For.get

For.get
This is romance



Ghaisan hanya terdiam mendengarkan ucapan ayla, saat ayla berbalik ia mendapati ghaisan sudah tertidur pulas


“ Lagi-lagi dia melakukannya, kenapa dia harus tidur di saat seperti ini, malam ini hujan turun begitu deras, udara yang dingin dan suasana yang romantis jadi sia-sia, g, g” ucap ayla mengeluh sendiri


Hari-hari berlalu tanpa terasa sudah sebulan lebih sejak pagi indah itu, namun keromantisan itu tak pernah terulang baik pagi, siang, atau pun di malam hari karna di siang hari ghaisan lebih banyak menghabiskan waktu dengan alexa dan fahim untuk urusan pekerjaan, saat ia pulang di malam hari ia langsung terlelap karna lelah, ayla mulai merasa kesepian karna setiap kali ghaisan pulang ia memeluk ayla kemudian langung tertidur, ghaisan yang mulai kesal pada pekerjaan yang tak kunjung usai sementara rasa rindu akan sentuhan ayla semakin hari semakin menjadi, hari itu ghaisan terpaksa harus meninggalkan ayla ke luar negri untuk urusan pekerjaam, sebelum pergi ghaisan meninggalkan pekerjaannya meluangkan sedikit waktu untuk ia habiskan bersama ayla, ghaisan pun berinisiatif untuk mengajak istrinya makan malam di sebuah hotel, ia membooking kolam renang dan menyulapnya menjadi tempat yang indah dan romantis untuk makan malam, setelah semua persiapan selesai di lakukan ghaisan pulang ke rumah untuk menjemput ayla, setibanya di rumah ghaisan ayla justru memasang muka masam di hadapan ghaisan


“ ada apa kau pulang sesore ini, apa sekarang kau tidak punya pekerjaan” ucap ayla dengan jutek


Ayla terus saja menonton telvisi mengabaikan ghaisan, namun hati kecilnya berharap ghaisan tidak akan pergi lagi


“ ay ucapanmu itu tidak enak di dengar” ucap ghaisan kemudian duduk di atas meja tepat di hadapannya


“ G, kau menghalangi pandanganku, apa kau tahu film yang aku lihat itu tidak akan di putar kembali” ucap ayla mendekatkan wajahnya tepat di hadapan wajah ghaisan


“ Sayang apa kau tidak rindu?” tanya ghaisan sambil mengangkat alis matanya dan tersenyum memberi kode


“ kenapa aku harus merindukan orang yang mementingkan pekerjaannya di bandingkan dengan istrinya sendiri” jawab ayla dengan sinis


“ maafkan aku sayang, ay aku harus pergi ke negara A untuk urusan pekerjaan”


“ aku akan menyiapkan koper untukmu” Ayla bangun dari tempat duduknya, ia hendak pergi namun ghaisan memegang tangannya untuk menahannya,


“ sebelum pergi aku ingin kita bersenang-senang, aku sudah memesan tempat untuk makan malam” ucap ghaisan sambil memeluk ayla


Ayla berusaha menahan diri untuk tidak tersenyum bahagia di hadapan ghaisan,


“ oke, ayo kita pergi makan” ucap ayla, ghaisan pun melepaskan pelukannya


“ Pergilah bersiap-siap aku menunggu di sini” pinta ghaisan


Ayla pun pergi ke kamar untuk bersiap-siap, senyum yang ia tahan di hadapan ghaisan mereka di dalam kamar, ia merasa sangat bahagia karna akhirnya suaminya punya waktu untuk di habiskan bersama, ayla berdandan dengan cantik kemudian menghampiri ghaisan


“ Ayo pergi” ucap ayla sambil menahan senyum


Mereka pun pergi menuju hotel, setibanya di hotel ghaisan turun duluan dari mobil


“ selamat datang sayang” ucap ghaisan sambil membukakan pintu mobil untuk ayla


Ayla turun dari mobil dengan menggenggam tangan ghaisan sambil tersenyum bahagia, ghaisan menggandeng ayla perlahan mereka berjalan menuju kolam renang, tanpa mereka sadari di sisi lain haidar tengah memperhatikan mereka dengan tatapan jahatnya, ia menunggu kesempatan dan ia pun mendapatkannya, haidar menyamar menjadi pelayan kemudian mengantarkan minuman dan makanan pada ayla dan ghaisan namun baik ghaisan maupun ayla tidak ada yang memperhatikan atau pun menyadari keberadaan haidar, mereka berdua terlalu sibuk menatap satu sama lain, setelah makanan tersaji di atas meja mereka pun menikmati makanan dengan bahagia, saat ghaisan hendak minum ia mencium bau alkohol yang sangat kuat dari gelas anggurnya, ia pun mulai berpikir ada seseorang yang berusaha merusak malamnya,


Ghaisan berbohong pada ayla karna tak ingin ayla merasa khawatir, ghaisan pergi mencari pelayan itu namun tidak menemukannya, ghaisan bahkan bertanya pada seluruh staf yang membantunya menyiapkan makan malam


“ Kau yang bertugas mengantar makanan bukan?” ucap ghaisan bertanya pada seorang pelayan


“ Ia tuan seharusnya memang aku, tapi saat aku hendak mengantar makanan seseorang mendatangiku, ia mengatakan bahwa dia adalah pelayan pribadimu, jadi aku menyerahkan makanan itu padanya, apa ada masalah tuan?”


“ makanannya sudah sampai di mejaku kami juga sudah menikmatinya, makanannya sangat lezat, aku hanya ingin berterimakasih” ucap ghaisan sambil memegang pundak pelayan itu


Setelah mendengar perkataan pelayan itu, ghaisan pun semakin yakin ada musuh di dekatnya, namun karna ia hanya memiliki sedikit waktu dia pun mengabaikannya dan kembali pada ayla, di sisi lain ayla tanpa sadar menambahkan banyak cabai dalam makanannya, saat ia memakan makanannya wajahnya memerah dan lidahnya terasa terbakar karna kepedesan, ia sudah menghabiskan minumannya dengan sekali teguk namun rasa pedas di mulutnya tak kunjung hilang, ia pun mengambil gelas ghaisan dan meminumnya tanpa mengindahkan peringatan dari ghaisan, ayla mabuk berat setelah meminum minuman milik ghaisan, saat ghaisan tiba di sana ayla tengah duduk di pinggir kolam sambil bermain air


“ ayla” Panggil ghaisan yang merasa aneh melihat sikap ayla yang bicara sendiri bahkan tertawa sendiri


“ghaisan” panggil ayla sambil berdiri dan tersenyum


Ghaisan bergegas mendekati ayla saat melihatnya mabuk


“Ayla kau meminum minumanku?” Tanya ghaisan


Ayla mengalungkan tangannya di leher ghaisan, ia bersandar pada dada ghaisan yang bidang


“ G mulutku hampir terbakar tadi, g ayo bercinta aku rindu” Bisik ayla


Ghaisan pun tersenym bahagia, ia mengangkat ayla dan membawanya ke kamar hotel yang telah ia pesan,


“Ghaisan turunkan aku, turunkan aku cepat” ucap ayla merengek memaksa minta turun seperti anak kecil


Ayla teramat senang melihat kamar yang dihias begitu cantik, kelopak bunga mengelilingi lilin-lilin aroma terapi, wewangian yang menawan dari lilin-lilin membuat suasana semakin memikat, ayla melompat-lompat menari seperti anak kecil, ia berkali-kali hampir jatuh namun ghaisan menjaganya, melihat ayla mabuk sampai tak bisa berdiri dengan benar hati kecil ghaisan merasa hawatir, namun tak dapat di pungkiri ia pun merasa senang karna melihat tingkah ayla yang seperti anak kecil, keceriaannya membuat ghaisan tersenyum bahagia


“ghaisan, kelopak bunga di atas tempat tidur itu harusnya berbentuk hati tapi kenapa malah berantakan seperti itu” ucap ayla


“ kelopak bunga itu berbenruk hati sayang, matamu jadi berbayang karna alkohol”


“ benarkah (senyum)”


Ayla menarik ghaisan naik ke atas tempat tidur, ia melompat-lompat di atas tempat tidur sambil melempar kelopak bunga ke udara membuat dirinya dihujani kelopak bunga mawar, saat ayla hendak jatuh ghaisan bergegas menangkapnya, naasnya ghaisan malah terjatuh hingga terluka...