For.get

For.get
GS. Kemarahanku



Setelah selesai merapihkan berkas aku menutup kembali brangkasku, aku mengambil berkas di atas meja yang sudah ku siapkan untuk ku bawa, aku berjalan keluar rumah dan pergi ke kantor,


“ aku tidak tau apa yang ada dalam pikirannya, dan apa yang hendak ia lakukan, kenapa ayla terus mengikutiku, mungkinkah ia mencoba membujukku yang tengah marah, jika itu benar harusnya ia meminta maaf kan! Aku akan langsung memaafkannya, tapi bagus juga, melihatnya di sisiku, aku jadi semangat bekerja” Ucapku dalam hati


Ayla terus mengikutiku seperti bayangan sampai aku masuk ke dalam kantor, seperti biasa setiap kali aku datang para staf menyapaku dengan ramah, semua staf terlihat memperhatikan ayla, mungkin mereka bertanya-tanya siapa wanita yang mengikutiku, dan kenapa dia mengikutiku, namun mereka segan untuk bertanya, di sisi lain ayla sibuk mengagumi disain bangunan kantor pusat kota,


“ Selamat pagi pimpinan” ucap haidar sambil tersenyum


“ pagi juga haidar, apa jadwalku hari ini”


Aku dan haidar berbincang sambil berjalan ke ruanganku


“ Hari ini kita akan memeriksa beberapa dokumen bersama kemudian kita juga akan ke luar untuk kontrol lapangan. Pimpinan istrimu ikut denganmu?”


“ mmm, aku tidak tau pasti kenapa, tapi aku rasa ini caranya untuk meminta maaf padaku”


“karna kejadian kemarin? Tapi apa kau benar-benar marah padanya?”


“ menurutmu?”


“ aku rasa tidak, apa tebakanku benar”


“tidak! kau salah, kemarin aku benar-benar marah, dan sebenarnya aku masih merasa kesal padanya, tapi kau tau aku kan!” ucapku sambil mengedipkan satu mataku


“ kau mempermainkan istrimu sendiri, hei...ini tidak benar”


“ Aku tidak mempermainkannya haidar, aku memang marah, aku akan membuatnya berpikir kalau aku ini marah padanya sampai ia meminta maaf padaku”


“ Kau benar-benar marah padanya?”


“ Apa kau pikir karna aku tidak pernah marah lalu aku tidak akan marah, lagi pula suami mana yang tidak marah jika istri tercintanya menjodohkannya dengan wanita lain, hentikan pembicaraan kita sampai di sini, kucing liarku mendekat”


Aku menghentikan pembicaraan saat ayla berlari mendekatiku, ia mengikutiku sampai aku masuk ke dalam ruanganku, aku dan haidar duduk bersama di kursi tamu untuk memeriksa beberapa berkas, sementara ayla melihat-lihat ruanganku


“ g di mana letak toiletnya, aku ingin buang air kecil” tanya ayla


Aku menyikut tangan haidar agar ia memberi tahu ayla di mana toiletnya, karna aku tak ingin bicara


“ Kau jalan ke arah kiri, toiletnya ada di ujung lorong sana” ucap haidar


Ayla pun pergi ke toilet


“ g kau punya mulut dan masih bisa bicara kenapa kau menyuruhku yang memberitahunya”


“ Kapan aku menyuruhmu?”


“ kau tadi menyikutku”


“ Benarkah, apa aku melakukannya?”


“ ghaisan”


“ Haidar”


“cukup, ayo kembali ke dokumen” ucap haidar kesal


Aku tersenyum melihatnya kesal, tidak lama kemudian ayla kembali ke ruanganku, aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, dia masuk kemudian duduk sambil menyandarkan kepalanya di kursi, dia hanya diam dan terus memandangiku, aku tidak tahu dia itu kelelahan atau ada hal lain.


Aku mengirim pesan pada petugas keamanan dan memintanya mengirim rekaman CCTV saat ayla pergi ke kamar mandi, aku hawatir ada yang mengatakan hal yang tidak-tidak padanya atau ada yang menjahilinya, tapi melihat dari rekaman itu aku merasa tidak ada yang aneh, terlihat jelas ayla hanya pergi ke kamar mandi, setelah itu kembali ke ruanganku, ia tidak terlihat bicara dengan siapapun, sayangnya tidak ada CCTV di kamar mandi jadi aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam, aku pun memutuskan untuk melanjutkan pekerjaanku sampai selesai.


“haidar aku sangat lapar, ayo kita makan siang dulu” ucapku sambil menarik tangan ayla


“ aku tidak salah sayangku, aku memang sengaja melakukannya” ucapku dalam hati


Haidar terlihat berbisik pada ayla, aku tidak tahu apa yang haidar bisikan, tapi yang pasti karna itu ayla jadi diam.


Kami duduk bersama di kantin, semua orang melihat kearah kami sambil tersenyum, dan aku membalas senyum mereka


“ bawakan aku nasi dan sup ayam...


“ apa sup ayam lagi? G aku tidak mau makan sup ayam lagi” ucap ayla sambil merengek seperti anak kecil


Aku menatap tajam matanya.


“ Baiklah aku mau makan sup ayam” ucap ayla dengan nada lemas tak berdaya


Kami makan bersama, makan bersama dengan ayla membuat nafsu makanku bertambah, ayla menghabiskan makanannya sambil terus menatapku, setelah selesai makan aku pergi ke luar kantor bersama haidar untuk melakukan pengecekan di lapangan, ayla juga mengikuti kami pergi ke luar, aku melihat keadaan pembangunan salah satu taman kota, aku pergi memastikan semua berjalan dengan benar, setelah memastikan segalanya kami kembali ke kantor, saat aku hendak berjalan masuk ke ruanganku seseorang tiba-tiba menarik tanganku


“ Kakek, kenapa kakek datang tanpa mengabariku” ucapku


“ Apa yang terjadi ghaisan, aku tidak mengharapkan ini darimu, apa kau tahu aku mendengar para stafmu menyamakan ayla dengan wanita-wanita yang mengejarmu” ucap kakek dengan nada marah


“ kakek, aku benar-benar minta maaf, aku tidak tahu tentang hal itu, jika aku tahu aku tidak akan tinggal diam, kakek tenang saja aku akan mengurus masalah ini, oh ya karna kakek sudah di sini, mari temui ayla, ( melihat kanan-kiri ) haidar di mana ayla” ucapku


Aku baru menyadari ayla hilang dan itu membuatku panik


“ Aku tidak tahu pimpinan, bukankah tadi nyonya mengikuti kita, seharusnya dia ada di dekat sini” ucap haidar


Aku, haidar dan kakek mencari ayla, kemudian aku mendapati ayla bicara sambil tersenyum dengan seorang staf pria, ia juga menjabat tangannya entah kenapa aku benar-benar tidak suka melihatnya, aku pun menarik tangannya


“ apa yang kau lakukan ayla?” tanyaku dengan tegas


“ Aku hanya...


“ Jangan bersikap murahan seperti ini, kau sudah melakukan kesalahan kemarin, kau mengikutiku sejak pagi dan aku hanya diam, jadi aku minta padamu, jangan berbuat kesalahan lagi yang akan membuatku...


“ Cukup g, kau sudah salah paham denganku, jika kau tidak suka dengan apa yang aku lakukan, baiklah aku akan pergi” Ucapnya dengan kesal memotong ucapan ku kemudian pergi


“ Apa? “ aku terkejut dengan reaksinya yang berlebihan


“ Pimpinan maaf tapi anda cemburu pada orang yang salah, kekasihmu hanya meminta bantuanku untuk memesan taksi” ucap staf pria itu kemudian ia pergi


“ pria bodoh ( sambil memukul kepalaku dari belakang ) aku tidak menyangka cemburumu itu berlebihan” ucap kakek memarahiku


“ kakek ayla...


“ Pimpinan kejar istimu jika kau tidak ingin kehilangan dia untuk selamanya” ucap haidar


Aku pun bergegas mengejarnya, aku mengejar ayla sampai pulang ke rumah, aku hendak masuk rumah namun langkahku terhenti karna notivikasi darurat, dhahir mengirimiku sebuah vidio.


Dalam vidio terlihat dhahir tengah duduk di kursi sambil tersenyum


“ hallo tuan tampan, apa kabar? Aku ingin aylaku kembali, aku dengar dia ada di kota ini dan dia ada bersamamu, taukah kau aku tidak akan membuat onar kali ini, tapi jika kau tidak mengembalikan wanitaku aku akan membantu adikmu untuk mati, ghaisan adikmu sangat ingin mati bukan, anak buahmu selalu menghalanginya tapi aku akan membuatnya jadi lebih mudah, jadi jangan lupa serahkan ayla padaku, aku memberimu waktu 2 hari, ingat waktumu hanya 2 hari. Sampai jumpa hahhaa...” ucapnya


Setelah dhahir bicara ada beberapa foto yang menunjukan bagaimana fahim mencoba bunuh diri,


Dan vidio pun berakhir


Setelah melihat vidio itu aku langsung masuk kembali ke dalam mobil, aku mengendarai mobil dalam kecepatan penuh....


Tidak.... Ayla... Maafkan aku!