For.get

For.get
GS. Reason



Aku pergi ke ruang makan untuk sarapan, saat aku duduk tiba-tiba saja haidar menyerahkan henponnya padaku


“Inspektur jasir ingin bicara padamu” ucap haidar


Aku pun bicara dengan inspektur jasir di telpon


“Hallo kha jasir, ada masalah apa sampai kau menghubungiku melalui haidar”


“ aku sudah mengambil barang-barang ayla, haruskah aku memeriksanya”


“ Tidak perlu, aku akan memeriksanya sendiri nanti, taruh saja di ruanganku, hanya itu saja atau ada yang lain”


“G dengar, saat aku dalam perjalanan setelah mengambil barang istrimu, aku tanpa sengaja melihat salah satu dari komplotan gerbong narkoba republic, aku sedang mengikutinya sekarang”


“kau pulang saja dan istirahat kha, kau pasti lelah setelah oprasi GAN semalam, masalah komplotan gerbong narkoba republic aku sudah siap dengan rencanaku, aku akan membicarakannya dalam rapat siang ini”


“baiklah G sampai jumpa di kantor nanti siang” ucapnya kemudian menutup telpon,


“kenapa inspektur jasir menghubungiku untuk bicara padamu”


“ Ponsel kerjaku jatuh di tkp, inspektur jasir tidak tau no ponsel pribadiku, karna itulah dia menghubungiku melalui dirimu”


“ aku dengar kau membicarakan kelompok gerbong narkoba republic, apa kau benar-benar sudah punya rencana yang matang untuk menangkap mereka”


Aku melihat ayla berjalan menghampiri kami yang tengah duduk di meja makan,


“ Istriku ada di sini jangan bicarakan soal pekerjaan di hadapannya” ucapku berbisik pada haidar


Di waktu yang sama bichan menyapa ayla dengan hangat lalu memintanya untuk duduk, ayla tersenyum padanya dan membalas sapaanya, bicha memperkenalkan dirinya pada ayla, dia bilang namanya adalah bibi chanai, tapi aku dan Haidar memanggilnya bichan, aku melihat ayla melamun entah apa yang tengah ia pikirkan, aku mengatakan dengan sikap memerintah untuk sarapan dulu sebelum makanannya menjadi dingin, sesudah sarapan, aku mengajak ayla ke ruang kerja, aku dan ayla duduk bersama sementara Haidar berdiri di samping ayla, kami bicara disana


“tuan aku tidak mendapatkan informasi apapun tentang wanita itu, sepertinya dia berasal dari luar kota, bukan begitu? “ ucap Haidar


“ ya aku memang tidak berasal dari kota ini, tapi aku juga tidak berasal dari luar kota, lebih tepatnya aku berasal dari luar negeri” jawab ayla


“Wah jadi kau adalah turis, kau sangat hebat Nona, Kau pasti berasal dari keluarga kaya, aku tebak usia mu saat ini sakit pasti sekitar 20thn, benarkan! “ ucap Haidar


“Aku bukan turis, dan aku juga bukan wanita dari keluarga kaya, tapi kau benar usiaku saat ini 20thn” jawab ayla


“Wah kau bukan dari keluarga kaya, tapi bisa jalan-jalan ke luar negeri, Kau pasti punya pekerjaan yang bergaji besar” ucap Haidar lagi


“aku pengangguran, Sebenarnya aku datang kemari karena memenuhi perintah mendiang ayahku, ayah memintaku menemui tuan Ghaisan” jawab ayla


Aku terkejut dengan jawaban ayla, kenapa ayah mertua mengirim ayla padaku, dengan alasan apa dia mengirim ayla, itulah yang aku pikirkan saat itu.


Aku hanya dia melihat haidar yang mempermainkan ayla sejak tadi, sepertinya ayla tidak sadar tengah di intogasi, haidar juga iseng, dia sudah tau semua tentang ayla tapi mengintrogasinya seperti tidak tau apa-apa,


“sudah cukup introgasi mu Haidar” ucap ku


Ayla terlihat berpikir saat aku bicara


“Haidar tunggulah di luar sebentar, Aku ingin bicara dengan wanita ini” ucap ku memerintah Haidar


Haidar pergi dari ruang kerjaku


“kau diminta ayahmu untuk datang kemari?” tanyaku


“Siapa nama ayahmu?” aku bertanya agar terlihat wajar


“nama ayahku Abdul Ghaffar”


“aku tau sayang “ ucapku dalam hati


“Owh, jadi kau putri Abdul Ghaffar, pria yang tidak bertanggung jawab, pria yang meninggalkan kota ini dan pergi kabur bersama putrinya” ucapku bicara sembarangan karna tidak tahu alasan apa yang dibuat ayah mertua saat mengirimnya padaku


“ Ayahku tidak meninggalkan kota ini untuk kabur darimu tuan, dia hanya takut kehilangan ku “ jawabnya


“ Kenapa ayah mertua harus kabur dariku, memangnya dia punya banyak hutang padaku, atau mungkin ayah mertua mengatakan itu pada ayla sebelum tiada, dan mengirimnya padaku” ucapku dalam hati


“ayahmu meninggalkan banyak hutang, apakah itu sebabnya kau menjadi wanita penghibur? “ ucapku mencoba menguji nya


“Jaga ucapanmu itu tuan Ghaisan, aku bukan wanita seperti itu, Aku bukan wanita penggoda, dan aku tidak akan pernah menjadi wanita penggoda hanya untuk melunasi hutang ayah, jadi jaga bicaramu itu” ucap ayla dengan nada kesal


“oh jadi ayah mertua mengatakan pada ayla bahwa dia berhutang padaku, berapa banyak hutang ayah mertua padaku hingga ayla mau menemuiku” ucapku dalam hati, aku tau bagaimana ayla ada di club dari CCTV tapi aku harus mendengar cerita darinya juga


“ Lalu kenapa kau bisa berada di sana?” tanyaku


“ Aku tidak ingat banyak tentang kejadian kemarin, tapi yang pasti aku tidak berada di sana atas kemauanku, kemarin saat aku dalam perjalanan, ada beberapa orang yang menghadang jalan, bahkan mereka memukuli sopir taksi yang aku tumpangi, aku berhasil melawan mereka semua hingga tumbang, tapi kemudian seseorang membekapku dari belakang, saat aku sadar aku sudah berada di tempat itu”


“ Cerita mu bagus juga, sepertinya kau seorang penulis, baiklah Ayla aku harus pergi, sampai jumpa nanti sore” ucap ku sambil pergi meninggalkannya


“astaga... Tanpa sadar tadi aku menyebutkan namanya, alasan apa yang harus ku berikan padanya jika dia bertanya” Ucapku dalam hati sambil berjalan meninggalkannya, aku mempercepat langkahku saat aku menyadari ayla mengikutiku, aku merangkul Haidar dan kami berjalan bersamanya, aku merasa ayla masih berjalan mengikutiku


“ Tuan G, wanita itu sangat aneh, dia menjerit hanya karna dia tidak memakai baju yang sama, tapi kau lebih aneh, kenapa kau ikut menjerit tadi” ucap Haidar


“ Haidar Aziz, aku berteriak karna sebenarnya aku sedikit takut pada wanita itu, kau tahu dengan jelas apa yang dia lakukan padaku semalam, aku takut dia akan melakukannya lagi, bekas merah di tubuhku ini belum hilang, jika dia membuat bekas merah baru karna tidak bisa mengendalikan diri lagi, aku mungkin akan berubah jadi srigala” jawabku


“ Tuan ini, dia seperti itu karna pengaruh obat”


“ Karna obat atau bukan dia adalah ayla, sejak kecil dia itu sudah menjadi kucing liar, apa kau pikir setelah dia sebesar itu dia bisa jadi angsa putih yang cantik”


“ tuan mengenal gadis itu”


“ Sudah jangan bahas dia lagi, kita sudah terlambat, ayo”


Aku mempercepat langkahku dan segera masuk mobil, dalam perjalanan kami mengobrol


“ istrimu bebar-benar kehilangan ingatannya g” ucap haidar


“ bukankah aku sudah lama memberi tahumu tentang itu”


“ aku hanya tau dari ceritamu saja, tapi apa kau melihat wajahnya tadi”


“ dia terlihat sangat lucu saat kita membicarakannya, aku rasa ayla tidak tahu bahwa kau tahu dia mengikuti kita, kau tau cara bicaramu tadi, sama seperti kau benar-benar tidak tau apa-apa tentangnya”


“ Kau benar g, oh ya aku penasaran ayah mertuamu mengatakan apa pada ayla sampai dia datang menemuimu”


Aku memberi tahu haidar apa yang ingin dia ketahui, tanpa sadar kami sudah sampai di kantor pusat kota, seperti biasanya semua orang menyapaku dan aku membalas sapaan mereka, aku masuk ke ruanganku, aku memeriksa barang- barang ayla sudah ada di sana, setelah itu aku sibuk menyelesaikan pekerjaan hingga siang hari, setelah makan siang aku meminta dokter haz untuk datang ke rumah dan memeriksa ayla, kemudian aku mengadakan rapat bersama jajaran polisi untuk membahas rencana tangkap tangan kelompok gerbong narkoba republic, aku sendiri yang akan memimpin penangkapan itu.


Rencana sudah di buat, pekerjaan juga selesai, waktu menunjukan pukul 18:25 aku pulang ke rumah untuk persiapan pelantikan pimpinan NC besok, saat tiba di rumah aku melihat....