
“ G bangunlah” Terdengar suara seseorang membangunkanku diiringi dengan tamparan ringan di pipi, aku membuka mataku,
“ apa yang terjadi” ucapku
“ Jangan bersikap sok bodoh seperti itu G, Aku tahu kau tidak melupakan apapun”
“Laila Kenapa kau merusak segalanya, kau tahu dalam sebuah kisah setiap kali pemeran utamanya bangun dari pingsan dia selalu menanyakan hal itu”
“ Astaga g Kau hanya pingsan selama 15 menit dan kau menanyakan apa yang terjadi, apa menurutmu itu logis. g, apa kau baik-baik saja”
“ Ya aku baik, tapi bercak putih apa ini”
“ ini cairan sperma mu, kau pikir apa”
“ tidak mungkin”
“ Kenapa tidak”
“ karna aku seorang impoten”
Laila langsung menampar wajahku dengan keras
“ kenapa kau menamparku?” tanyaku dengan nada tinggi
“ Karna kau sembarangan bicara”
“aku tidak sembarangan bicara, aku memang
“ kau tidak impoten, pistolmu bisa berdiri normal dan kau bisa ereksi dengan baik dan kau juga bisa punya anak, apa kau tahu! kau bisa menghamili ayla jika kau mau mendengarkanku untuk mengeluarkan spermamu dalam tubuhnya, dengan sperma sebanyak ini, tidak mungkin dia tidak akan hamil”
“ Syukurlah aku tidak melakukannya, jika dia hamil akan timbul masalah besar”
“ G kehamilan itu berkah yang sangat besar, dan dia itu istrimu, masalah besar apa yang akan terjadi jika kau menghamili istrimu sendiri”
“ ada apa denganmu laila, bukankah sampai kemarin kau ingin aku menceraikannya”
“ kau tidak bisa menceraikannya g, kau sangat mencintainya aku tau itu, dan kau juga tidak punya alasan untuk meninggalkannya”
“ Laila sebenarnya ada sesuatu yang ku sembunyikan darimu sejak lama, aku ingin mengatakannya malam ini, laila aku... Sebelum hari ini pistiolku tidak bisa berdiri kecuali saat aku hendak buang air”
Laila memelukku sambil menitihkan air mata
“ aku tau bodoh, kenapa kau baru mengatakannya sekarang, kau membuatku menunggu selama 8thn hanya agar kau mengatakannya” Ucapnya sambil menangis
“ Laila kau tahu tentang kondisiku, tapi bagaimana mungkin”
Ia melepas pelukannya, menghapus air matanya
“Aku tau sejak 17thn lalu, kau pasti akan mengalami masalah pada penismu karna kau mengalami pubertas lebih awal, rata-rata pria yang mengalami pubertas lebih awal akan mengalami kecendrungan sex, ada yang mengalami heteroseksual, homoseksual, dan biseksual, dan ada juga yang mengalami aseksual, yang terjadi padamu itu bukan impoten tapi aseksual”
“aseksual?”
“aseksual itu adalah kurangnya ketertarikan seksual kepada orang lain, Aseksualitas adalah orientasi seksual, dan orientasi seksual adalah mengenai apa yang seseorang rasakan, bukan apa yang mereka lakukan. Aseksual itu bukan penyakit g, aku bisa membantumu mengatasinya, tenang saja pria yang aseksual masih bisa berpacaran, terlibat dalam hubungan seks, masturbasi, jatuh cinta, menikah, ataupun memiliki anak, kau mengidap gangguan ini sejak kau melakukan hubungan sex untuk pertama kalinya, tanpa kau sadari kau memaksa tubuhmu untuk pubertas di usia 8thn, dan itu bukan hal baik, di tambah lagi keadaan saat itu juga membuatmu mengalami trauma seksual, itulah sebabnya aku memaksamu berhubungan dengan ayla, agar kau bisa menghilangkan trauma tentang hubungan sex, tapi kau tidak mau mendengarkanku, jadi aku terpaksa melakukan tindakan medis dan itupun di kamar mandi pria”
Laila menjelaskan kondisiku yang tidak pernah ku ketahui sebelumnya,
“karna tadi aku memijat sarafmu jadi mulai sekarang kau akan hidup lebih baik” ucapnya sambil tersenyu
“apa maksudmu dengan hidup lebih baik”
“ g pistolmu akan berdiri di pagi hari saat kau bangun, pistolmu juga akan berdiri saat kau bersentuhan dengan orang yang kau sukai, tapi karna traumamu belum hilang jadi aku sarankan jangan mendekati ayla dulu, aku hawatir kau tidak akan bisa menahan diri. Otak memainkan peran penting dalam memicu ereksi. Ereksi dimulai dengan adanya gairah seksual saat terjadi rangsangan, namun hal ini bisa terganggu karena beberapa kondisi psikologis seperti stres, depresi, kecemasan, atau masalah pada hubungan dengan pasangan, karna kau masih trauma aku hawatir kau akan pingsan di saat terakhir”
“ kau tau kondisiku lebih dari aku sendiri laila, kau memang luar biasa” ucapku sambil mencium keningnya
“Sudah cukup penjelasannya ayo kita pulang, aku lelah g”
Aku mengantarkan laila pulang, sebelum aku pulang ke rumahku laila memberiku beberapa suplemen yang akan membantu mengatasi masalahku secara perlahan, aku kembali ke kantor pusat kota setelah memakai pakayan yang ku simpan di mobil, aku meminta kapten feo untuk mengambil beberapa barangku yang tertinggal di lokasi dan meminta bantuan inspektur jasir untuk mencari tau apa yang sudah terjadi, aku melihat bagaimana ia naik taksi sampai kemudian dia di bius dan di bawa pergi, aku juga memintanya mengambil barang-barang ayla di kantor taxi.
aku membawa ayla yang tengah tertidur pulas karna obat dari ruang pengobatan dokter haz, di bantu oleh kapten feo, dalam perjalanan pulang aku menjelaskan sedikit keadaan yang terjadi karna ia bertanya, setelah sampai di rumah, aku membaringkan ayla di tempat tidur, aku meminta bantuan kapten feo untuk membeli pakaian tidur kemudian aku mengantarnya pulang, aku langsung pulang setelah mengantarkan kapten feo , setelah sampai rumah, aku memakaikan pakayan tidur pada ayla, aku tidak menyangka pistolku berdiri hanya karna menyentuhnya, aku merasa lebih percaya diri untuk membuat ayla berada di sisiku selamanya, aku ingin istirahat dan berbaring tapi waktu sudah menunjukan pukul 5:30 pagi, aku menelpon haidar dan memintanya membawa beberapa pakayan baru untuk ayla, aku pergi mandi setelah itu, laila mengirim pesan yang isinya ‘ jika pistolmu berdiri dalam waktu yang lama karna sentuhan ayla kau bisa meredam hasratmu dengan mandi dan berendam dalam air dingin sampai pistolmu kembali normal’ aku menuruti kesarannya, aku berendam di air dingin, karna lelah aku tirtidur di bath tub.
“ ahhh....” aku terbangun karna mendengar suara teriakan, aku keluar kamar mandi hanya dengan sehelai handuk
“ahhh...” aku berteriak karna melihat ayla berteriak lebih kencang dari sebelumnya.
“ ada apa? Apa yang terjadi di sini?” ucap haidar menerobos masuk kamar dengan panik
“Dia yang lebih dulu berteriak” ucapku
“aku, ya aku berteriak karna terkejut melihat diriku dalam cermin” jawab ayla
“astaga... aku pikir ada masalah besar yang terjadi” ucap haidar
“ kau tau haidar, wanita itu menjerit karna melihat dirinya sendiri yang seperti hantu” ucapku sambil merangkul haidar
Haidar dan aku saling menatap dan tertawa bersama “whahahaha...”
““ Aiiissshhh.... Aku tidak teriak karna itu, aku teriak karna aku menyadari aku tidak memakai pakaian yang kemarin malam aku kenakan, kau pria berhanduk, katakan apa yang terjadi semalam, kau keluar dari kamar mandi, jadi kau pasti pembuat masalahnya” ucap ayla dengan nada marah
“ jangan ingatkan aku soal semalam aku mohon padamu nona” ucapku
“ Tuan Ghaisan sebaiknya kau memakai baju dulu baru kita bicara, aku hawatir kau akan jatuh sakit jika terlalu lama seperti itu” ucap haidar
“Kau benar juga” jawabku
“ Tuan Ghaisan” ucap ayla sambil mendekati kearahku, kemudian ia menarik tanganku
“ lepaskan aku nona, jangan lagi, haidar jauhkan kucing liar itu dariku” ucap, aku takut tidak bisa menahan diri, kemudian aku masuk ke dalam kamar ganti
“Kucing liar itu benar-benar berbahaya, untuk sekarang ini aku harus berusaha kerah menjauhhinya” ucapku bicara sendiri sambil memakai pakayan
Setelah selesai memakai baju aku keluar dari ruang ganti, aku mendengar suara air di kamar mandi menyala,
“sepertinya ayla sedang mandi” ucapku dalam hati
“Setelah kau selesai mandi cepat keluar, kita sarapan bersama” ucapku
kemudian aku pergi ke ruang makan untuk sarapan, saat aku duduk tiba-tiba saja haidar menyerahkan henponnya padaku