For.get

For.get
Entah...



“ Ibu aku kembali, pekerjaanku sudah selesai..” Terdengar suara teriakan seseorang dari luar


kemudian aku melihat Siapa yang datang, saat aku membuka pintu seorang wanita cantik berdiri di sana, dia terkejut melihatku, dia bertanya tentang siapa aku dengan tingkahnya yang sombong, entah kenapa aku tidak menyukainya di tambah lagi dia masuk begitu saja, tanpa permisi melewatiku seolah aku tidak ada di sana,


“Hazel kau sudah kembali? ucap bi Chan dari belakang


“bi cha kau mengenal wanita ini?” tanyaku


“Nona Ayla dia putri saya, namanya Hazel tharwany” ucap bi Chan


“ ibu siapa wanita ini dan kenapa dia ada di sini “ ucap Hazel


“Da adalah kekasih tuan Ghaisan calon nyonya rumah ini” Ucap bi Chan


“Apa” teriakku dan Hazel secara bersamaan


“bagaimana itu mungkin ibu, aku adalah wanita yang Ghaisan cintai, bagaimana ibu bisa mengatakan bahwa dia calon nyonya rumah ini,” Ucap Hazel


“Berhentilah bermimpi Hazel, ibu tidak ingin kau kecewa dan terluka, ibumu ini hanya seorang pengurus rumah, dan kau hanya dianggap teman oleh tuan, bagaimana kamu bisa berani bermimpi untuk menjadi kekasihnya, dan satu lagi panggil dia tuan Ghaisan jangan memanggilnya dengan tidak hormat seperti itu, kenapa kau tidak mengerti juga” ucap bi Chan sambil menjewer telinga Hazel


“ahhhh....(suara jerit kesakitan) Ibu telingaku sakit, lepaskan ku mohon,,,” ucap Hazel


“Aku mohon jangan dengarkan ucapannya nona, dan tolong maafkan atas kelancangannya, jika mungkin tolong jangan katakan tentang hal ini kepada tuan” Ucap bi Chan


“ jangan katakan apa bi chan?” ucap Ghaisan dari belakang sambil berjalan mendekat


“Katakan padaku apa yang tengah terjadi? Kau sudah pulang manis” ucap Ghaisan sambil mengelus rambutnya.


Aku menarik Ghaisan ke dalam kamar dan Mengunci pintunya, dia terlihat panik, wajah paniknya itu membuatku ingin tertawa, tapi aku menahannya


“ Hai kenapa kau mengunci pintunya, buka kembali atau aku akan panggil Haidar” ucap Ghaisan dengan nada panik


“ ada hal penting yang ingin ku katakan padamu” ucapku sambil berjalan mendekatinya


“Tunggu dulu, dengarkan aku, jika kau ingin bicara bicara saja kenapa kau harus mengunci pintu kamar” ucapnya sambil berjalan mundur berisaha menjauh dariku


“Tenanglah, Kau tidak perlu takut padaku, aku tidak akan mengulangi perbuatan ku semalam, aku melakukan itu karena pengaruh dari obat bukan karena keinginan ku, “ ucapku sambil mendekatinya secara perlahan


“kenapa kau mengingatkanku tentang kejadian semalam, dengar aku serius, jika kau mengulangi perbuatanmu lagi aku tidak akan menahan diri dan bertanggung jawab untuk apa yang akan terjadi” ucapnya


Aku menganggukan kepala dan memintanya untuk duduk bersamaku, diapun setuju, kami bicara


“bagaimana kau bisa mengenali inspektur Jasir?”


“ sebenarnya aku tidak mengenalnya, aku hanya tau namanya saja, dan itupun dari kapten Feo”


“Feo kemari?,, ah... Aku baru ingat, aku memintanya membawa barangku yang tertinggal di tkp”


Aku bertanya kenapa dia tidak membuang kemeja itu, kemudian dia mengatakan bahwa kemeja itu adalah kemeja pertama yang ia beli dari usaha dan uangnya sendiri, kemudian aku menatap Ghaisan dan memperhatikannya, dia menjadi salah tingkah saat menyadari aku terus menatapnya, wajahnya benar-benar terlihat polos dan menggemaskan, aku menyadari perkataan dokter Haz tentangnya itu benar, saat aku mendengar tentang Ghaisan aku pikir dia adalah pria yang tidak baik, tapi setelah bertemu dengannya, aku tau bahwa ia memiliki hati yang lembut, aku merasa Ghaisan yang diceritakan oleh ayah dan Ghaisan yang ada dihadapanku ini adalah dua orang yang berbeda, saat tengah asik mengobrol Hazel mengetuk pintu dan meminta kami keluar untuk makan malam, saat tengah makan malam aku terus menggoda Ghaisan, dengan sengaja aku memegang tangannya dan bersikap manja, aku bertanya apakah dia akan membantuku atau tidak tapi Ghaisan terus makan dan mengabaikanku, aku menyentuh kakinya dengan kakiku dan mengangkat alisku saat dia melihatku tapi dia tetap tidak mengatakan apapun, aku melihat Hazel tidak senang dengan sikapku pada Ghaisan tapi aku tidak memperdulikannya, aku berhenti makan dan hanya memainkan makananku, aku melihat Ghaisan sudah menghabiskan makanannya


“ Makanlah dengan benar, aku tidak ingin kau jatuh sakit, aku akan bicara pada Jasir, jadi habiskan makananmu dan pergilah istirahat” ucap Ghaisan sambil berdiri kemudia pergi


Aku hendak menghabiskan makananku, Ghaisan kembali ke meja makan dan menatapku


“ jangan masuk ke kamarku dan mengulangi perbuatanmu kemarin malam, ingat itu baik-baik” ucap Ghaisan sambil menunjukan jarinya padaku kemudian pergi


Aku tersenyum sambil makan tapi Hazel sepertinya bertambah kesal, aku menghabiskan makananku kemudian pergi tidur


Keesokan harinya


Aku bangun di pagi hari dan mencari Ghaisan untuk bertanya apa dia sudah bicara pada inspektur Jasir atau tidak, tapi aku tidak dapat menemukannya, dia tidak ada di kamarnya maupun di ruang kerjanya, anehnya Hazel juga tidak di rumah, aku pergi ke dapur dan melihat bi Chan tengah sibuk memotong buah, aku bertanya pada bi Chan tentang Ghaisan dan Hazel, bi Chan memberitahu bahwa Ghaisan pergi berolah raga, begitu juga dengan Hazel, aku bertanya apa yang akan dibuatnya, dia mengatakan setelah olah raga Ghaisan dan Hazel selalu minum jus, aku mengatakan pada bi Chan untuk membuat satu gelas jus saja untuk putrinya karna aku akan membuatkan susu untuk Ghaisan, dan dia pun melakukan apa yang ku katakan, setelah beberapa saat Ghaisan dan Hazel datang, aku berjalan mendekati Ghaisan dan memberikannya secangkir susu,


“ Apa kau tidak tau kalo Ghaisan tidak minum susu tapi jus” ucap Hazel dengan sombong


“ G aku membuatkan susu kacang hijau hangat kesukaanku untukmu, aku bangun pagi-pagi untuk membuat ini, aku ini bodoh, kenapa aku berpikir untuk melakukan ini, aku akan meminta bi Chan membuat jus untukmu, hoammm....(suara menguap) aku akan kembali tidur” ucapku sambil memasang wajah sedih kemudian membawa kembali susu yang ku buat


Ghaisan memegang tanganku dan berdiri di depanku sambil meminum susu yang aku buat, dia bertanya apa aku juga membuat sarapan untuknya, dan aku menganggukan kepala, kemudian dia mengatakan dia akan kembali dan sarapan setelah membersihkan diri, aku menjulurkan lidah dihadapan Hazel untuk meledeknya, dia terlihat tidak senang tapi aku tidak peduli, aku pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk Ghaisan, setelah Ghaisan membersihkan diri kami sarapan bersama, setelah selesai sarapan Ghaisan pergi ke ruang kerja, beberapa waktu kemudian


“Tuan G....” terdengar suara Haidar memanggil Ghaishan


Aku pergi keluar untuk menemuinya, aku melihat dia datang dengan seseorang yang tak ku kenal, pria itu membawa koper dan juga tasku


“ Haidar kau datang dengan siapa? Kenapa barang-barangku yang hilang ada padanya” tanyaku


“aku datang dengan inspektur Jasir syihab” ucap Haidar


“ kemarin malam tuan memintaku mencari barang-barangmu yang tertinggal di taksi, sebenarnya aku sudah mengambilnya dari kemarin hanya saja aku baru punya waktu sekarang untuk mengantarkannya, secara pribadi aku minta maaf padamu nona” ucap inspektur Jasir


“ Kemarin malam, tapi aku baru memintanya semalam, apa kau tidak salah inspektur.....