
“ Ayah siapa pria itu, bagaimana kau bisa mengetahuinya sebanyak itu? Untuk apa kau menceritakan kisah ini padaku...”
“ Pria itu adalah aku, ayahmu sendiri, aku melakukan kesalahan karna tidak bisa membayar hutangku, hingga kau harus bekerja untuknya, pegang uang ini, uang ini akan melunasi sebagian hutangku, dan mengurangi masa kerjamu, aku sudah membawamu jauh dari tuan muda, sekarang saatnya kau kembali, pergilah dan temui dia, dia akan menjagamu setelah kepergianku, ayah tidak akan hidup lebih lama nak, jika mungkin tolong maafkan ayahmu ini ayla,”
Kisah yang diceritakan ayah menjadi kata-kata terakhir darinya sebelum iya meninggal, selain ayah aku tidak punya siapapun lagi, ayah memiliki cukup banyak uang, namun ayah menolak untuk menjalani oprasi, ayah ingin aku memberikan uang yang sudah iya kumpulkan dengan kerja kerasnya selama 15thn terakhir pada Ghaisan ahmad altamis, untuk membeli kebebasanku, meski uang ini masih kurang untuk melunasi hutang Ayah, ayah mengatakan uang ini bisa mengurangi hutangnya, sehingga aku tidak harus bekerja secara sukarela dalam waktu lebih dari dua tahun, setelah selesai pemakaman aku menceritakan masalahku Kepada sahabatku Alexa, dan dia memberikan sebagian uang tabunganya untuk melunasi hutang ayah,
“ ambil uang ini dan pergilah temui pria itu” ucap Alexa
“ tidak Alexa, aku tidak bisa mengambil uang darimu, uang ini adalah tabunganmu untuk membangun bisnis dari sejak sekolah menengah pertama, aku menceritakan masalahku bukan untuk meminta uang darimu” ucapku
“Katakan kau anggap aku ini siapa bagimu?” Ucap Alexa dengan nada kesal
“ tentu saja sahabat baikku, kau pikir apa lagi” ucapku
“ jika kau menganggapku sahabat maka terimalah uang ini, jika kau merasa tidak enak maka dengarkan aku, berikan uang ini kepada tuan muda kemudian kau kembali ke sini dan bantu aku menjalankan bisnisku, Kau sangat mahir tentang bisnis, bahkan IP kamu lebih tinggi dari ku, apa kau pikir aku bisa membangun bisnis dengan uang ini dan membiarkan sahabatku kesulitan dan menderita, meski modalnya kecil aku yakin bisnis itu akan berjalan dengan sangat baik dan akan cepat berkembang jika kau membantuku, kau bisa kembalikan uang ini nanti” ucap Alexa
Aku menerima uang dari Alexa dan berjanji padanya aku akan mengembalikan uangnya,
Waktu berlalu siang pun kini berganti malam, saat semua tamu pulang, rumah yang hangat terasa sepi, aku melihat bayangan kenanganku bersama ayah di setiap sudut rumah, kini tidak ada lagi orang yang akan mendengarkanku dan memeluku untuk sekedar melepas penat, kesepian ini,,, membuatku merasa tidak nyaman, aku tidak ingin sendirian, aku ingin ada seseorang menemaniku, aku menelpon kekasihku namun ponselnya tidak aktif, pesan yang ku kirim sejak siang pun masih belum dibacanya,
Aku masuk ke kamarku, duduk diatas tempat tidur di samping jendela, dalam gelap malam yang tak kunjung berakhir, potongan kenangan yang hanyut di tengah air mata, memikirkan ucapan terakhir dari Ayah dengan mata tertutup, angin berhembus terasa menusuk hingga ke tulangku, hatiku kini dipenuhi penyesalan, semasa hidup Ayah, aku hanya menjadi beban, aku berusaha bertahan tanpa suara, bersandar dengan tenang untuk tidur, kebanggaan yang tak kunjung kuberikan di hari-hari yang sudah berlalu, aku akan memberikannya, aku akan membuatmu bangga terhadap putrimu, aku akan selalu mencintaimu di setiap nafasku, bahkan setelah kau tiada aku takkan melupakanmu Ayah, engkau tidak pernah membiarkan aku bersedih, kau berikan aku kasih dan sayang layaknya seorang ibu, namun kini kau biarkan aku kesepian, mungkin kebahagiaan yang kulalui bersamamu hanya akan terasa seperti mimpi, tapi biarlah mimpi itu terus menemani disetiap tidurku, kau selalu senang setiap kali melihat ku tersenyum bahagia, namun aku menyadari senyum indahmu takkan lagi ku lihat, beri aku sedikit kekuatan karena ketiadaan mengujiku, selain dirimu aku tidak memiliki siapapun lagi, agar aku bisa menjalani sisa hidupku tanpa dirimu, ini saatnya mengucapkan selamat jalan padamu Ayah, semoga kau mendapatkan kebahagiaan yang tidak Kau dapatkan di dunia di tempatmu kini, ini adalah doaku, doa dari seorang putri yang akan selalu menyayangimu, Percayalah padaku, aku akan menjalani hidupku sendiri, mendukung diriku sendiri, dan membuat diriku bahagia, dan kau akan merasa bangga karena kau telah membesarkan seorang putri seperti diriku, kau bisa mengatakan kepada ibu yang telah lebih dulu meninggalkan kita, bahwa kau sudah membesarkan putrinya dengan sangat baik, putri yang sudah dia kandung, aku juga akan memberikan kebanggaan kepadanya, kau bisa katakan padanya bahwa ia tidak perlu menyesal telah melahirkan diriku,
Malam yang panjang akhirnya berakhir, mentari pagi telah menyambut ku, aku bersiap untuk mengurus kepergianku ke negara Y, tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu yang semakin lama semakin keras, samar-samar aku mendengar suara seseorang memanggilku, semakin ku hampiri suaranya semakin jelas terdengar, pikirku siapa yang berkunjung di pagi hari, ternyata dia adalah kekasihku Nizar nawaf ali
“aku tidak membaca pesan yang kau kirim, kemarin aku melakukan penerbangan jadi aku tidak tau kalau paman telah pergi, jika mungkin tolong maafkan aku” ucap Nizar sambil memeluku dengan erat
“tidak apa-apa sayang, aku bisa mengerti” ucapku sambil melepaskan pelukannya secara perlahan
Aku memintanya untuk masuk dan duduk di sofa, aku pergi ke dapur untuk membuatkan teh jahe karna dia terlihat sangat lelah
“ Sayang apa semua ini” ucapnya sambil melihat berkas dan paspor ku yang tergeletak berantakan di atas meja
“ Aku akan pergi keluar negri sayang?”
“ Aku harus menemui teman lama ayah di luar negri, tenang saja aku tidak akan pergi selamanya, aku akan segera kembali, mungkin paling lama hanya satu pekan”
“kenapa kau ingin menemuinya?”
“ kenapa kau ingin tau? “ ucap Alexa yang tiba-tiba muncul di pintu rumahku
“ jika kau pedili pada kekasihmu harusnya kau ada di sini sejak kemarin, kenapa kau baru datang sekarang” ucap Alexa lagi
“ Sudahlah Alexa, kemarin Nizar ada jadwal penerbangan, jadi tidak bisa datang” ucapku
“ Jadwal penerbangan itu hanya alasan Ayla, katakan padaku, sekali saja apakah dia ada di sisimu saat kau membutuhkan kekasihmu, tidak pernah, karna dia itu egois, sejak dulu yang ada dalam pikirannya hanya dirinya sendiri, buka matamu Ayla” Ucap Alexa dengan nada tegas
“ Siapa kau berani menilaiku seperti itu, kekasihku saja tidak berkomentar, kenapa kau harus menceramahiku, aku sangat mencintai Ayla, dan Ayla tau pasti tentang itu, dan itu cukup, kau simpan saja ceramahmu itu untuk kekasihmu,, owh...aku lupa, kau bahkan tidak memiliki kekasih, lagipula siapa yang mau pacaran dengan wanita cerewet sepertimu”
Ucap Nizar dengan kesal
“ kau...
“ cukup hentikan perdebatan kalian, kalian mau membantuku atau tidak” ucapku dengan tegas memotong ucapan Alexa
Aku tidak tau apa yang terjadi diantara Alexa dan Nizar, mereka selalu saja berdebat setiap kali bertemu, seperti kucing dan tikus, jika saja aku tidak akan pergi ke luar negri aku sudah mengusir pergi mereka dari rumahku, perdebatan mereka selalu membuat kepalaku pusing,
Setelah beberapa waktu, akhirnya persiapanku selesai, aku hanya tinggal pergi, penerbanganku pukul 13:30 masih ada waktu untuk pergi, aku dan Alexa memasak makan siang, sementara Nizar membantu menyiapkan meja makan, kami makan siang lalu pergi ke bandara bersama
Sebelum naik pesawat mereka mengingatkanku untuk tidak lupa memberi kabar, aku berpamitan pada mereka, bersiap untuk naik ke pesawat.
“ permisi tuan, kursi di sebelahmu itu, aku duduk di sana”
“ duduk saja tidak akan ada yang memarahimu jika itu memang kursimu”
“ Aku memang akan duduk, tapi bisakah kau singkirkan kakimu, karna kakimu menghalangi jalanku..