
Ghaisan merasa hawatir karna ayla taidak dapat di hubungi ia pun bergegas menyelesaikan pekerjaannya, pekerjaan yang harusnya di kerjakan dalam 3 hari ia selesaikan dalam waktu satu hari, ia bekerja lembuar bagai kuda pandangan matanya tidak terlepas dari berkas dan leptopnya sedetik pun, ia bahkan memaksa pegawai di sana bekerja lembur hingga pagi namun ia juga memberikan waktu libur 2 hari kepada mereka sebagai kompensasi atas kerja keras mereka, ia menyelesaikan pekerjaan tepat pukul 5:30 pagi, ia bergegas kembali tanpa membuang waktu mengabaikan cuaca yang tengah berawan pagi itu, beruntung ia sampai dengan selamat dan hujan deras baru turun di saat ghaisan mendarat, ia berkendara dengan kecepatan penuh di tengah derasnya hujan karna menghawatirkan ayla, sesampainya di rumah ghaisan berlari ke sana ke mari mencari istrinya, ia menemukan istrinya pingsan di kamar mandi tepat di bawah shower air yang menyala, tubuhnya di penuhi luka-luka, ghaisan yang panik langsung mengangkat ayla, ia memakaikan pakayan mandi dan langsung membawa ayla ke rumah sakit
“ Tuan ghaisan istrimu tidak apa-apa, dia hanya deman, aku ingin tahu apa istrimu memiliki phobia pada kebersihan?” tanya dokter setelah selesai memeriksa ayla
“ aku rasa tidak, memangnya kenapa dok?” tanya ghaisan penasaran
“ sepertinya istimu menggosok tubuhnya dengan sangat kuat saat mandi hingga kulitnya memerah, biasanya ini di alami oleh orang-orang yang phobia akan kebersihan, kau tidak perlu khawatir, kita akan lakukan pemeriksaan lanjutan setelah ia sadarkan diri” ucap dokter
“ Baiklah dok terima kasih” ucap ghaisan
Ghaisan duduk di kursi tepat samping tempat tidur dengan menatap ayla, matanya yang sembab membuat ghaisan bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi pada ayla, seorang perawat menghampiri ghaisan dan menyarankan ghaisan untuk pulang karna ayla tidak akan bangun dengan cepat di samping itu seluruh baju yang ghaisan kenakan basah, mendengar saran perawat itu ghaisan langsung pulang ke rumah, ia tidak memikirkan bajunya yang basah namun memikirkan apa yang terjadi di rumah hingga ayla seperti ini, ghaisan bergegas masuk ke ruang kendali cctv rumah, ghisan melihat bagaimana ayla kembali sambil menangis, tangisannya semakin menjadi di saat membaca surat dan ghaisan menelponnya, ia melihat bagaimana ayla menangis seharian sambil memeluk sepucuk surat dan masuk ke kamar mandi namun tak kunjung keluar lagi sampai saat ghaisan datang, ia curiga sesuatu terjadi tanpa sepengetahuannya karna itu iya mengaktifkan suara dalam cctv dan memutar kembali untuk mendengar apa yang ayla katakan
“ Bodoh... Aku ini adalah sampah, bagaimana bisa aku menghianati orang yang aku cintai, aku bahkan tidur dengannya, aku merasa kotor setelah apa yang terjadi semalam, aku bahkan melupakan segalanya, ayla kau memang bodoh, bodoh, bodoh, aku harus apa sekarang, aku akan kehilangan cintaku, bagaimana jika dia mengetahui segalanya, tidak, tidak! Aku tidak akan sanggup hidup jika dia pergi meninggalkan diriku, aku harus mandi, ia benar aku harus mandi untuk membersihkan diriku, aku harus menghapus semua jejak yang ia tinggalkan di tubuhku, aku harus menghapusnya” ucap ayla sambil menangis dalam rekaman cctv
Seluruh tubuh ghaisan gemetar mendengarkan perkataan ayla, ia yang merasa tak sanggup lagi mematikan rekaman cctv yang tengah ia putar, ia bangkit dari tempat duduknya dalam keadaan sesak berjalan ke salah satu sudut dan menghantamkan tangannya ke dinding dengan keras sambil berteriak
“aku tak percaya kau memiliki hasrat untuk mendua ayla, aku sangat menyukaimu dengan tulus, aku telah berusaha agar kau menyukaiku, meski sejak awal kau adalah istriku namun aku tak pernah memaksamu untuk mengingatku atau pun memaksamu untuk menikahiku lagi (senyum paksa) kau yang mengajaku menikah, kau membuatku berharap mendapatkan cinta dengan tulus dan setia padaku yang menyayangimu, tapi kenapa? Kenapa kau merasa begitu kotor setelah di sentuh oleh suamimu sendiri (teriak sambil menghantamkan tangan yang mengepal pada dinding), berhianat pada orang yang kau cintai? Apakah cintamu untuk nizar begitu besar (menghantamkan kepala ke tembok), apa kau menikahiku hanya karna kau takut aku akan menghabisi kekasihmu, atau kah kau punya rencana lain (menyibakan rambut ke belakang) apapun itu aku aku akan mengetahuinya cepat atau lambat, dan mari kita lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua nanti” ucap ghaisan marah-marah sendiri
Dalam diam ghaisan terpaku ia merasa harga dirinya hancur bersama hatinya yang patah karna ayla, dalam hatinya ia bertanya apa kah salahnya hingga ayla melakukan semua ini, Ia berusaha menguatkan hatinya untuk tepat gegar, ia menyeka air mata yang mengalir di pipinya, di saat yang sama terdengar suara bel rumah, ia melihat ke monitor cctv dan melihat haidar berdiri di depan pintu, ghaisan bergegas pergi membukakan pintu
“ Ghaisan apa yang terjadi padamu” ucap haidar terkejut melihat tangan dan dahi ghaisan yang terluka
“ Tidak apa, ini hanya luka kecil” ucap ghaisan dengan tenang
Ghaisan duduk dengan tenang sementara haidar mengambil obat untuk ghaisan, haidar meminta maaf pada ghaisan sambil mengobati lukanya, ia merasa menyesal telah menghianati ghaisan, haidar terus bicara namun ghaisan hanya diam dan tenggelam dalam pikirannya sendiri
‘saat aku mendapatkan cinta aku kehilangan sahabatku, saat aku hancur karna cinta sahabatku kembali padaku, sang pencipta takdir apa yang kau berikan padaku ini, aku tidak pernah membenci haidar untuk apa yang ia lakukan padaku, penghianatan itu ia lakukan karna ia di perbudak oleh cintanya, meski ia menganggapku musuh tapi aku tidak menganggapnya begitu, bagiku dia tetap sahabatku, namun aku tidak tahu ayla yang kau lakukan padaku apakah kau juga di perbudak oleh cintamu pada nizar, kau mengangapku apa dan aku harus menganggapmu apa?’
“ ghaisan lukanya sudah selesai ku obati” ucap haidar membuat ghaisan tersadar dari pemikirannya
“ terima kasih, haidar berkerja keraslah untuk mengurus kota sendiri, aku memaafkanmu namun aku tidak bisa lagi membantumu karna aku sudah jatuh miskin” ucap ghaisan sambil tersenyum
“ terimakasih g, aku merasa lega dan bahagia mendengarnya, jika aku butuh bantuan apa aku bisa meminta bantuanmu”
“ jika itu tentang pemikiran aku akan membantumu (senyum) maafkan aku haidar aku tidak ada maksud untuk mengusirmu pergi, hanya saja istriku sendirian di rumah sakit”
“ Ayla sakit?”
“ Hanya demam biasa dia akan segera pulih”
“ baiklah pergilah g, jaga istrimu dengan baik, oh ya! Sampai sekarang aku belum mengucapkan selamat atas peenikahanmu dengan ayla, selamat ya aku do’akan kalian selalu bahagia”
“ terimakasih”
Haidar pergi meninggalkan kediaman ghaisan sambil tersenyum, ghaisan yang polos itu tidak mengetahui bahwa haidar mendekatinya hanya untuk melancarkan rencananya, ia mempercayai dan memaafkan haidar dengan begitu mudah aku tidak tahu ghaisan itu terlalu baik atau bodoh....