For.get

For.get
GS. apa yang terjadi, terjadilah!



Rencana sudah di buat, pekerjaan juga selesai, waktu menunjukan pukul 18:25 aku pulang ke rumah untuk persiapan pelantikan pimpinan NC besok, saat tiba di rumah aku melihat bichan menjewer telinga hazel


Ahhhh....(suara jerit kesakitan) Ibu telingaku sakit, lepaskan ku mohon,,,” ucap Hazel


“Aku mohon jangan dengarkan ucapannya nona, dan tolong maafkan atas kelancangannya, jika mungkin tolong jangan katakan tentang hal ini kepada tuan” Ucap bi Chan


“ jangan katakan apa bichan?” ucapku sambil berjalan mendekat


“Katakan padaku apa yang tengah terjadi? Kau sudah pulang manis” ucapku sambil mengelus rambut hazel


Ayla menarikku ke dalam kamar dan Mengunci pintunya, hal itu membuatku panik,


“ Hai kenapa kau mengunci pintunya, buka kembali atau aku akan panggil Haidar” ucapku menggeretak


“ ada hal penting yang ingin ku katakan padamu” ucapnya sambil berjalan mendekatiku


“Tunggu dulu, dengarkan aku, jika kau ingin bicara, bicara saja kenapa kau harus mengunci pintu kamar” ucapku sambil berjalan mundur berusaha menjauh darinya


“Tenanglah, Kau tidak perlu takut padaku, aku tidak akan mengulangi perbuatan ku semalam, aku melakukan itu karena pengaruh dari obat bukan karena keinginan ku, “ ucap ayla sambil berjalan mendekat secara perlahan


“kenapa kau mengingatkanku tentang kejadian semalam, dengar aku serius, jika kau mengulangi perbuatanmu lagi aku tidak akan menahan diri dan bertanggung jawab untuk apa yang akan terjadi” ucapku


Ayla menganggukan kepala menanggapi ucapanku dan memintaku untuk duduk bersamanya, aku pun setuju, kami bicara


“G bantu aku untuk menemukan barang-barangku yang tertinggal di taksi, di tasku ada uang milikmu titipan dari ayah, di sana juga ada paspor dan kartu identitas ku, kau harus bantu aku bicara kepada Inspektur Jasir, “


“bagaimana kau bisa mengenali inspektur Jasir?” tanyaku sedikit terkejut


“ sebenarnya aku tidak mengenalnya, aku hanya tau namanya saja, dan itu pun dari kapten Feo”


“Feo kemari?,, ah... Aku baru ingat, aku memintanya membawa barangku yang tertinggal di tkp”


“ G bolehkah aku tau kenapa kau tidak membuang kemeja mu yang sudah sobek itu”


“ Haruskah aku katakan bahwa kemeja itu di berikan oleh ayah mertua dan di pilihkan oleh ayla” Ucapku dalam hati


“kemeja itu adalah kemeja pertama yang ku beli dari usaha dan uang ku sendiri” Ucapku berbohong padanya


kemudian ayla menatap dan memperhatikanku, aku tidak tau harus berbuat apa, tatapan itu membuatku ingin memeluknya, entah apa yang tengah ia pikirkan, mungkinkah ia tahu kebohonganku, aku harap seseorang datang sekarang karna aku tidak tahan dengan tatapannya itu,


Dari balik pintu terdengar suara ketukan pintu yang di iringi suara hazel “ g ayo makan malam, makanannya sudah siap”


Aku bergegas keluar dan berjalan menuju ruang makan bersama hazel, saat makan malam ayla terus menggodaku, dengan sengaja ia memegang tanganku dan bersikap manja,


“ g kau akan membantuku kan?”tanya ayla


Aku mengabaikanya karna aku tidak suka bicara sambil makan, namun ayla tidak menyerah ia menyentuh kakiku dengan kakinya, pistolku berdiri karna sentuhan lembut kakinya itu, aku menatap ke arahnya ia mengangkat alisnya seolah berkata “ sayang aku ingin memakanmu” aku tidak tau apa yang ada dalam pikirannya, apakah dia mengerti arti dari kode yang ia berikan atau dia hanya melakukannya karna aku terus mengabaikannya, aku bergegas menghabiskan makananku karna sudah tidak bisa menahannya lagi, jika ayla terus menggodaku seperti itu aku bisa kehilangan kendali, ku lihat ayla berhenti makan dan memainkan makanannya


“ Makanlah dengan benar, aku tidak ingin kau jatuh sakit, aku akan bicara pada Jasir, jadi habiskan makananmu dan pergilah istirahat” ucapku sambil berdiri kemududian pergi


Aku kembali ke meja makan karna lupa mengatakan sesuatu, aku menatap ayla sambil mengatakan


Keesokan harinya


Aku bangun dini hari karna berencana untuk mulai berolah raga, aku hendak mengajak ayla tapi saat aku melihatnya masih terlelap, aku mengurungkan niatku dan membiarkannya tetap tidur, aku pergi berolah raga bersama hazel dan laila


“Laila aku senang kau mau menemaniku” ucapku


“hazel jangan paksa ghaisan untuk olah raga berlebihan, ia sedang dalam perawatanku” ucap laila sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya sambil terus menatapku


“Baiklah nyonyaku” ucap hazel


“ Aku tau kau sengaja mengajak nyonya laila, perawatan apanya, kenapa dia tidak mengatakan bahwa kau ingin memakannya” ucap hazel berbisik padaku sambil tersenyum


Setelah lelah berlari laila mengajakku ke dalam toilet, aku meminta hazel untuk menungguku di luar, sementara aku dan laila bicara di dalam toilet


“ g katakan, apa saat kau bangun tidur pistolmu berdiri”


Aku hanya menganggukan kepala menanggapi pertanyaannya


“ g apapun yang akan kau lakukan, kau tanyakan dulu padaku, jangan olah raga berlebihan, dan kau juga jangan berkelahi untuk sementara ini, jangan kelelahan, dan jangan lupa untuk datang padaku, oke sayang” ucapnya kemuduan menyentuh daguku


“ Baiklah aku tau bu dokter, laila terimakasih “ ucapku


“Kenapa kau sungkan padaku sayang” ucap laila sambil *** bokongku


Aku dan laila keluar dari toilet, laila berpamitan pada hazel kemudian langsung pergi karna harus menemui pasiennya, aku dan hazel kembali ke rumah bersama, setibanya di rumah aku melihat ayla berjalan mendekatiku dengan secangir susu di tangannya,


“ Apa kau tidak tau kalo Ghaisan tidak minum susu tapi jus” ucap Hazel dengan tegas


“ G aku membuatkan susu kacang hijau hangat kesukaanku untukmu, aku bangun pagi-pagi untuk membuat ini, aku ini bodoh, kenapa aku berpikir untuk melakukan ini, aku akan meminta bi Chan membuat jus untukmu, hoammm....(suara menguap) aku akan kembali tidur” ucapnya sambil memasang wajah sedih kemudian membawa kembali gelas sususnya


Aku memegang tangannya dan berdiri di depannya sambil meminum susu yang ia buat,


“apa kau juga membuat sarapan untukku?” tanyaku


Ayla hanya menganggukan kepala menanggapi pertanyaanku


“akan kembali dan sarapan setelah membersihkan diri” Ucapku kemudian pergi ke kamar untuk mandi, setelah selesai mandi aku keluar kamar berjalan menuju ruang makan untuk sarapan, aku benar-benar merasa memiliki istri jika ini terjadi setiap hari, aku memang memilikinya tapi selama ini aku tidak pernah merasakan dibuatkan minum dan sarapan oleh istriku sendiri, dia sibuk dalam dunianya dimana aku hanyalah orang asing baginya, walau aku tidak suka susu aku tetap meminumnya, walau sarapan yang ia buat tidak sesehat buatan bichan, walau aku tidak suka makanan yang mengandung banyak minyak aku tetap memakannya, karna semua itu dibuat oleh tangan istriku, aku pergi ke ruang kerja setelah sarapan, laila mengirim pesan singkat mengingatkanku untuk meminum suplemen yang ia berikan, aku mengambil suplemen itu tapi tidak ada air putih di ruanganku tiba-tiba hazel datang dan memberikan segelas air putih, aku meminum suplemen dengan air yang hazel bawa


“obat apa yang kau minum?”


“Hanya vitamin dari laila, kenapa?”


“aku pikir kau benar-benar sakit karna nyonya laila mengatakan kau adalah pasiennya”


“Laila hanya hawatir berlebihan, kau tau bagaimana dia kan”


“ya dan aku juga tau bagaimana dirimu” ucapnya kemudian pergi dari ruanganku.