For.get

For.get
GS. My Plan Part.2



Kami pergi ke ruang konferensi.


Saat aku membuka pintu ruangan konferensi, suara gaduh dari para wartawan mendadak berubah menjadi hening, aku tersenyum kepada para wartawan


“ Halo kawan-kawan ( melambaikan tangan), ingat satu peraturan yang harus kalian perhatikan saat berada di kotaku, tertib, karna ghaisan tidak suka keributan” Ucapku sambil berjalan menuju podium


Semua wartawan menuruti perintahku dan itu semua karna insiden di masa lalu, aku pernah membuat seorang wartawan masuk penjara karna mengabaykan peraturanku, tidak hanya itu aku juga menutup kantor tempat ia bekerja, sejak saat itu lah tidak ada satupun wartawan yang berani mewawancaraiku tanpa janji temu terlebih dahulu.


Semua wartawan terlihat terkejut melihat presiden, pimpinan ibukota dan jendral ikut hadir bersamaku, mereka saling berbisik satu sama lain


“ baiklah para wartawan yang terhormat silahkan mulai saja pertanyaannya, karna aku tidak suka basa basi” ucapku dengan tegas


“ tuan ghaisan sebelumnya kami berterimakasih karna anda mengizinkan kami memasuki wilayah anda dan juga atas kesediaan anda untuk bertemu dengan kami. tuan ghaisan apa pendapat anda mengenai masalah yang terjadi? “


“ jika maksudmu adalah dibebaskannya terduga kelompok gerbong narkoba republic maka aku katakan, aku tidak peduli”


Seorang watrawan mengacungkan tangan kemudian bertanya


“ menurut isu yang beredar inspektur jasir lah yang menangkap penjahat kelas kakap itu, bagaimana menurut anda, dan jika kami boleh tahu apakah presiden, pimpinan ibukota dan jendral ada di sini karna masalah ini”


“ kawanku inspektur jasir tidak pernah melakukan kesalahan, apa lagi sampai salah menangkap orang, aku bisa pastikan itu. Dan untuk alasan mereka ada di sini biar mereka sendiri yang menjawab” ucapku


Aku memberikan kode pada pak presiden untuk bicara


“ rakyatku, kedatangan ku kemari hanya untuk melihat kota ini, aku juga ingin meminta nak ghaisan untuk maju mencalonkan diri jadi presiden di pemilu depan, karna aku sudah maju dua dekade dan menurut peraturan aku tidak akan bisa maju lagi, sudah saatnya pemimpin yang baik seperti nak ghaisan memimpin negara ini, aku yakin negara akan lebih maju di tangannya, nak ghaisan mengurus kota dengan sangat baik aku yakin jika dia jadi presiden di masa mendatang, negara kita akan berkembang jauh lebih pesat dari yang bisa aku lakukan”


“ licik, kau mengalihkan perhatian wartawan dengan membicarakan pemilu” ucapku dalam hati


“ maaf pak presiden yang terhormat, tapi aku tidak bisa memenuhi keinginan anda, karna jika aku menjadi presiden aku tidak akan tahan dengan jendral polisi yang salah menangkap penjahat aku pasti akan langsung menendangnya dari kepolisian” ucapku sambil melirik pada jendral mencoba mengembalikan pembicaran pada topik awal


Jendral polisi yang duduk tenang pun berdiri sambil memukul meja dengan kencang


“ apa maksudmu ghaisan, kau pikir kau siapa, kau bilang apa barusan? Aku salah menangkap penjahat bukan aku tapi kau dan jasir yang melakukan kesalahan itu” ucap jendral dengan kesal sambil menunjukan jari ke arahku


“ Astaga... Aku tidak menyangka di bawah pimpinan ibukota jendral polisi pun menjadi tidak tau malu” ucapku sambil terenyum


Aku memancing kemarahan jendral polisi dan pimpinan ibukota untuk mengungkapkan kebenaran.


Pimpinan ibukota pun ikut berdiri dan mencengkram kerah bajuku


“ jangan sembarangan menghina orang ghaisan, ingatlah kau itu hanya pimpinan dari kota kecil, bukan jendral tapi kau dan jasir lah yang melakukan oprasi tangkap tangan itu, tapi apa yang terjadi, dalam oprasi itu kau telah gagal, karna itulah untuk menutupi rasa malumu kau menangkap rakyatmu sendiri untuk di jadikan tersangka dan mempermalukan aku dan jendral” ucap pimpinan ibukota dengan nada suara tinggi


“ aku, apa aku dan inspektur jasir yang menangkap mereka? Apa buktinya kalau aku yang melakukan kesalahan sebesar itu” ucapku sambil tersenyum,


“ Lihat ini dan perhatikan baik-baik ini adalah bukti yang nyata” ucap jendral dengan penuh keyakinan


Seorang wartawan mengacungkan tangan


“ Jika itu memang benar kenapa kemarin jendral dan pimpinan ibukota mengakui kerja keras orang lain” ucap salah satu wartawan


Jendral dan pimpinan ibukota tersadar telah ku manipulasi untuk mengakui kesalahan mereka sendiri, mereka pun bergegas pergi dari ruang konferensi karna tidak ingin menjawab pertanyaan wartawan


“ Aku menyayangkan tindakan pimpinan ibukota dan jendral polisi, tapi itulah kebenarannya, untuk itu aku meminta maaf kepada nak ghaisan, inspektur jasir dan rakyat ku sekalian, aku akan pastikan ini tidak akan terjadi di masa depan” ucap pak presiden dengan tegas sambil berdiri


Pak presiden memegang pundaku,


“ aku masih punya banyak pekerjaan, kalau begitu aku pamit” Ucap pak presiden


Kemudian ia pun berjalan pergi dari ruang konferensi


“ Tuan ghaisan apakah benar anda dan inspeltur jasir melakukan salah tangkap?” ucap salah satu wartawan


“ Aku rasa ada kesalah fahaman di sini, memang benar aku dan inspektur jasir melakukan operasi tangkap tangan, tapi kami tidak salah menangkap orang, dan aku bisa mempertanggung jawabkan ucapanku” ucapku


Aku memanggil jasir dan memintanya membawa notebook, LCD proyektor, laser pointer beserta layar proyeksi ke dalam ruang konferensi, tidak lama kemudian semua yang ku perlukan sudah siap di dalam ruangan untuk di gunakan, aku memasukan sebuah usb flashdisk ke komputer dan mulai memutar vidio, vidio itu berisi kronologis kejadian saat oprasi tangkap tangan, aku sengaja memasang kamera di jas yang ku pakai dan di seragam inspektur jasir untuk berjaga-jaga, tak ku sangka itu akan berguna, aku juga memutar vidio intogasi yang dilakukan inspektur jasir, semua orang terkejut melihat vidio itu, setelah vidio berakhir, aku juga menjelaskan bukti-bukti yang sudah ku rangkum sebelumnya pada media, semua wartawan mengacungkan tangan dan ingin bertanya, tapi aku tidak memberikan kesempatan untuk itu


“ aku tahu kalian amat penasaran, nanum aku hanya bisa mengatakan aku tidak menyerahkan bukti ini karna bukti ini baru sampai di tanganku pagi ini, di saat mereka sudah di bebaskan, jujur saja, seperti yang kalian ketahui aku tidak pernah peduli dengan apa pun yang terjadi di luar wilayahku, jadi aku sama sekali tidak akan ikut campur pada masalah ini, di tambah lagi kami sudah menyerahkan kasus ini pada kepolisian ibu kota, jadi biar mereka saja yang mengurusnya, aku juga sudah mengirim bukti ini pada jendral pagi ini, namun karna jendral ada di sini, aku rasa ia belum sempat membukanya, ada satu hal lagi yang ingin ku sampaikan, jika aku mendapati ada anggota kelompok gerbong narkoba republic lagi di kotaku ini, aku pastikan aku akan menghancurkan kelompok itu dengan melupakan batasanku, selamat siang dan sampai jumpa” ucapku kemudian pergi meninggalkan ruang konferensi, aku berjalan menuju ruanganku, haidar mengikutiku dari belakang dan ikut masuk ruanganku, kami duduk di sofa sambil berbincang


“ Inikah rencanamu?, rencana ini sama sekali tidak merugikan musuh g” ucap haidar


“ aku tahu haidar, tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun” ucapku


Inspektur jasir menerobos ruanganku, kemudian duduk di sofa tepat di depanku


“pimpinan, aku melihat konferensi pers yang kau lakukan, ada beberapa wartawan yang melakukan siaran langsung di media sosial, dan aku tidak mengerti satu hal, kau sudah melepas elang untuk memberi peringatan tapi kenapa kau tidak menyerang musuh, kau hanya menggeretak mereka dengan ucapan saja” ucap inspektur jasir


“ Musuh kali ini sangat berbahaya, aku akan mengatasinya sendiri dengan hati-hati, akan lebih baik untuk tetap bermain aman, apakah kalian tidak berpikir bagaimana presiden, pimpinan ibukota dan Jenderal bisa mengetahui bahwa kita sudah menangkap komplotan gerbong narkoba republic jika tidak ada yang memberitahu mereka, kita merahasiakan operasi tangkap tangan tapi operasi tangkap tangan ini tidak hanya bocor kepada petinggi melainkan kepada para penjahat itu juga, aku akan mencari kesempatan untuk menangkap orang yang sudah menjadi mata-mata mereka, aku sudah menjebak Jenderal dan pimpinan ibukota agar mereka mengatakan bahwa kita lah yang menangkap penjahat itu, dan Kita lah yang melakukan kesalahan, setelah itu aku membalikkan keadaan dengan menggunakan bukti-bukti yang kusimpan tentang mereka adalah komplotan gerbong narkoba republic, aku mengeluarkan semuanya kepada media dan aku berhasil dalam rencanaku, aku tidak hanya membuktikan bahwa kita lah yang menangkap komplotan republik tapi secara tidak langsung menyalahkan jendral yang melepaskan mereka dan mendesaknya agar menangkap mereka kembali” ucapku


“ Tapi kenapa kau tidak melibatkan kami” tanya haidar


“ tidak untuk kali ini, karna masalah ini membahayakan reputasi dan mempertaruhkan jabatan kita, aku akan maju sendiri, jadi jika aku tumbang kalian tidak akan ikut tumbang” jawabku


“ Siapa musuh kita sebenarnya g, kenapa kau begitu takut padanya” tanya inspektur jasir


“ ayah...