For.get

For.get
GS. Masa lalu Part.15



Paman abdul dan tuan aziz mengangnggukan kepala menyetujui usulan laila, aku tidak mengerti dengan orang-orang dewasa ini, mereka mengabaikan rasa ingin tauku, sangat menyebalkan


“ Tidak, aku tidak ingin pulang, aku ingin ikut, dan kalian tidak boleh pergi sebelum menjelaskan kepadaku apa itu dokter andrologi, jika kalian tidak memberitahu aku, aku akan bertanya pada kakek” ucapku mengancam


“Jangan.....” Teriak mereka serentak


“Aku tidak mengerti kenapa aku tidak boleh bertanya pada kakek, sikap kalian seperti sedang menyembunyikan sesuatu, Apa yang salah dengan pertanyaanku? Aku hanya ingin tahu apa itu dokter andrologi? “ Ucapku heran


Namun tidak ada satupun dari mereka yang bersedia memberi tahu, semuanya hanya diam, dan itu membuatku merasa kesal.


“ Paman abdul” ucapku


“ aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya” ucap paman abdul sambil menundukan kepala


“ tuan aziz” ucapku


“tuan muda masih terlalu kecil untuk mengerti ini” Jawan tuan aziz


“ Laila... jika kau memberitahuku aku akan membantu mewujudkan cita-citamu, aku akan membiayai sekolahmu sampai kau lulus” ucapku mencoba membujuknya


“ Apakah kau serius” ucap laila bersemangat


“Baiklah aku akan memberitahu apa itu dokter andrologi, tapi ingat untuk menepati janjimu” ucap laila


Aku hanya menganggukan kepala menanggapi ucapannya, paman abdul dan tuan aziz melayangkan tatapan tajam pada laila seolah tengah mengancamnya, tak ingin laila bicara


“ dokter andrologi itu, auu...” belum sempat laila menjelaskannya, ia menjerit kesakitan karna di cubit oleh paman abdul dan tuan aziz


“tenang tuan-tuan aku akan mengatakannya dengan bahasa yang baik ok! “ Ucap laila meyakinkan paman abdul dan tuan aziz


“ Maafkan aku sebelumnya, masalahnya aku tidak bisa menolak untuk bisa sekolah geratis, dokter andrologi itu dokter yang menangani masalah yang terjadi pada klamin, apa kau tau ghaisan, jika kau terlambat di sunat maka akan timbul masalah pada alat klaminmu, kau tau sunat itu apa? Sunat adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari . Frenulum dari dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”), Sunat dianjurkan karena alasan kebersihan dan untuk mencegah infeksi saluran kemih dan kanker serviks. ***** yang disunat menghasilkan smegma lebih sedikit atau tidak ada sama sekali sehingga lebih mudah dijaga kebersihannya. jika tidak di jaga kebersihannya maka akan timbul penyakit, nah dokter andrologi adalah orang yg menyembuhkan penyakit itu” ucap laila


Paman abdul dan tuan aziz tersenyum sambil tepuk tangan dan mengacungkan jempol mengagumi kecerdasan laila


“Astaga hanya menjelaskan itu saja kalian sampai bersikap seperti mendapat masalah besar” ucapku


“ masalahnya tidak hanya itu, yang dikatakan laila itu hanya sebaigannya saja” gumam tuan aziz yang terdengar olehku


Paman abdul menyikut tuan aziz sambil berbisik


“ diamlah tuan aziz masalahnya akan semakin panjang jika dia bertanya lebih lanjut”


Aku mendengar perkataan mereka namun aku mengabaikannya, aku mengajak semuanya untuk mencari ayla karna waktu semakin larut, mereka mengantarku pulang ke rumah terlebih dulu, tapi aku adalah ghaisan, aku tidak pernah mengabaikan janji dan rasa penasaranku, saat mereka menurunkan aku di depan rumah aku tidak masuk ke dalam rumah, aku mengikuti mereka menggunakan taksi yang kebetulan lewat tidak lama setelah mereka pergi, mobil mereka berhenti di tempat yang aneh,


“ ini tempat apa pak?” tanyaku pada sopir taksi


“ Ini kawasan hiburan malam tuan muda” jawab sopir taksi itu


“Paman yang berjejer itu restoran atau apa? Kenapa banyak wanita berpakaian seksi di sini?” tanyaku lagi


“ sebagian wanita-wanita itu adalah wanita penghibur, ini namanya club malam bukan restoran, usiamu masih terlalu kecil untuk mengerti” jawab sopir taksi itu


Aku turun dari taksi dan mengikuti mereka masuk ke sebuah club, saat hendak masuk para penjaga melarangku dan mendorongku sampai aku terjatuh,


“ hai jagoan, ayo berdiri” ucap seorang pria yang baru turun dari mobil dengan beberapa pengawalnya


Akupun berhasil masuk ke sana karna bantuan orang itu, aku berterimakasih kepadanya kemudian masuk ke dalam mencari paman abdul, tuan aziz dan laila, aku melihat beberapa pria dan wanita masuk ke sebuah lorong dan akupun mengikuti mereka, salah satu pria memeluk wanita kemudian wanita itupun membantingkan diri ke dinding, anehnya bukannya merasa kesakitan dia malah tersenyum bahagia, aku berdiri di depan mereka dan memperhatikan apa yang hendak mereka lakukan, pria itu kemudian mencium wanita itu dari bibir kemudian turun hingga ke dadanya, aku menarik rok wanita itu tapi kemudian roknya jatuh


“ Maafkan aku bibi, aku tidak bermaksud...


“ Tidak apa sayang” ucap wanita itu sambil tersenyum dan menyentuh daguku


“ Astaga kenapa ada anak kecil di sini, hai nak pulanglah ke rumah, cuci kaki kemidian bobo masis, kau tidak seharusnya ada di sini” ucap pria yang bersamanya


“Hahah...” terdengar suara tawa dari banyak orang,


Saat itu aku baru menyadari bahwa pria dan wanita itu tidak sendirian tapi banyak orang lain juga yang melakukannya, jujur saja aku merasa direndahkan saat dia memanggilku anak kecil


“ Apa yang kalian lakukan, lanjutkan saja kesenangan kalian dengan pasangan kalian, kenapa kalian mengusik temanku” ucap seorang pria yang datang dari belakang, pria itu adalah pria yang sama yang tadi membantuku masuk


“ Tuan d benar sayang” ucap wanita itu sambil mengangkat satu kakinya memeluk kaki kekasihnya


Pria itu kemudian mengajaku ikut bersamanya, kami berjalan menyusuri lorong,


“ Tuan apa yang sedang mereka lakukan?” tanyaku ingin tau


“ mereka sedang pacaran, katakan padaku anak muda, siapa namamu?” ucap pria itu


“ Namaku ghaisan” jawabku


“ namaku dhahir” ucap pria itu


“ kau dhahir tamam?” tanyaku terkejut


“ Wah ternyata kau tau namaku, berapa usiamu” ucap dhahir


“ 8thn, sebenarnya aku pernah mendengar tentangmu, aku pikir kau sudah tua” ucapku dengan nada santai


“ Ayolah kawan usiaku baru 20thn, apa kau tau, aku menjadi orang hebat karna aku bisa masuk club saat usiaku 8thn sama seperti dirimu, lihat saja saat kau seusiaku kau pasti jadi orang besar” ucapnya


Kami sampai di ujung lorong, terlihat ada jalan menuju tangga dan pintu dari sebuah ruangan besar yang di dalamnya banyak orang yang tengah menari, dan duduk santai dengan para wanita


“ ghaisan kau mau berdansa atau main bersamaku, aku baru mendapat teman baru, ayo kita bersenang-senang dengannya” ucapnya


“ aku mau ikut denganmu saja” ucapku


Dia memintaku mengikutinya, kami menaiki tangga, kemudian berjalan diantara kamar-kamar yang berjejer seperti di tempat penginapan, dhahir mengajaku masuk ke salah satu kamar, aku melihat ayla tengah berbaring dengan gaun anak wanita yang tak pernak ia kenakan sebelumnya, ia terlihat cantik dengan pakaian itu,


“ kakak" ucap ayla sambil bangun kemudian duduk diatas tempat tidur, wajah sedih dan mata berkaca-kaca itu membuat aku kesal, aku tidak terbiasa dengan wajah sedihnya itu, karna dia biasanya selalu ceria


" kalian saling kenal?" tanya dhahir yang terlihat terkejut saat ayla memanggilku kakak


"tuan dia temanku, bolehkah aku membawanya pulang bersamaku? aku mohon.." tanyaku sambil memasang wajah minta dikasihanin


" boleh ghaisan, tapi kau harus melakukan sesuatu dulu untuku" ucap dhahir


" apa itu?" tanyaku


" buka baju kalian berdua...