara di kampus mereka, setelah berbincang sebentar dengan mereka aku kembali bermain dengan lisa,


“ paman ayo main kejar-kejaran” ucap lisa


“ Baiklah” ucapku sambil menganggukan kepala


“ paman, ajak wanitamu bermain dengan kita” ucap lisa


“Itu ide yang bagus” ucapku


“ Ayla, kemarilah “ aku berteriak memanggil ayla


“ Biarkan aku istirahat sebentar lagi g” jawabnya sambil berteriak


Aku berjalan menghampiri ayla dan haidar, aku penasaran apa yang tengah mereka bicarakan berdua sampai ayla tidak mau bermain saat ku ajak. Aku menghampiri ayla dan berdiri di belakang ayla, saat ayla berbalik


Ayla terkejut kemudian mengejarku dengan kesal, dan kami main kejar-kejaran bersama


“ g awas kau ya!, aku tidak akan memaafkanmu, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu setelah kau berhasil ku tangkap” ucapnya sambil mengejarku


“ Ayla kau membuatku takut sekali, hahaha” ucapku sambil terus lari darinya


ayla tidak sadar dirinya bermain dengan lincah karna kesal padaku, lisa mencubit ayla atas perintahku karna kesal ayla semakin bersemangat mengejar kami


“ anak nakal, kemari kau aku juga akan memberimu pelajaran” ucap ayla sambil mengejar kami


“ Ayla, hati-hati kau memakai sepatu ice skating” ucapku menjahili ayla saat kami mulai merasa lelah


Ayla terjatuh saat mendengar perkataanku, saat menyadari ia memakai sepatu ice skating rasa takut membayanginya, ia membiarkan rasa takut menguasainya hingga ia tak mampu untuk berkonsentrasi dan menyeimbangkan diri, karna itulah ayla terjatuh, ayla memasang muka masam, aku dan lisa saling menatap kemudian kami menghampiri ayla, kami mengulurkan tangan sambil meminta maaf, ayla memegang tangan kami dan membuat kami jatuh bersamanya saat kami mencoba membantunya berdiri


“hahaha... kau terkena trik isengmu sendiri g” ucap ayla sambil tertawa


Kami duduk dan tertawa bersama, ayla menggelitik pinggangku, dan itu membuatku merasa geli


“ hentikan ayla, hahaha...ini geli...hahaha”


“ini balasan karna kau membuatku jatuh g ” ucap ayla


Ayla terus menggelitik tubuhku hingga aku tak mampu mempertahankan posisiku


“Hahaha ayla hentikan hahaha aku minta maaf hahaha aku tidak akan mengulanginya” ucapku sambil terus tertawa


Tanpa ku sadari aku sudah berbaring di atas permukaan es, aku menarik tangan ayla untuk menghentikannya, namun karna hal itu ia jatuh menimpa tubuhku


“Maaf” ucapku dengan lembut sambil menatap matanya,


Ayla terus saja menatapku, dari pandangan matanya aku merasa ada sedikit cinta untuku, hazel tiba-tiba menarik tangan ayla dan memaksanya untuk berdiri, dia juga mengulurkan tangannya kepadaku, namun aku mengabaikannya karna aku tidak suka dengan sikapnya, aku tahu hazel tidak pernah menyukai ayla, dia berpikir ayla hanya pembawa masalah dalam hidupku, tapi itu tidak benar, hazel juga tidak salah dia tidak pernah mengenal ayla, dia hanya tahu cerita tentang aku dan ayla dari mulut orang-orang di sekitarku, aku tidak pernah menjelaskan apapun padanya karna aku rasa itu tidak perlu


“tuan ghai apa semua ini, kenapa kau memakai baju jelek seperti ini, kau bermain bersama anak kecil dan gadis ini di tempat umum, apa kau lupa dengan statusmu” ucap hazel dengan nada marah


Gadis kecil itu langsung lari ke pelukan ayla karna ketakutan melihat hazel marah


“ada apa dengan statusnya hazel, apa pemimpin kota tidak boleh bersenang-senang, baju yang g pakai ini tidak jelek, karna baju ini dibuat dengan kerja keras yang kau sendiri belum tentu bisa melakukannya, apa masalahnya jika g bermain dengan kami rakyatnya, seorang pemimpin tidak bisa berdiri sendiri, seorang pemimpin membutuhkan rakyat untuk jadi pemimpin, kau pikir apa artinya g tanpa mereka semua, tanpa rakyat seperti kami g hanyalah g, dia tidak akan jadi pemimpin tanpa ada rakyat yang di pimpin, dan untuk menjadi pemimpin yang baik bukan hanya membawa kemajuan dan kemakmuran, pemimpin juga harus bisa berbaur dengan rakyatnya agar dia bisa mengerti keadaan mereka” ucap ayla dengan tegas


“ Kau mencoba mengajariku arti seorang pemimpin kota, lihatlah dirimu sendiri kau itu...”ucap hazel sambil menunjukan jari pada ayla


Aku menurunkan tangan hazel yang menunjuk pada ayla hingga membuat hazel berhenti bicara


“ Sudah cukup, hentikan, kenapa kalian berdebat seperti ini, apa kalian tidak merasa malu, lihatlah ke sekeliling kalian, semua orang memperhatikan kita,” ucap ku dengan tenang


Ini bukan pertama kalinya hazel bertengkar dengan perempuan yang menyukaiku.


“ Aku tau kalian semua merasa terganggu, aku meminta maaf atas keributan yang terjadi, silahkan kalian lanjut bermain lagi” ucapku


“ ayla berikan lisa pada ibunya” ucapku


Ayla pun memberikan lisa kepada ibunya


“ Dasar wanita tidak tau diri, dia marah-marah pada pimpinan kota seakan pimpinan itu suaminya yang tengah selingkuh dengan wanita lain” ucap ibu dari gadis kecil itu


Orang yang tidak tau apa-apa memang suka bicara sembarangan, Aku menarik ayla dan hazel keluar dari arena bermain sebelum keadaan semakin kacau, aku membawa mereka ke ruang istirahat, kami duduk untuk berbicara


“ Ada apa denganmu hazel, kenapa kau datang lalu marah-marah?” ucapku mencoba bicara pada hazel sambil menggenggam tangannya


“ dia itu cemburu melihat kedekatan kita g, sejak awal dia tidak suka jika aku dekat denganmu” saut ayla


“ ayla, aku bertanya pada hazel bukan padamu, biarkan hazel menjawab pertanyaanku” ucapku sambil menatapnya


Aku kembali menatap hazel dan bertanya


“ apa yang ayla katakan itu benar hazel, jawab pertanyaanku? Kenapa kau seperti ini?”


“ aku mencintaimu g” saut ayla dengan lentang


Aku kembali menatap ayla, aku...